08/10/2021
Shalom...
Sabtu: 9/10/21
Matius 21:12-17
12 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
13 dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
14 Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.
15 Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,
16 lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"
17 Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.
Suatu ketika Yesus masuk ke Bait Allah di Yerusalem. Betapa terkejutnya Dia saat melihat bahwa Bait itu telah disalahgunakan.
Bait Allah adalah tempat di mana hadirat Tuhan hadir, tempat di mana orang-orang bersekutu untuk memuji dan juga mendengarkan firmanNya; tetapi telah disalahgunakan untuk berdagang atau berjual beli.
Melihat penyalahgunaan BaitNya, Tuhan Yesus sangat marah, sehingga ⏩"Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati"(ayat 12b) dan mengusir mereka semua. Dengan keras Yesus menegur mereka dengan berkata, ⏩"Rumahku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Teguran Tuhan Yesus itu justru membuat para imam kepala dan ahli-ahli Taurat menjadi tersinggung sehingga mereka berusaha mencari jalan untuk membinasakan Yesus.👉"Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya."(Markus 11:18)
Seharusnya mereka bersyukur menerima teguran Tuhan Yesus ini, tapi reaksi mereka malah sebaliknya: marah dan membenci Dia. Hal ini menunjukkan bahwa mereka(para imam kepala dan ahli Taurat) tidak sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang munafik, mengerti kebenaran tapi tidak melakukannya. Bait Tuhan sudah selayaknya menjadi rumah doa, bukan dijadikan sarang penyamun atau untuk perkara-perkara duniawi.
Begitu p**a kita sebagai orang percaya, setiap hari minggu hadir dalam ibadah di gereja, sudah menjadi pelayan di gereja, namun dalam kehidupan diluar kita tidak sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan, kita layaknya seperti para imam kepala dan ahli Taurat.
FirmanNya menegaskan bahwa 👉"...bait Allah adalah kudus dan baik Allah itu ialah kamu."(1 Korintus 3:17b). Jadi tubuh kita ini adalah baitNya yang kudus. Tuhan menghendaki agar tubuh kita selalu dalam keadaan kudus dan menjadi rumah doa!. Sudahkah kita menggunakan tubuh kita sebagai rumah doa? Seringkali kita merasa tidak punya waktu untuk berdoa. Kita merasa letih atau cape, dan terlalu sibuk. Kalau pun berdoa kita melakukannya dengan terburu-buru, bila perlu saja dan ala kadarnya untuk formalitas.
Doa memang mudah untuk diucapkan, tetapi tidak semua orang sanggup melakukannya dengan setia dan tekun sehingga seolah kita tidak ada waktu untuk berdoa.
Kita diingatkan: untuk menghargai tubuh kita karena tubuh kita adalah rumah doa. Jangan membawa tubuh kita kepada hal-hal yang najis atau dosa, karena barangsiapa membinasakan bait Tuhan, Tuhan akan membinasakan dia.
👉"Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu."
1 Korintus 3:16-17
Tuhan Yesus memberkati.
's Army Generations #