25/12/2025
31
*UMMUNA: PB NW YANG FLEKSIBEL*
_Catatan dari Toili Sulawesi Tengah_
Oleh: Ust. Sam'an Husni [PWNW Sulawesi Tengah 1997-2021]
Kita mengetahui bahwa Ummuna adalah seorang wanita, namun semangat dan keteguhan beliau jauh melampaui banyak pemimpin lainnya. Cara bergerak, gaya bertindak, dan ketegasan beliau menjadi bukti bahwa Ummuna adalah pemimpin yang fleksibel—pemimpin yang mampu meleburkan watak, membaca medan, lalu menetapkan langkah dengan api semangat yang tak pernah padam.
Pemimpin yang fleksibel mampu mengubah luka menjadi senyuman. Senyuman yang lembut memiliki kekuatan meredakan ketegangan, menenangkan jiwa, dan memulihkan suasana. Ketika beliau menghadapi tragedi Wanasaba dan Pancor, Ummuna tidak hancur oleh keadaan. Sebaliknya, beliau berkreativitas di luar lingkar konflik, mencipta sesuatu yang baru, dan tetap berdiri dengan ketegaran yang sulit ditandingi.
Nahdlatul Wathan akan sangat sulit menemukan pemimpin yang memiliki fleksibilitas seperti beliau. Sebab, Ummuna adalah kader yang tumbuh secara alamiah—dibesarkan dalam keluarga pendiri NW, ditempa oleh dinamika organisasi sejak kecil, diajarkan bagaimana membaca gejolak, menyikapi arogansi, serta menghadapi kompleksitas politik dan organisasi. Karena itu, selain fleksibel, beliau juga tegas, lugas, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab sebagai PB NW.
Seharusnya para intelektual dan tokoh-tokoh NW merasa tersentak untuk ikut bergerak lebih luas. Namun sering kali cambukan itu tidak mengenai pribadi-pribadi yang tidak peduli, sehingga membuatnya justru semakin pasif. Padahal kondisi perkembangan NW yang kita saksikan sekarang seharusnya memacu para tokoh untuk keluar dari belenggu tekanan yang berpotensi mematahkan langkah. Mereka semestinya membuka jalan-jalan baru, mencari celah kemajuan, dan menyingkap ruang yang bisa dilewati agar Ummuna dapat lebih leluasa mendorong pengembangan NW.
Masalah sepele sering diabaikan, hingga tokoh-tokoh kecil menemukan celah untuk menekan para masyaikh. Dalam pandangan saya, kondisi ini berpotensi mempersempit aura Ma’had dan mengurangi pancaran cahaya para masyaikh. Karena itu, Ummuna melakukan terobosan-terobosan sederhana namun bermakna. Pengembangan ke luar menjadi sangat urgen ketika di dalam wilayah kepemimpinan Ummuna dukungan dari para masyaikh tidak menyeluruh.
Namun keadaan apa pun tidak mampu mengubah semangat beliau. Ummuna tetap melangkah. Tetap bergerak. Tetap membuka jalan. Sebab Ummuna adalah PB NW yang fleksibel—pemimpin yang tidak dikalahkan oleh keadaan, tetapi justru menggunakan keadaan sebagai pijakan untuk tumbuh lebih kuat.