GBI Klungkung - Bali

GBI Klungkung - Bali rumah rohani khususnya bagi warga Klungkung

Permanently closed.
08/10/2021

Shalom...
Sabtu: 9/10/21
Matius 21:12-17
12 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati
13 dan berkata kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
14 Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya.
15 Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,
16 lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"
17 Lalu Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania dan bermalam di situ.

Suatu ketika Yesus masuk ke Bait Allah di Yerusalem. Betapa terkejutnya Dia saat melihat bahwa Bait itu telah disalahgunakan.
Bait Allah adalah tempat di mana hadirat Tuhan hadir, tempat di mana orang-orang bersekutu untuk memuji dan juga mendengarkan firmanNya; tetapi telah disalahgunakan untuk berdagang atau berjual beli.
Melihat penyalahgunaan BaitNya, Tuhan Yesus sangat marah, sehingga ⏩"Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati"(ayat 12b) dan mengusir mereka semua. Dengan keras Yesus menegur mereka dengan berkata, ⏩"Rumahku akan disebut rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Teguran Tuhan Yesus itu justru membuat para imam kepala dan ahli-ahli Taurat menjadi tersinggung sehingga mereka berusaha mencari jalan untuk membinasakan Yesus.👉"Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya."(Markus 11:18)
Seharusnya mereka bersyukur menerima teguran Tuhan Yesus ini, tapi reaksi mereka malah sebaliknya: marah dan membenci Dia. Hal ini menunjukkan bahwa mereka(para imam kepala dan ahli Taurat) tidak sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang munafik, mengerti kebenaran tapi tidak melakukannya. Bait Tuhan sudah selayaknya menjadi rumah doa, bukan dijadikan sarang penyamun atau untuk perkara-perkara duniawi.
Begitu p**a kita sebagai orang percaya, setiap hari minggu hadir dalam ibadah di gereja, sudah menjadi pelayan di gereja, namun dalam kehidupan diluar kita tidak sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan, kita layaknya seperti para imam kepala dan ahli Taurat.

FirmanNya menegaskan bahwa 👉"...bait Allah adalah kudus dan baik Allah itu ialah kamu."(1 Korintus 3:17b). Jadi tubuh kita ini adalah baitNya yang kudus. Tuhan menghendaki agar tubuh kita selalu dalam keadaan kudus dan menjadi rumah doa!. Sudahkah kita menggunakan tubuh kita sebagai rumah doa? Seringkali kita merasa tidak punya waktu untuk berdoa. Kita merasa letih atau cape, dan terlalu sibuk. Kalau pun berdoa kita melakukannya dengan terburu-buru, bila perlu saja dan ala kadarnya untuk formalitas.
Doa memang mudah untuk diucapkan, tetapi tidak semua orang sanggup melakukannya dengan setia dan tekun sehingga seolah kita tidak ada waktu untuk berdoa.
Kita diingatkan: untuk menghargai tubuh kita karena tubuh kita adalah rumah doa. Jangan membawa tubuh kita kepada hal-hal yang najis atau dosa, karena barangsiapa membinasakan bait Tuhan, Tuhan akan membinasakan dia.
👉"Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu."
1 Korintus 3:16-17

Tuhan Yesus memberkati.
's Army Generations #

08/10/2021

Hari Ke-260; Jumat, 8 Oktober 2021.

Shalom seluruh umat Tuhan, memasuki bulan Oktober 2021, salah satu pesan Tuhan berbicara tentang mulut.

Matius 18:19 (TB)
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
‭‭
Sebelumnya, Roh Kudus memberikan pengertian perihal Matius 18:19 itu berbicara tentang kesatuan hati. Istilah hati menurut sejarah mengacu baik kepada arti fisik maupun rohani, jiwa dan pikiran manusia, sumber dari pemikiran-pemikiran manusia, semangat, selera, kasih dan usaha. Ketika Allah minta kita untuk menyerahkan hati kota kepada-Nya, Dia meminta inti keberadaan kita, seluruh hidup kita.

Hari ini, Roh Kudus memperkaya pengertian kita tentang ayat di atas. Awalnya berbicara tentang kesatuan hati, kini ditambahkan dengan pengertian mulut. Perhatikan kata meminta yang didukung kata sepakat: SEPAKAT MEMINTA … kata meminta di sini berbicara tentang deklarasi, dan deklarasi itu pakai mulut atau istilah lainnya lidah atau bibir.

Zefanya 3:9 (TB)
“Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama Tuhan, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.
‭‭
Matius 18:19 diteguhkan oleh Zefanya 3:9, bahwa betapa pentingnya fungsi lidah atau mulut yang bersih supaya menghasilkan sebuah deklarasi doa yang penuh iman. Firman Tuhan jelas berkata bahwa apa yang keluar dari mulut itu bersumber dari dalam hati seseorang. Artinya, kalau hatinya bersih, setiap perkataannya juga pasti bersih, bukan sebaliknya, apalagi penuh dengan sandiwara!

Jika engkau menyadari betapa pentingnya fungsi lidah atau mulut saudara, pastikan sumbernya bersih, benar sehingga lidah kita juga pun, bersih! Manis atau indah, kelihatan taat belum tentu bersih, itulah sebabnya Firman Tuhan menjelaskan lebih lanjut dengan apa yang dilakukan orang yang bersangkutan.

Pakai lidah (termasuk apa yang saudara ketik di media sosial) untuk kemuliaan Tuhan supaya banyak orang melihat dan menjadi takut lalu percaya kepada Tuhan, nama Tuhan dipermuliakan di dalam hidup kita. Amin!

TYM
’sArmyGeneration

Bacaan Alkitab setahun: Matius 18-19.

07/10/2021

Shalom.....
Kamis: 7/10/21
Matius 15:21-28
21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Menjalani hidup sebagai orang percaya bukanlah hal yang mudah, butuh ketekunan dan iman yang harus berakar kuat di dalam Tuhan. Jika tidak, kita akan mudah mengalami kekecewaan dan kepahitan saat menghadapi tantangan dan ujian karena selama hidup di dunia ini kita tidak pernah luput dari apa yang dianamakan masalah.
Yusuf dan Yosua banyak mengalami tantangan dan penderitaan dalam hidup mereka.
Yusuf harus melewati tantangan demi tantangan, Yosua, sebelum berhasil membawa bangsa Israel masuk ke Tanah Perjanjian, suatu negeri yang berlimpah susu dan madu, dia harus melewati rintangan dari bangsa-bangsa lain yang berusaha untuk menghadangnya.

Kita perlu belajar dari seorang wanita Kanaan yang anaknya sedang kerasukan setan. Ibu ini berhasil 'mengetuk pintu' hati Tuhan Yesus dan beroleh belas kasihan dariNya sehingga anaknya diselamatkan.
Untuk mendapat belas kasihan dari Tuhan Yesus ibu ini harus menghadapi tantangan yang sangat berat, namun tidak membuatnya putus asa dan menyerah begitu saja. Dia terus berseru-seru kepada Yesus,"Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." (ayat 22). Murid-murid Yesus merasa terganggu dengan teriakan wanita itu dan berniat mengusirnya. Sebenarnya wanita Kanaan ini punya alasan untuk kecewa dan undur, apalagi mendengar perkataan kasar kepadanya "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." (ayat 26). Tapi dia tidak peduli, imannya tidak menjadi lemah dan sama sekali tidak terpengaruh keadaan dan situasi yang ada; dia percaya dengan iman bahwa Tuhan Yesus berkuasa melakukan segala sesuatu. Dan karena ketekunannya ia beroleh jawaban "...maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.' Dan seketika itu juga anaknya sembuh." (ayat 28).

Jangan pernah menyerah. Pandang saja Tuhan Yesus karena Dia sumber dari segalanya.

Tuhan Yesus memberkati.
's Army Generations #

06/10/2021

Hari Ke-258; Rabu, 6 Oktober 2021.

Matius‬ ‭13:23‬ ‭(TB‬‬)
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”
‭‭
Suatu waktu, Tuhan Yesus pernah menyampaikan sebuah perumpamaan tentang seorang penabur. Penabur tersebut menabur benih; ada yang jatuh di pinggir jalan. Namun sayangnya, benih tersebut langsung di makan oleh burung sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Murid-murid-Nya yang mendengar perumpamaan tersebut datang dan bertanya kepada Yesus sebab mereka tidak mengetahui arti dari perumpamaan tersebut.

Lalu Tuhan Yesus menjawab murid-murid-Nya. Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”
‭‭
Di pinggir jalan, tanah yang berbatu-batu, di tengah semak berduri dan di tanah yang baik, itu berbicara tentang hidup kita, sikap hati kita ketika mendengar Firman Tuhan. Pertanyaannya, kita berada di posisi mana? Di pinggir jalan? Tanah yang berbatu-batu? Di tengah semak berduri atau di tanah yang baik?

Di tanah yang baik, yaitu orang yang mendengar dan mengerti. Banyak orang mendengar tapi tidak mengerti. Mengerti artinya menyadari dan setuju lalu melakukan. Banyak orang mendengar, tapi hanya sadar itu sebuah kebenaran, setuju tapi tidak melakukan. Yang disebut dengan mengerti harus ditambahkan dengan melakukan Firman Tuhan yang ia dengar dan sadari itulah yang benar sehingga ia melakukan Firman Tuhan tersebut meskipun, sulit! Dan dampaknya, benih itu berbuah!

Memasuki bulan Oktober 2021, pesan Tuhan yang pertama adalah perihal waktu, jangan buang kesempatan yang Tuhan berikan. Kalau kita masih diberikan kesempatan untuk mendengar Firman Tuhan, lakukan dengan setia meskipun tidak mudah atau sulit dan mungkin membutuhkan pengorbanan yang jauh lebih besar sebab segala sesuatu pasti Tuhan perhitungkan di dalam hidup kita. Amin!

TYM
’sArmyGeneration

Bacaan Alkitab setahun: Matius 13-14.

05/10/2021

Shalom...
Rabu: 6/10/21
Matius 13:7 (TB) Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.

Benih yang jatuh di tengah semak duri yaitu orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.
Jelas sekali, benih itu tidak akan berbuah karena benih itu tumbuh dalam himpitan semak duri sehingga membuat benih itu mati.
Ada bebarapa pengertian dari benih yang jatuh ditengah semak duri, yaitu :
1 Tipu daya kekuatiran hidup (Matius 13:22).
2. Tipu daya kekayaan (Matius 13:22)
3. Tipu daya kenikmatan hidup
(Lukas 8:14).
Ini semua adalah perkara-perkara keinginan daging.
Mengapa orang jatuh dalam kekuatiran? Karena takut keinginan daging tidak terpenuhi.
Kenapa orang jatuh dalam tipu daya kekayaan? Karena ingin menikmati keinginan daging,
ingin menyenangkan daging.
Kenapa orang jatuh dalam tipu daya kenikmatan hidup? Sama dengan tipu daya kekayaan, yaitu untuk menyenangkan daging. Artinya,kehidupan yang masih menyediakan hati untuk perkara-perkara daging.
I Timotius 6 : 9, Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
Mengapa benih firman tidak berbuah bahkan menjadi mati? Karena benih tidak memiliki tempat untuk berkembang. Semua dirampas oleh semak duri. Kekuatiran mematahkan iman, kekayaan mendatangkan ketamakan dan kesombongan, kenikmatan hidup membuat kita terjebak dalam lumpur dosa.
Mengapa bisa tumbuh semak duri?
Karena tanah tidak di jaga dan tidak di garap kerjakan. Suatu tanah yang tidak ada penjaga dan penggarapnya, maka tanah itu akan menumbuhkan apa saja. Semua jenis tumbuhan bisa tumbuh di atasnya, tidak tahu siapa yang menaburnya, namun kebanyakan benih-benih semak duri dibawa oleh burung, kemudian jatuh ditempat itu dan menumbuhkan semak duri. Semak duri tanpa di olah dan dirawat dapat tumbuh dengan subur, bahkan semakin lama semakin lebat. Demikian juga hal-hal yang tidak baik sama seperti semak duri, tidak tahu siapa yang menaburkan benihnya, namun dapat tumbuh dengan subur walau tidak ada yang mengerjakannya. Kehidupan semak duri adalah gambaran hati yang tidak dijaga dan hati yang selalu membuka dirinya seluas-luasnya atas apa saja baik dalam hal rohani maupun hal yang tidak rohani, namun sayang pada kenyataannya justru hal-hal yang tidak rohani yang bertumbuh pesat dan menghimpit hingga mematikan hal-hal yang rohani. Tanah jenis ini menunjukkan kehidupan yang tidak menjaga hatinya. Tanah hati kita harus dijaga agar hal-hal yang tidak rohani tidak tumbuh diatasnya. Oleh sebab itu betapa perlunya kita menjaga hati.
Di tanah yang bagaimanapun, bibit semak duri pasti akan selalu tertabur. Kita tidak bisa 24 jam nonstop mencegah burung-burung(Iblis) untuk tidak menaburkan benih semak duri itu. Namun, kita bisa menjaga agar benih itu tidak sampai tumbuh dan berkembang di tanah hati kita, apa lagi sampai berakar, apabila benih yang jahat itu mulai tumbuh kita harus segera mencabutnya, kemudian, tanah hati kita harus di garap kerjakan oleh Firman Tuhan.

Ibrani 6 : 8
"tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran."
Oleh sebab itu marilah kita menjaga hati kita dan membiarkannya di garap kerjakan oleh firman Tuhan sehingga kita beroleh kehidupan yang kekal.

Tuhan Yesus memberkati.
's Army Generations #

05/10/2021

Hari Ke-257; Selasa, 5 Oktober 2021.

Matius‬ ‭12:48-50‬ ‭(TB‬‬)
(48) Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: ”Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” (49) Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: ”Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
(50) Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Salib, salah satu lambang yang menjadi ciri seorang kristen adalah salib. Secara khusus, Tuhan memberikan pengertian kepada saya bahwa salib itu berbicara tentang hukum kasih. Seperti halnya salib, yang menuju ke atas itu berbicara tentang mengasihi Tuhan, sedang yang menuju ke samping berbicara tentang mengasihi sesama. Dari pengertian ini, Tuhan memberikan beberapa prinsip penting, yaitu:

1. Prioritas yang pertama adalah mengasihi Tuhan, lalu mengasihi sesama, yang lain.
2. Hubungan adalah faktor dan ciri dari sebuah kasih.

Matius 12:48-50 menegaskan tentang hal itu, bahwa prioritas yang pertama adalah mengasihi Tuhan, bukan yang lain termasuk keluarga sekalipun! Sulit? Tentu saja, tapi itulah kebenaran yang hakiki, yang sejati! Selanjutnya, hubungan merupakan faktor penting dan ciri dari sebuah kasih. Kita tidak mungkin mengasihi Tuhan sementara kita tidak pernah membangun hubungan dengan Tuhan. Kita tidak akan pernah mengasihi sesama, kalau kita tidak membangun hubungan dengan sesama. Itulah fakta atau kebenarannya.

Kecenderungan hati akan menjadi faktor penting bahkan bisa dikatakan faktor utama supaya terbangun yang disebut hubungan. Kecenderungan hati seseorang menentukan apa yang dia katakan, apa yang dilakukannya. Bahkan, ayat di atas Tuhan Yesus menegaskan bahwa mereka yang disebut saudara-Nya atau ibu-Nya, yaitu mereka yang melakukan kehendak Bapa yaitu setiap Firman Tuhan. Pastikan kita terus membangun hubungan dengan Tuhan, sesibuk apapun, seletih apapun.

TYM
’sArmyGeneration

Bacaan Alkitab setahun: Matius 11-12.

05/10/2021

Shalom.....
Selasa: 5 Oktober 2021
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."
Matius 11:28

Ketika kita kehilangan sesuatu yang berarti dalam hidup ini, akan sangat terasa sekali rasanya seperti separuh jiwa yang hilang dari hidup kita, tapi semuanya itu adalah anugerah dari Tuhan, dan kita jangan hanya mau menerima yang baik baik saja dari Tuhan, penderitaan juga kita harus menerimanya sebab semua itu anugerah yang harus dijalani dengan sepenuh hati, ini dapat kita lalui hanya dengan kekuatan dari Tuhan.
Harus yakin bahwa satu saat nanti semua akan berakhir.
Kalau hari ini kita masih bisa bernafas, itu karena kemurahan Tuhan belaka.

Setiap pagi dan malam hanya pujian dan penyembahan serta doa yang dapat membuat kita bisa bertahan menjalan kehidupan ini..
Dalam keadaan seperti ini harus kita sadari bahwa ini memang harus dijalani dengan segenap hati
Hanya kepada Tuhanlah yang menjadi tempat berkelu kesah karena hanya Dia yang dapat memberi kelegaan.

Jalanilah kehidupan ini dengan mata dan hati yang tertuju kepada Yesus Kristus Tuhan kita yang adalah sumber segala kebaikan
"Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk disebelah kanan takhta Allah." (Ibrani 12 : 2)

Tuhan Yesus memberkati.
's Army Generations #

03/10/2021

Hari Ke-256; Senin, 4 Oktober 2021.

Matius 10:37 (TB)
Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
‭‭
Ayat di atas adalah salah satu ayat dalam sebuah perikop yang berjudul: Yesus Membawa Pemisahan I Bagaimana Mengikut Yesus. Kalau kita baca dan renungkan perikop tersebut, kita akan mendapati betapa tidak mengenakkan untuk mengikut Yesus dengan benar.

Berdasarkan ayat di atas, Tuhan menekankan beberapa hal penting yang harus kita perhatikan, yaitu:
1. Pilihan utama atau prioritas utama hidup kita adalah Tuhan Yesus, mengasihi Dia lebih dari siapapun dan apapun.
2. Kecenderungan hati akan menentukan pilihan utama atau prioritas utama hidup kita.
3. Lebih mengasihi yang lain dibanding mengasihi Tuhan, dampaknya TIDAK DIAKUI oleh Tuhan.

Pertanyaannya, apakah setelah mengetahui hal di atas, iman kita goyah? Atau, menganggap hal di atas biasa saja? Itulah sebabnya, kekristenan bukan hanya sekedar agama, tetapi jauh lebih dalam. Dan salah hal penting dari kekristenan adalah HUBUNGAN. Kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari siapapun atau apapun yang ada di bumi ini jika kita menjalin hubungan yang ingin dengan Dia.

TYM
’sArmyGeneration

Bacaan Alkitab setahun: Matius 9 & 10.

01/10/2021

Shalom.....
Sabtu:2/10/21
Matius 6:9 (TB) Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

Salah satu dari sepuluh perintah Tuhan yang disampaikan Tuhan kepada bangsa Israel melalui perantaraan nabi Musa, dan ditulis pada dua loh batu adalah: "Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan." (Keluaran 20:7).
Mengapa kita tidak boleh menyebut nama Tuhan dengan sembarangan? ➡Karena nama Tuhan adalah kudus. Karena itu Tuhan sangat benci terhadap orang-orang yang berani melecehkan, meremehkan dan mempermainkan nama-Nya dengan sembarangan.

Ketika bangsa Israel tidak menghormati lagi nama Tuhan, tidak menghiraukan perkataan-Nya dan tetap menyembah kepada berhala-berhala, hal itu menimbulkan kemurkaan Tuhan. Berfirmanlah Tuhan kepada Yehezkiel: "Tetapi Aku bertindak oleh karena nama-Ku, supaya itu jangan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa, di mana mereka berada. Di hadapan bangsa-bangsa itu Aku menyatakan diri kepada mereka dalam hal Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir." (Yehezkiel 20:9).
Tindakan Tuhan selalu dikaitkan dengan nama-Nya, seperti yang ditulis Daud dalam mazmurnya: "Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya." (Mazmur 23:3). Nama Tuhan juga merupakan kekuatan dan keselamatan bagi orang benar, tapi bagi orang fasik nama Tuhan menjadi kebencian.
"Nama TUHAN adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat." (Amsal 18:10).

Adalah sia-sia kita berdoa dengan mengucapkan kekudusan nama Tuhan jika seluruh tindakan kita dipimpin oleh keinginan yang tidak kudus. Kita ditantang untuk hidup dalam kekudusan agar dapat menghayati nama Tuhan yang kudus. Nama Tuhan yang kudus itu harus dimulai dari kehidupan orang yang berdoa: "Dikuduskanlah nama-Mu," Jika ucapan tersebut tidak disertai kekudusan hidup orang yang berdoa, ucapan doa itu sama sekali tak ada artinya. Orang percaya bertanggung jawab penuh atas perkataan dan perbuatannya sehari-hari, sebab keberadaannya di tengah dunia membawa misi, yaitu menjadi saksi-saksi-Nya. Di situlah nama Tuhan dipertaruhkan di mata dunia.

Nama Tuhan adalah kudus, karena itu setiap orang yang memanggil nama-Nya pun harus hidup dalam kekudusan!

Tuhan Yesus memberkati
's Army Generations #

01/10/2021

Hari Ke-253; Jumat, 1 Oktober 2021.

Shalom seluruh umat Tuhan, hari ini kita memasuki bulan yang baru, Oktober 2021. Kita berdoa supaya bulan ini lebih baik dari bulan yang lalu karna kasih setia Tuhan selalu baru tiap pagi. Besar setia-Mu, ya Tuhan!

Di bulan yang baru ini, Roh Kudus berpesan kepada setiap kita supaya tetap hidup sesuai Firman Tuhan. Setelah Tuhan Yesus dibaptis air oleh Yohanes Pembaptis, oleh Roh Tuhan Yesus dibawa ke padang gurun untuk dicobai. Sesuai Matius 4:1-11, 3x iblis mencobai Tuhan Yesus, dan gagal! Ingat, Tuhan Yesus itu 100% Allah dan saat itu Ia 100% manusia.

Untuk kita ketahui, 3 strategi iblis tersebut adalah 3 strategi yang iblis jalankan untuk mematahkan anak-anak Tuhan saat ini. Pertanyaannya, apa faktor kunci Tuhan Yesus bisa mematahkan 3 strategi iblis tersebut?

1. Tuhan Yesus penuh oleh Roh. Penting buat kita sebagai umat Tuhan pada zaman ini, dipenuhi oleh Roh Kudus. Harus!

Matius‬ ‭4:1‬ ‭(TB‬‬)
Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.

2. Dalam segala keadaan, Tuhan Yesus menjawab dan bertindak seperti apa kata Firman Allah.

Matius‬ ‭4:4‬ ‭(TB‬‬)
Tetapi Yesus menjawab: ”Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Matius‬ ‭4:7‬ ‭(TB‬‬)
Yesus berkata kepadanya: ”Ada p**a tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”
‭‭
Matius‬ ‭4:10‬ ‭(TB‬‬)
Maka berkatalah Yesus kepadanya: ”Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

Dalam setiap keadaan atau situasi apapun, setiap analisa, keputusan dan tindakan yang kita ambil, semuanya berdasarkan koridor Firman Allah.

Kalau kita memulai dengan Roh, berjalan di dalam Roh, Tuhan akan menolong setiap kita, memberi hikmat atau pengertian sesuai Firman-Nya sehingga dapat melakukan menaklukkan setiap perkara dan lewat kita, nama Tuhan Yesus dipermuliakan. Amin!

TYM
’sArmyGeneration

Bacaan Alkitab setahun: Matius 1-4.

30/09/2021

Shalom........
Maleakhi 1:6 (TB)
Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman Tuhan semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: ”Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?”

Salah satu pesan Tuhan melalui nabi Maleakhi sesuai kitab Maleakhi 1:6 berbicara tentang sikap hati yang menghormati Tuhan. Dengan tegas dikatakan bahwa, seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Dan salah satu wujud kita tidak menghormati Allah sebagai Bapa dan Tuan adalah perihal konsep membawa persembahan. Pada zaman dulu, persembahan yang dibawa berupa hewan tetapi pada zaman ini berupa uang atau benda berharga lainnya. Benar! Allah tidak butuh uang kita, mengapa? Dia Allah! Dia punya segalanya. Pertanyaannya, mengapa? Karna uang salah satu ukuran sikap hati seseorang mengasihi Allah lebih dari yang lain atau tidak.

Maleakhi 1:7-8 (TB)
Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: ”Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?” Dengan cara menyangka: ”Meja Tuhan boleh dihinakan!” Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? firman Tuhan semesta alam.

Kunci membawa persembahan kepada Allah untuk pekerjaan Tuhan adalah sikap hati menghormati Allah. Disebutkan di atas, membawa seekor binatang buta itu sama dengan tidak menghormati Allah! Binatang timpang atau cacat dan sakit sama dengan tidak menghormati Allah! Mari cek kembali, apakah persembahan uang kamu bawa untuk pekerjaan Tuhan selama engkau beribadah sudah bisa dikategorikan sebagai penghormatan kepada Allah? Renungkan!!

Ulangan 16:16-17 Tiga kali setahun setiap orang laki-laki di antaramu harus menghadap hadirat TUHAN, Allahmu, ke tempat yang akan dipilih-Nya, yakni pada hari raya Roti Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. Janganlah ia menghadap hadirat TUHAN dengan tangan hampa,
tetapi masing-masing dengan sekedar persembahan, sesuai dengan berkat yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu."
TYM
’s Army Generation #

Address

Klungkung

Telephone

+6285101846094

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GBI Klungkung - Bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GBI Klungkung - Bali:

Share