UPP PAR JAOL

UPP PAR JAOL Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from UPP PAR JAOL, Religious organisation, Kupang.

Mari bersiap
01/02/2023

Mari bersiap

22/08/2021

Sekolah Minggu, 22 Agustus 2021

tema : "Pahlawan Masa Kini''

14/08/2021
Selama PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ) Ketong sekolah Minggu di rumah e..Ingat selalu jaga kesehata...
10/07/2021

Selama PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ) Ketong sekolah Minggu di rumah e..
Ingat selalu jaga kesehatan,
Ingat Belajar dan berdoa..
😇🙏

10/07/2021
10/07/2021

Selama PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ) Ketong sekolah Minggu di rumah e..
Ingat jaga selalu jaga kesehatan,
Ingat Belajar dan berdoa..
😇🙏

19/05/2021

Bahan Ajar
Minggu,23 Mei 202

PUJIAN : Kasih Sukacita
Kasih s**acita,
Damai sejahtera,
Kesabaran, kemurahan
Kebaikan kesetiaan,
Kelemahlembutan dan penguasaan diri.

2. DOA PEMBUKA
3. PUJIAN : Ku Ingin Dengar Cerita
4. DOA FIRMAN
5. FIRMAN

Pembacaan : Yoel 2 : 28-32
Tujuan :
Anak-anak mengetahui isi Alkitab
Anak-anak mengetahui tentang Roh Kudus
Anak-anak mau dipimpin oleh Roh Kudus

Cerita Alkitab
Syalom adik-adik !!! selamat hari minggu…. Apa kabar semuanya ? semoga semua selalu dalam keadaan yang baik dan sehat ya…
Adik-adik minggu lalu kita belajar tentang kami mau bersaksi …..ada yang masih ingat tentang arti dari kata bersaksi !!(biarkan anak2 menjawab). Bersaksi artinya orang yang melihat atau mengetahui sendiri suatu peristiwa/kejadian dan menayatakan (mengakui) dengan sesungguh-sungguhnya. Nah adik-adik minggu ini kita akan belajar tentang Roh Kudus menuntun aku untuk bersaksi tapi sebelum itu ada yang tahu tidak tentang Nabi Yoel !!! kitab Yoel ini diyakinii ditulis oleh nabi Yoel sendiri atau pengikut dari nabi Yoel yang mencatat nubuat yang diterima dari Tuhan. Yoel adalah seorang nabi yang bernubuat ditanah Yehuda tepatnya dipusat kota Yerusalem. Sedangkan nama Yoel sendiri adalah nama umum Israel yang artinya Tuhan (“YAH” DAN “YHWH”) adalah Allah (“El”). Nabi Yoel ini bekerja disekitar bait Allah, sehingga ia disebut nabi kultis dan juga Yoel adalah anak laki-laki dari Petuel.
Nah adik-adik setelah kenaikan Yesus ke sorga, Tuhan Yesus menjanjikan kepada murid-muridnya tentang penolong yaitu Roh Kudus. Mengapa Tuhan Yesus memberikan penolong (Roh Kudus), karena Roh Kudus akan menghibur dan menguatkan para murid ketika Tuhan Yesus tidak ada bersama-sama dengan mereka. Adik-adik tahu tidak pada waktu Tuhan memberikan Rohkudus kepada murid-murid semua murid-muridnya sedang bersekutu atau berkumpul memuji nama Tuhan sama seperti kita saat ini yang sedang berkumpul dan mengikuti sekolah minggu. Tugas Roh Kudus itu ada baaaanyak sekali salah satu mengingatkan anak-anak Tuhan ketika salah yaitu, yang tadinya ada yang s**a berbohong, s**a maki, yang malas ke sekolah minggu akan dingatkan oleh Roh Kudus agar jangan berbohong lagi, jangan memaki lagi dan juga jangan malas-malas kesekolah minggu lagi.
Adik-adik senang tidak kalau Roh Kudus tinggal didalam hati adik-adik, nah kalau adik-adik senang maka adik-adik harus rajin kesekolah minggu dengar cerita Alkitab karena Roh Kudus senang tinggal diam didalam hati anak-anak yang rajin sekolah minggu, dan juga anak-anak rajin mengajak teman-teman kesekolah minggu untuk dengar cerita firman Tuhan. Ayooo siapa yang minggu depan berani mengajak teman-teman untuk datang kesekolah minggu !!!
TUHAN YESUS MEMBERKATI. AMIEN
6. AYAT EMAS : Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus (Roma 9:1)

7. PUJIAN PERSEMBAHAN : Roh Kudus Kau Hadir Disini

8. DOA SYAFAAT DAN PENUTUP

04/04/2021

Syalom adik - adik,
Selamat Paskah
Selamat Beribadah. .

RENUNGAN HARIAN ANAK : Lukas  2 : 25-32Lukas 2:30 "Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu"."Ia sendiri...
01/04/2021

RENUNGAN HARIAN ANAK : Lukas 2 : 25-32

Lukas 2:30
"Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu".

"Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran".
1 Petrus 2:24a

"THE MIRACLE OF CHRIST'S LOVE"
(Keajaiban Kasih Kristus)

Adik-adik...bagi sebagian orang, kematian adalah sesuatu yang menakutkan, namun ada p**a yang meresponi dengan biasa saja. Banyak orang enggan berbicara tentang kematian, walau pun kematian bisa datang kepada siapa saja. Mengapa??....Ada beberapa sebab, misalnya karena kematian menyebabkan keterpisahan dengan orang-orang yang dekat dengan kita, atau karena kita merasa masih banyak tugas yang menjadi tanggung jawab kita; dan karena kita belum siap menghadap penghakiman Tuhan. Kita merasa dosa-dosa yang kita perbuat jauh lebih banyak dari kebaikan yang kita lakukan.

William Shakespeare (1564- 1616) sang penyair mengatakan, ”Death, as the Psalmist saith, is certain to all, all shall die.”
“Kematian, seperti yang dikatakan pemazmur, adalah pasti untuk semua orang, semua orang akan mati.” Namun, berbeda dengan orang yang bernama Simeon. Ia bukan hanya tidak takut pada kematian, malah ia berdoa kepada Tuhan, memohon kematiannya (ayat 29).
Siapakah Simeon?.. Alkitab tidak banyak memberi penjelasan tentang dia, ia tidak takut pada kematian bahkan memohon Tuhan memanggilnya p**ang ke alam baka, setelah ia melihat seorang Bayi yang berusia delapan hari.

Siapakah bayi itu??..Yesus!! Sebelumnya, Roh Kudus menyatakan kepada Simeon bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Sang Mesias. Begitu ia tahu bahwa bayi kecil itu adalah Sang Mesias, hatinya bers**acita dan meminta dari ibu bayi itu untuk mengendong-Nya. Ia lalu berkata: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu. “Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,…”Jadi, ketidak-takutan Simeon akan kematian berkaitan dengan bayi itu. Keselamatan yang dari Tuhan juga berkaitan dengan bayi itu. Bayi itu adalah sang Juruselamat manusia yang datang dari Allah. Simeon dengan jelas menyatakan bahwa matanya telah melihat keselamatan yang datang dari Allah.

Ada dua hal yang dikatakan Alkitab tentang identitas Simeon: “Ia seorang yang benar dan
saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel” (ayat 25). Disebutkan bahwa Simeon adalah “seorang yang benar dan saleh,” dan ini tidak berarti bahwa Simeon adalah orang yang sama sekali tidak pernah berbuat dosa, namun hanya menunjukkan bahwa sebagai manusia Simeon telah berusaha untuk hidup sesuai dengan Firman Allah. Disebutkan juga bahwa ia adalah seorang “yang menantikan penghiburan bagi Israel.” Ribuan tahun mereka berusaha hidup di bawah Hukum Taurat yang diberikan Allah kepada mereka, tetapi hukum Taurat bukan memerdekakan mereka, malah menunjukkan ketidak-mampuan mereka untuk lepas dari kuasa dosa (Roma 7:7). Kenyataan inilah yang membuat orang-orang Yahudi berduka dan menanti penghiburan dari Allah.
Di sinilah keselamatan itu hanya menjadi ketidakpastian dan kematian itu menjadi momok yang menakutkan mereka. Dalam duka Israel menantikan penghiburan dari Tuhan, dan Tuhan yang menyelamatkan mereka.

Adik-adik..keselamatan itu bukan hasil dari kemampuan kita melakukan hukum-hukum Allah, bukan juga karena perbuatan baik kita, sedekah, ibadah, atau persembahan kita kepada Allah. Tetapi keselamatan itu datang dari Tuhan sendiri. Itulah sebabnya Simeon tidak lagi takut akan kematian, bahkan memohon agar kematian cepat-cepat datang kepadanya. Hal ini adalah berita yang disampaikan Allah sejak Perjanjian Lama. Di dalam kisah tulah ke 10 di Mesir, Allah menyatakan bahwa darah anak domba yang dibubuhkan pada tiang dan ambang pintu rumah telah menyebabkan keselamatan bagi anak sulung yang ada di dalam rumah tersebut. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus berkata: “Sudah selesai!” Artinya, bukan hanya seluruh misi yang Allah Bapa berikan kepada Yesus telah selesai dijalankan-Nya sampai akhir, melainkan juga seluruh hutang hukuman dosa manusia telah selesai dilunaskan dengan kematian-Nya diatas kayu salib.

Apa dampak pelunasan ini bagi kita yang percaya pada Yesus? Tak ada lagi penghukuman bagi kita. Penghukuman itu sudah ditanggung oleh Yesus dengan kematian-Nya di kayu salib. Selain itu, Allah memberikan hidup kekal bagi kita (Yohanes 10:28). Betapa luar biasanya pengorbanan dan keselamatan yang diberikan-Nya secara gratis kepada kita. Darah-Nya telah membasuh semua dosa kita agar kita kelak dapat masuk ke kerajaan Bapa di surga. Tetapi...apa respon kita menyaksikan keajaiban kasih Tuhan diatas kayu salib?....Kristus datang kepada kita setiap hari dalam bentuk Alkitab yang tidak kita baca, dalam bentuk gereja yang tidak kita datangi, dalam bentuk kebutuhan manusia yang kita lewati, itukah respon kita?...

Kiranya Tuhan meneguhkan iman kita semua. Dan selama kita masih hidup, marilah kita
mengisi hidup ini dengan menghasilkan buah yang menyenangkan hati Allah. karena dikatakan dalam Lukas 19:47 "Tuhan menghendaki kita untuk hidup kudus dan tetap tekun dalam mengupayakan keselamatan melalui hidup yang benar sesuai yang Tuhan kehendaki". Karena kasih-Nya kepada kita, Yesus bersedia menjadi manusia dan merendahkan diriNya dan taat atas perintah Bapa-Nya sampai mati. Mari kita renungkan dan benar-benar menghayati penderitaan Kristus sampai kita dapat berkata bersama Paulus, “Saya telah disalibkan dengan Kristus; bukan lagi saya yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam saya; dan hidup yang sekarang aku jalani dalam daging, aku hidup dalam iman di dalam Anak Allah, yang mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untukku ”(Galatia 2:20).
Maukah adik-adik melakukannya?.... Jadikan ini renungan bagi kita semua, anak-anak Allah yang telah diselamatkan.

Doa : "Tuhan Yesus yang baik, terima kasih untuk renungan yang menegur dan telah mengingatkan kami. Biarlah hidup kami hanya memuliakan nama-Mu, sehingga pengorbanan-Mu tidak menjadi sia-sia. Terima kasih untuk Keajaiban kasih-Mu. Amin".🙏

RENUNGAN HARIAN ANAK : Matius 27:46"Eli, Eli, lama sabakhtani?"..Matius 27:46"Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan"...
09/03/2021

RENUNGAN HARIAN ANAK : Matius 27:46

"Eli, Eli, lama sabakhtani?"..
Matius 27:46

"Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan".
Roma 8:24a

"HOPE IN THE CROSS OF CHRIST"
(Harapan dalam Salib Kristus)

Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?". Adik-adik...inilah perkataan salib Yesus yang ke-empat. Ucapan "ELI ELI LAMA SABAKHTANI," selama ini dianggap sebagai ungkapan derita rohani yang horor dan mencekam. Namun, sesungguhnya dalam pemahaman "Jewish insight into the scripture" itu adalah ungkapan PENGHARAPAN!

Penafsiran Gerejawi (Theologi Barat) memandang bahwa ucapan Tuhan Yesus "Eli, Eli, lama sabakhtani?" adalah "ucapan penderitaan rohani." Yaitu bahwa Roh Allah harus pergi, maka ia baru dapat mati. Dan, Yesus Kristus menghadapi hal itu dengan kegentaran dan kesedihan yang dahsyat sehingga Ia berteriak: "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Ingat yah adik-adik...tafsiran seperti ini tidak sesuai dengan ayat-ayat Alkitab. Penafsiran Gereja Barat bahwa ucapan "Eli Eli Lama Sabakhtani" yang ditafsirkan sebagai "ungkapan derita rohani," adalah "penafsiran yang kurang tepat." Kita harus mengingat bahwa Tuhan Yesus di Taman Getsemani sudah menyatakan kerelaan-Nya untuk meminum cawan penderitaan itu, bahkan 3 kali!

Perhatikan ayat dibawah ini !
Matius 26:39, 42, 44
"Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."
"Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: "Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!" Pernyataan dalam Matius 26:39, 42, 44 menunjukkan keteguhan Yesus Kristus untuk meminum Cawan Penderitaan itu. Jadi jika ungkapan "Eli Eli Lama Sabakhtani" diartikan "derita rohani" tidak akan sesuai dengan tekad Tuhan Yesus yang dinyatakan di 3 ayat dalam 26:39, 42, 43-44 itu.

Dengan pemahaman ini, kita akan tahu mengapa Tuhan Yesus mengucapkan Syair yang khusus ini??...Sebab...dengan kematian-Nya ada HARAPAN hidup bagi Israel.
Martin Luther pernah memikirkan ayat ini selama berjam-jam dan akhirnya ia berdiri sambil memukul dadanya dan berkata, "Siapakah yang dapat mengerti bahwa Allah meninggalkan Allah?" Sampai mati pun Martin Luther tidak dapat memahami mengapa Tuhan Yesus mengucapkan "Eli Eli Lama Sabakhtani." Ya, sebab dia seorang Bule Eropa, seorang theolog Barat yang tidak mempelajari nafas Semitik dimana Alkitab kita secara original dituliskan, dengan nafas timur-nya yang sangat kental. Sebab jika kita membatasi diri pada literatur-literatur Barat, menutup diri pada ajaran-ajaran dari para theolog Barat, maka hanya sebatas itulah pemahaman yang akan kita dapat. Ambiguitas itu dibawa mati sampai ke liang kubur oleh Martin Luther.

Sesudah tiga jam kegelapan itu terjadi, barulah orang-orang menyadari bahwa matahari tidak bersinar (Lukas 23:44-45). Orang-orang yang memaku dan menjatuhkan hukuman dengan semena-mena menjadi takut dan gentar. Pilatus tidak bisa menjelaskan mengapa matahari tidak bersinar. Pemimpin-pemimpin agama dan orang-orang Yahudi menjadi terkejut dan terdiam. Tidak ada suara di Golgota. Di tengah-tengah kegelapan mereka menjadi sunyi. Dalam kegelapan ini, Yesus Kristus tidak mengucapkan satu kalimat pun.

Setelah tiga jam lewat, Kristus mengucapkan kalimat ke empat di atas salib. Apakah setelah disalibkan selama enam jam, manusia masih mempunyai kekuatan yang besar? Apakah setelah mengalirkan darah begitu banyak, manusia masih bisa meneriakkan suara yang keras? Tidak mungkin!! Ini satu hal yang tidak logis. Sesudah enam jam mengalirkan darah terus menerus, menurut ilmu kedokteran, orang tersebut pasti menjadi lemah sekali dan tidak memiliki kekuatan apapun untuk mengucapkan sesuatu. Jika kita terluka dan luka itu terus mengalirkan darah tanpa henti, bukankah satu dua menit kemudian hati kita sudah mulai gelisah? Bagaimanakah jika itu terjadi selama enam jam? Darah dalam tubuh orang dewasa ada kira-kira lima liter. Lima liter darah yang keluar dari luka-luka yang besar, akan habis dalam waktu yang tidak terlalu lama. Tetapi dalam keadaan demikian, Yesus Kristus berteriak dengan suara yang keras! Suara yang timbul dari satu kekuatan yang bukan ditimbulkan oleh manusia biasa yang hendak mati, tetapi kekuatan yang membuktikan bahwa Kristus tidak lemah. Kristus berteriak: “Eli, Eli, lama sabakhtani!” . “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Suara itu bukan saja menggentarkan hati manusia yang ada di bukit Golgota, tapi suara yang begitu keras menggema di awan-awan dan seluruh alam semesta. "My God, My God, why hast Thou forsaken Me?" Kalimat ke empat ini begitu menggentarkan hati untuk kita renungkan. Perkataan Kristus ini adalah yang paling sulit dimengerti. Kata-kata ini merupakan puncak dari segala penderitaan-Nya bagi dunia yang terhilang. Seruan-Nya dalam bahasa Aram menunjukkan bahwa Dia sedang mengalami pemisahan dari Allah sebagai pengganti orang berdosa. Pada tahap ini semua kesedihan, penderitaan, dan rasa sakit mencapai puncaknya. Ia tertikam oleh karena pemberontakan kita (Yesaya 53:5) dan Ia telah memberikan diri-Nya sebagai "tebusan bagi banyak orang" (Matius 20:28; 1Timotius 2:6). Dia yang tidak mengenal dosa "telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita"
(2 Korintus 5:21); Dia mati sebagai yang ditinggalkan, agar kita tidak akan pernah ditinggalkan oleh-Nya. Demikianlah kita ditebus oleh penderitaan Kristus

Bukankah Kristus dapat kita ibaratkan sebagai matahari kebenaran, kekekalan, keadilan dan mempunyai terang yang lebih besar dari matahari yang kita kenal dalam alam semesta? Tetapi janganlah kita lupakan bahwa ketika Kristus menanggung dosa kita, Ia mengalami kegelapan yang paling gelap, dan kegelapan itu terjadi pada jam dua belas, waktu di mana seharusnya matahari bersinar paling terik. Inilah suatu paradoks yang tidak habisnya kita pikirkan seumur hidup. Kristus adalah Tuhan Pemberi hidup, tetapi Dia menerima kematian di paku di atas kayu salib. Kristus adalah Pelepas bagi seluruh umat manusia, tetapi Dia diikat dan terbelenggu di atas kayu salib. Dia adalah Pemberi berkat bagi seluruh zaman dan semua bangsa, tetapi Dia sendiri menerima kutukan dan ejekan di atas kayu salib. Dia adalah terang, tetapi Dia menerima kegelapan paling besar di kayu salib, untuk memberi PENGHARAPAN bagi kita , umat milik-Nya. Masih adakah yang merasa tidak memiliki PENGHARAPAN oleh pengorbanan Yesus di kayu salib?....Mari adik-adik, kita renungkan hal ini yah..

Doa : "Tuhan Yesus yang baik, terima kasih untuk pengorbanan-Mu di kayu salib yang memberi PENGHARAPAN bagi kami umat yang penuh dosa. Sungguh kami bersyukur memiliki Allah seperti Engkau. Biarlah kami boleh terus memikul salib-Mu dan mengingat ada PENGHARAPAN didalam Engkau. Terima kasih Tuhan Yesus, kami sungguh bangga menjadi milik-Mu. Amin".

RENUNGAN HARIAN ANAK : Lukas 9:23“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya seti...
06/03/2021

RENUNGAN HARIAN ANAK : Lukas 9:23

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Lukas 9:23

"TAKE UP YOUR CROSS!"
(Angkat salibmu!)

Pada zaman Romawi, seseorang yang dijauhi hukuman salib akan dipaksa untuk memikul sendiri salibnya dari tempat dia dijatuhi hukuman sampai ke tempat penyaliban. Dengan cara demikian dipertontonkan bahwa dia telah bersalah pada negara dan tunduk pada negara, yang telah menjatuhkan hukuman mati pada mereka. Gambaran ini digunakan oleh Lukas untuk menyatakan bahwa orang Kristen harus menjalani hidup seolah-olah telah dijatuhi “hukuman mati,” yaitu mati terhadap nilai-nilai dunia yang tidak sesuai dengan kehendak Allah dan tunduk pada nilai-nilai dalam Kerajaan Allah.

Adik-adik....kita sudah belajar perkataan Salib Tuhan Yesus yang pertama tentang "Pengampunan", dan hari ini kita renungkan perkataan Salib yang kedua tentang "Keselamatan". Dalam perkataan-Nya yang kedua, Yesus menjamin orang berdosa yang bertobat dan percaya kepada-Nya akan bersama-sama dengan Dia di Firdaus. Seruan jaminan kepastian yang diucapkan Yesus merupakan bentuk kasih yang menyelamatkan.

Salah satu penjahat yang disalibkan bersama Kristus, ia telah mengenali siapa Tuhan Yesus dan menyatakan imannya kepadanya sebagai Juruselamat. Di sini kita melihat anugerah Tuhan dicurahkan melalui iman. Tuhan Yesus memberikan jaminan kepada orang yang menjelang ajalnya tentang pengampunan dan keselamatan kekal-Nya. Lukas 23:43 :
Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Dalam Perjanjian Baru, istilah "Firdaus" dipakai sebagai nama lain untuk Sorga, tempat kemuliaan orang-orang yang telah meninggal (Lukas 23:43; 2 Korintus 12:3). "Firdaus" juga disebut sebagai Taman Allah: Yehezkiel 28:13
"Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu"

"Firdaus" adalah kata Yunani yang berasal dari bahasa Persia yang berarti "taman" atau "kebun." Dalam Perjanjian Lama kata ini digunakan dalam Yehezkiel 28:13; 31:8, "taman Eden" (GAN-EDEN). Dalam tulisan orang-orang Yahudi yang lebih akhir, kata ini menunjukkan tempat di mana orang-orang benar diberkati di masa antara kematian dan kebangkitan.

Ucapan kedua yang ditujukan kepada penjahat yg bertobat ini, ia melihat melampaui salib suatu mahkota dan kemuliaan yang akan datang, dan yang berkata kepada Tuhan Yesus, "Ingatlah akan daku, apabila Engkau datang sebagai Raja" (Lukas 23: 42). Menjawab permohonan itu, Tuhan Yesus berkata, dengan tidak perlu menunggu berabad-abad lamanya, tapi sebelum matahari terbenam, yaitu "pada hari ini juga, engkau akan bersama-sama dengan Aku dalam kebahagiaan di Firdaus".
Jawaban yang luar biasa bukan?...Penjahat itu tidak mengharapkan untuk diingat segera namun jawaban Yesus "hari ini" melebihi apa yang ia minta. Yesus mengundangnya untuk menikmati persekutuan dengan-Nya di hadirat Allah "hari ini," yakni segera setelah kematian.

Apakah maksud dari keselamatan itu? Apakah supaya kita dapat menyelamatkan diri kita sendiri? Di dalam Alkitab tindakan kita menyelamatkan diri sendiri akan menyebabkan kita kehilangan segalanya. “Barangsiapa yang ingin menyelamatkan nyawanya maka dia akan kehilangan nyawanya, akan tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya demi Aku dan demi Injil, maka dia akan menyelamatkannya.”

Dasar dari penyangkalan diri adalah pemahaman bahwa keselamatan hanya berasal dari Tuhan, tidak bisa dilakukan dengan cara sendiri. Setelah diselamatkan, orang-orang Kristen memahami bahwa Tuhanlah yang menjadi penguasa (tuan) di dalam kehidupan mereka. Oleh sebab itu, mereka tidak melakukan apa yang menjadi keinginan dirinya sendiri, tetapi keinginan Tuhan. Dikatakan bahwa “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.” Lukas 9:23

Penderitaan Tuhan Yesus yang sudah memikul salib-Nya, dan salib yang dipikul-Nya adalah masalah terberat yang dihadapi oleh seluruh umat manusia yaitu dosa, dan "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." (Matius 8:17), bahkan Ia rela mencucurkan darah-Nya dan mati bagi kita di kayu salib. Jadi salib yang harus kita pikul setiap hari sesungguhnya tidak sebanding dengan kemenangan yang Tuhan berikan.
Mari adik-adik kita mensyukuri karya keselamatan yang Tuhan Yesus berikan kepada setiap kita anak-anakNya dengan memikul salib-Nya setiap hari. Jadikan hal ini sebagai renungan bagi kita semua yah.

Doa : "Tuhan Yesus yang baik, terima kasih untuk karya keselamatan yang kami terima. Ampuni kami dan ingatkan kami untuk memikul salib-Mu setiap hari. Terima kasih untuk kasih-Mu yang memberi keselamatan bagi kami. Amin...".

Address

Kupang
852111

Telephone

+6285337268746

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when UPP PAR JAOL posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to UPP PAR JAOL:

Share