03/04/2026
Khatib di Masjid Gampong Kota Lhokseumawe, Abana Simpang Dama Paparkan Hakikat Penghambaan Kepada Allah Swt.
Pimpinan Dayah Babussa'adah Al Munawwarah Simpang Dama Aceh Utara, Abana H. Zulkarnaini Luthan, S. Pd. I., M. H ( Abana Simpang Dama ) memenuhi permintaan bertindak sebagai Khatib Jum'at di Masjid Al Atqa Gampong Kota Lhokseumawe. Jum'at, 14 Syawwal 1447 H / 03 April 2026
Dalam penyampaian khutbahnya, Abana memaparkan tentang hakikat penghambaan diri seorang hamba kepada sang Pencipta disertai dengan tanda-tanda hamba Allah yang sejati berdasarkan penafsiran dan firman Allah SWT diakhir surah Al Furqan.
" Kita sering mengaku diri sebagai hamba Allah SWT, namun menjadi sebuah pertanyaan untuk diri kita masing-masing adakah pengakuan itu terbalaskan atau justru pengakuan semu yang bersifat sebelah pihak saja, artinya apakah Allah mengakui dan menerima kita sebagai seorang hamba-Nya, atau justru kita saja yg mengaku sebagai hamba-Nya namun nyatanya jauh panggang dari api " Jelas Ulama Muda Aceh, Abana Simpang Dama.
Lebih lanjutnya, Abana menjelaskan secara rinci satu persatu tanda-tanda seorang hamba Allah yang sejati yang penghampaannya yg diterima oleh Allah SWT berlandaskan firman Allah SWT diakhir surah Al Furqan ayat 63 hingga 67, bahwa tanda dari hamba-hamba Allah adalah bersifat tawadhu' ( rendah hati ), ketika bertemu dengan orang-orang awam dia bersikap santun, senantiasa melaksanakan ibadah shalat malam ( tahajud ) dan takut terhadap siksa Allah SWT.
Secara spesifiknya, Abana berlandaskan firman Allah SWT mengajak kita semua agar tidak pernah membalas perkataan dan sikap-sikap kasar dengan dendam dan sumpah serapah, tapi perkataan dan sikap kasar itu dibalas dengan perkataan baik dan penuh kesantunan sebagaimana dicontohkan oleh Baginda Nabi, karena begitulah sejatinya orang beriman dan hamba Allah yang sejati. || TSB ||