22/03/2019
HIKMAT, KEPANDAIAN ~> JUJUR
Firman Tuhan di pagi hari ini; Amsal 2:6-10; "Karena hikmat akan masuk kedalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu." Hati dan pikiran kita yang diisi dengan hikmat dan pengetahuan akan Allah karena kita hidup berpusat kepada Tuhan Yesus, focus on Jesus, maka damai sejahtera dan s**acita tinggal di dalam hati kita. Kepandaian menjadikan kita dapat menguasai satu atau pun banyak hal yang kita butuhkan di dalam menjalani kehidupan. Kepandaian bermakna kuasa. Kepandaian dan hikmat bersumber dari kebenaran yaitu Firman yang diberikan oleh Tuhan Yesus.
"Ia menyediakan pertolongan bagi orang orang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan dan memelihara jalan orang orang-Nya yang setia." Tuhan senang dengan kejujuran. Kejujuran apa yang dimaksud? Kita jujur bahwa kepandaian dan hikmat yang kita terima sesungguhnya semua itu berasal dari Tuhan, tidak ada yang kemudian kita klaim bahwa diri kitalah yang pandai, kita berhikmat. Firman Tuhan melalui Rasul Paulus datanglah sebagai teguran kepada jemaat di Korintus: 1Korintus 4:7; Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?
Tuhan s**a kejujuran juga ketika kita mengatakan bahwa kita belum mampu untuk hidup dalam kebenaran karena terikat dengan satu atau dengan banyak perkara dan dengan jujur kita mengatakan bahwa kita membutuhkan Tuhan, percaya dan yakin penuh bahwa hanya Tuhan yang dapat menolong kita lepas dari keterikatan-keterikatan itu. Ketika kita berlaku demikian maka Tuhan akan mengulurkan tangan-Nya untuk menolong kita. Daripada kita berbuat munafik dan menjauhkan diri dari Tuhan Yesus, dan dari persekutuan dengan saudara saudari seiman.
Tuhan menyediakan pertolongan bagi orang orang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan dan memelihara jalan orang orang-Nya yang setia; ini artinya Tuhan Yesus terlibat secara penuh dalam hidup orang yang jujur mulai dari hari di mana ia percaya kepada Tuhan dan firman-Nya dan untuk seterusnya. Bukankah ini amat menguntungkan dan amat menyenangkan bagi kita? Saudara-saudaraku kiranya kita tidak lagi ragu untuk menyerahkan diri kita, hidup kita, segera, kepada Tuhan Yesus. Amin.