Resurrection Faith

Resurrection Faith Jika panggilanmu untuk melayani, lakukanlah itu dengan tulus meski belum menuai saat ini, tapi nanti!

04/06/2026

Lukas 12:10 Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.

"Menghujat Roh Kudus Tidak Diampuni"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Kata "menghujat" menurut KBBI artinya mencaci, mencela, memfitnah. Bahasa Yunani "blasphermia" ucapan buruk atau fitnah, perkataan merendahkan, berbicara jahat tentang oknum, mencemarkan nama baik.
Menghujat tidak pantas diucapkan atau diungkapkan melalui kata, tulisan atau prilaku kepada sesama yang bersifat fitnah, mencaci, mencela dan mencemari nama baik secara langsung atau tidak. Contoh yang terjadi di media sosial. Yesus Kristus mengajar kepada murid-murid-Nya tentang dosa yang dapat diampuni dan dosa yang tidak dapat diampuni.
Dosa perkataan yang melawan Anak Manusia masih dapat diampuni. Kata "melawan" KBBI artinya memerangi, menyalahi, menangkis, menolak, bersaing.
Melawan Yesus Kristus karena belum memahami tentang Dia selaku Juruselamat, akan diampuni karena Dia masih ada bersama secara fisik. Dapat dilihat, didengar langsung nasihat, pengajaran-Nya sebelum mengorbankan diri mati di kayu salib (band. Yoh. 16:4b). Seperti kata Yesus Kristus "ampuni sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Luk 23:34 ). Sebab jika kita sengaja berbuat dosa sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk pengampunan dosa (Ibrani 10:26). Melawan atau menolak Yesus Kristus dalam "kemanusiaan-Nya" diampuni. Artinya masih ada kesempatan untuk mengenal lebih dalam tentang Dia yang sesungguhnya sebelum Dia mati, bangkit dan naik ke sorga. Tetapi dosa yang tidak dapat diampuni adalah barangsiapa menghujat Roh Kudus. Kata menghujat menurut KBBI mencaci, mencela, memfitnah. Orang Farisi menuduh Yesus Kristus mengusir setan menggunakan Beelsebul penghulu setan. Tuduhan ini secara tidak langsung penghujatan terhadap Roh Kudus sehingga tidak dapat diampuni (Mat 12: 31-32).

Dalam kehidupan sehari-hari mungkin tidak secara langsung kita menghujat Roh Kudus.
Dilakukan di dalam hati, pikiran, perasaan di mana masih ada iri hati, kebencian, amarah, dendam, akar pahit yang menguasai. Bahkan tidak sedikit orang Kristen menganggap semua keberhasilannya merupakan kemampuannya sendiri.
Sebagai keluarga Kristen perenungan hari ini mengingatkan untuk memberi ruang seluas-luasnya bagi pekerjaan Roh Kudus sebagai penolong untuk menyertai, diam di dalam kita selama-lamanya (Yoh. 14:16-17).
Sehingga tidak ada peluang bagi kita untuk menyangkal, apa lagi menghujat Roh Kudus, sebab itu tidak dapat diampuni. Marilah kita menjaga setiap perkataan kita, agar tidak menghujat Roh Kudus dan memfitnah sesama. Amin

Doa: Tuhan Allah tolonglah kami menjaga setiap ucapan agar terhindar dari menghujat Roh Kudus dan perkataan-perkataan fitnah kepada sesama. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin

03/06/2026

Lukas 12:8-9 Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.
Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.

"Mengakui Anak Manusia"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Kata mengakui dan menyangkal adalah dua kata yang kontradiktif atau bertolak belakang.
Kata mengakui menurut KBBI berarti menyatakan diri bersalah atau berdosa, menyatakan kebenaran. Jadi mengakui artinya menyatakan pengakuan bersalah atau menyatakan kebenaran atau sesungguhnya. Sedangkan kata menyangkal artinya mengingkari, tidak mengakui atau tidak membenarkan, menolak, membantah. Bahasa Yunani menyangkal "Apasneomai" artinya menolak, meninggalkan, melupakan. Yesus Kristus yang adalah jalan dan kebenaran (Yoh. 6:14) mengajarkan kepada murid-murid-Nya bahwa setiap orang yang mengakui-Nya (Yoh. 13:13) di depan manusia, Anak Manusia akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Tuhan
Allah. Tetapi Yesus Kristus mengingatkan barangsiapa menyangkal-Nya, di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Tuhan Allah. Istilah Anak Manusia merujuk pada nubuat dalam kitab Daniel 7:13-14 yang menggambarkan seorang seperti Anak Manusia yang datang dengan awan-awan dan kemuliaan sebagai raja dari yang Maha kuasa.
Yesus Kristus menyatakan diri selaku Anak Manusia memiliki hubungan erat dengan Tuhan Allah. Sedangkan malaikat bahasa Yunani "Angelos" berarti utusan atau pembawa pesan.

Masih banyak orang Kristen yang mengakui Yesus Kristus Juruselamat, namun dalam perilaku sehari-hari tidak mencerminkan ketaatan kepada Firman Tuhan Allah. Bahkan ada yang sampai meninggalkan imannya dan beralih kepada keyakinan yang lain. Karena itu Firrnan Tuhan Allah mengingatkan kepada kita orang yang mengakui Yesus Kristus sebab Tuhan dan Juruselamat agar tetap setia mengikut-Nya dan melakukan FirmanNya. Maka Dia juga mengakui keberadaan kita, tetapi jika sebaliknya kita menyangkal Dia, Dia akan menyangkal kita. Karena itu selaku keluarga Kristen kita telah diselamatkan hanya karena anugerah Yesus kristus, marilah kita terus mengakui Dia, tidak menyangkal, menolak dan meninggalkan Dia, melainkan melakukan Firman-Nya dengan taat dan setia. Amin

Doa: Tuhan Allah berilah kami keberanian untuk setia mengakui Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat, bukan menyangkal Engkau. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin

03/06/2026

Lukas 12:6–7 Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.

"TUHAN PEMELIHARA HIDUP, JANGAN TAKUT"

Syalom,,,
Saudaraku,,,,
Sangat manusiawi apabila manusia merasa ketakutan yang berlebihan atau panik ketika diperhadapkan dengan tekanan dan ancaman. Hal ini juga dialami oleh para murid, tetapi Yesus Kristus menguatkan dan menghibur mereka. Yesus Kristus menyampaikan pengajaran kepada murid-murid-Nya bahwa Tuhan Allah sangat memperhatikan umat-Nya sampai kepada hal terkecil sekalipun. Burung Pipit lima ekor jika dijual harganya hanya dua duit artinya harganya sangat murah namun Tuhan Allah pelihara dan memberi mereka makan (Mat. 6:26). Apalagi manusia jauh lebih berharga dari burung Pipit. Rambut di kepala pun semua terhitung (Mat. 10:29-31). Oleh karena itu, dalam menghadapi ancaman karena mengiring-Nya agar meninggalkan ketakutan, karena pengikut-Nya lebih berharga dari burung pipit yang dipelihara Tuhan Allah. Hal ini diperingatkan kepada murid-murid agar jika tiba waktu penganiayaan terjadi, mereka tidak menyangkal dan meninggalkan iman keyakinan dan kehilangan pengharapan. Kita juga diingatkan akan ajaran Yesus Kristus tentang hal kekuatiran. Jangan kuatir akan hidupmu, ‘karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.’ Burung di udara tidak menabur, tidak menuai namun diberi makan dan dipelihara oleh Tuhan Allah.

Tidak sedikit orang Kristen takut, khawatir menghadapi kehidupan yang penuh dinamika. Namun sesungguhnya tantangan adalah peluang bagi mereka yang ingin maju. Sebaliknya, yang bermental instan akan mengambil jalan pintas sehingga tidak mampu berkompetisi dan pada akhirnya tersingkir. Penguatan dan penghiburan Yesus Kristus kepada para murid dan orang banyak yang mendengar juga menjadi pengajaran kepada kita selaku keluarga Kristen di masa kini. Kita diajak untuk jangan takut menghadapi berbagai tekanan, ancaman kehidupan, melainkan harus optimis dan percaya pada janji pemeliharaan Tuhan Allah. Sambil terus waspada, berjaga-jaga dan tidak lengah, dengan membentengi kehidupan melalui setia belajar Firman Tuhan Allah, rajin berdoa, bersyukur dan giat bekerja keras. Mengucap syukur dalam segala keadaan. Andalkan Tuhan Allah melalui bimbingan Roh Kudus niscaya kita tidak takut menghadapi hidup ini dengan segala ancaman dan tekanan yang datang silih-berganti. Marilah kita menggunakan berbagai karunia, hikmat, akal budi dan kebijaksanaan yang Tuhan Allah anugerahkan, supaya diberdayakan sebagai karya yang menjadi garam dan terang dunia. Yesus Kristus melalui Roh-Nya yang Kudus menyertai kita selamanya. Amin.

Doa: Tuhan Allah tolonglah kami agar tidak takut menghadapi kuasa duniawi dan mampukan kami menjadi garam dan terang dunia. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin

01/06/2026

Lukas 12:2–3 Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.

"HIDUPLAH DALAM KEJUJURAN"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Ada pepatah mengatakan serapat-rapatnya menyimpan bangkai, baunya tetap tercium. Artinya apapun upaya menyembunyikan kesalahan atau kejahatan, suatu saat akan terungkap juga. Bangkai melambangkan, kejahatan, keburukan, kebohongan, dosa yang cepat atau lambat akan ketahuan. Firman Tuhan pada hari ini dalam Lukas 12:2-3, Yesus Kristus mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk waspada terhadap ajaran orang Farisi, karena gaya hidup mereka kelihatan bagian luar bersih tetapi bagian dalamnya penuh rampasan dan kejahatan (band. Luk. 11:39). Yesus Kristus mengecam Ahli Taurat dan orang Farisi yang fanatik. Cara hidup mereka digambarkan seperti kuburan yang dilabur putih bagian luar tetapi bagian dalam penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran (band. Mat. 23:27). Artinya segala kepura-puraan atau kemunafikan yang ditutupi dengan lebel jabatan keagamaan, status sosial, akan dibuka. Yesus Kristus mengajarkan apa yang mereka pikir, ucap dan lakukan akan berdampak pada hasil sehingga tidak ada yang tertutup, tersembunyi dan tidak akan diketahui. Apa yang dikatakan di dalam “gelap” bahasa Yunani “skotos” tidak kelihatan, tersembunyi, tidak diketahui orang akan kedengaran dalam “terang”, bahasa Yunani “phos” cahaya atau terang ilahi. Apa yang mereka bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah secara terang benderang. Apa yang tersembunyi akan diketahui dan yang dikatakan di dalam gelap atau yang dirahasiakan akan kedengaran dalam terang. Artinya apa yang disembunyikan akan diberitakan secara terbuka kepada orang banyak.

Keluarga merupakan lembaga terkecil di tengah masyarakat. Tempat menabur cinta kasih suami dan Isteri, orangtua dan anak tentang nilai-nilai iman. Keluarga Kristen diajak harus melakukan tugas dan tanggung jawab masing-masing anggota keluarga dengan jujur, tulus, tanpa sungut dan terpaksa. Jika berbuat baik tidak didasarkan pada ketulusan maka cepat atau lambat akan nampak sifat aslinya. Karena itu selaku keluarga Kristen marilah masing-masing memegang teguh ajaran tentang kasih yang dicontohkan oleh Yesus Kristus. Dengan demikian kita dapat melakukan tugas dengan jujur dan tulus sebagai gaya hidup orang percaya.

Doa: Tuhan Allah tolonglah kami agar mampu hidup dalam keterbukaan dan kebenaran agar kami menjadi teladan bagi sesama. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin

30/05/2026

Lukas 12:1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: ”Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.

"WASPADA TERHADAP KEMUNAFIKAN"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Kemunafikan asal kata munafik, menurut KBBI artinya berpura-pura. Bahasa Yunani “hypokrisis” artinya berpura-pura. Dalam Alkitab Perjanjian Baru kata munafik disebut 20 kali menunjuk kepada sifat ahli Taurat dan orang Farisi yang tahu betul tentang hukum dan perintah Tuhan Allah tetapi justru memiliki perilaku yang berbeda dengan apa yang Tuhan Allah kehendaki. Mereka mengajarkan Hukum Taurat tetapi tidak melakukannya. Firman Tuhan Allah hari ini Lukas 12 : 1 tertulis : “Sementara itu berkerumunlah orang banyak, ribuan jumlahnya, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Waspadalah terhadap ragi orang Farisi, yaitu kemunafikan”. Dalam ayat ini Tuhan Yesus mengajar tentang kewaspadaan dan ragi kemunafikan. Waspada προσέχετε (prosechete) artinya: perhatikan dengan sungguh-sungguh, jagalah dirimu, arahkan pikiranmu dengan hati-hati. Sedangkan “ragi” dalam Bahasa Yunani “zyme” berarti zat untuk fermentasi untuk pembuatan roti dan minuman. “Zyme” melambangkan sesuatu yang kecil tetapi menyebar dan mempengaruhi seluruh adonan. Yesus Kristus mengutuk ragi kemunafikan orang Farisi yang berpura-pura saleh hal ini merusak hati dan persekutuan.

Era teknologi digital, informasi dan komunikasi sangat menolong manusia mendapatkan berbagai informasi dan untuk berkomunikasi. Namun, ketika tidak digunakan sebagaimana mestinya justru akan menjadi alat untuk pencitraan diri. Postingan-postingan yang nampak saleh tetapi jauh dari kebenaran Firman Tuhan. Bahkan ada yang terang-terangan menghujat, fitnah, menipu, hoaks dan ujaran kebencian yang saling merusak. Hal-hal ini merusak mental dan spiritual. Karena itu selaku keluarga Kristen kita diajak untuk hidup dalam kejujuran, ketulusan, penuh kasih dan menjauhi kemunafikan. Sebagai suami, istri, orangtua , anak dalam berbagai relasi untuk berkata benar, serta satu kata dan perbuatan. Juga waspadalah terhadap ajaran-ajaran yang menyesatkan, bertentangan dengan Firman Tuhan Allah hanya untuk pembenaran diri. Tuhan Allah menolong kita menjauhi kemunafikan. Amin

Doa: Tuhan Allah berilah kami hikmat agar waspada terhadap segala kemunafikan dan senantisa melakukan kebenaran. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin

29/05/2026

Kisah Para Rasul 2:39-40 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini."

"Keselamatan Untuk Semua Generasi"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,,
Ibu Ratna adalah seorang janda tua yang hampir setiap malam terdengar berdoa di kamar fidurnya. Ia sering menyebut nama-nama anak dan cucunya satu per satu. Suatu hari cucunya bertanya, "Mengapa Oma sering sebut nama kami waktu berdoa?" Ia menjawab sambil tersenyum, "Karena saya percaya Tuhan Allah sayang kalian dan saya ingin kalian selamat, bukan hanya hidup baik di dunia, tapi sampai masuk sorga." Dalam Kisah Para Rasul 2:39-40, Petrus berkata, "Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Ini adalah pesan yang sangat kuat dan menghibur. Janji keselamatan tidak terbatas pada orang Yahudi waktu itu saja. Itu berlaku juga untuk anak-anak mereka dan semua yang jauh, secara geografis maupun rohani. Keselamatan adalah anugerah Tuhan Allah bagi setiap orang yang percaya. Ini kabar baik bagi setiap keluarga Kristen.
Keselamatan itu bukan milik pribadi semata, melainkan untuk diwariskan, dibagikan dan dihidupi dalam komunitas keluarga. Namun Petrus juga menambahkan seruan penting: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini!" Artinya, tanggapan terhadap anugerah keselamatan harus nyata dan harus ada keputusan untuk keluar dari gaya hidup dunia yang menyesatkan.

Hari-hari ini, kita melihat dunia yang makin rusak: nilai moral luntur, kejujuran dianggap lemah, dan kebebasan sering disalahgunakan.
Anak-anak kita hidup dalam arus yang sangat kuat. Tapi janji keselamatan Tuhan Allah tetap kokoh. Kita tidak bisa mengontrol masa depan mereka sepenuhnya, tapi kita bisa mempersiapkan mereka dengan iman dan kasih yang kuat.
Kita bisa mulai dengan membangun suasana rumah sebagai tempat di mana firman Tuhan Allah dihormati. Tempat di mana doa bukan hanya rutinitas, tapi napas hidup. Tempat di mana pengampunan diajarkan dan kasih menjadi bahasa utama. Kita juga dipanggil untuk berdoa tanpa lelah untuk anak-anak, menantu, cucu, bahkan keluarga besar yang mungkin belum percaya.
Mari kita hidup dalam pengharapan, sambil juga bertindak. Tunjukkan kasih Tuhan Allah melalui kesabaran, pengorbanan dan kesetiaan. Karena keselamatan bukan hanya untuk kita tetapi juga untuk mereka yang "masih jauh," yang Tuhan Allah kehendaki untuk diselamatkan.

Doa: Ya Bapa Pengasih, kami percayajanji keselamatan-Mu dalam Yesus Kristus berlaku bagi keluarga kami. Tolong kami untuk hidup dalam terang-Mu dan menjadi alat bagi keselamatan generasi kami. Dalam nama Anak-Mu Yesus Kristus kami berdoa. Amin

28/05/2026

Kisah Para Rasul 2:38
Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

"Hidup Baru Dalam Pertobatan"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,,
Seorang pria bernama Yusuf hidup lama dalam kebiasaan buruk. Mudah marah, berkata kasar, dan jauh dari Tuhan Allah. Suatu malam, ia mengikuti ibadah doa karena diajak temannya. Ketika mendengar khotbah tentang pertobatan dan kasih Yesus Kristus di salib, hatinya hancur. Ia menangis dan berkata, "Tuhan, aku tidak bisa ubah diriku sendiri. Tapi kalau Engkau mau, ubahlah aku." Sejak malam itu, hidupnya berubah total. Ia menjadi pribadi baru yang lebih sabar, penuh kasih, dan setia dalam keluarga. Inilah gambaran dari pertobatan sejati. Dalam Kisah Para Rasul 2:38, Petrus menjawab pertanyaan orang-orang yang hatinya terharu, "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus." Ayat ini menunjukkan bahwa pertobatan bukan sekadar rasa bersalah, tapi sebuah keputusan sadar untuk berbalik dari dosa dan mengikut Yesus Kristus.

Pertobatan adalah awal dari hidup yang baru.
Bukan sekadar meninggalkan dosa, tapi juga menerima pengampunan dan kuasa baru dari Roh Kudus untuk menjalani hidup dalam kebenaran. Baptisan menjadi simbol dari komitmen untuk mati dan bangkit bersama Yesus Kristus dalam kehidupan yang baru. Di dalam keluarga, pertobatan bukan hanya keputusan pribadi, tapi juga berpengaruh pada suasana rumah. Seorang ayah yang bertobat akan mengubah cara ia memperlakukan istri dan anak. Seorang anak yang bertobat akan mulai taat dan menghargai orangtua. Dan ketika satu anggota keluarga mengalami pertobatan sejati, itu bisa menjadi titik awal bagi kebangkitan rohani seluruh rumah. Namun, kita juga perlu mengingat bahwa pertobatan sejati tidak berhenti pada momen emosi. Itu harus diwujudkan dalam gaya hidup baru setiap hari, memaafkan, rendah hati, jujur dan tekun mencari Tuhan Allah. Dalam rumah tangga, pertobatan ditunjukkan saat kita mengakui kesalahan kepada pasangan atau anak dan ketika kita memilih untuk taat kepada Tuhan Allah meski bertentangan dengan keinginan daging. Hari ini, mari kita refleksikan, adakah dosa yang masih kita pertahankan? Adakah relasi dalam rumah yang perlu dipulihkan dengan pertobatan? Roh Kudus siap memimpin kita kepada hidup baru, asal kita bersedia membuka hati.

Doa: Ya Bapa, kami bersyukur untuk kasih dan pengampunanMu. Tolong kami untuk sungguh-sungguh bertobat dan hidup dalam kebenaran, agar keluarga kami diterangi dan dipenuhi damai sejahtera-Mu. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin

27/05/2026

Kisah Para Rasul 2:37 "Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: 'Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?'"

"Hati yang Tergerak oleh Kebenaran"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Di sebuah ibadah keluarga, seorang anak remaja mendengar cerita tentang salib Yesus Kristus. Ia tampak biasa saja, tetapi malam itu ia tidak bisa tidur. Ia menulis di buku hariannya, "Aku baru sadar, Yesus Kristus mati untuk aku yang sering cuek sama Dia." Keesokan harinya, ia minta dibaptis. Beginilah cara Roh Kudus bekerja, menyentuh hati secara pribadi.

Dalam Kisah Para Rasul 2:37, setelah mendengar khotbah Petrus, hati mereka sangat terharu dan mereka bertanya, "Apakah yang harus kami perbuat?" Reaksi ini bukan karena emosi sesaat, melainkan karena hati mereka benar-benar disentuh oleh kebenaran firman Tuhan Allah. Mereka sadar bahwa telah menyalibkan Sang Mesias. Hati yang terharu dalam bahasa Yunani (katenugesan tēn kardian) berarti hati mereka tertusuk secara menyeluruh atau dihujam — menyengat sampai ke inti. Ini adalah tanda pertama dari pertobatan sejati: hati yang tidak keras, yang bersedia diubah, dikoreksi, dan dituntun.

Sikap ini juga perlu dibentuk dalam keluarga. Banyak keluarga Kristen menjaga penampilan luar seperti ibadah teratur, anak ke sekolah minggu, orangtua rajin pelayanan, tapi di dalam hatinya belum benar-benar disentuh oleh kebenaran. Bagaimana membentuk hati yang terbuka terhadap Tuhan Allah dalam keluarga? Pertama, dengan membiasakan kejujuran rohani, berani mengakui saat salah, minta maaf, dan membuka diri untuk belajar. Kedua, menciptakan suasana rumah yang penuh kasih dan mencintai firman. Saat anak merasa aman, dihargai, dan dicintai, mereka akan lebih mudah menerima teguran dan kebenaran. Kita juga perlu berhenti menuntut perubahan dari orang lain sebelum kita sendiri bersedia berubah. Firman Tuhan Allah bukan hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk orangtua. Jangan sampai kita menuntut anak bertobat, tapi kita sendiri keras hati. Mari berdoa agar keluarga kita memiliki hati yang lembut seperti tanah subur, di mana firman Tuhan Allah dapat tumbuh dan menghasilkan buah. Kita tidak bisa memaksa perubahan hati, tapi kita bisa memohon Roh Kudus untuk bekerja. Karena hati yang disentuh Tuhan Allah akan membawa hidup yang diperbarui. Amin.

Doa
Bapa, sentuhlah hati kami dengan firman-Mu. Lembutkan setiap hati di dalam keluarga kami, agar kami hidup dalam pertobatan dan kasih yang sejati. Dalam nama Yesus Kristus kami berdoa. Amin

26/05/2026

Kisah Para Rasul 2:34-36 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

"Yesus Kristus Adalah Tuhan Atas Segalanya"

Syalom,,,,
Saudaraku,,,,
Seorang ayah dan anaknya sedang menonton parade militer di televisi. Sang anak berkata, "Ayah, kenapa semua orang memberi hormat kepada orang yang di atas panggung itu?" Sang ayah menjawab, "Karena dia pemimpin tertinggi. Tanpa komandonya, semua bisa kacau." Anak itu termenung, lalu bertanya, "Kalau dalam hidup kita, siapa pemimpinnya?"
Sang ayah menjawab, "Yesus Kristus. Dia bukan cuma Penolong, tapi juga Pemimpin hidup kita." Petrus dalam Kisah Para Rasul 2:34-36 menyatakan bahwa Yesus Kristus bukan hanya bangkit, tetapi juga ditinggikan sebagai Tuhan dan Mesias. Petrus mengutip Daud yang berkata, "Tuhan berkata kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku." Ini menunjukkan bahwa Daud sendiri mengakui otoritas Mesias yang lebih tinggi darinya. Petrus ingin menegaskan bahwa Yesus Kristus yang disalibkan itu bukan sekadar tokoh, tetapi Dia adalah Tuhan atas segala sesuatu. Ini bukan sekadar pernyataan teologis. Ini adalah kebenaran yang menuntut respons bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, maka Dia berhak memimpin hidup kita. Termasuk rumah tangga kita melalui cara kita bersikap kepada pasangan, mendidik anak, mengelola keuangan, sampai memutuskan arah hidup. Masalahnya, banyak keluarga Kristen mengakui Yesus Kristus sebagai Juruselamat, tapi tidak benar-benar menjadikan-Nya sebagai Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Kita mengambil keputusan sendiri, marah sesuka hati, mendidik anak dengan cara dunia, lalu hanya memanggil Tuhan Allah saat darurat.

Yesus Kristus adalah Tuhan yang adil dan penuh kasih yang wajib ditaati. Keluarga yang menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan akan membangun rumah tangga di atas dasar kebenaran. Firman Tuhan Allah menjadi acuan, bukan opini pribadi. Pengampunan dan kerendahan hati menjadi nilai utama. Setiap masalah dikembalikan kepada Tuhan Allah, bukan hanya diselesaikan dengan logika manusia. Hari ini, mari kita bertanya: apakah Yesus Kristus sungguh menjadi Tuhan dalam keluarga kita? Apakah kehendak-Nya menjadi pusat dalam keputusan kita? Mari kita berserah, bukan hanya percaya. Dan mari kita ajarkan kepada anak-anak bahwa hidup yang tunduk pada Tuhan Allah akan selalu diberkati.

Doa: Ya Bapa di Sorga, dalam karya-Mu kami mengakui bahwa Yesus Kristus bukan hanya Juruselamat kami, tetapi juga Tuhan atas hidup dan keluarga kami. Ajarlah kami untuk taat, tunduk dan berjalan dalam kehendak-Mu setiap hari. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin

Address

Langowan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Resurrection Faith posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share