14/09/2025
Renungan Harian Katolik
Senin, 15 September 2025
PW Santa Perawan Maria Berdukacita
Bacaan: 1Kor 12:31β13:13; Mzm 31:2-3a.3b-4.5-6.15-16.20; Yoh 19:25-27
Injil: Yohanes 19:25-27
βKetika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: βIbu, inilah anakmu!β Kemudian kata-Nya kepada murid itu: βInilah ibumu!β Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.β
Renungan:
Hari ini Gereja merayakan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Berdukacita. Sehari setelah kita merayakan Salib Suci, kita diajak menatap Maria, Ibu yang berdiri di kaki salib, menyertai Putranya dalam penderitaan sampai akhir.
Maria tidak berteriak, tidak melarikan diri, tidak menolak rencana Allah meski hatinya hancur. Ia berdiri tegak, bertekun dalam iman, sambil menyerahkan segalanya ke dalam tangan Allah. Inilah teladan seorang ibu yang hatinya ditempa oleh kasih sejati.
Santo Paulus dalam bacaan pertama (1Kor 12:31β13:13) menegaskan bahwa kasih adalah jalan yang paling utama. Segala karunia akan berlalu, tetapi kasih tidak akan pernah berkesudahan. Maria menunjukkan kasih yang demikian: kasih yang rela menderita, kasih yang tetap setia, kasih yang tak mengandalkan kata-kata, melainkan kehadiran penuh pengorbanan.
Ketika Yesus mempercayakan Maria kepada murid yang dikasihi, Ia sekaligus mempercayakan Maria kepada kita semua. Maria bukan hanya Bunda Yesus, tetapi juga Bunda Gereja, Bunda setiap orang beriman. Di dalam Maria kita menemukan teladan untuk tetap setia kepada Allah di tengah penderitaan dan untuk memandang salib dengan iman, bukan dengan keputusasaan.
Pesan untuk Kita
Dalam hidup sehari-hari, kita pun sering menghadapi salib: sakit, kesulitan ekonomi, masalah keluarga, ketidakadilan, bahkan duka yang berat. Hari ini kita diajak untuk belajar dari Maria: berdiri di bawah salib dengan iman yang teguh, tanpa kehilangan kasih.
Kasih bukan sekadar perasaan manis, melainkan keberanian untuk tetap setia, mendampingi, mengampuni, dan mempercayakan segalanya kepada Allah.
Doa
Santa Perawan Maria, Bunda Berdukacita, doakanlah kami agar dalam setiap penderitaan kami tidak kehilangan iman, harapan, dan kasih. Semoga kami mampu menemani sesama yang menderita dengan kasih yang tulus, seperti Engkau mendampingi Putramu di salib. Amin.