Persekutuan JOY Alor

Persekutuan JOY Alor Brittany Bell 1jva9k3koa

31/12/2024

Selamat Tahun Baru buat kita semua...
Teruslah berjalan bersama Tuhan

31/12/2024
๐—ฃ๐—ฅ๐—˜๐—ฆ๐—œ๐——๐—˜๐—ก ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐— ๐—˜๐—ก๐—๐—”๐——๐—œ   ๐—š๐—จ๐—ฅ๐—จ ๐—ฆ๐—˜๐—ž๐—ข๐—Ÿ๐—”๐—› ๐— ๐—œ๐—ก๐—š๐—š๐—จJIMMY CARTER merupakan sosok Presiden Amerika Serikat yang luar biasa. Pdt. S...
29/09/2023

๐—ฃ๐—ฅ๐—˜๐—ฆ๐—œ๐——๐—˜๐—ก ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐— ๐—˜๐—ก๐—๐—”๐——๐—œ ๐—š๐—จ๐—ฅ๐—จ ๐—ฆ๐—˜๐—ž๐—ข๐—Ÿ๐—”๐—› ๐— ๐—œ๐—ก๐—š๐—š๐—จ

JIMMY CARTER merupakan sosok Presiden Amerika Serikat yang luar biasa.

Pdt. Stephen Tong dalam bukunya "Sepuluh Hukum Allah" Bab 6 Tentang "JANGAN MENBUNUH" Halaman 445 menulis bahwa beberapa saat setelah Jimmy Carter menjadi Presiden Amerika, dia datang kepada seorang Majelis gereja, dia meminta formulir untuk mau menjadi guru sekolah minggu.

Lalu setiap hari minggu selain ikut kebaktian dan mendengarkan khotbah, dia juga aktif mengajar sekolah minggu hingga beberapa tahun. Bahkan sampai beliau pensiunpun ia tetap setia mengajar sekolah minggu.. (https://www.voaindonesia.com/amp/2471651.html)

Seringkali dalam kehidupan kita, belum sibuk bekerja saja sudah menolak pelayanan, apalagi kalau sudah bekerja ? Tambah sibuk lagi...

Kita sering beralasan : Setiap orang punya kesibukan berbeda2.. Ya.. Tapi dibandingkan dengan seorang sosok Presiden Amerika, saya rasa kesibukanmu tidak ada apa2nya dibandingkan dengan dia.

Jangan jadikan pekerjaan dan kesibukan mu sebagai alasan untuk menolak tanggungjawab pelayanan.. Sebab bukan segala sesuatu berasal dari Dia ? Setelah Dia sudah memberimu pekerjaan lalu kamu seenaknya menolak bertanggungjawab dalam pelayanan ?

Mari berefleksi..

07/05/2023
31/01/2023

๐— ๐—”๐—ก๐—™๐—”๐—”๐—ง ๐—›๐—œ๐—ž๐— ๐—”๐—ง
(๐๐ž๐ง๐ ๐ค๐ก๐จ๐ญ๐›๐š๐ก ๐Ÿ• : ๐Ÿ - ๐Ÿ๐Ÿ)
___________________________

Judul bacaan ini adalah ๐—›๐—œ๐—ž๐— ๐—”๐—ง ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐—•๐—˜๐—ก๐—”๐—ฅ

Dalam ayat2 ini Salomo mengajarkan kita tentang ๐— ๐—”๐—ก๐—™๐—”๐—”๐—ง ๐—›๐—œ๐—ž๐— ๐—”๐—ง :

๐๐„๐‘๐“๐€๐Œ๐€ : ๐€๐Š๐€๐ ๐Œ๐„๐๐”๐๐“๐”๐ ๐Š๐ˆ๐“๐€ ๐ƒ๐€๐‹๐€๐Œ ๐Œ๐„๐๐†๐€๐Œ๐๐ˆ๐‹ ๐Š๐„๐๐”๐“๐”๐’๐€๐ ๐˜๐€๐๐† ๐“๐„๐๐€๐“ (๐€๐˜๐€๐“ ๐Ÿ - ๐Ÿ๐ŸŽ)

Kalau kita membaca ayat 1 - 10 disana Salomo mengkontraskan dua hal, dimana orang yang berhikmat akan memilih apa yang terbaik.

Misalnya : Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada ke pesta sebab disana kita bisa merenungkan perjalanan hidup kita (Ayat 2). Atau bersedih lebih baik dari tertawa (Ayat 3), dan berbagai contoh lainnya.

๐Š๐„๐ƒ๐”๐€ : ๐‡๐ˆ๐Š๐Œ๐€๐“ ๐Œ๐„๐๐ƒ๐€๐“๐€๐๐†๐Š๐€๐
๐Š๐„๐”๐๐“๐”๐๐†๐€๐ (๐€๐˜๐€๐“ ๐Ÿ๐ŸŽ - ๐Ÿ๐Ÿ‘)

Dalam ayat 11 Salomo mengatakan bahwa hikmat itu sama dengan warisan dimana siapapun yang memperolehnya akan mendapat keuntungan besar. Melalui warisan itu orang tersebut akan terlindungi (Ayat 12).

๐Š๐„๐“๐ˆ๐†๐€ : ๐‡๐ˆ๐Š๐Œ๐€๐“ ๐Œ๐„๐Œ๐€๐Œ๐๐”๐Š๐€๐ ๐Š๐ˆ๐“๐€ ๐”๐๐“๐”๐Š ๐๐„๐‘๐’๐˜๐”๐Š๐”๐‘ (๐€๐˜๐€๐“ ๐Ÿ๐Ÿ’)

Dalam ayat 14, Salomo mengatakan bahwa orang yang berhikmat akan memiliki respon yang sama saat ia mengalami hari malang dan hari mujur, sebab bagi orang berhikmat, baik hari malang maupun hari mujur datangnya dari Tuhan sehingga ia tidak mungkin menyalahkan Tuhan saat kemalangan tiba.

๐Š๐„๐„๐Œ๐๐€๐“ : ๐‡๐ˆ๐Š๐Œ๐€๐“ ๐Œ๐„๐Œ๐๐”๐€๐“ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐๐„๐‘๐“๐ˆ๐๐ƒ๐€๐Š ๐‡๐€๐“๐ˆ - ๐‡๐€๐“๐ˆ (๐€๐˜๐€๐“ ๐Ÿ๐Ÿ“ - ๐Ÿ๐Ÿ–)

Dalam ayat 15 Salomo berkata bahwa ia banyak melihat banyak orang saleh yang binasa namun banyak orang fasik yang hidup dalam dalam kejahatannya.

Mengapa demikian ? Karena orang saleh kurang berhikmat dalam bertindak, akhirnya mati sia-sia.

Bagi Salomo sesaleh apapun sesorang ia akan tahu momentum kapan bertindak saleh dan kapan harus "menyesuaikan diri".

Itulah sebabnya dalam ayat 16 - 17 Salomo mengatakan bahwa ๐—๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—ง๐—˜๐—ฅ๐—Ÿ๐—”๐—Ÿ๐—จ ๐—ฆ๐—”๐—Ÿ๐—˜๐—› ๐—ง๐—”๐—ฃ๐—œ ๐—๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—๐—”๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—๐—จ๐—š๐—” ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—ง๐—œ๐—ก๐——๐—”๐—ž ๐—ฆ๐—˜๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—ง๐—œ ๐—ข๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—™๐—”๐—ฆ๐—œ๐—ž.

๐Š๐„๐‹๐ˆ๐Œ๐€ : ๐‡๐ˆ๐Š๐Œ๐€๐“ ๐Œ๐„๐๐ƒ๐€๐“๐€๐๐†๐Š๐€๐ ๐Š๐„๐Š๐”๐€๐“๐€๐ (๐€๐˜๐€๐“ ๐Ÿ๐Ÿ—)

Dalam ayat 19 Salomo mengatakan bahwa orang yang berhikmad akan jauh lebih kuat dari pada sepuluh penguasa kota.

Ini mengandung arti bahwa mereka yang berhikmat dapat menang sekalipun lawannya banyak dan kuat. Letak kemenangannya karena ia mengambil keputusan yang tepat.

๐Š๐„๐„๐๐€๐Œ : ๐‡๐ˆ๐Š๐Œ๐€๐“ ๐Œ๐„๐Œ๐๐”๐€๐“ ๐๐„๐Œ๐ˆ๐‹๐ˆ๐Š๐๐˜๐€ ๐“๐ˆ๐ƒ๐€๐Š ๐Œ๐”๐ƒ๐€๐‡ ๐“๐„๐‘๐๐„๐๐†๐€๐‘๐”๐‡ ( ๐€๐˜๐€๐“ ๐Ÿ๐ŸŽ - ๐Ÿ๐Ÿ)

Dalam ayat 20 Salomo mengatakan bahwa sekalipun di dunia ini tidak ada seorangpun yang benar, sebab semuanya telah berbuat dosa, namun orang berhikmat akan berhati2 mempertimbangkan semua yang didengarnya.

Tuhan Yesus memberkati

30/01/2023

๐—ž๐—”๐—ฆ๐—œ๐—›, ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—š๐—˜๐—ง๐—”๐—›๐—จ๐—”๐—ก ๐—”๐—ž๐—”๐—ก ๐—ž๐—˜๐—•๐—˜๐—ก๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก ๐——๐—”๐—ก ๐—ž๐—˜๐—•๐—œ๐—๐—”๐—ž๐—ฆ๐—”๐—ก๐—”๐—”๐—ก

๐—™๐—œ๐—Ÿ๐—œ๐—ฃ๐—œ 1:9-11 (TB) Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.
--------------------------------------------
Ada ๐——๐—จ๐—” ๐— ๐—”๐—ฆ๐—”๐—Ÿ๐—”๐—› yang masih terjadi dalam tubuh jemaat Filipi saat surat ini ditulis yakni :

๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—ง๐—”๐— ๐—” : Ancaman perpecahan akibat keegoisan sebagian orang. Itulah sebabnya dalam Filipi 2 Paulus menasehati agar jemaat sehati, sepikir, dan selalu merendahkan diri seperti Kristus

๐—ž๐—˜๐——๐—จ๐—” : Ancaman penyesatan. Itulah sebabnya dalam Filipi 3 Paulus mengingatkan kepada Jemaat untuk berhati - hati terhadap ajaran2 Palsu yang menekankan tentang perbuatan jasmaniah.

Dua masalah ini sesungguhnya juga masih tetap relevan dalam jemaat Kristen masa kini.

Atas dua persoalan ini, dalam nasehatnya Paulus memberikan ๐—ง๐—œ๐—š๐—” ๐—ก๐—”๐—ฆ๐—˜๐—›๐—”๐—ง penting yakni : Hendaknya mereka memiliki ๐—ž๐—”๐—ฆ๐—œ๐—›, ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—š๐—˜๐—ง๐—”๐—›๐—จ๐—”๐—ก ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐—•๐—˜๐—ก๐—”๐—ฅ ๐——๐—”๐—ก ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—š๐—˜๐—ฅ๐—ง๐—œ๐—”๐—ก (๐—ž๐—˜๐—•๐—œ๐—๐—”๐—ž๐—ฆ๐—”๐—ก๐—”๐—”๐—ก)

Tujuan dari kepemilikan tiga hal ini menurut Paulus adalah :

๐—ฃ๐—˜๐—ฅ๐—ง๐—”๐— ๐—” : ๐—”๐—š๐—”๐—ฅ ๐— ๐—˜๐—ฅ๐—˜๐—ž๐—” ๐——๐—”๐—ฃ๐—”๐—ง ๐— ๐—˜๐— ๐—œ๐—Ÿ๐—œ๐—› ๐—”๐—ฃ๐—” ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐—•๐—”๐—œ๐—ž

Kemampuan untuk melakukan kebaikan tentu saja didasari oleh ketiga hal diatas.

Memiliki hanya satu saja dari tiga poin itu belum menjamin anda dapat memilih sesuatu yang baik.

Kasih memampukan anda untuk menerima perbedaan dalam tubuh jemaat.

Pengertian dan kebijaksanaan membuat anda bisa mempertimbangkan serta merespon secara tepat sesuai kebenaran firman.

Kasih tidak mungkin terwujud jika anda tidak punya pengertian yang benar tentang betapa besarnya kasih Allah dalam hidup mu.

Pengetahuan tanpa kasih dan kebijaksanaan akan membuatmu mengalami kesombongan rohani.

Kehidupan kita di masa kini juga menuntut kita untuk memilih dan melakukan apa yang baik menurut Tuhan.

๐—ž๐—˜๐——๐—จ๐—” : ๐—”๐—š๐—”๐—ฅ ๐— ๐—˜๐—ฅ๐—˜๐—ž๐—” ๐—ง๐—œ๐——๐—”๐—ž ๐—•๐—˜๐—ฅ๐—–๐—”๐—–๐—”๐—ง

Pengertian yang benar, apalagi didasarkan atas kasih Kristus akan membawa hidup kita selalu berpadananan dengan Injil.

Mereka yang memilih kasih, pengertian dan kebijaksanaan tidak mungkin hidup semberono dan seenaknya dalam dosa.

๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—š๐—” : ๐—”๐—š๐—”๐—ฅ ๐— ๐—˜๐—ฅ๐—˜๐—ž๐—” ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—จ๐—› ๐——๐—˜๐—ก๐—š๐—”๐—ก ๐—•๐—จ๐—”๐—› ๐—ž๐—˜๐—•๐—˜๐—ก๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก

Kemampuan untuk memilih yang baik akan membuat mu hidup kudus tak bercacat. Dan hasil dari itu adalah munculnya buah2 kebenaran yang dapat dirasakan oleh semua orang.

Menariknya Paulus menutup bagian ini dengan mengatakan bahwa ๐—ž๐—˜๐—ง๐—œ๐—š๐—” ๐—›๐—”๐—Ÿ ๐—œ๐—ก๐—œ ๐——๐—œ๐—ž๐—˜๐—ฅ๐—๐—”๐—ž๐—”๐—ก ๐—ข๐—Ÿ๐—˜๐—› ๐—ฌ๐—˜๐—ฆ๐—จ๐—ฆ.

Ini menunjukan kepada kita bahwa Allah tidak saja menginginkan jemaat-Nya bersatu, hidup kudus dan memberikan buah kebenaran, tapi Ia juga memberikan kemampuan untuk melakukannya.

Semangat pagi buat kita semua.

๐—ง๐—˜๐—ก๐—”๐—ก๐—š ๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—  ๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—จ๐—”๐—ฆ๐—œ ๐—ฆ๐—จ๐—Ÿ๐—œ๐—ง--------------------------------Ayub 3:25-26 (TB)  Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa...
29/01/2023

๐—ง๐—˜๐—ก๐—”๐—ก๐—š ๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—  ๐—ฆ๐—œ๐—ง๐—จ๐—”๐—ฆ๐—œ ๐—ฆ๐—จ๐—Ÿ๐—œ๐—ง
--------------------------------
Ayub 3:25-26 (TB) Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul."
--------------------------------
Apa yang anda pikirkan saat berada dalam situasi sulit ?

Ayub adalah tokoh yang pernah mengalami situasi berat. Dan ini adalah pengalaman pertama bagi Ayub mengalami penderitaan yang sangat berat.

Kehilangan anak2, kehilangan harta benda, kehilangan istri, dan itu semua terjadi hanya dalam waktu singkat. Ia bahkan dicemooh oleh sahabat2nya dan dituduh sebagai orang berdosa.

Dalam Ayub 3 dikisahkan bahwa setelah ia mengalami hari2 berat dalam hidupnya, ia menyesali kenapa ia harus dilahirkan jika untuk mengalami penderitaan.

Mungkin bagi Ayub orang percaya itu harusnya kaya, harusnya sukses, harusnya dilindungi oleh Tuhan. Ia tidak siap mengalami peristiwa ini...

Saat mengalami situasi yang begitu berat nampaknya membuat pikirannya tidak tenang. Bacaan kita menggambarkan betapa susahnya Ayub memikirkan nasibnya.

Bapak ibu dan saudara sekalian, Ayub yang dikatakan sebagai tokoh yang takut akan Tuhan ternyata juga mengalami kekuatiran saat menghadapi masa2 sulit.

Hal yang sama dapat juga terjadi pada saya dan anda. Setiap masalah yang kita alami seringkali memuat kita semakin stres dan kuatir akan hidup ini.

Belajar dari pengalaman Ayub, saya mengajak kita melihat dampak dari ketidaktenangan pikiran dalam masa sulit :

๐Ÿญ. ๐— ๐—˜๐—ฅ๐—”๐—ฆ๐—” ๐——๐—œ๐—ž๐—˜๐—ฃ๐—จ๐—ก๐—š ๐— ๐—”๐—ฆ๐—”๐—Ÿ๐—”๐—›

Dikatakan dalam ayat 25 bahwa semua yang ia takutkan akhirnya terjadi, bahkan masalah seolah mendatanginya.

Ketakutan dan kekuatiran bukan membawa kita keluar dari masalah justru semakin mengurung kita dalam "tempurung persoalan.

Kepungan masalah membuat kita tak mampu berpikir rasional dan menemukan jalan keluar.

๐Ÿฎ. ๐—›๐—”๐—ก๐—–๐—จ๐—ฅ ๐—ฆ๐—˜๐—–๐—”๐—ฅ๐—” ๐—ฃ๐—ฆ๐—œ๐—ž๐—ข๐—Ÿ๐—ข๐—š๐—œ๐—ฆ

Ayub dalam ayat diatas mengatakan bahwa semakin ia kuatir semakin jiwanya tertekan dan tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman.

Jiwa yang tidak tenang sebagai simbol dari rapuhnya pengharapan dan iman kepada Allah. Tak ada lagi benteng iman dan pengharapan yanhg dimiliki.

๐Ÿฏ. ๐— ๐—˜๐—ฅ๐—จ๐—ฆ๐—”๐—ž ๐—™๐—œ๐—ฆ๐—œ๐—ž

Ayub dalam ayat diatas juga mengakui bahwa semakin ia memikirkan persoalannya semakin ia sulit untuk beristirahat dan selalu gelisah.

Penelitian menunjukan bahwa ketidaktenangan akan menimbulkan banyak penyakit. Dan "pintu masuknya" dimulai dengan istirahat yang terganggu...

Belajar dari kisah Ayub, kita sebagai orang Kristen diingatkan untuk tetap tenang saat berada dalam situasi sulit.. Jangan panik.

Filipi 4:13 (TB) Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Tuhan Yesus memberkati

31/12/2022

Selamat Tahun Baru

YESUS TETAP BISA MENEBUS WALAUPUN CARA MATINYA KETABRAK GEROBAK ATAU KARENA TUA ? John Calvin :  โ€œUntuk mengambil penghu...
11/08/2022

YESUS TETAP BISA MENEBUS WALAUPUN CARA MATINYA KETABRAK GEROBAK ATAU KARENA TUA ?

John Calvin : โ€œUntuk mengambil penghukuman kita, tidaklah cukup bagi Dia untuk menderita macam โ€“ macam kematian apapun. Untuk memuaskan penebusan kita, suatu bentuk kematian harus dipilih dimana Ia dapat membebaskan kita dengan
memindahkan penghukuman kita kepada diriNya dan memikul kesalahan kitaโ€. (Sumber : Buku Penuntun ke dalam theology Institutes Calvin, hal 254).

Robert A. Peterson menulis : โ€œYesus harus disalib karena itu adalah satu โ€“ satunya cara agar Ia dapat membayar hukuman kita di hadapan Allah. Ini merupakan substitusi yang legal, menurut hukum. Kristus mengambil peran sebagai orang yang bersalah dan pelaku kejahatanโ€. (Sumber : Buku Penuntun ke dalam theology Institutes Calvin, hal 254).

Dosa tidak bisa dibayar hanya dengan sekedar mati karena celaka, mati karena dicambuk, apalagi mati karena tua ataupun ditabrak gerobak. Kalau cara matinya seperti itu maka apa bedanya Yesus dengan yang lain ?

Kematian Yesus melalui salib juga hendak menegaskan bahwa ada harga yang sangat mahal
yang dibayarkan oleh Yesus. Ini juga menunjukan bahwa dosa di mata Allah bukanlah
sesuatu yang main โ€“ main.

Kematian di salib juga hendak menegaskan tentang Kasih ALLAH yang begitu besar kepada manusia.

โ„๐”ผ๐”ป โ„๐”ผโ„โ„๐•€โ„•๐”พDalam dunia logika dikenal sebuah istilah yakni   โ„๐”ผ๐”ป โ„๐”ผโ„โ„๐•€โ„•๐”พ... Apa itu ? โ„๐”ผ๐”ป โ„๐”ผโ„โ„๐•€โ„•๐”พ merupakan salah satu b...
15/07/2022

โ„๐”ผ๐”ป โ„๐”ผโ„โ„๐•€โ„•๐”พ

Dalam dunia logika dikenal sebuah istilah yakni โ„๐”ผ๐”ป โ„๐”ผโ„โ„๐•€โ„•๐”พ... Apa itu ?

โ„๐”ผ๐”ป โ„๐”ผโ„โ„๐•€โ„•๐”พ merupakan salah satu bentuk "Sesat pikir", dimana ketika dua belah pihak saat berargumentasi, salah seorang memghindari pertanyaan dengan memberikan ๐—๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ ๐—ฟ๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐˜ƒ๐—ฎ๐—ป.

Contoh :
๐™ฟ๐šž๐š๐š›๐š’ : "๐™ฐ๐š—๐šŠ๐š” ๐™ฟ๐šŽ๐š›๐šŽ๐š–๐š™๐šž๐šŠ๐š— ๐š•๐šŽ๐š‹๐š’๐š‘ ๐š™๐š’๐š—๐š๐šŠ๐š› ๐š๐šŠ๐š›๐š’ ๐šŠ๐š—๐šŠ๐š” ๐š•๐šŠ๐š”๐š’-๐š•๐šŠ๐š”๐š’"

Beni : "Oh ya? Bagaimana kau tahu"?

๐™ฟ๐šž๐š๐š›๐š’ : "๐™บ๐šŠ๐š›๐šŽ๐š—๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š–๐šŠ๐š—๐š ๐š๐šŽ๐š–๐š’๐š”๐š’๐šŠ๐š— ๐šŠ๐š๐šŠ๐š—๐šข๐šŠ"

Beni : "Tapi bagaimana kau tahu ? "

๐™ฟ๐šž๐š๐š›๐š’ : "๐™ฐ๐š๐šŠ ๐š‹๐šŠ๐š—๐šข๐šŠ๐š” ๐šŠ๐š—๐šŠ๐š” ๐š™๐šŽ๐š›๐šŽ๐š–๐š™๐šž๐šŠ๐š— ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐š‹๐š’๐šœ๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š•๐šŠ๐š”๐šž๐š”๐šŠ๐š— ๐š‹๐šŠ๐š—๐šข๐šŠ๐š” ๐š‘๐šŠ๐š• ๐šœ๐šŽ๐š”๐šŠ๐š•๐š’๐š๐šž๐šœ. ๐šƒ๐šŽ๐š๐šŠ๐š—๐š๐š๐šŠ ๐š”๐šŠ๐š–๐š’, ๐šœ๐š’ ๐™ณ๐šŽ๐šœ๐š’, ๐š‹๐š’๐šœ๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š—๐šŽ๐š–๐šž๐š”๐šŠ๐š— ๐š‹๐šŠ๐š—๐šข๐šŠ๐š” ๐šœ๐šŽ๐š”๐šŠ๐š•๐š’ ๐š–๐šŽ๐š—๐šž ๐š–๐šŠ๐šœ๐šŠ๐š”๐šŠ๐š— ๐š‹๐šŠ๐š›๐šž, ๐™ป๐šŠ๐š•๐šž ๐šœ๐š’ ๐š๐š’๐š๐šŠ ๐š‹๐š’๐šœ๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š—๐š“๐šŠ๐š‘๐š’๐š ๐š๐šŽ๐š—๐š๐šŠ๐š— ๐š‹๐šŽ๐š๐š’๐š๐šž ๐š‘๐šŽ๐š‹๐šŠ๐š".

Beni : "Bagaimana kau tahu bahwa mereka lebih hebat dari laki-laki ?

๐™ฟ๐šž๐š๐š›๐š’ : " ๐™บ๐šŠ๐š›๐šŽ๐š—๐šŠ ๐š‹๐šŠ๐š—๐šข๐šŠ๐š” ๐š™๐šŽ๐š›๐šŽ๐š–๐š™๐šž๐šŠ๐š— ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐š‹๐šŽ๐š›๐™ธ๐š€ ๐š๐š’๐š—๐š๐š๐š’".

Beni : "Kamu masih belum menjawab pertanyaan saya"

๐™ฟ๐šž๐š๐š›๐š’ : "๐šˆ๐šŠ๐šŠ๐šŠ. ๐š‚๐šŠ๐šข๐šŠ ๐š™๐š’๐š—๐š๐šŠ๐š› ๐š๐šŠ๐š— ๐š”๐šŠ๐š–๐šž ๐š๐šž๐š—๐š๐šž".
------------------------------------------
Marilah kita memperhatikan dialog imajiner diatas. Harusnya Putri memberikan ๐˜ผ๐™ก๐™–๐™จ๐™–๐™ฃ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ก๐™ค๐™œ๐™ž๐™จ , ๐™ข๐™ž๐™จ๐™–๐™ก๐™ฃ๐™ฎ๐™– : ๐™‹๐™š๐™ง๐™š๐™ข๐™ฅ๐™ช๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™š๐™—๐™ž๐™ ๐™ฅ๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ง ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™ก๐™–๐™ ๐™ž-๐™ก๐™–๐™ ๐™ž ๐™ ๐™–๐™ง๐™š๐™ฃ๐™– ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™—๐™ช๐™ ๐™ฉ๐™ž ๐™—๐™–๐™๐™ฌ๐™– ๐™„๐™Œ ๐™ง๐™–๐™ฉ๐™–2 ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™š๐™ข๐™ฅ๐™ช๐™–๐™ฃ ๐™ก๐™š๐™—๐™ž๐™ ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™ž ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™ฅ๐™–๐™™๐™– ๐™„๐™Œ ๐™ง๐™–๐™ฉ๐™–2 ๐™ก๐™–๐™ ๐™ž2.

Terlihat bahwa Putri merasa sudah menjawab namun sesungguhnya belum menjawab apa2.

Contoh lain :
Budi : "Ayah mengapa saya tidak boleh nonton film Rambo tetapi ayah boleh menontonya ?"

๐™…๐™–๐™ฌ๐™–๐™—๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™–๐™ก๐™–๐™ :
Ayah : "Bukankah ada film lain yang bisa kau tonton selain film Rambo? "

๐™…๐™–๐™ฌ๐™–๐™—๐™–๐™ฃ ๐™—๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง :
Ayah : "Karena film itu banyak adegan kekerasan sehingga kamu belum boleh menontonnya".

-------------------------------------
Dalam perdebatan, seringkali kita menemukan jawaban orang yang ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ก๐™ž๐™๐™–๐™ฉ ๐™—๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง namun ๐™๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™๐™š๐™ก๐™š๐™ซ๐™–๐™ฃ. Untuk itu berhati2lah.

Contoh lain :
Anak : "Sepertinya sayur bayam tidak baik bagi saya karena rasanya sangat buruk"

Pernyataan anak diatas adalah salah satu bentuk โ„๐”ผ๐”ป โ„๐”ผโ„โ„๐•€โ„•๐”พ karena ia tidak memberikan argumentasi MENGAPA BAYAM ITU TIDAK BAIK. Harusnya ia mengatakan : Bayam itu tidak baik karena mengandung zat tertentu yang buruk bagi kesehatan, dan bukan sekedar mengatakan bahwa rasanya tidak enak.

Sumber : Buku ๐—ง๐—›๐—˜ ๐—™๐—”๐—Ÿ๐—Ÿ๐—”๐—–๐—ฌ ๐——๐—˜๐—ง๐—˜๐—–๐—ง๐—œ๐—ฉ๐—˜ (๐——๐—˜๐—ง๐—˜๐—ž๐—ง๐—œ๐—™ ๐—ฆ๐—˜๐—ฆ๐—”๐—ง ๐—ฃ๐—œ๐—ž๐—œ๐—ฅ). Tulisan Nathaniel Bluedrin dan Hans Bluedron. Kiranya memberkati.
-----------------------------------


15/07/2022

๐—”๐—ฅ๐—š๐—จ๐— ๐—˜๐—ก๐—ง๐—จ๐—  ๐—”๐—— ๐—ฉ๐—˜๐—ฅ๐—˜๐—–๐—จ๐—ก๐——๐—œ๐—”๐— 

๐Ž๐‹๐„๐‡ : ๐ˆ๐•๐€๐ ๐๐€๐‘๐“๐„๐‹๐’

Pernahkah anda mengkritisi ataupun menyampaikan sesuatu dimana walaupun pendapat kamu benar namun lawan bicara mu memilih untuk tidak mendengar hanya karena kamu bukanlah "ahli" di bidang tersebut ?
-----------------------------------
Sebagai contoh perhatikan contoh percakapan berikut :

Di sebuah gereja sedang terjadi persiapan kebaktian paskah. Terjadi perbincangan diantara panitia waktu seting sound system. Dimana pada saat itu Peโ€™u sedang seting sound.

Nadus: Peโ€™u, kalau boleh kasi mas**an, saya pikir soundnya diseting agar suaranya terdengar seolah-olah dari mimbar walau speaker tidak diletakan dekat mimbar. Kan tinggal atur frekuensinya saja. B**g yang lebih paham ini pasti bisa buat seperti itu.

Peโ€™u: Tidak harus begitu Nadus. Yang penting suara terdengar jelas.

Nadus: Beta hanya kasi mas**an saja Peโ€™u karena beta liat alat-alat kita bisa buat seperti itu.

Peโ€™u: Tenang sa b**g, beta lebih paham dari b**g ,jadi b**g tidak usah ajar beta.

Karena Nadus bukan orang yang ahli dibidang terkait sound system, maka Peโ€™u tidak mau dengar. Namun selang beberapa tahun kemudian ada seorang ahli sound sistem gereja dari Amerika yang datang ke gereja tersebut untuk memberi pelatihan terkait penyetingan sound system gereja. Dan Peโ€™u sebagai soundman gereja adalah salah satu peserta pelatihan tsb. pada saat pelatihan si Ahli Sound berkata:

Ahli Sound: Perhatikan bahwa selain sound harus memproduksi suara yg jelas, prinsip dasar penyetingan sound system gereja adalah suara harus terdengar dari mimbar, karena mimbar adalah pusat perhatian jemaat. Ini akn membantu Jemaat lebih fokus dalam kebaktian dan nyaman mengikuti kebaktian.

Kemudian Peโ€™u yang sedari tadi ikut menyimak pelatihan tersebut berbincang โ€“ bincang kecil dengan rekan di sebelahnya.

Peโ€™u: Teman,Pak yang ahli sound ini pintar sekali yahh... Dia sangat ahli tentang sound gereja, beta s**a orang ini.

----------------------------------

Dari cerita fiktif diatas, perhatikan bahwa apa yang dikatakan oleh Nadus sama dengan apa yang dikatakan oleh si Ahli sound tersebut. Hanya saja karena Nadus bukan orang yang ahli atau tidak dianggap ahli pada bidang terkait sound system maka Peโ€™u menolak mas**an Nadus.

Sebagian dari kita sering meremehkan orang yang kita anggap tidak ahli atau bukan orang yang populer di bidang tertentu walau omongannya benar sekali pun.

Kita sering terjebak dengan titel dan nama besar, tapi tidak perduli dengan apa isi dari omongan/argumen tertentu.

Misalnya: โ€œkarena kamu bukan ahli teologi atau dikenal dalam dunia teologi maka semua yang kamu katakan terkait teologi PASTI SALAHโ€, atau โ€œkarena kamu sekolah theologi maka semua yang kamu omong PASTI BENAR", dan contoh โ€“ contoh lainnya.

Apa lagi jika seorang yang populer/dikenal ahli pada bidang tertentu di tegur kesalahannya oleh seseorang yang dianggap "awam" pada bidang tersebut (tidak populer/dikenal pada bidang tersebut), justru sering kali beban kesalahan diletakan pada "orang awam" tersebut.

Beberapa waktu yang lalu, beta sempat mengalami pengalaman seperti ini. Hanya karena orang yang beta kritisi adalah seorang teolog ternama yang sudah mengajar di beberapa universitas terkait bidang keahliannya, maka kritikan beta terkait bidang tersebut dianggap salah. Bahkan sempat ditegur oleh orang "dekat" dengan menyatakan bahwa :"Teolog/Pendeta tersebut sudah mempelajari teologia bertahun - tahun, tidak seperti beta yang baru belajar tapi sudah sok paham".

Pertanyaannya adalah: Apakah orang yang ahli pada bidang tertentu selama bertahun - tahun dan punya prestasi pada bidang tersebut tidak mungkin melakukan kesalahan/keliru pada bidang itu?

Beta punya kecurigaan, jika kondisi sebaliknya (dari kasus beta), bisa jadi sebagian orang akan lebih mudah menerima dan membenarkannya begitu saja. Menarik bukan?!! :)

Kesalahan berpikir seperti ini di sebut dengan kesalahan berpikir โ€œArgumentum ad verecundiamโ€ atau bisa juga disebut "Appeal to Authority" yaitu: Menolak argumen seseorang hanya karena orang tersebut bukan yang dianggap ahli pada bidang tersebut, atau menganggap argumen tertentu pasti benar karena yang menyampaikannya adalah yang ahli atau populer/berwibawa/dapat dipercaya di bidang tertentu.

Natur dari kesalahan berpikir ini adalah KEBENARAN BUKAN TERLETAK DARI APA ARGUMENNYA TETAPI DARI SIAPA YANG MENYAMPAIKAN.

Kesalahan pikir seperti ini menganggap bahwa sesuatu dianggap benar, otoritasnya pada siapa yang menyampaikan, bukan pada apa isi dari penyampaiannya (argumennya).

Jika salah satu diantara kita masih s**a terjebak dengan kesalahan berpikir โ€œArgumentum Ad Verecundiamโ€, maka mulai sekarang anda boleh belajar untuk membiasakan diri memperhatikan apa isi dari penyampaiannya, bukan siapa yang menyampaikannya. Tuhan Yesus memberkati.

----------------------------------------------
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

(1 Korintus 1:27)

21/06/2022

๐—ก๐—”๐—ญ๐—”๐—ฅ : ๐—๐—”๐—ก๐—๐—œ ๐—”๐—ง๐—”๐—จ ๐—ฆ๐—ข๐—š๐—ข๐—ž

Oleh: Eksi Riwu

Ada banyak orang Kristen salah mengerti tentang NAZAR.

Pada beberapa kasus, nazar ditempatkan sebagai bayaran kepada Tuhan untuk melakukan apa yang mereka kehendaki.

Tulisan ini memberikan kita gambaran tentang Nazar.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ

Di media social saya sering membaca postingan orang tentang nazar. Ada yang ingin melakukannya, ada p**a berupa saran. Penyebabnya berfariasi, namun yang paling sering muncul karena sesuatu berharga milik mereka telah hilang dicuri atau karena binatang peliharaan mereka diracuni orang.

Misalnya begini: โ€œSaya akan ke gereja untuk menazarkan orang yang mencuri kalung saya, biar Tuhan membalasnya.โ€

Ada p**a yang berkata: โ€œsaya akan bernazar untuk orang yang meracuni anjing saya, biar dia juga mengalami nasip seperti anjing saya.โ€

Atau dalam kasus yang sama, jika mencurigai seseorang sebagai pelakunya, ada yang menyarankan sesamanya agar ke gereja dengan membawa sejumlah uang dan menuliskan nama orang yang dicurigai itu, lalu di nazarkan. Biasanya, keinginan-keinginan dan alasan bernazar akan dituliskan pada selembar kertas lalu disertakan dalam sebuah amplop yang berisi sejumlah uang untuk dimas**an ke dalam kotak persembahan atau kotak nazar di gereja.

Seperti itulah serangkaian postingan yang sering saya baca. Keinginan bernazar atau saran bernazar muncul karena sesuatu telah terjadi.

Bukan dilarang, bukan juga salah jika ingin bernazar. Setiap orang yang telah dewasa punya hak dan dijamin oleh Alkitab untuk boleh melakukannya. Namun, tentu saja haruslah dibarengi dengan pemahaman yang benar dan lengkap tentang arti dan tujuan nazar, sebab nazar memiliki konsekuensi bagi orang yang melakukannya.

Kedua kasus di atas menunjukan dengan jelas ada ketidakpemahaman orang tentang nazar.

Pertama: karena nazar dipakai untuk mengekpresikan kemarahan dengan jalan mengancam orang yang melakukan kesalahan mencuri atau meracuni anjing miliknya.

Kedua: Nazar dipakai โ€œseolah-olah sebagai suatu saranaโ€ menyuruh atau memerintah Tuhan untuk membalaskan rasa kekecewaan atau kemarahannya kepada si pelaku kejahatan yang namanya telah ia tuliskan dan mas**an ke dalam amplop berisi uang yang kemudian dipersembahkan tadi.

Pemahaman yang keliru ini telah membuat sebagian orang Kristen bertindak diluar batasnya. Ia, dalam ketidaktahuannya telah berani membayar Tuhan untuk membunuh seseorang atau membalas sakit hatinya. Ini suatu kesalahan fatal yang melarbelakangi saya membuat tulisan ini.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ๐—ฎ๐—ป

Nazar menurut KBBI

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberi arti dan contoh yang sangat jelas tentang nazar dan bernazar, dimana disebutkan bahwa nazar adalah janji (pada diri sendiri) hendak berbuat sesuatu jika maksud tercapai.

Contohnya: ia mempunyai nazar, kalau anaknya lulus, ia akan mengadakan selamatan.

Sedangkan bernazar adalah 1) berjanji akan berbuat sesuatu, jika maksud tercapai; 2) mengucapkan nazar.

Contoh: ia bernazar kalau anaknya sembuah, ia akan bersedekah. Itulah arti nazar dalam pengertian umum.

Nazar Menurut Alkitab

Kata โ€œnazarโ€ dalam alkitab selalu berkaitan dengan janji (Bilangan 30:2-3).

Namun janji nazar mengandung pengertian yang sejajar dengan sumpah (Bilangan 30:2, Mazmur 132:2).

Janjinya juga tidak terbatas pada dirinya sendiri, tetapi lebih dari pada itu, janji dalam nazar berhub**gan dengan Allah.

Janjinya berupa suatu tindakan yang akan di lakukan (Kejadian 28: 20-22) atau berupa tindakan yang akan dijauhi (Mazmur 132: 2-5) jika permohonannya telah Allah penuhi.

Singkatnya, nazar adalah janji seseorang atau kelompok orang kepada Allah, bahwa akan berbuat atau memberi ini dan itu atau tidak akan melakukan hal ini dan itu, jika Allah telah mengabulkan permohonannya.

๐—–๐—ผ๐—ป๐˜๐—ผ๐—ต ๐—”๐—น๐—ธ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐—ฏ

Ada banyak kisah di dalam alkitab yang dapat dijadikan rujukan untuk memahami nazar. Namun hanya kisah Yakub, Hana dan Yefta yang saya jadikan contoh.

Kisah Yakub. (Kejadian 28:10-22) Ketika ia dalam perjalanan dari rmah orang tuanya di Bersyeba menuju ke Haran, ia mengalami peristiwa iman yang sangat luar biasa dalam mimpinya, sehingga keesokan harinya ia bernazar kepada Allah bahwa jika Allah akan menyertai dan melindunginya dalam perjalanan yang dia tempuh, memberinya makanan untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai sehingga selamat kembali kerumah ayahnya, maka Tuhan akan menjadi Allahnya, dan batu yang telah ia dirikan sebagai tugu tempat dimana ia mengalami peristiwa iman itu akan dijadikannya rumah Tuhan dan dari segala sesuatu yang Tuhan berikan kepadanya, ia akan persembahkan sepersepuluh kepada Tuhan. (ay 20-22).

Begitu juga Hana (I Samuel 1:1-11), ia adalah istri pertama dari Elkana. Ia tidak memiliki anak seperti madunya, Penina. Penina selalu menyakiti hatinya setiap tahun, hingga pada suatu kali, di Silo, dengan hatinya yang pedih, Hana berdoa sambil menangis tersedu-sedu, lalu bernazarlah dia pada Tuhan. Ia bernazar katanya: โ€œjika TUHAN sungguh-sungguh memperhatikan sengsaranya dan mengingatnya dan tidak melupaknnya, yakni dengan memberikannya seorang anak laki-laki, maka anak laki-laki itu akan ia berikan kepada TUHAN untuk seumur hidupnya menjadi pelayan TUHAN.โ€ ( ay 11)

Ada kisah yang ketiga, yakni nazarnya Yefta (Hakim-Hakim 11:29-40) Ia membuat nazar ketika hendak berperang melawan Bani Amon. Nazar yang dibuatnya sangat menarik untuk diperhatikan. Ia benazar bahwa jika Tuhan sungguh-sungguh menyerahkan Bani Amon ke dalam tanganya, maka apa yang keluar dari pintu rumahnya untuk menemuinya pada waktu dia kembali dengan selamat dari Bani Amon, maka akan menjadi milik Tuhan. (ay 30). Ternyata ketika ia p**ang, anak perempuannyalah yang keluar menyongsongnya. (ay 34), sehingga membuat hatinya hancur. Ia telah mengucapkan nazar dan tidak mungkin untuk ditariknya lagi (ay 35)

Ketiga kisah ini memberi pemahaman yang jelas bahwa nazar berkaitan dengan janji seseorang kepada Tuhan. Janji untuk melakukan sesuatu jika permohonannya telah Tuhan penuhi dan janji itu tidak bisa ditarik kembali.

๐—ฃ๐—ฒ๐—ฑ๐—ผ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ป๐—ฎ๐˜‡๐—ฎ๐—ฟ

Nazar bukanlah janji biasa, tetapi mengandung sumpah yang dinyatakan kepada Allah maka tidak boleh dilakukan dengan seenak hati. Setiap orang yang ingin bernazar haruslah mempertimbangkan secara matang, sebab nazar memiliki konsekuensi. Allah akan menuntut dan memandang berdosa setiap orang yang bernazar, namun menunda-nunda untuk menepatinya, apalagi yang tidak menepatinya (Ulangan 23:21).

Sehingga tidak terkena konsekuensi yang fatal, baiknya setiap orang memperhatikan pedoman nazar yang telah Allah berikan.

Pertama-tama harus diketahui bahwa bernazar atau tidak bernazar bukanlah dosa, (Ulangan 23:22), tetapi jika telah bernazar, maka janganlah menunda-nunda menepatinya, karena Allah tidak senang. (Pengkhotbah 5:3)

Dalam alkitab juga dikatakan bahwa lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya. (Pengkhotbah 5:4), maka sebelum bernazar harulah berpikir dan membuat pertimbangan matang, karena akan menjadi jerat jika baru memikirkannya setelah membuat nazar. (Amsal 20:25).

Jika Tuhan sudah mengabulkan permohonan yang dinazarkan, maka janji harus dibayar atau tepati. (Ayub 22:27). Jangan menunda-nunda untuk menepatinya. (Ulangan 23:21 dan Pengkhotbah 5:3), jangan juga melanggar nazar, melainkan haruslah berbuat tepat seperti yang diucapkannya (Bilangan 30:2). Nazar juga haruslah dilaksanakan dengan setia (Ulangan 23:23).

๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ฝ

Nazar bukanlah membayar Tuhan atau lebih kasar lagi menyogok Tuhan untuk melakukan sesuatu sekehendak hati manusia, tetapi nazar adalah janji untuk melakukan sesuatu atau tidak akan berbuat sesuatu jika Tuhan telah mengabulkan permohonan yang dinazarkan.

Sebelum bernazar sebaiknya berpikir matang-matang. Jangan seperti Yefta menazarkan orang lain, karena menyesal nantinya sebab nazar tidak bisa direvisi. Bernazar atau tidak, itu bukan dosa, tetapi jangan coba-coba bermain-main dengan nazar. Jika telah bernazar, maka harus tepati, karena Allah akan memandang bersalah dan akan menuntut orang yang telah bernazar, tapi menunda-nunda untuk menepatinya.

Akhirnya, saran saya, baiknya maafkan saja orang yang mencuri barang berharga mu atau meracuni binatang peliharaan mu daripada bernazar secara tidak jelas. Dan lebih baik lagi, bersama Pdt. Bigman Sirait, saya juga memberi saran yang sama, dengan berpedoman pada Roma 12:1. Sebaiknya yang perlu dilakukan adalah persembahkan tubuhmu (seluruh aktivitas), sebagai persembahan yang hidup dan berkenan kepada Allah, dari pada bernazar, tanpa pengetahuan yang jelas dan utuh.

Tuhan Berkati

Address

7968 Newman Street
Kupang
80005

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Persekutuan JOY Alor posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share