Kapela Santu Petrus Manulai II Kupang

Kapela Santu Petrus Manulai II Kupang Kapela ST. Petrus didirikan Oleh P.

Yulius Bere, SVD 07 januari 2013 di batuplat dengan Pelayanan Lebih Dekat Perkembangan Umat cukup Siknifikan dari 23 KK Sampai sekarang 345 KK dlm kurun waktu 12 Tahun.

01/08/2014

” TIDAK ADA PANDANGAN YANG LEBIH MENYEDIHKAN DARIPADA ORANG MUDA YANG PESIMIS “
# Tuhan. . .jadikanlah aku sebagai manusia yang selalu memiliki optimisme dan pikiran-pikiran yang positif dalam setiap langkah hidupku . Aku yakin karena selalu bersama-MU.

31/07/2014

RENUNGAN DR. JANUAR KADO

"Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada orang banyak, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan pelbagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu ditarik orang ke pantai. Lalu mereka duduk dan dipilihlah ikan-ikan itu, ikan yang baik dikumpulkan ke dalam pasu, yang buruk dibuang. Demikianlah juga pada akhir zaman. Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar. Yang jahat lalu mereka campakkan ke dalam dapur api. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kalian akan segala hal ini?” Orang-orang menjawab, “Ya, kami mengerti.” Maka bersabdalah Yesus kepada mereka, “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran hal Kerajaan Allah seumpama seorang tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.” Setelah selesai menyampaikan perumpamaan itu, Yesus pergi dari sana." (Matius 13:47-53; KAMIS, 31 JULI 2013-PERINGATAN WAJIB STO. IGNATIUS LOYOLA)

Apakah kematian harus terjadi? Ya! Apakah ada surga dan neraka? Ya! Apakah akan ada suatu penghakiman terakhir, suatu pemisahan antara ikan yang baik dan yang buruk, pemisahan antara domba dan kambing (Mat 25:31-46), pemisahan antara gandum dan lalang (Mat 13:24-30)? Ya! Semua perumpamaan yang mengacu pada akhir zaman ini sungguh riil dan semua itu tidak menenangkan hati. Namun, kita harus berhati-hati agar tidak membiarkan pikiran tentang akhir zaman itu memenuhi diri kita dengan rasa takut yang tidak perlu. Sebagai umat Kristiani, kita tahu dan seharusnya yakin bahwa Allah adalah “seorang” Bapa yang sangat mengasihi kita. Dia memberikan kepada kita apa saja yang kita butuhkan agar tetap berdiri tegak penuh keyakinan dalam hari penghakiman terakhir.
Kitab Suci tidak bosan- bosannya mengingatkan kita bahwa mereka yang hidup dalam Kristus adalah “ciptaan baru” (2Kor 5:17) dan mereka yang percaya kepada Yesus telah berpindah dari kematian ke kehidupan dan “tidak turut dihukum” (Yoh 5:24). Kebenaran yang membebaskan dari Injil adalah bahwa apabila kita tetap hidup dalam Kristus, kita menjadi “ikan-ikan yang baik”. Dalam Dia kita adalah “domba-domba” dan bukan “kambing-kambing”, “kita adalah gandum” dan bukan “lalang”.
Apakah keniscayaan akan adanya penghakiman terakhir menakutkan anda? Atau apakah anda menghindarkan diri dari isu atau topik sekitar penghakiman terakhir, dan kemudian menyibukkan diri anda dengan kesibukan sehari-hari? Untuk dua situasi ini, jawabnya terletak pada suatu pernyataan yang lebih dalam dari Yesus. Ia akan menunjukkan kepada anda bahwa anda tidak perlu takut akan penghakiman terakhir. Ia juga akan menolong anda menempatkan hal-hal dalam kehidupan anda secara teratur sehingga dengan demikian anda dapat memusatkan perhatian anda pada hari di mana anda akan memandangnya muka ketemu muka.
Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus, selagi kita (anda dan saya) datang kepada Yesus dalam doa dan pembacaan serta permenungan sabda-Nya dalam Kitab Suci, maka Dia akan menunjukkan kepada kita betapa berharga harta yang kita miliki dalam Dia, dan Ia pun akan menunjukkan kepada kita bagaimana hidup dengan cara-cara yang menyenangkan hati-Nya.
Allah ingin agar kita mengetahui bahwa baptisan hanyalah awal dari relasi kita dengan diri-Nya. Dia ingin menopang kita setiap hari dengan Roh Kudus-Nya. Dia ingin mengajar kita bagaimana hidup “dalam Kristus” setiap hari sehingga dengan demikian apa pun yang kita hadapi dalam perjalanan hidup kita, kita dapat berpegang pada janji-janji keselamatan-Nya dan tetap yakin bahwa kita ditebus dalam Dia. Setiap hari Yesus ingin memberikan diri-Nya kepada kita sehingga kita dapat memberikan diri kita sendiri kepada-Nya.

30/07/2014

RD. JANUAR KADO
"Sekali peristiwa Yesus mengajar orang banyak, "Hal Kerajaan Surga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Karena sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu. Demikian p**a hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." (Matius 13:44-46; RABU, 30 JULI 2014-
HARI BIASA PEKAN BIASA XVII).

Ada seorang laki-laki yang mempunyai hobi koleksi benda-benda bekas yang bagus (lukisan dll.) dengan harga yang relatif lebih murah. Dia biasanya “berkelana” dari garage sale yang satu ke garage sale lainnya sehingga dikenal sebagai pengunjung tetap acara obral sedemikian. Pada suatu hari orang itu menemukan beberapa butir batu berharga yang bernilai tinggi dan mahal. Orang itu bergembira sedemikian rupa sehingga mengingatkan kita akan orang-orang dalam dua perumpamaan Yesus dalam bacaan Injil hari ini, yaitu tentang “harta yang terpendam di ladang” dan tentang “mutiara yang sangat berharga” (Mat 13:44,46).
Tentu saja dua perumpamaan Yesus ini berbicara melampaui benda-benda berharga yang ada di dunia. Perumpamaan-perumpamaan Yesus ini berbicara mengenai sukacita yang tidak dapat ditekan atau ditahan-tahan karena berhasil menemukan harta yang bernilai tanpa batas. Harta itu adalah Kerajaan Allah yang pada hakekatnya adalah “kebenaran, damai sejahtera dan sukacita dalam Roh Kudus” (Rm 14:17). Kegembiraan penuh sukacita karena menemukan harta sangat berharga itu adalah sesuatu yang ingin Tuhan berikan kepada kita masing-masing! Sayangnya, banyak umat Kristiani terbaptis tidak mengetahui di mana harta itu dapat ditemukan. Mencari dan mencari, mereka seringkali gagal menemukan, seperti yang diajarkan Yesus sendiri, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu” (Luk 17:20-21).
Sekarang masalahnya adalah apakah kita (anda dan saya) percaya bahwa melalui karunia Roh Kudus, kita mempunyai hidup baru dalam Kristus dan suatu sumber kuasa dan rahmat yang ada di kedalaman hati kita? Dalam pembaptisan kita dibuat menjadi “ciptaan baru” (2Kor 5:17). Kita masing-masing menjadi seorang anak angkat Allah (bdk. Gal 4:5-7) dan ikut ambil bagian dalam kodrat ilahi (2Ptr 1:4), seorang anggota Kristus (bdk. 1Kor 6:15;12:27) dan pewaris bersama-Nya (Rm 8:17), dan kanisah Roh Kudus” (bdk. 1Kor 6:19)(Katekismus Gereja Katolik, 1265). Hal-hal indah ini mungkin saja bertahun-tahun lamanya tertutupi oleh karena kelalaian, kekurangan atau ketiadaan pemahaman, bahkan dapat juga disebabkan kelemahan moral dan dosa. Namun kebenarannya masih tetap ada: Kerajaan Allah ada di dalam diri kita dengan segala kuasa dan keindahannya.
Itulah sebabnya mengapa doa, pertobatan, dan tindakan kasih dan belas kasih (Inggris: mercy) begitu penting. Santo Paulus mengatakan: “… harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami” (2Kor 4:7). Jika kita ingin mengetahui harta yang ada di dalam diri kita, kita harus menyingkirkan segala harta lainnya yang selama ini mengikat dan membatasi gerak-gerik kita. Memang tidak mudah, tetapi kita harus ingat selalu bahwa Allah mengundang kita untuk menemukan sukacita sejati karena kita membuat diri-Nya harta kita yang teramat berharga. “Apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, dan kekayaan perakmu, maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, dan akan menengadah kepada Allah” (Ayb 22:25-26).

07/03/2014

' JALAN SALIB ''
07 Maret 2014

PERHENTIAN 1 : YESUS DIHUKUM MATI
Saat penderitaan Yesus sudah tiba.Di taman Getsemani ia ditangkap dan kemudian dihadapkan ke Sidang Mahkamah Agama.Keesokan harinya bagaikan penjahat Ia dibawa ke pengadilan Pilatus untuk diadili.Pilatus bertanya kepada orang-orang Jahudi :"Apakah tuduhanmu terhadap orang ini?.Orang-orang jahudi menjawab dengan menggunakan saksi-saksi palsu>Kendati demikian Philatuh tidak menemukan kesalahan apapun dari Yesus.Karena takut kehilangan simpati dari rakyat maka dia menjatuhkan hukuman mati bagi Yesus.Yesus dengan tenang, sabar dan rela mau menerima semuanya.

PERHENTIAN 2 : YESUS MEMANGGUL SALIB
Sesudah dijatuhi hukuman mati oleh Pilatus, Para serdadu mengenakan jubah ungu dan memahkotaiNya dengan duri.Mereka mengolok-olok dengan memberi salam kepadaNya sebagai raja,memukul kepalaNya,meludahiNya dan berlutut menyembahnya.''Sambil memikul salibNya Yesus pergi ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak,dalam bahasa Ibrani Golgota.''

PERHENTIAN 3: YESUS JATUH UNTUK PERTAMA KALI
Peristiwa jatuhnya Yesus menunjukkan betapa sakit dan nyeri penderitaan Yesus.Ia tersungkur saat melalui jalan yang sulit dan berat.Namun wajahNya masih menengadah memandang jalan yang harus ditempuh.Didorong semangat dan harapan yang kuat,Yesus bangkit untuk terus berjuang lagi.

PERHENTIAN 4 : YESUS BERJUMPA DENGAN IBUNYA
Para murid telah lari.Tetapi Maria masih tinggal,Ia setia menderita bersama Puteranya.Yesus sendiri menegaskan :"Siapa yang melakukan kehendak BapaKu di Surga,dialah saudaraKu laki-laki,dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu.''

PERHENTIAN 5 : YESUS DITOLONG SIMON DARI KIRENE
Kini Yesus tak berdaya.Tenaganya semakin habis memikul beban salib berat.Rupanya perjumpaan dengan ibuNya belum cukup memulihkan tenagaNya.Pertolongan orang lain dibutuhkan.Saat itulah simon dari Kirene muncul.Ia dipaksa untuk membantu Yesus memikul salib.Pertolongan ini sungguh meringankan beban Yesus.

PERHENTIAN 6 : WAJAH YESUS DIUSAP OLEH VERONIKA
Wajah Yesus yang semula bersahaja, memancarkan pesona cinta dan menjanjikan kedamaian hati, kini menjadi kotor,penuh debu dan darah.Terasa sirna sudah semarak ketampanan wajahNya.Kelihatan bukan sepertia anak manusia lagi,sehingga orang menghindariNya dan menutup mata bila berhadapan denganNya.Tetapi masih ada yang memperhatikanNya yaitu Veronika.Hatinya tergerak oleh belas kasih memandang wajah Yesus yang penuh keringat bercampur darah.Tampa menghiraukan yang lain, ia maju dan menghusap wajah Yesus dengan sehelai kain.

PERHENTIAN 7 : YESUS JATUH UNTUK KEDUA KALINYA
Walaupun sudah dibantu oleh Simon dari Kirene dan wajahNya sudah dibersihkan oleh Veronika,namun tubuh Yesus tidak bertambah segar.TenagaNya terkuras! Karena beratnya beban dan sakitnya badan,maka Yesus jatuh untuk yang kedua kalinya di bawah salib.Walaupun demikian, dengan tenaga yang masih sisa,dengan tabah dan teguh hati Ia bangun kembali.Diangkatnya kembali salib berat itu dan berjalan tertatih-tatih.Ia meneruskan perjalannanNya tampa mengeluh.

PERHENTIAN 8 : YESUS MENGHIBUR PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG MENANGISINYA
Dalam perjalanan menuju Bukit Golgota banyak orang yang mengikuti yesus.Diantaranya ada beberapa perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.Kepada mereka Yesus berkata:''Hai puteri-puteri Yerusalem janganlah engkau menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!''

PERHENTIAN 9 : YESUS JATUH UNTUK KETIGA KALINYA
Di tengah terik matahari yang semakin menyengat, jalan berbatu yang menanjak dan tenaga yang hampir habis.Ia jatuh untuk ketiga kalinya di bawah salib.Perih, sakit dan beban yang berat kini tinggal dalam diri Yesus.Meskipun begitu, Ia masih sabar menanggung penderitaan itu.Dengan sisa tenaga yang ada, Yesus bangit untuk menyelesaikan jalan salibNya.

PERHENTIAN 10 : PAKAIAN YESUS DITANGGALKAN
Sesampainya di Gunung Golgota para prajurit menanggalkan pakaian Yesus dengan paksa.Mereka mengambil pakaian itu dan membuang undi atasnya untuk menentukan siapa yang mendapatkannya.Yesus mati dengan telanjang,Yesus menjadi manusia yang paling hina.

PERHENTIAN 11 : YESUS DISALIBKAN
Yesus diseret ke Golgota,Tempat tengkorak.Pada kedua balok kayu yang bersilang,para serdadu merntangkan tangan Yesus.Dengan tak kenal belas kasihan mereka memaku tangan dan kaki Yesus.Yesus diam dan tak berontak,sebab Yesus yakin itulah jalan untuk menaklukkan kuasa dosa.

PERHENTIAN 12 : YESUS MATI DI SALIB
Kira-kira pukul tiga petang suasana di sekitar bukit Golgota terasa semakin mencekam.Kegelapan meliputi daerah itu sebab matahari tidak bersinar lagi dan tabir Bait Suci terbelah dua.Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring:''Ya Bapa kedalam tanganMu Kuserahkan nyawaKu!''
Sesudah berkata demikian Yesus menyerahkan nyawaNya....Ketika kepala pasukan menyaksikan apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya:"Sungguh,orang ini adalah orang benar!"

PERHENTIA 13 : YESUS DITURUNKAN DARI SALIB
Ketika para prajurit mengetahui Yesus telah wafat,mereka menikam lambungNya dan segera keluar darah dan air.Kemudian Yusuf dari Arimatea meminta kepada Pilatus, agar ia diperbolehkan menurunkan jenazah Yesus.Dan Pilatus meluluskan permintaan itu.Lalu datanglah ia menurunkan jenazah Yesus.

PERHENTIAN 14 : YESUS DIMAKAMKAN
Setelah mendapat ijin dari Pilatus, dengan tergesa-gesa dan disertai isak tangis,para murid mengambil jenazah Yesus dan membaringkanNya disebuah pemakaman baru, kemudian membalutNya dengan kain kafan yang putih dan halus,serta memburatNya dengan rempah-rempah.Setelah itu sebuah batu besar digulingkan pada pintu makam,seakan-akan maut telah menguasaiNya.
Tetapi fakta berkata lain, pada hari ketiga seorang malaikat turun dari surga, mengulingkan batu, menggoncangkan bumi dan berkata: " Ia tidak ada disini, Ia telah bangkit!" Dan Maria Magdalena berseru kegirangan: "Aku telah melihat Tuhan!" Ternyata maut tidak dapat menahan Tuhan,dari kuburNya bangkitlah kehidupan.

Misa hari Raya Natal 25 desember 2013
27/12/2013

Misa hari Raya Natal 25 desember 2013

15/12/2013

Lilin adven ketiga mulai dinyalakan tanda memasuki minggu adven ketiga. Semua orang pasti menantikan Natal yang meriah, khidmat. Kekhidmatan Natal bukan ditentukan kemeriahan perayaannya, tetapi ditentukan sampai seberapa dalam kita menjalani masa penantian ADVEN ini.
"Bertobatlah! Kerajaan Allah sudah dekat." demikianlah seruan Yohanes Pembaptis. Sampai sejauh manakah kesiapan hati kita, atau sampai sejauh mana kita sudah memperbaharui diri kita. Memperbaharui diri bukanlah proses sekejap. Sisa 10 hari ini marilah kita manfaatkan untuk menyelesaikan pembaharuan diri kita.
salam.

POJOK KATEKESEAntara Orang Kudus dan Arwah Orang Beriman: Adakah hubungan di antara keduanya?Mengapa Gereja merayakan Ha...
01/11/2013

POJOK KATEKESE

Antara Orang Kudus dan Arwah Orang Beriman: Adakah hubungan di antara keduanya?

Mengapa Gereja merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus (1 November) dan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman (2 November) secara berurutan? Apakah ada pesan di balik dekatnya perayaan dua peristiwa tersebut?

Swan Liliane, Bojonegoro

Pertama, semua orang yang dibaptis, disatukan dengan Kristus. Karena persatuan dengan Kristus ini, mereka juga disatukan dengan orang-orang lain yang sudah bersatu dengan Kristus. Kesatuan ini membentuk sebuah persekutuan para kudus. Dekatnya perayaan Hari Raya Semua Orang Kudus dan Peringatan Arwah hendak mengingatkan kembali kita pada ajaran Gereja
bahwa ikatan kesatuan dengan Kristus dan dengan murid-murid Kristus yang lain ini sama sekali tidak terputus oleh kematian. Ada persekutuan Gereja di surga dan di bumi.

Karena itu Gereja membedakan adanya tiga status Gereja, yaitu Gereja yang sedang masih mengembara di dunia, Gereja yang telah meninggal dan mengalami penyucian, dan Gereja yang menikmati kemuliaan dan berbahagia bersama Allah (KGK 954; LG 49). Kesatuan ini yang tetap terjalin bahkan sesudah kematian ini, memungkinkan para anggota Gereja bisa saling berbagi harta rohani dan bahkan membentuk sebuah persekutuan yang hidup (LG 51).

Kedua, Hari Raya Semua Orang Kudus (1 November) hendak mengingatkan ajaran bahwa para kudus di surga menunjukkan kepedulian kepada kita yang masih mengembara. Karena mereka yang berada di surga itu lebih erat disatukan dengan Kristus, mereka membangun seluruh Gereja menjadi lebih kokoh dalam kesucian, menambah keagungan ibadat kepada Allah dan dengan pelbagai cara membantu penyempurnaan pembangunan para murid Tuhan yang masih mengembara. Mereka tidak pernah berhenti menjadi pengantara kita kepada Bapa. (KGK 956).

Teladan para kudus ini kita rayakan pada Hari Raya tersebut, demikian p**a kita kenangkan dengan penuh syukur kesatuan kita para musafir dengan para kudus yang menghantar kita lebih dekat kepada Kristus. Perhatian mereka sebagai saudara sangat banyak membantu kita untuk mengatasi kelemahan- kelemahan kita.

Ketiga, pada peringatan Arwah Semua Orang Beriman (2 November) kita menyadari kesatuan kita dengan mereka yang sedang berada di Api Penyucian. Gereja kaum musafir juga tetap bersatu dengan mereka ini. Gereja kaum musafir ini membantu untuk melepaskan dosa-dosa mereka dengan mempersembahkan korban silih. Kalau mereka sudah dibantu, doa merekapun
akan berdaya guna untuk kita (KGK 958).

Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM - HidupKatolik.com
--Deo Gratias--

27/10/2013

Saya sering perhatikan. Orang yang sama saja sering terlambat ke gereja. Pada hal tinggalnya paling dekat dengan gereja. Biarpun sudah diperingatkan berulang kali tapi sia-sia. Paling-paling hanya untuk minggu pertama sesudah diperingatkan. Selanjutnya kumat lagi. Mengapa ya? Umat yang tinggal jauh justru jarang terlambat. Takut tidak kebagian tempat dalam gereja. Suasana ini mirip dengan Luk 6: 12-19. Yesus berdoa semalam suntuk di bukit. Siang hari Ia memilih dua belas rasul dari antara para murid-Nya. Lalu Dia dan rombongan-Nya turun ke tempat yang datar. Ternyata sudah berkumpul sejumlah besar orang menanti-Nya. Layaknya orang tak mau hilang kesempatan yang ditunggu-tunggu. Mereka datang dari tempat yang sangat jauh. Mereka datang dengan intensi masing-masing. Ada yang datang untuk mendengarkan Dia. Yang lain mau disembuhkan. Semuanya mau menjamah-Nya. Mereka percaya, ada kuasa yang ke luar dari-Nya. Seandainya kita pun seperti itu, sangat menarik, bukan? Tapi apakah kita ke gereja dengan intensi khusus juga atau hanya karena kebiasaan, atau apa kata orang nanti kalau tidak ke gereja? Jika kita mau mendengarkan Dia pasti kita larut dalam doa pribadi yang kusuk sebelum perayaan dimulai. Kita tidak turut ngobrol dengan teman di samping sambil mengomentari orang yang baru masuk. Kita akan mendengarkan Sabda-Nya dengan perhatian ketika Firman dibacakan atau dikotbahkan. Kita renungkan dan menyimaknya dengan serius. Dalam perayaan Ekaristi, kita tidak hanya menjamah-Nya. Kita menerima-Nya dan bersatu dengan Dia pada waktu komuni bukan? Tapi apakah kita percaya bahwa Ia berkuasa menyelamatkan kita dari kebiasaan buruk kita? Percayakah kita bahwa doa kita kepada-Nya dapat menyelamatkan anggota keluarga yang sedang kritis karena penyakit kronis dan sulit disembuhkan. Tapi sering kita lebih percaya pada team doa, bukan? 27102013

Kondisi pembangunan kapela ST. Petrus
27/10/2013

Kondisi pembangunan kapela ST. Petrus

27/10/2013

Trima kash kepada umat kapela st. PETRUS STASI MANULAI II dan para donatur atas sumbgan dalam pembangunan Kapela.

Suasana misa dihari mggu dikapela sementara st. Petrus Btplat
27/10/2013

Suasana misa dihari mggu dikapela sementara st. Petrus Btplat

29/09/2013

594 calon krisma menerima sakramen krisma di paroki ST. Yoseph Naikoten oleh yg mulia uskup agung kupang mgr. Petrus Turang, Pr. anak dari kapela st. petrus manulai 2 sebanyak 64 anak.

Address

Kecamatan Alak, Kel. Manulai II
Kupang

Telephone

081339127333

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kapela Santu Petrus Manulai II Kupang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Kapela Santu Petrus Manulai II Kupang:

Share