RASALA (Rabithah Santri Lamno)

RASALA (Rabithah Santri Lamno) � Berbagi Informasi kegiatan (Rabithat Santri Lamno)
� Merajut Persatuan Santri
� Kutipan Nasehat
� Petuah para Ulama
Semoga Bermanfaat �

MUBES RASALA LAMNO JAYA DAN INDRA JAYA.
17/07/2021

MUBES RASALA LAMNO JAYA DAN INDRA JAYA.

07/07/2021
11/05/2021
🕯️💌 *UNDANGAN  MUSYAWARAH RABITHAH SANTRI LAMNO (RASALA)*السلام عليكم ورحمة الله وبركاتهDengan tidak mengurangi rasa hor...
09/04/2021

🕯️💌 *UNDANGAN MUSYAWARAH RABITHAH SANTRI LAMNO (RASALA)*

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dengan tidak mengurangi rasa hormat & ta'zhim,, Kami turut mengundang guru2 serta Kawan2 sekalian,, dalam rangka *Silaturrahmi & Musyawarah terkait Persiapan dan kesiapan menyambut bulan suci RAMADHAN 1442 H* yang In Sya Allah akan diadakan pada :

🌃 *HARI SABTU, 10 April 2021 / 28 Sya'ban 1442 H*

🕚 *Pukul 09:00 WIB sampai dengan selesai*

🕌 *Tempat : Dayah BUSTANUL AIDARUSSIYAH (Mesjid Sabang)*

Kami sangat mengharapkan Kehadiran guru2 serta kawan2 sekalian,, dan atas partisipasinya kami ucapkan ribuan terimakasih..!!

*Keberkahan ilmu adalah disaat Mau diamalkan dan diterima oleh umat*
😊🤝🏻💗

https://youtu.be/NZ1TPlvmQccSurat Al-qalam (NUN) barang kali ada teman-teman yang s**a dengan ngaji atau shalawat silahk...
12/01/2021

https://youtu.be/NZ1TPlvmQcc
Surat Al-qalam (NUN) barang kali ada teman-teman yang s**a dengan ngaji atau shalawat silahkan singgah ke channel ini.

SURAH AL-QALAM (NUN) Oleh Qori Aceh | Tgk bahruman Ali, Assalamu'alaikum wr wb. Yang menjadi vocal adalah Tgk bahruman Ali, beliau sudah lama mondok diDayah ...

Abu Haji Salim Mahmudi Lamno Ulama Kharismatik Ahli Tasauf Mursyid TariQat Murid Abuya Syekh Muda Waly Al khalidyBeliau ...
21/09/2020

Abu Haji Salim Mahmudi Lamno Ulama Kharismatik Ahli Tasauf Mursyid TariQat Murid Abuya Syekh Muda Waly Al khalidy

Beliau ulama Lamno yang memiliki banyak keutamaan. Abu Salim Mahmudi lahir di Desa Meunasah Serba kecamatan Jaya Aceh Jaya, dari keluarga yang mencintai agama. Semenjak kecil Abu Salim Mahmudi telah diajarkan oleh orang tuanya dengan dasar-dasar keilmuan Islam. Dan semenjak kecil p**a beliau telah mulai belajar kepada pemuka ulama Lamno Aceh Jaya yaitu Teungku Syekh Haji Aidarus bin Teungku Haji Sulaiman atau dikenal dengan sebutan Abu Mesjid Sabang Lamno.

Teungku Syekh Haji Aidarus adalah ulama yang pernah belajar di Mekkah kepada para ulama Mekkah, juga murid dari ulama pejuang Teungku Chik Ahmad Buengcala yang merupakan sahabat Teungku Chik Di Tiro. Syekh Aidarus adalah murid terakhir dari Teungku Chik Ahmad Buengcala, karena setelah mengijazahkan berbagai ilmu kepada Syekh Aidarus muda, Teungku Chik Ahmad Buengcala syahid dalam pertempuran di wilayah Tangse. Di antara murid-murid Teungku Chik Ahmad Buengcala adalah Teungku Chik Abbas Lambirah dan Teungku Chik Jeurela, dua orang ulama kakak-adik, yang keduanya adalah anak dari Teungku Chik Muhammad Lambirah Pendiri Dayah Lambirah di Kecamatan S**a Makmur Aceh Besar.

Selain belajar kepada Teungku Chik Ahmad Buengcala, Syekh Aidarus juga pernah berguru kepada Teungku Haji Muhammad Arif salah seorang ulama yang dikenal ahli dalam ilmu fikih dan ilmu nahwu, sehingga kemampuan dalam dua bidang ilmu tersebut juga diturunkan kepada para murid dari Syekh Aidarus, salah satunya Abu Salim Mahmudi. Abu Haji Salim Mahmudi lahir pada tahun 1922, sedangkan Syekh Aidarus atau Abu Sabang Lamno wafat pada tahun 1953 dalam usia yang sepuh. Karena diperkirakan Abu Sabang Lamno lahir di atas tahun 1860-an sebaya dengan Abu Meunasah Kumbang murid dari Teungku Chik Pantee Geulima.

Sedangkan ulama lainnya seperti Teungku Chik Abbas Lambirah lahir pada tahun 1970, Teungku Chik Lamjabat 1972, Tuwanku Raja Keumala 1977, Teungku Haji Muhammad Hasan Kruengkalee 1986, Teungku Haji Ahmad Hasballah Indrapuri 1888, Teungku Haji Muhammad Shaleh Lambuk 1890, Teungku Haji Muhammad Ali Lampisang Siem 1891, Teungku Syech Mahmud Lhoknga 1899 dan lain-lain. Melihat kepada tahun kelahiran tersebut, maka Teungku Syekh Aidarus termasuk lebih tua dari para ulama besar tersebut.

Dalam usia sepuhnya Teungku Syekh Aidarus sangat menyayangi Abu Salim Mahmudi, karena Abu Salim yang sering memijit kepala Abu Sabang Lamno dan mengisi air di bak mandi beliau. Sehingga Abu Sabang Lamno mendoakan berbagai kebaikan untuk muridnya tersebut. Selain Abu Salim Mahmudi, murid yang dekat dengan Abu Sabang Lamno adalah murid dan sekaligus keponakannya yaitu Abu Muhammad Darimi yang juga sebagai pelanjut Dayah Bustanul Aidarusiyah yang dibangun oleh Abu Sabang Lamno.

Selain belajar kepada Abu Sabang Lamno, Abu Salim Mahmudi juga pernah menerima berbagai ijazah Tarekat dan Hizib-hizib dari Teungku Syekh Muhammad Hasan Kruengkalee pemimpin Dayah Siem Krueng Kalee. Karena Abu Kruengkalee memiliki sanad yang tersambung ke Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan dari Syekh Sayyid Ahmad Bakhri Syatta. Melihat ke sanad dari jalur Syekh Sayyid Ahmad Bakhri Syatta ada ulama kharismatik lainnya yang memiliki jalur yang sama yang berasal dari Samalanga yaitu Teungku Syekh Hanafiyah Abbas. Syekh Sayyid Ahmad Bakhri Syatta ini adalah anak dari pengarang kitab Hasyiah I’anatuththalibin Sayyid Bakhri Syatta yang merupakan guru utama Syekh Ahmad Khatib Minangkabau.

Berbagai sanad, hizib dan tarekat diijazahkan oleh Abu Kruengkalee kepada Abu Salim Mahmudi. Dan Abu Salim Mahmudi pun secara konsisten mengamalkan setiap apa yang diijazahkan oleh Abu Syekh Haji Hasan Kruengkalee tersebut. Bahkan menjelang wafatnya, Abu Salim Mahmudi menghimbau para santri di berbagai tempat untuk mengambil hizib dan tarekat dari beliau. Karena Abu Salim Mahmudi ingin agar para santri tersambung sanad mereka kepada para ulama-ulama tersebut.

Selain kepada Abu Kruengkalee, Abu Salim Mahmudi juga pernah belajar langsung kepada Abuya Syekh Muhammad Waly. Syekh Muda Waly sendiri memiliki beberapa sanad yang tersambung ke Rasulullah SAW. Salah satu jalur utama dari Syekh Ali bin Husein al Maliki. Karena Syekh Ali al-Maliki ini merupakan murid langsung dari Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan wafat pada tahun 1886 sedangkan Syekh Muda Waly lahir pada tahun 1917, terhubung sanad melalui Syekh Ali bin Husein al-Maliki ke Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan.

Jadi dari jalur Abuya Syekh Muda Waly, Abu Salim Mahmudi hanya melewati dua silsilah untuk sampai ke Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, karena Syekh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan merupakan sentral sanad ulama di Nusantara. Disebutkan bahwa Abu Salim Mahmudi tidak memerlukan waktu yang lama untuk bisa mengkhatamkan hafal Alfiyah kepada Abuya Syekh Muda Waly.

Setelah memiliki berbagai cabang keilmuan secara mumpuni, Abu Salim Mahmudi secara konsisten dan istiqamah mengamalkan ilmu-ilmu yang dipelajari dari guru-gurunnya tersebut. Tiada hari bagi Abu Salim Mahmudi melainkan lisannya tidak pernah henti berzikir, dan beliau seorang ulama yang hidup bertirakat dan bertarekat.

Abu Salim Mahmudi dikenal oleh masyarakatnya sebagai ulama yang abid dan shaleh. Apabila beliau berjumpa dengan siapapun, beliau senantiasa mengingatkan agar kita jangan lalai dalam hidup di dunia. Kehidupan di dunia menurut beliau sejatinya adalah berbekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan akhirat yang kekal abadi.

Selain dikenal alim dan abid, Abu Salim Mahmudi juga ulama yang cinta kepada ilmu pengetahuan. Beliau tidak sungkan menghadiri setiap pengajian, termasuk pengajian yang diasuh oleh salah satu muridnya yaitu Aba Asnawi Lamno seorang ulama kharismatik Aceh yang secara rutin tiap rabu pagi mengajarkan kitab-kitab besar di Mesjid Sabang Lamno yang umumnya diikuti oleh para teungku dan ustadz seputaran Lamno. Di antara yang berhadir ada Abu Salim Mahmudi dan Abu Muhammad Darimi. Aba Haji Asnawi dahulunya sebelum belajar ke Samalanga pernah belajar dua tahun di Dayah Bustanul Aidarusiyah yang gurunya ketika itu adalah Abu Salim Mahmudi setelah wafatnya Abu Mesjid Sabang Lamno tahun 1953.

Abu Salim Mahmudi dapat digolongkan sebagai ulama yang hidup untuk ilmu dan amal. Beliau termasuk sesepuh ulama Lamno Aceh Jaya. Abu Salim Mahmudi berjumpa dan berguru dengan para ulama kharismatik Aceh seperti Abu Sabang Lamno, Abu Kruengkalee dan Abuya Muda Waly. Beliau juga telah mengabdikan ilmunya di Dayah Bustanul Aidarusiyah hampir puluhan tahun. Banyak murid dan masyarakat yang pernah mengecap petuah dan nasehat beliau. Setelah kiprah yang besar, dalam usia 97 tahun wafatlah Abu Salim Mahmudi. Rahimahullah Rahmatan Wasi’atan.

Semoga Allah menjadikan Kubur Beliau Satu Kebun daripada Kebun Syurga..
Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin

22/04/2020

Al Habib Umar Bin Hafidz

ستمضي العاصفة ويزول الفروس ويأتي رمضان بكل خير بإذن الله
"Badai akan Berlalu, Virus akan Musnah. Ramadhan akan Datang dengan Membawa Segala Kebaikan atas Izin Allah Swt."

الكلام ينفذ مالا تنفذه الابرة"Perkataan menembus apa yang tidak dapat ditembus oleh jarum"
18/02/2020

الكلام ينفذ مالا تنفذه الابرة
"Perkataan menembus apa yang tidak dapat ditembus oleh jarum"

Al Habib Abdullah Bin Alwi Al Haddadلا تجعل الناس تندم على معرفتكبل اجعل الناس تندم على خسارتك"Janganlah Engkau Menjadik...
15/02/2020

Al Habib Abdullah Bin Alwi Al Haddad

لا تجعل الناس تندم على معرفتك
بل اجعل الناس تندم على خسارتك

"Janganlah Engkau Menjadikan Manusia Menyesal Ketika Mengenalmu, Tetapi Jadikanlah Manusia Akan Menyesal Ketika Kehilanganmu"

29/12/2019
23/12/2019

أنت شمس أنت بدر
أنت نور فوق نور
أنت إكسير وغالي
أنت مصباح الصدور

Engkau bagaikan matahari, engkau bagaikan bulan.
Engkau adalah cahaya diatas cahaya
Engkau bagaikan Emas murni yang sangat mahal.
Engkau adalah Cahaya dalam dada.

Voice : Tgk Fahmi Adhamy

Address

Jalan Meulaboh/B.
Lamno
23657

Telephone

+6282288166418

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RASALA (Rabithah Santri Lamno) posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to RASALA (Rabithah Santri Lamno):

Share