07/01/2026
(ما في صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ)
مِنْ حَدِيْثِ أَبِي ذَرٍ ، قَالَ : قلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ ا فَمَا كَانَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ ؟ قَالَ : كَانَتْ كُلُّهَا أَمْثَالاً ،
Dari hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah isi suhuf-suhuf Ibrahim itu?” Beliau bersabda:
“Seluruh isinya adalah perumpamaan-perumpamaan.
مِنْهَا : أَيُّهَا الْمَلِكُ الْمُسَلَّطُ الْمُبْتَلَى الْمَغْرُورِ ! إِنِّي لَمْ أَبْعَثْكَ لِتَجْمَعَ الدُّنْيَا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ ، وَلَكِنْ بَعَثْتُكَ لِتَرُدَّ عَنِّي دَعْوَةَ الْمَظْلُوْمِ ، فَإِنِّي لَا أَرُدُّهَا وَلَوْ كَانَتْ مِنْ فَمِ كَافِرٍ )
Di antaranya:
‘Wahai raja yang diberi kekuasaan, yang diuji dan tertipu oleh kekuasaannya! Sesungguhnya Aku tidak mengutusmu untuk mengumpulkan dunia sebagian di atas sebagian yang lain, tetapi Aku mengutusmu agar engkau menolak dari-Ku doa orang yang terzalimi. Sesungguhnya Aku tidak akan menolak doa itu, walaupun doa tersebut keluar dari mulut orang kafir.’
وَمِنْهَا : ( وَعَلَى الْعَاقِلِ أَنْ يَكُونَ لَهُ سَاعَةٌ يُنَاجِيْ فِيهَا رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ، وَسَاعَةٌ يُحَاسِبُ فِيهَا نَفْسَهُ ، وَسَاعَةٌ يَتَفَكَّرُ فِيْهَا صُنْعَ اللَّهِ تَعَالَى ، وَسَاعَةً يَخْلُو ، أَيْ : يَتَجَرَّدُ فِيْهَا لِحَاجَتِهِ مِنَ الْمَطْعَمِ وَالْمَشْرَبِ )
Di antaranya p**a:
‘Wajib atas orang yang berakal untuk memiliki waktu-waktu tertentu: satu waktu untuk bermunajat kepada Rabbnya Yang Maha Mulia lagi Maha Agung; satu waktu untuk menghisab dirinya sendiri; satu waktu untuk memikirkan ciptaan Allah Ta‘ala; dan satu waktu untuk menyendiri, yakni melepaskan diri untuk memenuhi kebutuhannya berupa makan dan minum.’
وَمِنْهَا : ( وَعَلَى الْعَاقِلِ أَنْ لَا يَكُوْنَ طَامِعًا ، أَيْ : مُؤَمَّلًا . « إِلَّا فِي ثَلَاثٍ : تَزَوُدٌ لِمَعَادٍ ، وَمَرَمَّةٌ (أي إِصْلَاح) لِمَعَاشِ ، وَلَذَّةٌ فِي غَيْرِ مُحَرَّم »
Di antaranya p**a:
‘Wajib atas orang yang berakal untuk tidak bersikap tamak, yakni tidak menggantungkan harapan, kecuali dalam tiga perkara: bekal untuk kehidupan akhirat, perbaikan (pemeliharaan) kehidupan dunia, dan kenikmatan yang tidak berada dalam perkara yang diharamkan.’
وَمِنْهَا : وَعَلَى الْعَاقِلِ أَنْ يَكُوْنَ بَصِيرًا بِزَمَانِهِ، مُقْبِلًا عَلَى شَأْنِهِ، حَافِظًا لِسَانِهِ ؛ وَمَنْ عُدَّ كَلَامُهُ مِنْ عَمَلِهِ قَلَّ كَلَامُهُ إِلَّا فِيْمَا يَعْنِيْهِ (أَيْ : مَا تَتَعَلَّقُ عِنَايَتُهُ بِهِ )
Dan di antaranya p**a:
‘Wajib atas orang yang berakal untuk memahami zamannya, fokus pada urusannya sendiri, serta menjaga lisannya. Barang siapa menghitung ucapannya sebagai bagian dari amalnya, niscaya sedikitlah bicaranya kecuali dalam hal-hal yang bermanfaat baginya (yaitu perkara yang memang menjadi perhatiannya).’”
(ما في صُحُفُ مُوسَى )
قَالَ أَبُو ذَر أَيْضًا : قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ! فَمَا كَانَتْ صُحُفُ مُوسَى ؟ كُلُهَا عِبَرًا أَيْ : مَوَاعِظٌ ،
(Isi Suhuf-suhuf Musa)
Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu juga berkata:
Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah isi suhuf-suhuf Musa?”
Beliau menjawab:
“Seluruh isinya adalah pelajaran-pelajaran (ibrah), yaitu nasihat-nasihat.
مِنْهَا : عَجِبْتُ لِمَنْ أَيْقَنَ بِالْمَوْتِ كَيْفَ يَفْرَحُ ، عَجِبْتُ لِمَنْ أَيْقَنَ بِالنَّارِ كَيْفَ يَضْحَكُ ، عَجِبْتُ لِمَنْ يَرَى الدُّنْيَا وَتَقَلُّبَهَا كَيْفَ يَطْمَئِنُّ إِلَيْهَا ، عَجِبْتُ لِمَنْ أَيْقَنَ بِالْقَدَرِ ثُمَّ يَتْعَبُ (وفي نسخة : كَيْفَ يَغْضَبُ) ، عَجِبْتُ لِمَنْ أَيقَنَ بِالْحِسَابِ ثُمَّ لَا يَعْمَلُ)
Di antaranya:
1. Aku heran terhadap orang yang meyakini kematian, bagaimana ia masih bisa bergembira.
2. Aku heran terhadap orang yang meyakini adanya neraka, bagaimana ia masih bisa tertawa.
3. Aku heran terhadap orang yang melihat dunia dan segala perubahannya, bagaimana ia bisa merasa tenteram kepadanya.
4. Aku heran terhadap orang yang meyakini takdir, lalu masih bersusah payah (dalam sebagian riwayat: bagaimana ia masih marah).
5. Aku heran terhadap orang yang meyakini adanya hisab, namun tetap tidak beramal.’”
وَفِي التَّوْرَاةِ :
1. يَا ابْنَ آدَمَ ! لَا تَخَفْ مِنْ سُلْطَانِ مَا دَامَ سُلْطَانِي بَاقِيَا ، وَسُلْطَانِي بَاقِ لَا يَنفَدُ أَبَدًا ) ، أي : لَا يَفْنَى وَلَا يَنْقَطِعُ .
2. يَا ابْنَ آدَمَ ! خَلَقْتُكَ لِعِبَادَنِي ، فَلَا تَلْعَبْ، يَا ابْنَ آدَمَ الَا تَخَافَنَّ فَوَاتَ الرِّزْقِ مَا دَامَتْ خَزَائِنِي مَمْلُوْعَةٌ وَخَزَائِنِي لَا تَنْفَدُ أَبَدًا ،
3. يَا ابْنَ آدَمَ ! خَلَقْتُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَمْ أَعْيَ (لَمْ أَعْجَزْ) بِخَلْقِهِنَّ أَيُعْبِيْنِي رَغِيْفٌ وَاحِدٌ أَسْرْتُهُ إِلَيْكَ فِي كُلِّ حِيْنِ ،
4. يَا ابْنَ آدَمَ ! كَمَا لَا أُطَالِبُكَ بِعَمَلٍ غَدٍ فَلَا تُطَالِبْنِي بِرِزْقِ غَدٍ ،
5. يَا ابْنَ آدَمَ ! لِيْ عَلَيْكَ فَرِيْضَةٌ وَلَكَ عَلَيَّ رِزْقٌ فَإِنْ خَالَفْتَنِي فِي فَرِيْضَتِي لَمْ أَخَالِفُكَ فِي رِزْقِكَ عَلَىٰ مَا كَانَ ،
6. يَا ابْنَ آدَمَ ! إِنْ رَضِيْتَ بِمَا قَسَمْتُهُ لَكَ أَرَحْتُ بَدَنَكَ وَقَلْبَكَ ، وَإِنْ لَمْ تَرْضَ بِمَا قَسَمْتُهُ لَكَ سَلَّطْتُ عَلَيْكَ الدُّنْيَا حَتَّى تَرْكُضَ فِيهَا كَرَكْضِ الْوَحْشِ فِي الْبَرِّيَّةِ ، أَي : الصَّحْرَاءِ وَعِزَّتِي وَجَلَالِيْ لَا يَنَالُكَ مِنْهَا إِلَّا مَا قَسَمْتُهُ لَكَ ، وَأَنْتَ عِنْدِي مَذموم
Dan di dalam Taurat disebutkan:
1. “Wahai anak Adam! Janganlah engkau takut kepada kekuasaan siapa pun selama kekuasaan-Ku masih ada. Dan kekuasaan-Ku itu tetap ada dan tidak akan pernah habis.”
(Yaitu: tidak akan binasa dan tidak akan terputus).
2. “Wahai anak Adam! Aku menciptakanmu untuk beribadah kepada-Ku, maka janganlah engkau bermain-main. Wahai anak Adam! Jangan sekali-kali engkau takut kekurangan rezeki selama perbendaharaan-Ku penuh, dan perbendaharaan-Ku tidak akan pernah habis.”
3. “Wahai anak Adam! Aku telah menciptakan langit dan bumi dan Aku tidak merasa lelah (tidak p**a عاجز) dalam menciptakannya. Maka apakah Aku akan dibuat lelah oleh satu potong roti yang Aku alirkan kepadamu setiap waktu?”
4. “Wahai anak Adam! Sebagaimana Aku tidak menuntut darimu amal untuk hari esok, maka janganlah engkau menuntut kepada-Ku rezeki untuk hari esok.”
5. “Wahai anak Adam! Atasmu ada kewajiban kepada-Ku, dan atas-Ku ada rezeki untukmu. Jika engkau menyelisihi-Ku dalam kewajiban-Ku, maka Aku tidak akan menyelisihimu dalam rezekimu sebagaimana yang telah Aku tetapkan.”
6. “Wahai anak Adam! Jika engkau ridha dengan apa yang Aku bagikan untukmu, niscaya Aku akan menenangkan tubuhmu dan hatimu. Namun jika engkau tidak ridha dengan apa yang Aku bagikan untukmu, niscaya Aku akan menguasakan dunia atasmu, sehingga engkau berlari mengejarnya seperti binatang liar yang berlari di padang pasir. Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, engkau tidak akan memperoleh darinya kecuali apa yang telah Aku tetapkan untukmu, dan engkau di sisi-Ku dalam keadaan tercela.”