Masjid Darunnajah

Masjid Darunnajah Masjid Darunnajah Kroya Cilacap, membangun masyarakat qurani.

02/05/2018
19/09/2017
  Ahad pagiKitab Riyadhus ShalihinOleh Drs. Mudhofir Keikhlasan Dan Menghadhirkan Niat Dalam Segala Perbuatan, Ucapan Da...
17/09/2017

Ahad pagi

Kitab Riyadhus Shalihin
Oleh Drs. Mudhofir

Keikhlasan Dan Menghadhirkan Niat Dalam Segala Perbuatan, Ucapan Dan Keadaan Yang Nyata Dan Yang Samar

Allah Ta'ala berfirman:

‏ وما أمروا إلا ليعبدوا الله مخلصين له الدين حنفاء ويقيموا الصلاة، ويؤتوا الزكاة، وذلك دين القيمة
"Dan tidaklah mereka itu diperintahkan melainkan supaya sama menyembah Allah, dengan tulus ikhlas menjalankan agama untuk-Nya semata-mata, berdiri lurus dan menegakkan shalat serta menunaikan zakat dan yang sedemikian itulah agama yang benar." (al-Bayyinah: 5)

Allah Ta'ala berfirman p**a:

‏قل إن تخفوا ما في صدوركم أو تبدوه يعلمه الله

"Katakanlah - wahai Muhammad,sekalipun engkau semua sembunyikan apa-apa yang ada di dalam hatimu ataupun engkau sekalian tampakkan, pasti diketahui juga oleh Allah." (ali-lmran: 29)

Dari Amirul mu'minin Abu Hafs iaitu Umar bin Al-khaththab bin Nufail bin Abdul 'Uzza bin Riah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin 'Adi bin Ka'ab bin Luai bin Ghalib al-Qurasyi al-'Adawi r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda [3] :
"Hanyasanya semua amal perbuatan itu dengan disertai niat-niatnya dan hanyasanya bagi setiap orang itu apa yang telah menjadi niatnya. Maka barangsiapa yang hijrahnya itu kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya itupun kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijrahnya itu untuk harta dunia yang hendak diperolehinya, ataupun untuk seorang wanita yang hendak dikahwininya, maka hijrahnyapun kepada sesuatu yang dimaksud dalam hijrahnya itu."
(Muttafaq (disepakati) atas keshahihannya Hadis ini)
Diriwayatkan oleh dua orang imam ahli Hadis iaitu Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Almughirah bin Bardizbah Alju'fi Albukhari, - lazim disingkat dengan Bukhari saja -dan Abulhusain Muslim bin Alhajjaj bin Muslim Alqusyairi Annaisaburi, - lazim disingkat dengan Muslim saja - radhiallahu 'anhuma dalam kedua kitab masing-masing yang keduanya itu adalah seshahih-shahihnya kitab Hadis yang dikarangkan.

Keterangan:
Hadis di atas adalah berhubung erat dengan persoalan niat. Rasulullah s.a.w. menyabdakannya itu ialah kerana di antara para sahabat Nabi s.a.w. sewaktu mengikuti untuk berhijrah dari Makkah ke Madinah, semata-mata sebab terpikat oleh seorang wanita yakni Ummu Qais. Beliau s.a.w. mengetahui maksud orang itu, lalu bersabda sebagaimana di atas.
Oleh kerana orang itu memperlihatkan sesuatu yang bertentangan dengan maksud yang terkandung dalam hatinya, meskipun sedemikian itu boleh saja, tetapi sebenarnya tidak patut sekali sebab saat itu sedang dalam suasana yang amat genting dan rumit, maka ditegurlah secara terang-terangan oleh Rasulullah s.a.w.
Bayangkanlah, betapa anehnya orang yang berhijrah dengan tujuan memburu wanita yang ingin dikahwin, sedang sahabat beliau s.a.w. yang lain-lain dengan tujuan menghindarkan diri dari amarah kaum kafir dan musyrik yang masih tetap berkuasa di Makkah, hanya untuk kepentingan penyebaran agama dan keluhuran Kalimatullah.
Bukankah tingkah-laku manusia sedemikian itu tidak patut sama-sekali.
Jadi oleh sebab niatnya sudah keliru, maka pahala hijrahnya pun kosong. Lain sekali dengan sahabat-sahabat beliau s.a.w. yang dengan keikhlasan hati bersusah payah menempuh jarak yang demikian jauhnya untuk menyelamatkan keyakinan kalbunya, pahalanya pun besar sekali kerana hijrahnya memang dimaksudkan untuk mengharapkan keredhaan Allah dan RasulNya. Sekalipun datangnya Hadis itu mula-mula tertuju pada manusia yang salah niatnya ketika ia mengikuti hijrah, tetapi sifatnya adalah umum. Para imam mujtahidin berpendapat bahwa sesuatu amal itu dapat sah dan diterima serta dapat dianggap sempurna apabila disertai niat. Niat itu ialah sengaja yang disembunyikan dalam hati, ialah seperti ketika mengambil air sembahyang atau wudhu', mandi shalat dan lain-lain sebagainya.
Perlu p**a kita maklumi bahawa barangsiapa berniat mengerjakan suatu amalan yang bersangkutan dengan ketaatan kepada Allah ia mendapatkan pahala. Demikian p**a jikalau seseorang itu berniat hendak melakukan sesuatu yang baik, tetapi tidak jadi dilakukan, maka dalam hal ini orang itupun tetap juga menerima pahala. Ini berdasarkan Hadis yang berbunyi:
"Niat seseorang itu lebih baik daripada amalannya."
Maksudnya: Berniatkan sesuatu yang tidak jadi dilakukan sebab adanya halangan yang tidak dapat dihindarkan itu adalah lebih baik daripada sesuatu kelakuan yang benar-benar dilaksanakan, tetapi tanpa disertai niat apa-apa.
Hanya saja dalam menetapkan wajibnya niat atau tidaknya,agar amalan itu menjadi sah, maka ada perselisihan pendapat para imam mujtahidin. Imam-imam Syafi'i, Maliki dan Hanbali mewajibkan niat itu dalam segala amalan, baik yang berupa wasilah yakni perantaraan seperti wudhu', tayammum dan mandi wajib, atau dalam amalan yang berupa maqshad (tujuan) seperti shalat, puasa, zakat, haji dan umrah. Tetapi imam Hanafi hanya mewajibkan adanya niat itu dalam amalan yang berupa maqshad atau tujuan saja sedang dalam amalan yang berupa wasilah atau perantaraan tidak diwajibkan dan sudah dianggap sah.
Adapun dalam amalan yang berdiri sendiri, maka semua imam mujtahidin sependapat tidak perlunya niat itu, misalnya dalam membaca al-Quran, menghilangkan najis dan lain-lain.
Selanjutnya dalam amalan yang hukumnya mubah atau jawaz (yakni yang boleh dilakukan dan boleh p**a tidak), seperti makan-minum, maka jika disertai niat agar kuat beribadat serta bertaqwa kepada Allah atau agar kuat bekerja untuk bekal dalam melakukan ibadat bagi dirinya sendiri dan keluarganya, tentulah amalan tersebut mendapat pahala, sedangkan kalau tidak disertai niat apa-apa, misalnya hanya supaya kenyang saja, maka kosonglah pahalanya.

  Ahad PagiOleh : Ustadz Saefudin KamaliKewajiban Mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamAllah Ta’ala berfirman (ya...
10/09/2017

Ahad Pagi
Oleh : Ustadz Saefudin Kamali

Kewajiban Mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah: 24).

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika semua hal-hal tadi lebih dicintai daripada Allah dan Rasul-Nya, serta berjihad di jalan Allah, maka tunggulah musibah dan malapetaka yang akan menimpa kalian.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim). Ancaman keras inilah yang menunjukkan bahwa mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari makhluk lainnya adalah wajib.

Bukti Cinta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Pertama: Mendahulukan dan mengutamakan beliau dari siapa pun

Imam Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Kaum muslimin telah sepakat bahwa siapa saja yang telah jelas baginya ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tidak halal baginya untuk meninggalkannya karena perkataan yang lainnya.” (I’lamul Muwaqi’in ‘an Robbil ‘Alamin)

Kedua: Membenarkan segala yang disampaikan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam

Termasuk prinsip keimanan dan pilarnya yang utama ialah mengimani kemaksuman Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dari dusta atau buhtan (fitnah) dan membenarkan segala yang dikabarkan beliau tentang perkara yang telah berlalu, sekarang, dan akan datang.

Semoga niat qurban anda semua dicatat sebagai amalan yang baik, Amin.Foto kegiatan pemotongan daging qurban Idul Adha 14...
08/09/2017

Semoga niat qurban anda semua dicatat sebagai amalan yang baik, Amin.
Foto kegiatan pemotongan daging qurban Idul Adha 1438 H.

Pagi ini.Sholat idul adha 1438 HDi lapangan tugu KroyaImam khotib Drs. Mudhofir
31/08/2017

Pagi ini.
Sholat idul adha 1438 H
Di lapangan tugu Kroya
Imam khotib Drs. Mudhofir

CARA MEMASTIKAN HEWAN SUDAH MATI SETELAH DISEMBELIH :1. Disentuh pupil mata tidak ada respon2. Ditekan ekor hewan tidak ...
27/08/2017

CARA MEMASTIKAN HEWAN SUDAH MATI SETELAH DISEMBELIH :

1. Disentuh pupil mata tidak ada respon
2. Ditekan ekor hewan tidak ada respon
3. Ditekan antara jari kaki hewan, tidak ada respon.

Para ulama berpendapat, anggota tubuh (daging) yang dipotong dari hewan yang masih hidup, masuk dalam kategori bangkai, dengan dasar sabda Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam

مَا قُطِعَ مِنْ الْبَهِيمَةِ وَهِيَ حَيَّةٌ فَمَا قُطِعَ مِنْهَا فَهُوَ مَيْتَةٌ

“Semua yang dipotong dari hewan dalam keadaan masih hidup adalah bangkai” Dengan demikian hukumnya sama dengan hukum bangkai.

Untuk itu, jika memotong hewan qurban, pastikan hewan yang disembelih sudah mati dulu, baru kemudian dikuliti. Jika belum dipastikan mati sudah dikuliti, dikhawatirkan hewan mati karena dikuliti. Dan dagingnya menjadi haram.

Ahad pagi
Drs. Mudhofir

Sapi Brama untuk qurban Idul Adha 1438 H.Terima kasih kepada semua muqorib yang telah menyalurkan qurbannya.
16/08/2017

Sapi Brama untuk qurban Idul Adha 1438 H.
Terima kasih kepada semua muqorib yang telah menyalurkan qurbannya.

Anda mempunyai niat berqurban Idul Adha tahun ini?Masjid Darunnajah siap membantu mewujudkan niat ikhlas anda dan menyal...
04/08/2017

Anda mempunyai niat berqurban Idul Adha tahun ini?

Masjid Darunnajah siap membantu mewujudkan niat ikhlas anda dan menyalurkan daging qurban kepada yang berhak.
Hubungi 0823-2277-2088 Ajib Roihan

Alhamdulillah, kegiatan Jumat berbagi bisa sampai ke dhuafa di lingkungan Masjid Tetangga (Al Furqon). Terima kasih kepa...
05/06/2017

Alhamdulillah, kegiatan Jumat berbagi bisa sampai ke dhuafa di lingkungan Masjid Tetangga (Al Furqon). Terima kasih kepada para dermawan di seluruh Indonesia atas infaknya, semoga menjadi amalan yang sholeh, amin.

=== INFO INFAK JUMAT BERBAGI ===
Dengan berinfak 25.000 anda bisa berbagi kepada dhuafa 1 paket sembako.
Pembayaran bisa melalui transfer bank
Silahkan menghubungi : 0823 2277 2088 (Ajib Roihan)

Selamat datang Ramadhan. Mari persiapkan diri kita untuk memasuki  . Semoga Allah memudahkan kita untuk mendekatkan kita...
24/05/2017

Selamat datang Ramadhan. Mari persiapkan diri kita untuk memasuki . Semoga Allah memudahkan kita untuk mendekatkan kita kepadaNya, Amin.

Jangan tunggu dianter tetangga yaaa.
04/05/2017

Jangan tunggu dianter tetangga yaaa.

Address

Jalan Kendeng RT. 12 RW. 06 Kroya
Kroya
53282

Telephone

082322772088

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Darunnajah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category