12/03/2026
๐ฅ๐ฎ๐๐๐๐ฎ๐ป ๐จ๐บ๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐๐ผ๐น๐ถ๐ธ ๐ฑ๐ถ ๐ก๐ผ๐๐ถ๐๐ถ๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐บ๐ถ๐น๐ถ๐ฎ๐ป, ๐๐๐ฝ๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐๐ธ๐ฎ๐ฟ๐ถ๐๐๐ถ ๐ฃ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐บ๐ฏ๐๐ต๐ฎ๐ป
By. Nov. Vince Neil M. Aguirre
KUPANG, Indonesia โ Lebih dari seratus umat awam berkumpul untuk mengikuti Misa Bulanan bagi Orang Sakit di Taman Doa Bunda Maria Penyembuh Orang Sakit, Kupang, 11 Maret.
Sebelum Misa dimulai, Pater Avensius Harung, MI, atau yang biasa disapa Pater Beni, menyampaikan ceramah tentang pengaruh utilitarianisme dalam pelayanan kesehatan.
Dalam ceramahnya, Pater Beni memaparkan sejumlah kasus malpraktik dalam dunia medis yang menunjukkan penerapan prinsip utilitarianisme.
Ia memberikan contoh tindakan seperti "assisted killing" atau eutanasia, yang saat ini legal di beberapa negara, termasuk Belgia dan Kanada. Bahkan ada yang dipraktikkan secara sembunyi di dalam pelbagai keluarga.
Berdasarkan definisi yang diberikan oleh The Cambridge Textbook of Bioethics, eutanasia dapat diartikan sebagai "tindakan sengaja atau secara sadar dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan tujuan mengakhiri hidup orang lain demi meringankan penderitaannya."
Berbeda dengan pengaruh utilitarianisme yang kian meresap dalam layanan kesehatan, ceramah dan Misa kali ini mengusung tema yang terinspirasi dari Injil Matius 8:3, "Aku mau, jadilah engkau tahir."
Tema ini hadir sebagai antitesis dari pendekatan utilitarian dalam perawatan kesehatan.
Jika utilitarianisme diterapkan pada situasi pasien yang menderita, dapat mereduksi seseorang menjadi sekadar objek, maka tema Injil justru menegaskan bahwa manusia memiliki martabat yang luhur.
Perikop ini juga membawa pesan pengharapan bagi pasien yang harus dipandang sebagai subjek dan bukan objek.
Usai membawakan ceramah, Misa dilanjutkan dan dikonselebrankan oleh Pater Luigi Galgani, MI, dan Pater Saverinus Semaung, MI.
Bersama Pater Beni, mereka menyelenggarakan Sakramen Pengurapan Orang Sakit bagi para umat dan pasien yang hadir.
Rafael Surya, seorang anggota Orang Muda Katolik (OMK)Nasipanaf, dari Paroki Santo Yusuf Pekerja Penfui, mengungkapkan antusiasmenya karena baru pertama kali mengikuti Misa ini.
"Pada dasarnya, sebagai anak muda, kami minim sekali mendapat edukasi tentang kesehatan. Jadi, mempelajari hal ini sangat membantu saya untuk lebih berani dalam merawat diri sendiri," ujarnya.
Usai Misa, banyak peserta merasa tersentuh dan pulang membawa harapan baru; mereka percaya bahwa kuasa penyembuhan Tuhan itu nyata dan berdoa agar sang empuhnya penyembuhan itu sendiri memulihkan segala kelemahan mereka.
Di akhir Misa, Pater Beni menyampaikan bahwa Ekaristi penyembuhan Orang Sakit berikutnya akan diselenggarakan pada hari Jumat, 10 April, dalam Oktaf Paskah.
___________________________
Taman Doa Bunda Maria Penyembuh Orang Sakit terbuka untuk kegiatan religius seperti perayaan Ekaristi, ibadat, dan kegiatan lain yang sesuai di tempat ini.
Untuk informasi, silakan hubungi laman kami atau nomor berikut
+62 895-3939-20285
___________________________
Ingin tahu apakah Anda terpanggil untuk melayani Orang Sakit? โ DISERNIR BERSAMA KAMI!
___________________________
Berminat melayani Orang Sakit sebagai Imam? โ BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI!
+62 821-4497-7361
___________________________
Doa dan Maksud Misa โ HUBUNGI KAMI!
https://www.facebook.com/share/188JfRX2vW/