Resurrection Faith

Resurrection Faith Jika panggilanmu untuk melayani, lakukanlah itu dengan tulus meski belum menuai saat ini, tapi nanti!

06/08/2026

Yeremia 31:10-12 Dengarlah firman TUHAN, hai bangsa-bangsa, beritahukanlah itu di tanah-tanah pesisir yang jauh, katakanlah: Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali, dan menjaganya seperti gembala terhadap kawanan dombanya!
Sebab TUHAN telah membebaskan Yakub, telah menebusnya dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya. Mereka akan datang bersorak-sorak di atas bukit Sion, muka mereka akan berseri-seri karena kebajikan TUHAN, karena gandum, anggur dan minyak, karena anak-anak kambing domba dan lembu sapi; hidup mereka akan seperti taman yang diairi baik-baik, mereka tidak akan kembali lagi merana.

"Tuhan Allah Adalah Gembala Umat-Nya"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Kita mendengar proklamasi firman Tuhan Allah hari ini, yang disampaikan nabi Yeremia. Proklamasinya tentang apa? Sebuah penegasan bahwa Tuhan Allah yang berkuasa. Dia yang menyerakkan umat-Nya, tetapi juga Dia berkuasa untuk mengumpulkan kembali seperti seorang gembala mengumpulkan kawanan ternaknya. Dan Dia berkuasa ketika mengambil (Menebus) umat-Nya dari tangan bangsa yang kuat. Ini menunjukkan bahwa Tuhan Allah berkuasa atas umat-Nya dan atas bangsa-bangsa lain.

Hidup yang kita jalani hari-hari ini sarat dengan berbagai tantangan dan pergumulan. Kita diperhadapkan dengan tantangan di dunia kerja, embangun keluarga dan masa depan anak-anak serta rupa-rupa pergumulan lainnya.
Dalam keadaan seperti itu, terkadang kita merasa tidak kuat, tidak sanggup dan bertanya mampukah kita menjalani semuanya ini. Firman Tuhan Allah menguatkan kita bahwa kita mempunyai Tuhan Allah yang berkuasa. Tidak ada kekuatan apapun yang sanggup berhadapan dengan Dia. Dia adalah kekuatan gembala yang mengumpulkan dan menjaga umat-Nya. Dia juga bertindak mengambil umat-Nya dari genggaman kekuatan dunia. Itu berarti Tuhan Allah kita selalu menyatakan kasih-Nya bagi anak-anak-Nya. Seorang gembala akan rela berkorban demi keselamatan domba-dombanya. Dengan kata lain, seorang gembala akan melakukan apa saja demi keselamatan domba-Nya. Ia tidak rela domba-Nya direbut oleh kekuatan lain dan tidak s**a domba-dombanya tercerai berai. Firman Tuhan Allah menghibur kita untuk terus berjalan bersama dengan Sang gembala Agung yang memelihara dan senantiasa menghidupkan kita. Bersama Dia kita melihat masa depan hidup keluarga yang indah. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, Engkau adalah gembala kami. Tuntunlah kami terus untuk menjalani hari-hari hidup ini. Sebab kami percaya sekalipun banyak tantangan dan pergumulan yang harus dihadapi, Engkau tidak akan membiarkan kami. Dalam nama Yesus Kristus. Amin

05/08/2026

Yeremia 31:8-9 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kump**an besar mereka akan kembali ke mari!
Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.

"Tuhan Allah Menyelamatkan Umat-Nya"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Kita bersyukur bahwa hanya oleh pemeliharaan Tuhan Allah karena boleh ada di hari yang baru ini. Firman Tuhan Allah menjumpai kita dengan berita yang menggembirakan bagi umat Israel. Apa beritanya? Tuhan Allah berkata bahwa akan membawa umat-Nya dari utara, yang menunjuk pada tempat di mana Israel di buang, dipahami sebagai sumber malapetaka. Itu berarti Tuhan Allah berjanji menyelamatkan mereka dari malapetaka. Bukan itu, saja tetapi dikatakan semua orang yang terserak itu termasuk yang buta, lumpuh, perempuan yang mengandung dan yang melahirkan akan dikumpulkan-Nya. Ini berarti keselamatan yang sepenuhpenuhnya dinyatakan oleh Tuhan Allah terhadap umat-Nya dalam kondisi apapun.

Firman Tuhan Allah hari ini memberikan penghiburan bagi kita kini bahwa Tuhan Allah kita sangat peduli dengan kehidupan umat-Nya. Israel yang terserak dengan segala kondisi yang dialami dikumpulkan kembali. Bila demikian, apa yang kita khawatirkan dengan hidup kita. Kita mempunyai Tuhan Allah yang tidak membiarkan umat-Nya mengalami penderitaan dan pergumulan. Perhatikan kata-kata kerja ini, membawa dan mengumpulkan. Itu berarti Tuhan Allah yang berinisiatif dan Dia aktif bekerja serta berkarya demi keselamatan umat-Nya. Karena itu, marilah tetap hidup yang mengandalkan Tuhan Allah. Dalam keluarga ketika ada banyak harapan dan kerinduan yang hendak kita raih, andalkanlah Tuhan Allah. Kita sadar bahwa kekuatan dan kemampuan kita sangatlah terbatas. Tetapi bila Tuhan Allah yang bekerja, tidak ada yang tidak mungkin. Kiranya Tuhan Allah memberkati kita. Amin

Doa: Ya Allah Bapa, kami bersyukur atas segala kasih dan kemurahanMu. Engkau senantiasa menjaga dan melindungi kami. Kiranya kami tetap hidup mengandalkan Engkau. Dalam nama Yesus Kristus, Amin

04/08/2026

Yeremia 31:7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan s**acita, bers**arialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!

"Bersorak Karena Tuhan Allah Menyelamatkan"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Apa yang membuat kita bers**acita dan bergembira dalam hidup ini? Pasti banyak alasan yang membuat kita bergembira dan bersorak-sorai. Mungkin karena berhasil dalam studi, sukses dalam pekerjaan, berkat atas hidup pribadi dan keluarga, terlepas dari pergumulan, sembuh dari sakit dan lain sebagainya.

Firman Tuhan Allah hari ini mengatakan kepada kita bahwa Israel yang disebut Yakub kini akan menjadi pemimpin atas bangsa-bangsa. Ini berarti status mereka sebagai orang buangan dan yang ditindas kini berubah menjadi pemimpin atas bangsa-bangsa. Atas keadaan ini umat memuji Tuhan Allah karena telah menyelamatkan umat-Nya. Pujian, sorak-sorai di sini lahir oleh karena menyadari bahwa karya selamat Tuhan Allah berlaku atas perjalanan umat-Nya. Dahulu mereka harus berada di pembuangan dan mengalami penindasan, namun kini penyelamatan Tuhan Allah menjadi nyata. Dapat dibayangkan seandainya Tuhan Allah tidak menyelamatkan mereka, maka pastilah mereka akan tetap tinggal sebagai bangsa yang tertindas dan terbuang dari tanah mereka.

Menyadari bahwa penyelamatan yang sempurna itu datang dari Tuhan Allah sendiri, maka kita umat-Nya memuji Tuhan Allah dan bersorak bagi Dia. Kesadaran ini penting bahwa tanpa Tuhan Allh maka kita akan jauh dari karya selamat-Nya.
Siapa yang dapat menganugerahkan keberhasilan atas pekerjaan kita? Siapa yang dapat memberikan jalan keluar bagi kita atas persoalan dan permasalahan hidup keluarga? Siapa yang dapat memberikan keberhasilan atas pekerjaan kita? Siapa yang memberi kita kesembuhan manakala kita diterpa dengan berbagai sakit penyakit. Tentu usaha kita yang diberkati-Nya. Tidak ada yang lain selain Tuhan Allah.

Hanya orang yang menyadari akan semuanya itu akan membuatnya bers**acita, bersorak dan memuji Tuhan Allah. Sebaliknya, orang yang tidak menyadari dan tidak mau sadar akan segala perbuatan Tuhan Allah atas hidupnya tidak akan pernah memuji dan bersorak bagi Tuhan Allah.

Sebagai keluarga Kristen, kita diingatkan bahwa apapun yang kita peroleh dan rasakan dalam hidup ini dan yang membuat kita dapat mengalami kemenangan, keberhasilan dan kes**acitaan, itu semua karena karya selamat Tuhan Allah. Oleh karena itu kepada-Nya kita persembahkan pujian dan sorak-sorai karena keselamatan yang dikerjakan-Nya.

Doa : Ya Tuhan Allah, ajarlah kami untuk terus menyadari bahwa segala s**acita, keberhasilan dan kemenangan yang kami raih, semuanya karena kemurahan dan kasih-Mu. Biarlah kami terus bersyukur dengan segala sesuatu yang Engkau kami. Dalam nama Yesus Kristus. Amin

04/08/2026

Yeremia 31:4–6 Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bers**aria. Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya p**a. Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada Tuhan, Allah kita!

"HIDUP SESUAI DENGAN KEHENDAK-NYA MENIKMATI PEMULIHAN"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Sukacita dan kebahagiaan menjalani hidup adalah dambaan setiap orang termasuk kita sebagai keluarga orang percaya. Itulah sebabnya orang rela melakukan apa saja asalkan mendapatkan semua itu. Oleh karena itu, tidak heran jikackita mendapati bahwa banyak orang hanya karena demi s**acita dan kebahagiaan, ia melakukan apa yang sebenarnya tidak diinginkan Tuhan Allah. Demi tercapainya tujuan hidup yang membuat orang bers**acita dan berbahagia, ada orang yang harus mencederai orang lain, menyingkirkan orang lain, memfitnah orang lain, menindas orang lain dan sebagainya.

Israel sesungguhnya mengalami keterpurukan oleh karena mereka telah menjauh dari Tuhan Allah. Mereka mulai meninggakan Tuhan Allah dan memilih allah lain. Mereka mngandalkan kekuatan bangsa-bangsa lain yang dapat melindungi mereka, kehidupan umat yang saling menjatuhkan dan menindas serta berbagai bentuk kejahatan lainnya. Akibatnya adalah mereka harus mengalami penghukuman dan pembuangan. Namun demikian, oleh kasih Tuhan Allah yang besar atas mereka, sehingga Tuhan Allah berjanji Ia akan kembali membangun kehidupan umat-Nya. Keterpurukan akibat dosa, kini dibarui dan dihidupkan kembali. Oleh karena itu dikatakan, Tuhan Allah akan membangun kehidupan mereka kembali. Israel yang diibaratkan seperti anak dara akan kembali berhias dan menari dengan s**acita. Mereka akan kembali mengolah tanah dan menikmati hasilnya serta mereka akan memuliakan Tuhan Allah di Sion. Tuhan Allah memulihkan umat-Nya dari keterpurukan kepada kehidupan baru yang penuh s**acita dan kegembiraan. Tuhan Allah tidak rela melihat umat-Nya terus berada dalam kegelapan dan kesengsaraan.

Firman Tuhan Allah hari ini mengingatkan kita sebagai keluarga Kristen bahwa kebahagiaan dan s**acita bukan didapatkan dengan cara-cara yang tidak Tuhan Allah kehendaki. Tujuan hidup bukan diraih dengan cara menindas, memfitnah ataupun menjatuhkan orang lain. Kekuatan diri sendiri sebagai manusia dan mengandalkan kekuatan dunia bukanlah jalan mencapai dan menikmati kebahagiaan. Sebab bila itu yang dilakukan, maka seperti Israel mereka dibuang dan mengalami penderitaan. Kiranya kita menjauh dari hal-hal yang demikian.

Firman Tuhan Allah juga mengingatkan dan meneguhkan kita bahwa Tuhan Allah akan membangun kembali kehidupan umat-Nya yang bertobat walaupun sebelumnya mereka telah berdosa di hadapan-Nya. Inilah kasih Tuhan Allah bagi umatNya. Mereka akan bers**acita dan bergembira seperti anak dara yang berhias dan menari dengan rebana. Mereka akan mengolah tanah dan menkmati hasilnya serta menikmati persekutuan dengan Tuhan Allah. Kita pun percaya, sekalipun kita saat-saat ini mungkin mengalami pergumulan yang hebat di tengah keluarga dan pekerjaan, Tuhan Allah sanggup memulihkan kita asalkan kita mengandalkan Dia dan bukan mengandalakan kekuatan kita. Tuhan Allah kita akan membangun kembali hidup kita dan kita menikmati kebahagiaan dan s**acita. Kiranya kita senantiasa hidup sesuai dengan kehendak-Nya supaya kita tidak jatuh oleh karena perbuatan kita sendiri dan menikmati pemulihan demi pemulihan yang dikerjakan Tuhan Allah atas hidup kita. Amin

Doa : Ya Tuhan Allah ajarlah kami untuk terus hidup seturut dengan kehendak-Mu. Hidup yang menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan Engkau dalam setiap situasi dan kondisi hidup ini. Dalam nama Yesus Kristus, Amin

01/08/2026

Yeremia 31:1 ”Pada waktu itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Keluarga Kristen yang dikasihi dan diberkati Tuhan Yesus,

ISRAEL MILIK KEPUNYAAN TUHAN ALLAH

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Tidak dapat pungkiri bahwa tantangan dan pergumulan sering melanda kehidupan kita. Baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, jemaat dan masyarakat. Tidak jarang situasi dan kondisi seperti itu membuat kita tidak berdaya, patah semangat dan bahkan mungkin sampai hilang harapan. Kita tidak tahu lagi mau berbuat apa oleh karena begitu hebatnya tantangan dan pergumulan yang kita hadapi.

Orang Israel pernah berhadapan dengan situasi yang membuat mereka terpuruk. Kota-kota mereka mengalami kehancuran oleh karena serbuan bangsa asing dan akhirnya mereka harus mengalami pembuangan di Asyur. Sebuah keadaan yang sesungguhnya sulit diterima dan sulit dijalani. Kondisi itu membuat mereka bukan hanya terbuang dari negerinya tetapi juga terbuang sebagai umat milik kepunyaan Tuhan Allah. Sangat pahit hidup yang mereka harus jalani. Tetapi apa yang terjadi? Yeremia menyampaikan berita bahwa Tuhan Allah berfirman bahwa Ia akan tetap menjadi Allah bagi Israel dan Israel menjadi umatNya.

Firman Tuhan Allah ini adalah perjanjian yang kembali diperdengarkan Tuhan Allah bagi Israel. Sebuah perjanjian yang meneguhkan bahwa dalam keadaan apapun Tuhan Allah adalah sebagai Allah Israel dan Israel sebagai umat kepunyaanNya. Ini menunjukkan bahwa Israel sesungguhnya tidak akan pernah dibiarkan oleh Tuhan Allah. Israel senantiasa menjadi kepunyaan-Nya yang berarti mereka ada dalam jaminan pemeliharaan Tuhan Allah.

Firman Tuhan Allah ini juga diperdengarkan kepada kita bahwa Tuhan Allah tetap melihat kita sebagai umat milik kepunyaan-Nya. Itu berarti dalam keadaan apapun tantangan dan pergumulan yang hebat yang kita alami, Dia tetap melihat kita sebagai kepunyaan-Nya. Tidak mungkin Ia membiarkan milik kepunyaan-Nya berada dalam keterpurukan tanpa ujung. Namun demikian, kitapun diajak untuk senantiasa menjadikan Dia sebagai Allah atas hidup kita. Jangan mengandalkan kekuatan-kekuatan yang lain atas hidup kita. Tuhan Allah adalah Allah yang sanggup memulihkan kita. Ketika kita disebut milik kepunyaan-Nya, itu berarti Ia menjamin keberlangsungan hidup kita. Dengan kata lain pemeliharaan dan perlindungan-Nya senantiasa Ia berikan kepada kita, baik pribadi maupun keluarga. Tuhan Allah memberkati kita. Amin.

Doa : Ya Tuhan Allah kami bersyukur, sebab atas kasih-Mu kami menjadi umat milik kepunyaan-Mu. Biarlah kami hidup sebagaimana yang Engkau inginkan. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin

31/07/2026

Yohanes 8:11b Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

"Pergilah Dan Jangan Berbuat Dosa Lagi"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Menjalani kehidupan di dunia ini tidak selalu mudah, karena ada begitu banyak tantangan dan pergumulan yang datang silih berganti menerpa kehidupan. Manusia banyak kali terjebak pada persoalan-persoalan dan ditanggapi dengan melakukan hal-hal yang buruk dan jahat. Kecintaan pada diri sendiri dan mencari kepuasan duniawi, membuat manusia tergoda dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan walaupun harus mengabaikan hukum dan norma keagamaan. Sekalipun demikian, masih ada kesempatan untuk memperbaiki segala kerusakan yang diperbuat. Firman Tuhan Allah pada hari ini, merupakan ajakan Yesus Kristus kepada perempuan yang kedapatan berzinah agar sesuatu yang lebih buruk tidak akan menimpanya lagi. Sehingga orang Yahudi tidak memiliki alasan untuk keberatan terhadap sikap dan tindakan Yesus Kristus yang seakan bertindak bertentangan dengan hukum. Sebuah kesempatan berharga diberikan oleh Yesus Kristus kepada perempuan itu untuk pergi dan jangan berbuat dosa lagi
Ini memberi pesan yang kaya makna bagi kehidupan orang percaya, yang menggabungkan pengampunan dengan ajakan untuk berubah setelah melakukan kesalahan.

Yesus Kristus melalui perkataan-Nya menunjukkan bahwa meskipun telah berbuat dosa ada kesempatan untuk bertobat dan memulai hidup baru yang lebih baik dalam ketaatan kepada-Nya. Sebagai keluarga Kristen, kita juga diajak untuk merenungkan dosa-dosa kita agar memperoleh pengampunan dari Tuhan Allah. Dan jangan berbuat dosa lagi, bukan hanya sekadar larangan, tetapi juga ajakan untuk menjalani hidup yang baru terlepas dari kesalahan masa lalu. Oleh karena itu, sebagai keluarga Kristen, kita dipanggil untuk menikmati kesempatan hidup yang bisa berubah dan memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan. Kita diajak untuk hidup bertobat, menerima pengampunan dan memulai hidup baru yang mengandalkan kasih karunia Tuhan Allah. Firman Tuhan Allah hari ini memberi harapan dan kesempatan kedua bagi setiap orang yang telah berbuat dosa. Bukan hanya tentang berhenti melakukan dosa tetapi juga memulai hidup yang berorientasi kepada Tuhan Allah. Karena itu pergilah dan jangan berbuat dosa lagi, Amin

Doa: Ya Tuhan Allah, ajar dan tuntun kami untuk hidup selalu dalam pertobatan yang saling mengasihi dan mengampuni. Agar kami menjadi pribadi-pribadi yang lebih baik waktu demi waktu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin

30/07/2026

Yohanes 8:10-11a Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau.

"Akupun Tidak Menghukum Engkau"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Tidak mudah untuk mendapatkan akhir yang bahagia dari pergumulan yang sangat berat, seperti masalah perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga dan masalah rumit lainnya. Menerima pasangan yang pernah mengingikari janji pemikahan, yang melukai secara fisik maupun batin, membutuhkan hati yang seluas samudera dan hati yang dipimpin oleh Roh Kudus. Sehingga apapun keadaan yang terjadi dalam kehidupan ini akan ada jalan keluar yang terbaik, di mana tidak menimbulkan masalah yang baru.

Firman Tuhan Allah pada hari ini mengisahkan akhir yang penuh emosi dan ketegangan dengan pesan pengampunan yang sangat dalam. Setelah semua penuduh pergi karena disadarkan oleh perkataan Yesus Kristus, tinggalah Ia dan perempuan itu. Tidak ada orang lain, tidak ada suara penghakiman, yang ada hanya suara kasih karunia. Yesus Kristus tidak menanyakan dosanya. Ia tidak mempermalukannya. Sebaliknya, Ia memberikan pengampunan yang membawa perubahan. Kalimat terakhir Yesus Kristus sangat penting: "Akupun tidak menghukum engkau." Yesus Kristus tidak menutup mata terhadap dosa. Ia tahu apa yang dilakukan perempuan itu adalah dosa, tetapi Yesus Kristus memberi kesempatan untuk perempuan ini memperbaiki dirinya. Yesus Kristus tidak menambahkan luka dengan penghakiman, tapi memberi harapan lewat pengampunan.

Sebagai keluarga Kristen, kita pun sering melihat kelemahan dan kesalahan satu sama lain. Tapi pertanyaannya: apakah kita bersikap seperti Yesus Kristus? Apakah kita memberi kesempatan kedua? Ataukah kita terus mengungkit dan menyalahkan?

Sebagai keluarga Kristen, kita diajarkan untuk memberi pengampunan tetapi juga jangan kita lupa bahwa pengampunan Tuhan Allah adalah titik balik, bukan tiket bebas berbuat dosa. Jika Tuhan Allah sudah mengampuni kita, maka kitapun harus mengampuni sesama kita, dengan demikian hidup kita akan diubahkan. Jika kita sudah mengampuni pasangan, anak, orangtua, saudara dan sahabat kita, maka pengampunan bisa menyembuhkan luka batin. Sehingga hubungan yang rusak akan dipulihkan dan kita hidup dalam damai sejahtera serta menjadi berkat bagi sesama. Amin

Doa: Ya Tuhan Allah, ajarlah kami untuk hidup dalam kasih dan saling mengampuni. Pulihkanlah kami, menjadi keluarga yang harmonis dan menikmati karya selamat-Mu, dalam nama Yesus Kristus. Amin

29/07/2026

Yohanes 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

"PERGILAH SEORANG DEMI SEORANG"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Setiap manusia ciptaan Tuhan Allah diberi kesadaran moral untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, serta memberikan rasa bersalah atas perbuatannya. Ini juga yang biasa disebut memiliki hati nurani. Sekeras apapun hatinya seseorang jika nuraninya bekerja maka ia akan peka terhadap kejadian yang di sekitarnya.

Firman Tuhan Allah pada hari ini, menunjukkan reaksi luar biasa dari para penuduh setelah mendengar perkataan Yesus Kristus, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu.” Tidak ada perdebatan, tidak ada bantahan. Hati nurani mereka bekerja. Mereka sadar, seorang demi seorang bahwa mereka tidak lebih suci dari perempuan yang mereka bawa kepada Yesus Kristus untuk dihakimi. Yang menarik, Alkitab mencatat bahwa mereka pergi seorang demi seorang, mulai dari yang tertua (ayat 9). Mereka pergi diam-diam. Ini adalah gambaran bahwa di hadapan kebenaran ilahi, manusia kehilangan dasar untuk menghakimi oraang lain. Mengapa dimulai dari yang tertua? Mungkin karena orang yang lebih tua, lebih menyadari dosanya. Pengalaman hidup membuat mereka lebih peka terhadap kelemahan diri.

Sebagai keluarga Kristenm marilah kita renungkan kejadian di atas. Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi serta seluruh rakyat yang berkumpul diam-diam pergi seorang demi seorang. Tindakan itu, meskipun tidak disertai pengakuan terbuka, menunjukkan bahwa mereka telah menyadari bahwa mereka juga bukanlah orang benar. Kita pun dipanggil untuk memiliki kerendahan hati mengakui kesalahan, terutama dalam keluarga. Ketika kita tidak gengsi untuk mengatakan “maaf” kepada anak, pasangan, orangtua dan sahabat, maka kita tidak berhenti pada ucapan tetapi dinyatakan dalam tindakan. Dalam keluarga, biarlah kita meneladani Yesus Kristus yang penuh kasih, walaupun tidak kompromi dengan dosa tetapi Ia merangkul dan membimbing menuju kepada perubahan hidup yang berkenan kepada Tuhan Allah. Amin

Doa: Ya Tuhan Allah, ajar kami sebagai keluarga Kristen untuk memiliki hati yang lembut, hati yang mendengar suara-Mu dan hati yang siap mengampuni. Sehingga kami terhindar dari luka batin. Di dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin

28/07/2026

Yohanes 8:7-8 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
Lalu Ia membungkuk p**a dan menulis di tanah.

"Yang MerasaTidak Berdosa, Pertama Melemparkan Batu"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Setiap orang tidak lepas dari melakukan tindakan (kesalahan, kelalaian) yang melanggar hukum baik di keluarga, jemaat dan masyarakat. Namun sangat disayangkan tidak semua orang mau mengakui kesalahan dan pelanggaran yang ia lakukan. Padahal untuk menjadi pribadi yang lebih baik adalah belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri untuk masa depan yang lebih baik. Firman Tuhan Allah pada hari ini berbicara tentang Yesus Kristus memberikan jawaban yang menantang. Ketika orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat terus menekan-Nya untuk memberi jawaban atas kasus perempuan yang kedapatan berzinah, Yesus Kristus tidak langsung terprovokasi. Ia justru memberikan kalimat yang membalikkan seluruh situasi: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu. Kalimat ini seperti cermin yang tiba-tiba ditempatkan di depan wajah untuk orang melihat apakah ia benar bersih dari
kesalahan. Dan saat Yesus Kristus kembali membungkuk dan menulis di tanah, suasana menjadi hening karena suara hati nurani mulai bekerja. Yesus Kristus tidak membenarkan dosa perzinahan perempuan itu, tetapi Ia juga tidak membenarkan sikap orang-orang yang menganggap diri lebih benar lalu menghakimi dengan keras tanpa belas kasihan.

Firman Tuhan Allah hari ini menyadarkan kita bahwa setiap manusia memiliki sisi lemah dan berdosa, termasuk kita di dalam keluarga. Berapa kali kita cepat mengkritik pasangan, anak atau anggota keluarga lainnya, tanpa menyadari bahwa kita sendiri juga tak sempuma? Yesus Kristus mengajar kita untuk mengoreksi diri terlebih dahulu sebelum menghakimi orang lain. Penghakiman tanpa kasih mematikan hubungan. Jika Yesus Kristus mengizinkan mereka melempar batu, maka perempuan itu akan mati bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan rohani. Namun Yesus Kristus menunjukkan bahwa jalan pemulihan lebih kuat daripada jalan penghukuman. Sebagai keluarga Kristen, jika kita saling menghakimi terus-menerus, hubungan akan rusak. Anak-anak akan takut terbuka, pasangan akan merasa tidak dihargai dan rumah akan terasa seperti ruang sidang, bukan tempat kasih. Yesus Kristus mengajak kita membangun suasana keluarga yang memberi kesempatan untuk bertobat dan berubah, bukan saling menghukum. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, ajar kami untuk melihat kesalahan kami sendiri, menghindarkan diri menuding kesalahan orang lain. Biarlah keluarga kami menjadi tempat pengampunan. bukan penghukuman. Dalam nama Yesus Kristus, Amin

27/07/2026

Yohanes 8:5-6 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

"Jangan Gunakan Ayat Alkitab Untuk Menghakimi"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Sebagai manusia, ada banyak dari kita yang s**a membicarakan kesalahan orang lain. Sebagian orang menganggap hal ini sebagai sesuatu yang wajar. Bahkan parodi atau olokan/sindiran yang ditayangkan di layar televisi berisi konten-konten penuh bully-an terhadap orang lain. Juga tidak jarang orang memakai ayat Alkitab untuk menjatuhkan atau menghakimi orang lain.

Firman Tuhan Allah pada hari ini mengisahkan terjadinya ketegangan akibat masalah moral dan hukum. Setelah menyeret seorang perempuan yang tertangkap berzinah, kini para ahli Taurat dan orang Farisi mengutip hukum Musa yang memerintahkan agar pelaku dosa seperti ini dilempari batu sampai mati. Mereka tidak semata-mata mengadili perempuan yang kedapatan berzinah, melainkan mereka sedang menjebak Yesus Kristus, supaya bisa menyalahkan-Nya. Namun Yesus Kristus menanggapi dengan sangat mengejutkan. Ia tidak langsung menjawab, tetapi membungkuk dan menulis di tanah. Tindakan ini mengandung makna spititual dan moral yang sangat dalam. Hukum memang penting, tetapi kasih jauh lebih utama.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga mungkin pernah memakai "aturan" untuk menyalahkan orang lain, bahkan bagi anggota keluarga kita sendiri. Kita menuntut tanpa belas kasihan, menghakimi tanpa cinta dan lupa bahwa Tuhan Allah memanggil kita bukan hanya untuk taat hukum, tapi juga menghidupi kasih yang memulihkan. Hukum tanpa kasih hanya akan menghancurkan. Sebaliknya, kasih yang disertai kebenaran akan membawa pertobatan sejati. Yesus Kristus tidak terpancing oleh jebakan manusia. Sangat menarik bahwa Yesus Kristus tidak langsung menjawab. Ia tenang. Ia tidak terburu-buru. Ia tahu niat hati manusia dan memilih untuk merespons dengan hikmat, bukan emosi.

Sebagai keluarga Kristen, kita butuh belajar hal yang sama. Ketika terjadi konflik, kesalahan atau perbedaan pendapat, jangan langsung bereaksi. Belajarlah dari Yesus Kristus. Diam sejenak, pikirkan dengan bijaksana dan bawa persoalan kepada Tuhan Allah sebelum mengambil tindakan. Kadang dalam keheningan. Tuhan Allah justru sedang bekerja menyentuh hati yang keras. Jangan remehkan kekuatan respons yang tenang dan penuh pertimbangan. Amin.

Doa: Ya Tuhan Allah, ajarlah kami untuk hidup saling mengasihi dan jauhkanlah kami menghakimi sesama dengan menggunakan ayat-ayat alkitab, melainkan menegur dengan kasih. Amin

Address

Langowan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Resurrection Faith posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share