Paroki Santo Stephanus Noehaen

Paroki Santo Stephanus Noehaen Keuskupan Agung Kupang
Paroki Sto Stephanus, Noehaen-Amarasi Timur

🇮🇩🙏 ROMO SEKALIGUS POLISI — PULANG KAMPUNG UNTUK MELAYANINamanya Romo Oktovianus Pelagian Ranta, yang akrab disapa Romo ...
05/09/2026

🇮🇩🙏 ROMO SEKALIGUS POLISI — PULANG KAMPUNG UNTUK MELAYANI
Namanya Romo Oktovianus Pelagian Ranta, yang akrab disapa Romo Coky, putra Manggarai, Flores.

Perjalanan hidupnya sungguh unik. Ia adalah seorang imam Katolik dari Keuskupan Ruteng, lulusan Seminari Tinggi Ritapiret, dan ditahbiskan menjadi imam pada Oktober 2023.

Namun panggilan pelayanannya tidak berhenti di altar.

Romo Coky kemudian mengikuti seleksi Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Polri dan berhasil lulus. Ia menjadi imam Katolik pertama di Indonesia yang diterima melalui jalur tersebut dan menjalani pendidikan sebagai calon perwira Polri di Akademi Kepolisian (Akpol). Setelah lulus, ia menjadi Inspektur Polisi Dua (Ipda).

Kini, dalam semangat pengabdian, Romo Coky pulang ke tanah Flores bersama misi bakti sosial untuk membantu para korban gempa.

Di satu sisi ia mengenakan seragam Bhayangkara, mengemban tugas untuk negara dan masyarakat.

Di sisi lain, ia tetap seorang imam, membawa kasih, pengharapan, doa, dan penguatan bagi mereka yang sedang mengalami penderitaan.

🇮🇩 100% mengabdi kepada negara.
✝️ 100% melayani sebagai imam.

Dua panggilan yang berpadu dalam satu hati: melindungi, melayani, dan menguatkan.

Sehat selalu, Romo Coky. 🙏
Semoga melalui tangan dan pelayananmu, Tuhan senantiasa menghadirkan kekuatan, penghiburan, dan harapan bagi para penyintas gempa di Flores.

Semoga setiap langkah pengabdianmu menjadi berkat bagi banyak orang. Amin

Bulan September dirayakan oleh Gereja Katolik Indonesia sebagai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Pada tahun 2026, tema ...
02/09/2026

Bulan September dirayakan oleh Gereja Katolik Indonesia sebagai Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN). Pada tahun 2026, tema yang diangkat adalah “Yesus, Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius.” Melalui tema ini, umat diajak untuk semakin dekat dengan Yesus dan mengenal-Nya sebagai Guru yang mengajar dengan penuh kuasa. Sabda-Nya bukan hanya untuk didengar, tetapi juga menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

BKSN 2026 juga menjadi awal perjalanan pendalaman Kitab Suci untuk periode 2026–2029. Setelah beberapa tahun sebelumnya umat diajak belajar dari para nabi dalam Perjanjian Lama, kini perhatian diarahkan kepada pribadi dan ajaran Yesus. Tahun ini umat secara khusus diajak mendalami Injil Matius, yang banyak menampilkan Yesus sebagai Guru yang mengajar para murid dan orang banyak tentang bagaimana hidup sesuai kehendak Allah.

Sepanjang bulan September, umat diajak membaca dan merenungkan beberapa bagian dari pengajaran Yesus dalam Injil Matius. Pesannya sederhana: menjadi murid Yesus berarti mau mendengarkan-Nya dan berusaha menjalankan apa yang diajarkan-Nya. Semangat ini ditegaskan melalui sabda, “Inilah Anak-Ku yang terkasih. Dengarkanlah Dia!” (Mat. 17:5). Sabda tersebut mengingatkan kita bahwa iman tidak cukup hanya dengan mengenal Yesus, tetapi juga membutuhkan kesediaan untuk mendengarkan dan mengikuti-Nya.

Karena itu, BKSN bukan sekadar kegiatan Gereja yang berlangsung selama bulan September. Ini adalah kesempatan bagi keluarga, lingkungan, komunitas, OMK, sekolah, dan seluruh umat untuk kembali membuka Kitab Suci dan menyediakan waktu bagi Sabda Tuhan. Semakin sering kita membaca dan merenungkan Kitab Suci, semakin kita mengenal Yesus dan belajar hidup seperti yang Dia ajarkan. BKSN 2026 mengajak kita menjadi murid yang tidak hanya mendengar Sabda Tuhan, tetapi juga berusaha mewujudkannya dalam kasih dan pelayanan kepada sesama.
Share & follow: Gereja Katolik Indonesia

Ketika gempa susulan, mereka mengungsi ke kebun. Keadaan penyintas gempa di Manggarai. Tercatat hingga 31 Agustus 2026 j...
01/09/2026

Ketika gempa susulan, mereka mengungsi ke kebun. Keadaan penyintas gempa di Manggarai. Tercatat hingga 31 Agustus 2026 jumlah gempa susulan 10.442 kali (16 hari setelah gempa)
Trauma gempa tidak bisa hilang dalam waktu yg cepat. Beberapa faktor penyebab.
1. Gempa susulan masih terus terjadi. Bahkan tubuh bisa bereaksi dg bergetar sendiri.
2. Rumah yg menjadi tempat tinggal keluarga, keadaan yg tidak kuat lagi karena sudah retak, sebagian hancur. Kembali ke rumah menimbulkan perasaan takut dan cemas yg luar biasa bahkan tidak bisa tidur (trauma)
3. Perasaan cemas, was2 yg berkepanjangan karena masih diliputi pengalaman sebelumnya di lokasi yg masih sama dengan orang2 yg sama
4. Butuh bantuan untuk pendampingan mengatasi trauma (trauma healing)
5. Hindari cerita dan berita2 media tentang gempa.

Semoga korban gempa cepat pulih dari trauma, Amin 🙏

Terima kasih atas kebersamaannya Bruder Yulius Kono FSF.Semoga Tuhan memberkati Bruder ditempat tugas yg Baru
01/09/2026

Terima kasih atas kebersamaannya Bruder Yulius Kono FSF.
Semoga Tuhan memberkati Bruder ditempat tugas yg Baru

Paus Leo XIV mengirimkan bantuan dana kepada korban banjir di Nepal, mendukung upaya pemulihan melalui Caritas NepalSemo...
31/08/2026

Paus Leo XIV mengirimkan bantuan dana kepada korban banjir di Nepal, mendukung upaya pemulihan melalui Caritas Nepal
Semoga segera pulih
Amin🙏🏽❤️

Peristiwa sebenarnya terjadi di Pinhalzinho, Santa Catarina, Brasil, pada 21 September 2025, di Paróquia Santo Antônio. ...
30/08/2026

Peristiwa sebenarnya terjadi di Pinhalzinho, Santa Catarina, Brasil, pada 21 September 2025, di Paróquia Santo Antônio. Foto mulai ramai setelah dipublikasikan pada akhir Oktober/awal November 2025.

Saat air baptis dituangkan ke kepala seorang bayi, kamera menangkap aliran dan tetesan air yang secara kebetulan tampak seperti untaian rosario/terço lengkap dengan bentuk menyerupai salib di ujungnya. Menariknya, bentuk tersebut tidak disadari ketika upacara berlangsung. Detail itu baru terlihat kemudian ketika keluarga memilih foto untuk dicetak. Fotografer dari Tropical Fotografias menyatakan foto tersebut tidak dimanipulasi; laporan yang mengutip pemeriksaan dengan Hive Moderation juga menyebut tidak ditemukan indikasi bahwa gambar dibuat dengan AI.

Pembaptisan tersebut dipimpin oleh Luciano Henrique da Costa, seorang pelayan baptis (ministro). Ia tidak menyatakan bahwa fenomena itu secara resmi merupakan mukjizat, tetapi melihatnya sebagai kesempatan untuk menyadari kehadiran Tuhan dalam hal-hal sederhana.

Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa Ke XXII dan Penerimaan Sakramen Ekaristi (Komuni Pertama)
30/08/2026

Perayaan Ekaristi Hari Minggu Biasa Ke XXII dan
Penerimaan Sakramen Ekaristi (Komuni Pertama)

Kalender Liturgi 29 Agt 2026Sabtu Pekan Biasa XXIPW Wafatnya S. Yohanes Pembaptis, MartirWarna Liturgi: MerahBacaan I: Y...
29/08/2026

Kalender Liturgi 29 Agt 2026
Sabtu Pekan Biasa XXI
PW Wafatnya S. Yohanes Pembaptis, Martir
Warna Liturgi: Merah
Bacaan I: Yer 1:17-19
Mazmur Tanggapan: Mzm 71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab.17
Bait Pengantar Injil: Mat 5:10
Bacaan Injil: Mrk 6:17-29

Tenda pengungsian gempa di Manggarai, barang rohani kudus ikut diungsikan di tenda.Di Flores hal- hal seperti ini biasa,...
28/08/2026

Tenda pengungsian gempa di Manggarai, barang rohani kudus ikut diungsikan di tenda.
Di Flores hal- hal seperti ini biasa, memberikan keyakinan bahwa semua pasti aman.
Dengan adanya barang rohani, setiap malam ada doa rosario bersama sebelum tidur.
Semoga bersama doa Santa Maria, semua dalam lindungan Tuhan, Amin🙏

Dari Altar ke Istana: Celine, OMK St. Agustinus PembawaBaki Bendera Pusaka di Istana NegaraKisah inspiratif datang dari ...
26/08/2026

Dari Altar ke Istana:
Celine, OMK St. Agustinus Pembawa
Baki Bendera Pusaka di Istana Negara

Kisah inspiratif datang dari Celine Olivia Apriani Theo, Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Agustinus Sungai Raya, Keuskupan Agung Pontianak, yang mendapat kepercayaan menjadi pembawa baki bendera pusaka dalam rangkaian Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.

Sebelum berangkat menjalankan tugas sebagai anggota Paskibraka, Celine terlebih dahulu datang kepada Romo Tino untuk memohon berkat khusus. Sebuah langkah sederhana, tetapi penuh makna: sebelum menjalankan tugas besar bagi bangsa, ia menyerahkan dirinya kepada Tuhan.

Tugas di Istana Negara tentu menjadi pengalaman yang membanggakan. Namun, yang lebih menyentuh adalah apa yang dilakukan Celine setelah menyelesaikan tugasnya. Pada Minggu, 23 Agustus 2026, dengan mengenakan seragam lengkap Paskibraka, Celine kembali ke Paroki Santo Agustinus mengikuti Perayaan Ekaristi.

Sesudah Misa, ia membagikan pengalaman selama menjalankan tugas sebagai Paskibraka. Dari tempat kehormatan di Istana Negara, Celine kembali ke tempat ia menimba kekuatan rohani: altar Tuhan dan komunitas Gereja.

Kisah Celine menjadi pengingat bahwa menjadi orang muda Katolik bukan hanya tentang aktif di Gereja, tetapi juga tentang membawa nilai iman ke tengah kehidupan, pendidikan, pelayanan, dan pengabdian kepada bangsa.

Ia pergi menjalankan tugas negara dengan memohon berkat Tuhan, lalu pulang dan kembali mengucap syukur dalam Ekaristi.

Dari Gereja ia berangkat dengan doa, ke Istana ia membawa tanggung jawab, dan kepada Gereja ia kembali membawa kesaksian.

Semoga semakin banyak orang muda Katolik berani mengikuti teladan Celine: berprestasi tanpa melupakan Tuhan, mengabdi kepada bangsa tanpa meninggalkan iman, dan menjadikan setiap kesempatan sebagai jalan untuk memberi yang terbaik bagi Gereja dan Indonesia. ~tentangKatolik~

Address

Jalan Jurusan Noehaen
Kupang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Paroki Santo Stephanus Noehaen posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share