Hindu Youth

Hindu Youth Semangat Pemuda Hindu untuk mengajegkan Hindu di Bali !!

OM Swastyastu, Namaste 🙏🏻semeton dan teman-teman pemuda Hindu, sedang ramai kasus dimana tari bali (kecak) ditarikan tid...
23/04/2018

OM Swastyastu, Namaste 🙏🏻
semeton dan teman-teman pemuda Hindu, sedang ramai kasus dimana tari bali (kecak) ditarikan tidak sesuai dengan pakem Swadharmaning Pragina. Mari kita belajar dari kasus seperti ini, dan saya membagikan tidak ada maksud utk menjelekkan pihak manapun krn dihindu sendiri kita menganggap semua adalah saudara walaupun berbeda tradisi atau agama.
Menurut saya sebagai pemuda hindu saya sangat mengapresiasi karena acara tersebut memperkenalkan budaya bali berupa tarian kecak (walaupun budaya, agama, p**au bali sudah terkenal dimancanegara sekalipun), mungkin maksudnya baik, tetapi bagaimanapun dimanapun kita berada saat menampilkan sesuatu kita harus tau pakemnya seperti apa, jika itu hanya sebuah budaya mungkin beberapa org berpikir “kan bisa dikreasikan / diubah” tetapi tari kecak seperti yg disampaikan oleh bapak Wedakarna adalah tari yang diambil dari intisari kita Weda (itihasa Ramayana) yg mana dari tradisi Hindu (apalagi diindonesia isu yang berbau “agama” sangat sensitif, hati hati sekali ya pemuda Hindu dalam berbicara dan bertindak) jadi lebih baik saat menampilkannya mmg memakai pakem yg berlaku, jadi Pemeluk Hindu tidak mempermasalahkan dr tradisi / agama mana yg menarikannya, kita memberikan kebebasan utk itu tetapi kita harus tau apa yg ditampilkan bagaimana pengaruhnya setelah itu.
Disini saya juga belajar dimanapun kita berada kita harus mampu menyesuaikan dg tradisi tersebut, mmg tdk semua tradisi kita bs ambil dan tidak bisa memaksa tradisi lain utk mengikuti tradisi kita, tp dlm konteks ini tradisi yg ditampilkan adalah tradisi / budaya yg memang dari latar belakang Hindu (di Bali) utk itu kembali lagi kita harus mampu memilah yang mana yang baik dan tepat bukan hanya baik. Krn baik bagi pemikiran kita belum tentu baik bagi sekitar kita. Baik pun ada tempatnya karena kadang terlalu baik dan terbuka bisa menjadi celah bagi seseorang utk menginjak-injak / meremehkan / memandang rendah. Semoga kasus seperti ini tidak lagi terulang. Mari memaafkan. Damai damai damai.
OM Shanti Shanti Shanti OM 🙏🏻

04/05/2017

SEPULUH SIKAP HIDUP BAHAGIA
Oleh : Mahatma Gandhi

1. Lepaskanlah rasa kuatir dan ketakutan
Ketakutan dan kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi. Kebanyakan hal-hal yang kamu kuatirkan dan takutkan tak pernah terjadi! It's all only in your mind.

2. Buanglah dendam
Dendam dan amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi diri kamu dan hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA. BUANGLAH!!

3. Berhentilah mengeluh
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yang ada saat ini. Secara tak sadar kamu membawa-bawa beban negatif.

4. Bila ada masalah, selesaikan satu per satu
Hanya inilah cara menangani setiap : Satu demi satu.

5. Tidurlah dengan nyenyak
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk dan tidak sehat. Biasakanlah tidur dengan nyaman.

6. Jauhi urusan orang lain
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri untuk menangani setiap masalahnya.

7. Hiduplah pada saat ini, bukan masa lalu
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, jangan tergantung pada nya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yang kamu miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok.
BE TOTALLY PRESENT

8. Jadilah pendengar yang baik
Saat menjadi pendengar, kamu belajar dan mendapatkan ide-ide baru yang berbeda dari orang lain.

9. Berpikirlah positif
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif.
Bertemanlah dengan orang-orang yang berpikiran positif dan terlibatlah dengan kegiatan-kegiatan positif.

10. Bersyukurlah atas hal-hal kecil yang akan membawa kamu pada hal-hal besar
Sekecil apapun karunia yang kamu terima,
akan menghasilkan hal-hal besar dan selalu membawa Kebahagian saat kita pandai Bersyukur.

11/03/2017

Di jaman yang semakin modern, kedamaian menjadi dambaan semua orang. Damai merupakan suatu keadaan seimbang, sejahtera, dan harmonis. Situasi yang tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang dapat mengganggu ketenangan. Damai dapat bersumber dari faktor eksternal (luar diri) ataupun internal (dalam diri). Sesuai dengan Agama Hindu, kita mengenal istilah Tri Hita Karana, yaitu tiga penyebab kesejahteraan dan keharmonisan melalui adanya hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa (Parahyangan), hubungan yang harmonis antara manusia dengan lingkungan (Palemahan), dan hubungan yang harmonis antara sesama umat manusia (Pawongan). Apabila ketiga hubungan yang harmonis tersebut dapat terwujud maka akan menghasilkan kesejahteraan pada umat manusia. Kesejahteraan akan memberikan kedamaian. Dalam hal ini kedamaian yang muncul dari palemahan dan pawongan termasuk faktor eksternal.
Kedamaian yang datang dari faktor eksternal dapat memberikan pengaruh terhadap diri sendiri. Namun tak jarang p**a kedamaian dapat muncul dari dalam diri, tanpa pengaruh luar yaitu parahyangan. Ketika manusia mampu menghubungkan dirinya kepada Tuhan dengan hati yang tulus maka kedamaian akan datang. Tidak perlu lantunan doa yang panjang, cukup memusatkan pikiran pada Sang Hyang Acintya (Tuhan yang tidak berwujud) maka keheningan akan mewujudkan ketenangan batin. Dalam hal ini dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kesadaran diri melalui tindakan sadar akan nafas, sadar akan perasaan yang sedang dirasakan, melakukan penerimaan diri terhadap kekurangan dan kelebihan yang dimiliki serta bersyukur kepadaNya atas segala yang sudah terjadi. Kedamaian dari dalam hati berdampak lebih besar terhadap lingkungan sekitar, karena kedamaian hati akan menuntun manusia untuk berperilaku damai terhadap lingkungan. Kedamaian hati dapat membuat manusia menjadi tidak tergoyahkan akibat situasi sulit. Emosi negatif akan lebih mudah dikelola, sehingga mampu berfikir jernih dalam mengambil keputusan.
Dalam Kitab Atkarvaveda XIX.9.1, menyebutkan :
Santa dyuh santa prthivi, Santam idam urvantariksam, Santa udan vatir apah, Santa nah sautu osadih.
artinya :
Semoga langit penuh damai, Semoga bumi bebas dari gangguan-gangguan, Semoga suasana lapisan udara yang meliputi bumi yang luas menjadi tenang, Semoga perairan yang mengalir menyejukan dan Semoga suasana tanaman dan tumbuhan menjadi bermanfaan untuk kami.
Dari pengertian sloka tersebut dapat dikatakan bahwa kedamaian tidak hanya diperlukan oleh manusia namun juga untuk binatang dan tumbuhan. Apabila kedamaian tersebut terwujud maka dunia ini akan terasa lebih indah dan kebahagiaan akan senantiasa menyertai.
Dumogi Rahayu.
- Jay Hindu Youth -

11/06/2015

PUASA EKADASI

⛅Masih banyak umat Hindu di Indonesia tidak mengenal adanya aturan puasa dalam Veda. Mereka sering kali beranggapan bahwa puasa adalah tirakat yang dilakukan untuk memperoleh kesaktian batin dan memperoleh anugrah-anugrah gaib tertentu, sehingga tidak banyak umat Hindu yang melakukan puasa secara rutin.

⛅Dalam kitab suci Veda sebenarnya terdapat banyak aturan-aturan yang membahas tentang puasa dan jenis-jenisnya. Puasa tidak hanya sekedar latihan pengendalian diri, tetapi juga ditujukan untuk memperingati momen-momen tertentu. Bahkan menurut beberapa sumber, pada dasarnya puasa menurut Veda juga menghasilkan phala (buah perbuatan) tertentu yang meskipun dalam banyak sloka-sloka Veda selalu ditegaskan bahwa kita tidak boleh terikat pada hasil tersebut.

⛅Salah satu hari untuk melakukan puasa yang paling dikenal dan diterapkan oleh pemeluk Veda di seluruh dunia adalah puasa Ekadasi. Ekadasi berasal dari kata Eka dan Dasi. Eka berarti satu dan Dasa/dasi berarti sepuluh. Ekadasi adalah puasa yang sangat keramat dilaksanakan pada hari ke sebelas dihitung mulai dari sehari setelah bulan purnama atau bulan mati sebagai hari yang pertama dan lusa dihitung sebagai hari yang ke dua dan seterusnya hingga hari ke sebelas.

⛅Pada hari ke sebelas ini umat Hindu dianjurkan untuk melakukan puasa Ekadasi karena dikatakan puasa ekadasi ini bila dilaksanakan secara teratur akan dapat menghilangkan semua dosa dan kebodohan dalam diri manusia sekaligus merubah nasib hidupnya, bahkan dapat meningkatkan kekuatan batin, hingga ke tingkat yang paling tinggi yakni tingkatan bhakti kepada Tuhan.

⛅Menurut Candrawati dalam bukunya yang berjudul “Ekadasi bimbingan rohani Hindu dalam berpuasa”, puasa Ekadasi sendiri terdiri dari 26 jenis. Adapun jenis-jenis puasa Ekadasi tersebut antara lain;
1. Utpanna
2. Moksada
3. Saphala
4. Putrada
5. Sat-tila
6. Jaya
7. Vijaya
8. Amalaki
9. Papamocani
10. Kamada
11. Varutini
12. Mohini
13. Apara
14. Nirjala
15. Yogini
16. Padma
17. Kamika
18. Putrada
19. Aja
20. Parivartini
21. Indira
22. Papangkusa
23. Rama
24. Haribodini
25. Padmini
26. Parama
⛅Puasa Ekadasi dilakukan mulai jam 00.00 dan baru berakhir pada hari berikutnya kira-kira setelah sembahyang pagi saat Brahma Muhurta yang waktunya tidak tentu dan sesuai dengan perhitungan Jyotisa (Astronomi Veda). Jadi waktu puasa Ekadasi rata-rata adalah 30 jam lebih.

⛅Bagi mereka yang tidak kuat menahan lapar atau mungkin karena alasan tertentu dapat melakukan puasa Ekadasi dengan berpantang memakan biji-bijian. Jadi hanya dapat memakan buah-buahan atau umbi-umbian. Namun pada saat Nirjala Ekadasi, semua penganut Veda dianjurkan untuk melakukan puasa total, tidak makan dan minum sama sekali.

⛅Dalam satu bulan terdapat 2 hari Ekadasi dan juga 1 atau 2 jadwal puasa selain Ekadasi dalam rangka memperingati kemunculan Avatara, Rsi/guru kerohanian, atau even-even yang lainnya. Jadi paling tidak umat Hindu seharusnya melakukan puasa paling tidak 3 kali dalam satu bulan.

⛅Puasa secara teratur 2-4 kali sebulan ternyata memberikan efek yang sangat positif bagi kesehatan tubuh manusia. Karena sel tubuh selalu mengalami siklus pembelahan dan regenerasi, maka puasa yang teratur dapat membantu menghilangkan sel-sel yang rusak dan lemah di dalam tubuh. Sel-sel rusak akan “termakan” dan dirubah menjadi sumber energi disaat tidak adanya asupan energi dari makanan. Sehingga dengan adanya regenerasi yang baik pada sel-sel dalam tubuh kita, maka kemungkinan adanya risiko tumbuhnya sel tumor atau kanker dapat ditekan.

⛅Puasa yang teratur 2-4 kali dalam sebulan juga dapat menekan mal-Kolesterol di dalam tubuh, sehingga kemungkinan munculnya penyakit jantung koroner dan struk akibat penyempitan pembuluh darah, pembengkakan jantung dan otak dapat dikurangi. Selain itu masih terdapat banyak hasil-hasil penelitian secara ilmiah yang telah mengungkapkan manfaat puasa secara teratur ini.

⛅Dengan melakukan aturan puasa ini, anda akan mendapatkan manfaat rohani sebagaimana yang dijelaskan dalam buku yang saya kutip di atas dan sekaligus mendapatkan tubuh yang sehat. Jadi, kenapa kita tidak mencoba menerapkan puasa Ekadasi ini secara teratur dari sekarang?😊

Sumber: Narayana Smrti
(Sanathana Dharma)

17/04/2015

Belajarlah untuk selalu bersyukur, mensyukuri apapun yang telah kita dapatkan saat ini. Ida Sang Hyang Widhi Wasa pasti akan selalu memberikan yang terbaik untuk kita semua. Karena yang kita jalani saat ini adalah buah karma dari perbuatan kita terdahulu (Sancita Karmaphala). Tugas kita saat ini adalah berbuat kebaikan. Jika kebaikan yang kita tanam saat ini, maka kebaikan p**a yang kita tuai.
Salam Pemuda Hindu !

29/01/2014

OM SWASTYASTU _/\_ Selamat Hari Raya Siwaratri Semeton sareng sami :) Mari intropeksi dan berdoa di hari yang indah ini.Selamat bersembahyang dan bergadang. Suksma.

Sebuah batu menyerupai patung berbentuk “Lingga-Yoni” atau “Linggam” ditemukan tertanam di bebatuan sekitar Pantai Ujung...
27/01/2014

Sebuah batu menyerupai patung berbentuk “Lingga-Yoni” atau “Linggam” ditemukan tertanam di bebatuan sekitar Pantai Ujung Tumbu, Karangasem, Bali. Atas usulan warga setempat, batu tersebut kini telah diangkat, di tempatkan dengan baik.

Dalam peradaban tua Lingga-Yoni dipahami sebagai filosofi ‘Ciwa Sidanta.’ Dipuja dalam bentuk kekuatan ‘Rwa Bhineda’ antara kekuatan “purusa-lan-predana,” jika bertemu diyakini akan menimbulkan kesuburan dan kemakmuran. Konsep ini banyak ditemukan dalam lontar ‘Wraspati Tatwa’ dan ‘Ganapati Tatwa.’

27/01/2014

Open your heart and open your mind :)

08/01/2014

Swastyastu. Selamat malam semeton yowana hindu dimana pun berada. Tiang mau bertanya. Apa sih resolusi 2014 yowana? :-) Bagaimana tanggapan yowana terhadap teman yang memasang status kasar / galau di facebook? status kasar dan galau dikaitkan dengan suci dalam pikiran perkataan dan perbuatan yang telah dipelajari selama ini sangat berlawanan ya? Suksma.

07/09/2013

Semangat para pemuda Hindu :) teruslah melangkah kedepan , apapun yang sudah berlalu kita jadikan itu sebagai pedoman untuk menuju ke arah yang lebih baik :)

23/07/2013

Om Swastyastu , apa kabar Pemuda Hindu ?

11/10/2011

Rahajeng Rahina Purnama Sasih k'4 , majeng ring Semeton Hindu, dumogi iraga stata nemu kerahayuan ring jagad .
Jai Hindu Youth !

Address

Klungkung-
Klungkung

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Hindu Youth posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Hindu Youth:

Share