01/04/2021
RENUNGAN HARIAN ANAK : Lukas 2 : 25-32
Lukas 2:30
"Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu".
"Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran".
1 Petrus 2:24a
"THE MIRACLE OF CHRIST'S LOVE"
(Keajaiban Kasih Kristus)
Adik-adik...bagi sebagian orang, kematian adalah sesuatu yang menakutkan, namun ada p**a yang meresponi dengan biasa saja. Banyak orang enggan berbicara tentang kematian, walau pun kematian bisa datang kepada siapa saja. Mengapa??....Ada beberapa sebab, misalnya karena kematian menyebabkan keterpisahan dengan orang-orang yang dekat dengan kita, atau karena kita merasa masih banyak tugas yang menjadi tanggung jawab kita; dan karena kita belum siap menghadap penghakiman Tuhan. Kita merasa dosa-dosa yang kita perbuat jauh lebih banyak dari kebaikan yang kita lakukan.
William Shakespeare (1564- 1616) sang penyair mengatakan, ”Death, as the Psalmist saith, is certain to all, all shall die.”
“Kematian, seperti yang dikatakan pemazmur, adalah pasti untuk semua orang, semua orang akan mati.” Namun, berbeda dengan orang yang bernama Simeon. Ia bukan hanya tidak takut pada kematian, malah ia berdoa kepada Tuhan, memohon kematiannya (ayat 29).
Siapakah Simeon?.. Alkitab tidak banyak memberi penjelasan tentang dia, ia tidak takut pada kematian bahkan memohon Tuhan memanggilnya p**ang ke alam baka, setelah ia melihat seorang Bayi yang berusia delapan hari.
Siapakah bayi itu??..Yesus!! Sebelumnya, Roh Kudus menyatakan kepada Simeon bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Sang Mesias. Begitu ia tahu bahwa bayi kecil itu adalah Sang Mesias, hatinya bers**acita dan meminta dari ibu bayi itu untuk mengendong-Nya. Ia lalu berkata: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu. “Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,…”Jadi, ketidak-takutan Simeon akan kematian berkaitan dengan bayi itu. Keselamatan yang dari Tuhan juga berkaitan dengan bayi itu. Bayi itu adalah sang Juruselamat manusia yang datang dari Allah. Simeon dengan jelas menyatakan bahwa matanya telah melihat keselamatan yang datang dari Allah.
Ada dua hal yang dikatakan Alkitab tentang identitas Simeon: “Ia seorang yang benar dan
saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel” (ayat 25). Disebutkan bahwa Simeon adalah “seorang yang benar dan saleh,” dan ini tidak berarti bahwa Simeon adalah orang yang sama sekali tidak pernah berbuat dosa, namun hanya menunjukkan bahwa sebagai manusia Simeon telah berusaha untuk hidup sesuai dengan Firman Allah. Disebutkan juga bahwa ia adalah seorang “yang menantikan penghiburan bagi Israel.” Ribuan tahun mereka berusaha hidup di bawah Hukum Taurat yang diberikan Allah kepada mereka, tetapi hukum Taurat bukan memerdekakan mereka, malah menunjukkan ketidak-mampuan mereka untuk lepas dari kuasa dosa (Roma 7:7). Kenyataan inilah yang membuat orang-orang Yahudi berduka dan menanti penghiburan dari Allah.
Di sinilah keselamatan itu hanya menjadi ketidakpastian dan kematian itu menjadi momok yang menakutkan mereka. Dalam duka Israel menantikan penghiburan dari Tuhan, dan Tuhan yang menyelamatkan mereka.
Adik-adik..keselamatan itu bukan hasil dari kemampuan kita melakukan hukum-hukum Allah, bukan juga karena perbuatan baik kita, sedekah, ibadah, atau persembahan kita kepada Allah. Tetapi keselamatan itu datang dari Tuhan sendiri. Itulah sebabnya Simeon tidak lagi takut akan kematian, bahkan memohon agar kematian cepat-cepat datang kepadanya. Hal ini adalah berita yang disampaikan Allah sejak Perjanjian Lama. Di dalam kisah tulah ke 10 di Mesir, Allah menyatakan bahwa darah anak domba yang dibubuhkan pada tiang dan ambang pintu rumah telah menyebabkan keselamatan bagi anak sulung yang ada di dalam rumah tersebut. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus berkata: “Sudah selesai!” Artinya, bukan hanya seluruh misi yang Allah Bapa berikan kepada Yesus telah selesai dijalankan-Nya sampai akhir, melainkan juga seluruh hutang hukuman dosa manusia telah selesai dilunaskan dengan kematian-Nya diatas kayu salib.
Apa dampak pelunasan ini bagi kita yang percaya pada Yesus? Tak ada lagi penghukuman bagi kita. Penghukuman itu sudah ditanggung oleh Yesus dengan kematian-Nya di kayu salib. Selain itu, Allah memberikan hidup kekal bagi kita (Yohanes 10:28). Betapa luar biasanya pengorbanan dan keselamatan yang diberikan-Nya secara gratis kepada kita. Darah-Nya telah membasuh semua dosa kita agar kita kelak dapat masuk ke kerajaan Bapa di surga. Tetapi...apa respon kita menyaksikan keajaiban kasih Tuhan diatas kayu salib?....Kristus datang kepada kita setiap hari dalam bentuk Alkitab yang tidak kita baca, dalam bentuk gereja yang tidak kita datangi, dalam bentuk kebutuhan manusia yang kita lewati, itukah respon kita?...
Kiranya Tuhan meneguhkan iman kita semua. Dan selama kita masih hidup, marilah kita
mengisi hidup ini dengan menghasilkan buah yang menyenangkan hati Allah. karena dikatakan dalam Lukas 19:47 "Tuhan menghendaki kita untuk hidup kudus dan tetap tekun dalam mengupayakan keselamatan melalui hidup yang benar sesuai yang Tuhan kehendaki". Karena kasih-Nya kepada kita, Yesus bersedia menjadi manusia dan merendahkan diriNya dan taat atas perintah Bapa-Nya sampai mati. Mari kita renungkan dan benar-benar menghayati penderitaan Kristus sampai kita dapat berkata bersama Paulus, “Saya telah disalibkan dengan Kristus; bukan lagi saya yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam saya; dan hidup yang sekarang aku jalani dalam daging, aku hidup dalam iman di dalam Anak Allah, yang mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untukku ”(Galatia 2:20).
Maukah adik-adik melakukannya?.... Jadikan ini renungan bagi kita semua, anak-anak Allah yang telah diselamatkan.
Doa : "Tuhan Yesus yang baik, terima kasih untuk renungan yang menegur dan telah mengingatkan kami. Biarlah hidup kami hanya memuliakan nama-Mu, sehingga pengorbanan-Mu tidak menjadi sia-sia. Terima kasih untuk Keajaiban kasih-Mu. Amin".🙏