24/10/2017
Penjelasan Kyai Said soal jenggot
( Tanggapan atas pernyataan bupati Lampung Selatan)
Orang2 yg tidak s**a dengan NU selalu mencari - cari masalah dengan NU dan Ulama, sehingga isu2 yg sebetulnya sudah lama pun selalu di ungkit2 dan di goreng kembali (tanpa ada upaya tabayun) untuk menciptakan kesan negatif terhadap Ulama NU sekaligus mengadu domba warga NU dan menjauhkannya dari Ulamanya.
Soal jenggot, Kiai Said pun kembali menjadi sasaran tembak orang2 yg memang tidak s**a dengan Ulama dan NU. Menurut mereka, ketika Kiai Said menyebut makin panjang jenggot seseorang maka makin goblok, itu adalah fatwa. Padahal hanya sindiran saja. Tapi mereka pura2 tidak mengetahui akan hal itu.
Anehnya, banyak kalangan sekelas doktor, profesor, habaib, pejabat ( termasuk Bupati Lampung Selatan) dan tokoh nasional pun ikut-ikutan mempercayai isu murahan yang dibuat para buzzer kurangajar itu. Padahal, jika pikirannya tidak ditarik kebencian sedikit saja, ya sedikiiiiit saja tentu mereka akan mencari tahu (tabayun) walau lewat sumber internet, Youtube misalnya. Bukannya langsung menumpahkan amarahnya,memaki maki dan bahkan memprovokasi ummat.
Yang berjenggot tapi tidak marah atas sindiranya Kiai Said, berarti dia sudah layak berjenggot karena menurut Kiai Said, orang berjenggot itu makamnya sudah tinggi secara spiritual.
"Orang berjenggot adalah orang yang arif, orang yang bijak, orang yang punya maqom. Orang berjenggot harus hatinya mulia, akhlaqnya mulia, spiritualnya kuat," kata Kiai Said dalam video pelantikan pengurus NU di daerah.
Mbah Hasyim Asy'ari misalnya, beliau berjenggot karena sudah sangat tinggi kedudukan spirtualnya. "Kiai Agus Sunyoto ini berjenggot panjang, juga menunjukkan safar rihlah ruhaniyahnya (perjalanan spirtualitasnya) sudah panjang dan jauh," .
Dalam video tersebut, Kiai Said sama sekali tidak menyebut langsung bahwa orang berjenggot itu bodoh, goblok, tak berakal, sebagaimana tuduhan mereka yang selalu cari-cari benalu di negeri ini.
"Ada lagi ajengan Mimih (berjenggot), itu juga menunjukkan memiliki daya kekuatan bashiroh yang luar biasa, termasuk Ketua Lembaga Falakiyah, berjenggot, juga karena sudah malang-melintang dalam pengalaman spiritualitasnya," imbuhnya memberi contoh.
Kiai Said lebih lanjut akhirnya membahas orang berjenggot tapi tidak punya makam spiritual tinggi,
"kalau hanya jenggotnya saja tapi hatinya kotor, hatinya tidak ramah atau kaffar takabbur, maka itu jauh dari simbol jenggotnya itu," jelasnya di panggung.
Saran kami admin GMNU untuk para Umaro
Seorang Umara sebaiknya fokus saja mengurusi rakyatnya, baik itu soal kesejahteraannya, pendidikannya, kesehatannya, budayanya dan hal2 lain yg lebih manfaat dan subtansial, tidak usah terlalu jauh mencampuri urusan Ulama jika tidak memiliki kapasitas yg cukup, terlebih jika kritik yg di sampaikannya tidak berbasiskan informasi dan data yg akurat, namun hanya berdasarkan informasi2 medsos yg sudah di mutilasi sedemikian rupa yg tentunya punya maksud tertentu.
Bahkan kalau mau jujur, Ulama lah yg harusnya mengoreksi Umaro, bukan sebaliknya.
Silahkan simak videonya secara lengkap supaya tidak menjadi korban terus para penebar kebencian.