11/09/2026
Di usia 71 tahun, Kakek Kabul masih setia mengayuh sepedanya, menjajakan es krim seharga dua ribu rupiah di bawah teriknya jalanan. Hasilnya mungkin tak seberapa untuk menyambung hidup, tapi lelahnya tak pernah menyurutkan rasa syukurnya yang begitu besar.
Lihatlah bagaimana senyum tulus dan tawa bahagianya pecah saat uluran kebaikan ini menyapa hidupnya. Uluran tangan ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan bukti hangat bahwa beliau tidak berjuang sendirian.
Senyum Kakek Kabul menyadarkan kita semua, bahwa kebahagiaan sejati hadir saat kita mau saling peduli. Setiap kebaikan kecil yang disalurkan dengan ikhlas akan selalu menjadi cahaya dan harapan baru bagi langkah renta mereka. Terima kasih Sahabat Kebaikan yang terus mengalirkan kepedulian bersama Mashdar Berbagi.