09/03/2014
10 Mar 2014
“HIDUP UNTUK MENCERITAKAN PERBUATAN TUHAN”
“Aku tidak akan mati, tetapi hidup dan aku akan menceriterakan perbuatan-perbuatan TUHAN” (Mzm.118:17)
Alkisah, seorang anak yang terlahir dari sebuah keluarga miskin dan
bermasalah. Kedua orangtuanya sudah bercerai. Ibunya seorang pecandu
alkohol. Ayahnya sakit-sakitan dan sering bertengkar dengannya. Anak ini
juga kerap mengalami tindak kekerasan dari teman-temannya. Akibat
kurangnya kasih sayang dari orangtua, anak ini menjadi anak yang tidak
percaya diri dan s**a menyendiri. Pahitnya kehidupan membuat anak ini
pernah nekad bunuh diri dengan meminum racun serangga. Namun, jiwanya
selamat karena bantuan seseorang. Suatu kali, ketika anak itu beranjak
remaja, ibunya membawanya ke pinggir jalan raya. “Kamu tunggu di sini,
ibu akan segera datang!”. Itulah perintah ibunya. Anak ini menaati
perintah ibunya. Namun, ia menunggu dengan sabar sampai tiga hari
berturut-turut tapi ibunya tidak kunjung kembali. Ternyata, ibunya
sengaja meninggalkan anak itu disana, karena merasa tidak sanggup
membiayai dan membesarkannya.
Namun, selama tiga hari di sana, ada
seorang pelayan Tuhan yang memerhatikan anak itu. Karena merasa iba,
pelayan Tuhan itupun menghampirinya dan memberinya makan. Lalu, pelayan
Tuhan itu memberi tawaran untuk ikut bersamanya. Suatu ketika ia diajak
retreat oleh pelayan Tuhan tersebut. Dalam suatu kebaktian, ia
mendengarkan firman Tuhan: “bahwa ada Tuhan yang mau mati baginya supaya
ia selamat”. Anak itupun mengalami jamahan Tuhan. Sejak saat itu, ia
meyakini bahwa hidup dan masa depannya tidak akan pernah sama lagi
dengan hidupnya yang silam. Ia pun memilih untuk menjalani hidupnya di
dalam anugerah dan rancangan TUHAN yang telah disediakan baginya. Nama
anak itu adalah Bill Wilson yang terkenal sebagai pendiri sebuah
organisasi pelayanan anak jalanan yang menjangkau lebih dari 20.000 anak
setiap minggunya. Sejak itu Bill Willson selalu bersaksi tentang
kebaikan Tuhan yang menyelamatkan hidupnya. Kepahitan hidup yang membuat
hidupnya diambang maut, kini telah dilupakannya. Firman Tuhan
mengantarkannya pada satu kehidupan yang benar-benar diperbarui. Ia
tidak pernah malu mengisahkan hidupnya yang lampau. Kepahitan itu sudah
mati dan kini ia hidup untuk menceritakan tentang perbuatan Tuhan yang
menolong hidupnya.
Sebagaimana Tuhan telah menjamah hati Bill Wilson
dan mengubah hidupnya, kita juga harus hidup untuk menceritakan
perbuatan tangan Tuhan yang ajaib. Tuhan punya rencana bagi kita semua.
Rencana Tuhan tentu rencana yang baik. Jika di antara kita saat ini ada
yang mengalami kisah pergumuluan dan persoalan berat, yakinlah semuanya
akan indah pada waktunya. Nantikan kuasa Tuhan dalam firman-Nya, bahwa
Tuhan tidak akan membiarkan kita mati dalam persoalan itu, tapi akan
memberikan kita hidup untuk boleh menyaksikan perbuatan dan
keajaiban-Nya di sekeliling kita.
Doa:
Tuhan, di tangan-Mu segala pergumulan hidup yang kami alami. Kami percaya bahwa Engkaulah punya rencana bagi kami, sehingga hidup kami menjadi indah dan berarti.
Ajarlah kami untuk menyaksikan kebaikan-Mu. Amin.
Kata-Kata Bijak:
Hidupku adalah untuk menceritakan tentang kebaikan Tuhan