Gereja Hati Kudus Yesus Kuningan

Gereja Hati Kudus Yesus Kuningan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Gereja Hati Kudus Yesus Kuningan, Religious organisation, Kuningan.

11/06/2013

menjemput ulangtahun gereja................

23/02/2013

Sabda Hidup
Sabtu, 23 Februari 2013
Polikarpus
Warna Liturgi Ungu

Bacaan-bacaan Hari Ini
Ul. 26:16-19 atau Why. 2:8-11; Mzm. 119:1-2,4-5,7-8; Mat. 5:43-48

Renungan
Semenjak pengumuman pengunduran diri Bapa Suci Paus Benediktus XVI beredar banyak berita negatif. Ada yang menyebarkan Paus berpindah agama. Ada yang mengatakan Paus dalam ancaman hukuman pidana. Dan masih banyak lagi berita yang lain.
Ketika mendengar berita itu ada yang cuma tersenyum bahkan tertawa ngakak, ada yang bingung, ada yang ragu-ragu. Namun ada p**a yang resah dan gelisah. Puluhan broadcast pesan itu pun kuterima.
Apa yang bisa kita lakukan pada pembuat berita tersebut? Membalas? Kurasa gak ada gunanya. Yesus bersabda: "Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (ay. 44). Saya rasa Bapa Suci sebagai yang teraniaya oleh berita itu pun sudah mendoakan dan mengampuni si pembuat berita itu. Maka marilah kita juga mendoakannya dan lebih-lebih mendoakan Bapa Suci agar terhindar dari segala macam bahaya.

Doa Perutusan
Tuhan, banyak kemungkinan untuk membalas kejahatan orang. Namun Engkau mengajari kami untuk mengasihi dan mendoakan mereka. Engkau menghendaki kami sempurna, sama seperti DiriMu yang adalah sempurna.
Utuslah Roh Kudusmu menjagai setiap langkahku agar aku sepanjang hari ini tidak mudah terpancing amarah serta mampu mengampuni dan mendoakan yang bersalah padaku. Amin.

23/02/2013

Berita2 hoax pengunduran diri Bapa Suci Benediktus XVI....

Di facebook, twitter dan jejaring sosial lainnya, bahkan lewat BBM dan SMS beredar berita bahwa Bapa Suci Benediktus mengundurkan diri karena telah meninggalkan Gereja Katolik dan keyakinannya sebagai penerus Kristus dan para rasul....

Ini berita yang sangat lucu dan penuh kebohongan....hanya karena sebuah foto kunjungan Bapa Suci pada tahun 2006 yang melakukan kunjungan ke sebuah masjid di Turki, dikatakan bahwa Bapa Suci sedang melakukan ritual kegamaan lain....jelas terlihat bahwa di foto ini Bapa Suci hanya menundukkan kepala sedangkan orang2 di belakangnya tidak melakukan hal serupa....

Prihatinnya adalah banyak umat Katolik terprovokasi dan menjadi goncang imannya karena berita bohong ini....

Bapa Suci Benediktus mengundurkan diri karena ALASAN KESEHATAN dan Beliau bukan Paus pertama yang mengundurkan diri....apakah hal ini aneh? TIDAK....

For your info, Bapa Suci Beato Yohanes Paulus II juga digosipkan meninggalkan Gereja Katolik....

Dimana2 entah di Indonesia dan mancanegara, Gereja Katolik selalu menjadi pusat perhatian karena Gereja adalah institusi tertua di muka bumi ini yang telah bertahan selama 2000 tahun....Gereja telah melewati banyak tantangan dan tetap bertahan karena apa?

Janji ⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴ †ŮĦάή Ɣέ§Ů§ sendiri "Di atas Batu Karang ini, Αku akan mendirikan jemaatKu dan ALAM MAUT TAKKAN MENGUASAINYA"

Apakah iblis menyukai kebenaran? Тidak! Sampai kapanpun ia akan terus menyerang kebenaran itu, dan mereka yang menyerang Gereja dengan berita2 HOAX adalah rekan sekerja iblis....

Apakah Anda mau setia pada Kristus dan GerejaNya?
Tak pernah ada alasan untuk meninggalkan Kristus dan Gereja Katolik....

--Deo Gratias--

21/02/2013

Sabda Hidup
Jumat, 22 Februari 2013
Pesta Takhta St. Petrus
Warna Liturgi Putih

Bacaan
1Ptr. 5:1-4; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Mat. 16:13-19

Renungan
Andai Yesus bertanya padamu: siapa Aku menurutmu? Apa jawabanmu? Tampaknya akan banyak jawaban. Mungkin ada yang mengatakan: sahabatku, kekasih jiwaku, Tuhanku, sumber inspirasiku dan lain-lain. Petrus memberi jawaban yang berkenan di hati Tuhan: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (ay 16).
Setiap pribadi boleh saja menganggap siapa Yesus bagi dirinya. Yang tidak bisa kita lupakan adalah apa yang dikatakan Yesus yaitu bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Pengakuan Petrus merupakan pengakuan iman pengikut Kristus. Pengakuan itu mengikatkan kita pada pada kesatuan kepercayaan pada Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus.
Marilah kita memohon pada Tuhan agar kita pun dibimbing pada pengakuan iman tersebut dan selalu terdorong untuk mengakarkan dalam hati kita dan menumbuhkan dalam aneka tindakan dan kata kita.

Kontemplasi
Bayangkan Yesus datang padamu dan bertanya: siapa Aku menurutmu? Ikuti terus percakapanmu dengan Yesus.

Refleksi
Tulislah pengenalanmu pada Yesus.

Doa
Yesus, semoga aku makin mengenalmu dan menghadirkanMu dalam kata dan tindakanku. Amin.

Perutusan
Aku mengaskan kembali pengakuan imanku pada Yesus.

21/02/2013

Sabda Hidup
Kamis, 21 Februari 2013
Petrus Damianus
Warna Liturgi Ungu

Bacaan
Est. 4:10a,10c-12,17-19; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Mat. 7:7-12
Renungan
Kalau membaca kutipan ini: "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka" (ay 12), apa komentar spontanmu?
Ketika membaca kutipan tersebut sepontan muncul kata: jangan mudah meminta orang melakukan sesuatu, atau kalau mau meminta seseorang melakukan sesuatu aku mesti melakukannya terlebih dulu.
Banyak peristiwa orang atau lembaga menginginkan orang/lembaga lain berbuat kebaikan padanya, namun kala diminta yang sebaliknya selalu menghindar. Ketika orang lain tidak berkenan memenuhi keinginannya dicaci, dimarahi, dicacat dll. Namun ia melenggang aja ketika yang lain membutuhkannya.
Sebagai pengikut Kristus kita diundang untuk tidak menuntut orang lain melakukan sesuatu untuk kita kalau kita pun tidak mau melakukan sebaliknya. Ketika kita dalam kesulitan kita bisa datang pada Yesus dan meminta padaNya untuk menolong. Dia akan menerima dengan baik dan memberikan pertolongan semestinya. Kontemplasi
Duduklah dengan tenang. Bayangkan dirimu lagi berada dalam kelelahan dan membutuhkan pertolongan. Datanglah pada Yesus dan utarakan kondisimu padaNya.

Refleksi
Tulislah pengalaman pertolongan yang kauterima dari Tuhan.

Doa
Tuhan, semoga aku tidak mudah merepotkan orang lain, dan percaya pada pertolonganMu.

Perutusan
Aku akan menahan diri menuntut orang lain melakukan sesuatu di mana aku sendiri tidak mau melakukannya.

20/02/2013

Sabda Hidup
Rabu, 20 Februari 2013
Hari Biasa
Warna Liturgi Ungu

Bacaan
Yun. 3:1-10; Mzm. 51:3-4,12-13,18-19; Luk. 11:29-32

Renungan
Jengkel. Semua orang bisa mengalami rasa jengkel. Seorang ibu jengkel karena anaknya tidak segera bersiap berangkat sekolah. Pemimpin jengkel kala anak buah lambat berkerja. Tapi bisa juga rakyat jengkel melihat para pemimpinnya saling bertengkar, korupsi dan hanya ngurusi kelompok dan keluarganya. Rasa jengkel bisa mendatangkan kata-kata pedas maupun tindakan yang menyakitkan, selaras dengan tingkat kejengkelannya.
Yesus jengkel dengan orang-orang yang tidak percaya dan selalu menuntut tanda. Pada mereka ini tidak lagi diberikan suatu tanda apapun selain tanda nabi Yunus. Dengan tanda itu Ia berharap orang-orang pun bertobat dan berbalik pada Allah.
Dalam rasa jengkel kita pun selalu mempunyai harapan terjadinya perubahan sikap. Perubahan itu yang mungkin membuat orang menjadi lega dan mampu menciptakan kehidupan yang cerah.

Kontemplasi
Pejamkan matamu. Hadirkan para pemimpin bangsa kita. Hadirkan mereka yang korup, mementingkan keluarga dan kelompoknya, membiarkan keamanan rakyat terancam. Katakan sesuatu yang bisa mempertobatkannya.

Refleksi
Tulislah pengalamanmu ketika sedang jengkel dan bagaimana mengelolanya.

Doa
Tuhan, semoga hidupku tidak membuat Engkau jengkel padaku. Amin.

Perutusan
Aku akan berusaha tampil manis pada mereka yang kutemui.

18/02/2013

Sabda Hidup
Senin, 18 Februari 2013
Fransiskus Regis Clet
Warna Liturgi Ungu

Bacaan
Im. 19:1-2,11-18; Mzm. 19:8,9,10,15; Mat. 25:31-46

Renungan
Siapakah orang miskin? Apakah mereka yang mengamen, meminta-minta di perempatan lampu merah? Atau mereka yang sekalipun sudah bekerja dari pagi sampai malam tapi penghasilannya tetap di bawah standar hidup? Atau kedua-duanya?
Sekarang ini makin banyak orang yang mengaku miskin. Liat aja kalau ada pembagian entah itu sembako, uang atau apa pun ribuan orang mengantri. Banyak yang sebenernya miskin malah tidak mendapatkan bantuan karena tidak mampu memenuhi prosedur administratif yang berlaku.
Tampaknya butuh kejelian untuk sungguh-sungguh melihat mana yang membutuhkan bantuan dan mana yang pura-pura membutuhkan bantuan atau ambil untung dari situasi yang ada. Karya karitatif tetap menjadi panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Namun karya karitatif ini perlu memberdayakan mereka yang dibantu. Semoga banyak orang makin terangkat kesejahteraannya karena kerelaan kita untuk berbagi.

Kontemplasi
Pejamkan sejenak matamu. Bayangkan kerumunan orang menantikan pembagian sembako. Siapa di antara mereka yang sebenarnya layak dibantu?

Refleksi
Tulislah pengalamanmu memberdayakan sesamamu.

Doa
Tuhan, semoga hidupku penuh belas kasih dan terbuka untuk saling memberdayakan. Amin.

Perutusan
Aku akan memilih satu dua orang yang kekurangan dan membantunya agar berdaya dan sejahtera.

14/02/2013

Sabda Hidup
Jumat, 15 Februari 2013
Hari Jumat sesudah Rabu Abu
Warna Liturgi Ungu

Bacaan
Yes. 58:1-9a; Mzm. 51:3-4.5-6a.18-19; Mat. 9:14-15

Bacaan Injil Mat. 9:14-15
14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" 15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Renungan
Pada hari rabu abu kemarin, Yesus mengingatkan para murid agar tetap segar kala berpuasa. Tidak perlu mengharapkan orang menghormati dirinya yang lagi berpuasa. Hari ini kita mendengar bagaimana Yesus menanggapi pertanyaan murid-murid Yohanes tentang puasa. Kesannya Yesus membela para muridNya karena mereka lagi berada dalam kebersamaan dengan diriNya. Saatnya waktu puasa akan tiba bagi mereka.
Ada masa untuk berpuasa. Ada masa untuk tidak berpuasa. Ada yang berpuasa. Ada yang tidak berpuasa. Semua orang mempunyai kesempatan untuk memilih. Ketika ia memilih berpuasa ia tidak perlu risau dengan yang tidak berpuasa. Jalanilah hidup selaras dengan pilihanmu dan tidak perlu resah kalau pilihanmu tidak dipilih orang lain.

Kontemplasi
Bayangkan percakapan Injil Mat. 9:14-15. Sebagai siapakah dirimu?

Refleksi
Tulislah pengalamanmu ketika menemui orang yang berbeda cara hidup denganmu.

Doa
Tuhan semoga aku tekun menjalani pilihanku dan menghargai pilihan orang lain yang berbeda denganku. Amin.

Perutusan
Aku akan belajar menerima yang berbeda pilihan denganku.

14/02/2013

Sabda Hidup
Kamis, 14 Februari 2013
Hari Kamis sesudah Rabu Abu,Sirilus & Metodius
Warna Liturgi Ungu

Bacaan
Ul. 30:15-20; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 9:22-25

Renungan
Dalam ayat 25 dikatakan, "Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?" Sabda ini layak dibaca oleh para koruptor. Umumnya orang-orang tersebut sudah mempunyai harta, jabatan yang baik, namun karena merasa kurang mereka ingin meraup harta dunia itu dan akhirnya merugikan dirinya sendiri. KPK menangkap dan menahannya, anak-anaknya diolok-olok sebagai anak napi dan koruptor. Jabatan yang diperjuangkan sepanjang hidupnya hilang dalam sekejap. Tindakan serakah membinasakan dirinya sendiri.
Mengenang peristiwa-peristiwa seperti itu kita diingatkan untuk berani menerima apa yang telah dianugerahkan dan tekun menjaga dan mengembangkannya dalam terang Tuhan. Segala yang diberikan pada kita cukup untuk hidup kita, bahkan untuk berbela rasa pada mereka yang membutuhkan.

Kontemplasi
Duduklah dengan tenang. Pejamkan sejenak matamu. Bayangkan dirimu lagi memimpin suatu instansi tertentu. Banyak orang datang menyediakan "amplop" bagimu agar proyek mereka lolos. Apa yang tindakanmu pada mereka?

Refleksi
Tulislah pengalamanmu dalam menyikapi harta duniawi.

Doa
Tuhan bantulah aku agar berani mengatakan cukup atas segala yang telah kumiliki. Anugerahilah aku rahmat untuk menjaga dan mengembangkannya selaras dengan kehendakMu. Amin.

Perutusan
Aku akan menjaga nafsuku untuk menguasai dunia.

- Mat Valentinan-

13/02/2013

abu melambangkan kerapuhan dan kelemahan kita. Rasanya tidak mungkin kita bisa berhasil membersihkan diri kita, kalau kita hanya mengandalkan diri pada usaha dan perjuangan kita sendiri. Maka, kita perlu rendah hati, menyadari kelemahan dan kerapuhan kita di hadapan Tuhan agar Tuhan berkarya dalam diri kita dan memampukan kita untuk menghayati dan mewujudkan pertobatan yang sejati.

Marilah kita serahkan kepada Tuhan, seluruh usaha-usaha kita untuk bertobat yang kita wujudkan dalam kegiatan amal, doa, dan puasa. Kita percaya, kalau Tuhan berkerja dalam diri kita, usaha-usaha kita tersebut pasti

Kontemplasi
Heninglah sejenak. Hadirkanlah pengalaman pantang dan puasamu tahun kemarin.

Refleksi
Tulislah s**a dukamu menjalani pantang dan puasa.

Doa
Tuhan, semoga hari ini aku mampu berbela rasa dengan menjalankan pantang dan puasa. Amin.

Perutusan
Aku akan memilih pantang dan puasaku serta menjalankannya dengan sungguh-sungguh.


-selamat hari rabu abu-

13/02/2013

apa maknanya kalau kita menerima tanda abu di dahi kita pada permulaan masa prapaskah ini? Masa prakaskah merupakan kesempatan istimewa bagi kita untuk mempersiapkan diri merayakan paskah. Selama masa prapaskah kita diberi kesempatan untuk mempersiapkan diri menyambut Tuhan yang bangkit dan membawa keselamatan bagi kita. Tuhan bangkit berarti Ia hidup, hadir dan menyertai kita. Jadi, kita mempersiapkan diri untuk menerima kehadiran Tuhan yang menyertai dan menyelamatkan kita, yang memberikan kehidupan baru kepada kita.

Nah, dalam rangka mempersiapkan diri menyambut kebangkitan Tuhan yang membawa kehidupan baru ini, kita membutuhkan “Abu”. Mengapa?

Pertama, abu mempunyai manfaat membersihkan. Kalau kita makan untuk mendapatkan energi kehidupan jasmani, kita pasti membutuhkan piring yang bersih khan, bukan piring kotor. Masak, kita makan makanan yang enak, lezat dan bergizi kok dengan piring kotor. Ya, selera makan kita berkurang, makanan yang enak dan bergizi itu menjadi kurang enak lagi, bahkan malah menimbulkan penyakit. Demikianlah kita, kita diajak untuk membersihkan diri kita supaya siap dan pantas menerima kehadiran Tuhan yang memberikan energi hidup, tidak hanya jasmani tetapi juga rohani. Kita diajak untuk memperbarui hidup kita, mengoyakkan hati kita – bukan pakaian kita – (Yl 2:13), dan berdamai kembali dengan Allah (1Kor 5:20) melalui amal, doa, dan puasa (bacaan Injil). Maka, selama masa prapaskah ini, marilah kita meningkatkan ketiga hal tersebut: puasa (+ pantang) sebagai ungkapan lahir dari pengendalian diri kita; doa sebagai usaha kita untuk semakin mendekatkan diri dengan Tuhan; dan amal (APP) sebagai upaya kita untuk mendekatkan diri dengan sesama, bersolider, memberi pertolongan, dll.

13/02/2013

Sabda Hidup
Rabu, 13 Februari 2013
HARI RABU ABU,
Puasa dan Pantang
Warna Liturgi Ungu

Bacaan
Yl. 2:12-18; Mzm. 51:3-4,5-6a,12-13,14,17;
2Kor. 5:20 - 6:2; Mat. 6:1-6,16-18

Renungan
Pertama-tama bolehlah saya mengucapkan selamat memasuki masa prapaskah. Hari ini (mungkin ada yang sudah kemarin sore) kita menerima berkat abu. Abu yang telah dicampur air dan diberkati diterakan di dahi atau ubun-ubun kita sebagai lambang langkah awal pertobatan. Kita pun melanjutkan dengan berpantang dan puasa.
Berpantang dan berpuasa merupakan hak setiap umat beriman untuk memelihara membangun solidaritas antar manusia. Ketika kita berpantang dan berpuasa, kita menyisihkan dana yang biasanya dialokasikan dan diserahkan untuk dana solidaritas Aksi Puasa Pembangunan. Misalnya biasanya merokok dan kemudian pantang merokok, maka dana untuk beli rokok dimasukkan untuk dana solidaritas APP.
Namun pantas juga diingat pesan Yesus untuk tidak pamer ke orang-orang kalau kita lagi pantang dan puasa. Kita tidak perlu meminta atau memaksa orang lain berbelaskasih pada kita karena kita lagi pantang dan puasa. Walau kita lagi pantang dan puasa kita tetap perlu menampilkan diri secara wajar.

Dalam kehidupan masyarakat sederhana yang belum mengenal aneka macam sabun atau detergent untuk mencuci peralatan dapur, abu seringkali digunakan untuk mencuci perlatan dapur, lebih-lebih untuk menghilangkan bau amis dan kerak. Jadi, abu mempunyai manfaat untuk membersihkan barang-barang yang kotor.

Selain itu, abu juga menjadi tanda betapa kecil, rapuh, lemah dan tidak berdayanya diri kita. Di hadapan Tuhan, kita ini ibarat debu/abu yang amat kecil. Bahkan, berhadapan dengan diri kita sendiri dan alam semesta ini, kita tampak begitu lemah dan rapuh. Hal ini tampak nyata dalam ketidakberdayaan kita untuk mengendalikan diri, menguasai emosi-emosi negatif, mengalahkan godaan dan menghindari dosa serta menghindari penyakit. Terhadap alam, kita juga tampak rapuh.

Address

Kuningan
45511

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Hati Kudus Yesus Kuningan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share