Gereja Kristen Jawa Klaten

Gereja Kristen Jawa Klaten Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Gereja Kristen Jawa Klaten, Church, Jalan Kemangi NO 7, Klaten.

05/07/2024
29/06/2024

Ibadah syukur HUT GKJ KLATEN KE-100

01/12/2022

Rangkaian kegiatan Natal 2022

10/03/2021

" TETAP MENGIKUT DALAM DERITA DAN KERENDAHAN “
(Lukas 13:34) " Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.”

Menjadi pengikut dengan baik itu menuntut perjuangan dan juga komitment dari si pengikut itu sendiri. Memenuhi syarat pokok ini saja, mungkin diantara kita sudah merasa berat untuk dapat memenuhinya. Apalagi jika kita di minta sebagai pengikit diajak dan di tuntut untuk menanggung derita serta menjalani hidup dalam kerendahan.

Sebagai orang Kristen, kita itu hidup menjadi pengikut Yesus, jika demikian apakah syarat dasar sebagai pengikutNya itu sudah kita
penuhi? Mengikut dengan perjuangan, komitment, dan bahkan mengikut dalam segala penderitaan dan kerendahan hidup itu apakah sanggup kita genapi. Para Nabi, bapa-bapa gereja, dan pengikut Yesus di zamannya benar-benar teruji didalam memenuhi syarat sebagai pengikut yang baik. Kota Yerusalem menjadi saksi atas kesetiaan mereka, banyak diantara mereka demi mengikut Yesus mengalami berbagai-bagai aniaya, derita, dan hidupnya di dalam kerendahan. Namun terbukti semua derita dan segala bentuk kerendahan hidup tidak melunturkan komitment dan kesetiaan mereka untuk tetap hidup menjadi pengikut Yesus Kristus.
Bagai mana tantangan iman yang saat ini di hadapi orang Kristen dalam berpegang teguh hidup sebagai pengikut Yesus? Apaka sudah sampai pada tantangan yang mengancam mati dan hidup kita di bumi saat kita menjadi pengikutNya? Jangan goyah, hadapi segala tantangan, selalu dengan setia dan jaga komitment untuk mengikut Yesus, dan hidup tetap di dalam TUHAN. Amien. ==SP==

09/03/2021

“ TAAT DALAM PENCOBAAN “
(Lukas 4:1,2) “ Yesus yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan di cobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.”
Pencobaan dan godaan itu bisa datang kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Seperti apa yang menjadi kesaksian Injil Lukas berikut ini, memberikan kesaksian adanya pencobaan yang datang menimpa Yesus saat Dia hidup sebagai manusia. Saat pencobaan itu menimpaNya, Yesus menunjukkan sikap menguasai diri, melawan dan mengalahkan pencobaan itu, dan teguh berdiri diatas prinsip hidup kudus dan taatNya kepada TUHAN Allah Bapa.
Kemenangan didalam menghadapi pencobaan seperti kemenangan Yesus ini, sungguh bukan kejadian otomatis ataupun peristiwa adi kodrati yang semata-mata hanya Yesus saja yang bisa mewujudkannya. Tetapi kemenangan yang patut kita ikuti jejaknya, yang menjadi inspirasi hidup para pengikutNya, sekaligus sebagai contoh dan pedoman yang teguh kita pegang; supaya saat kita terlanda pencobaan, kita pun wajib berjuang hingga kita berdiri tegak menang atas pencobaan.
Pencobaan yang melanda Yesus, memukul aspek-aspek sensitive dan bahkan ringkih untuk dapat bertahan saat hal-hal itu didera pencobaan. Pada saat berpuasa tubuh akan terasa: haus, lapar, dan bahkan emosinya menjadi labil; Yesus di goncang pencobaan yang sangat dahsyat dipuncak kelemahan jasmaniNya. Keinginan hawa nafsu yang melekat pada kebutuhan jasmani; keangkuhan hidup yang berupa ambisi dan keserakahan terhadap kekayaan duniawi; serta relasi rohani antara manusia dengan TUHAN Allah BapaNya yang digoncang keraguan; mendera Yesus bertubi-tubi sebagai batu ujian dan pencobaan.
Namun semuanya itu menjadi tahapan proses menuju kemenangan, dengan cara : Yesus berjuang selalu menjaga keteguhan hidupNya, bersandar pada Firman TUHAN sebagai pijakan kebenaran dan sekaligus pedang Roh yang mematahkan serangan lawan; serta komitment setia dan taat kepada Allah Bapa untuk selalu menyembah, memuliakan, dan mengagungkanNya menjadi kekuatan ampuh yang sanggup menghancurkan segala bentuk tipu daya dan godaan Iblis terhadap diri Yesus. Bertahanlah saat dilanda pencobaan, tetap teguh dan selalu memegang Firman Tuhan menjadi dasar kebenaran, dan sentosakan sikap sembah sujud kita kepada TUHAN. Semoga kita pun tetap taat dan bahkan menang terhadap pencobaan. Amien. ==SP==

08/03/2021

“ CINTA PADA RUMAH-MU “
( Yohanes 2:16,17) 16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." 17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."

“Salam seger waras...Kasih dan damai sejahtera dari Tuhan Yesus menyertai saudara sekalian..."
Sudah hampir satu tahun semua perjalanan sendi kehidupa termasuk kehidupan bergereja mengalami perubahan yang drastis, semua ini terjadi disebabkan oleh pandemi virus corona 19 dan segala dampak yang menyertainya. Secara khusus dampak terhadap keberlangsungan hidup bergereja dalam melaksanakan pelayanan ibadah. Gedung Gereja atau Rumah Ibadah menjadi simbul sentral bagi jemaat didalam melaksanakan ibadahnya, bahkan gedung gereja menjadi kebutuhan mutlak untuk mewujudkan persekutuan bersama antar umat dalam menyelenggarakan ibadahnya. Aktifitas menyembah TUHAN, diekspresikan dengan cara umat bersama-sama pada hari dan waktu tertentu berkumpul beribadah kepadaTUHAN Allah.
Kehadiran Gedung Gereja dalam upaya jemaat mewujudkan ibadah bersama-sama kepada TUHAN itu, menjadi sarana utama yang tidak bisa digantikan apalagi ditiadakan; selain itu pertemuan bersama juga menjadi pertanda yang sifatnya khusus dalam suatu penyelenggaraan ibadah. Nah ditengah situasi pandemi covid 19 sekarang ini, dua tanda icon dasar peribadahan umat, hampir keduanya tidak bisa dipenuhi dengan maksimal. Gereja tidak bisa dipakai maksimal untuk pertemuan umat bersama-sama dalam penyelenggaraan ibadah. Ibadah dilaksanakan secara terpisah satu terhadap yang lain, mandiri di rumah masing-masing, ditengah perjalanan, atau bahkan disela waktu luang saat bekerja.
Dari situasi semacam ini, maka TUHAN menyatakan kehendakNya, melalui pengalaman kehidupan Yesus sendiri di saat dia menjadi guru bersama para muridNya. Tuhan Yesus sangat menjunjung kekudusan Bait Suci supaya selalu bisa berperan menjadi Bait Allah. Sehingga segala sesuatu yang merusak peran Bait Suci sebagai Bait Allah selalu mendapat perhatianNya, jadi Tuhan Yesus membarui pemaknaan sikap terhadap Bait Suci, bukan sekedar simbul fisik tempat aktifitas Ibadah, tetapi menjadi Bait Allah, yaitu tempat perjumpaan umat dengan pribadi TUHAN Allah melalui rangkaian Ibadah yang dijalani oleh umat. Pelaksanaan ibadah perlu dipahami dan dimaknai secara baru, bukan sekedar terlaksana didalam fisik gedung gereja belaka, namun ibadah memiliki sifat sarana kehadiran Allah dalam menjawab persekutuan dengan umatNya. Ibadah yang menghadirkan Allah akan membawa dampak pemulihan hubungan, ada relasi yang mendalam antara umat dengan TUHAN Allah dan umat dengan sesamanya. Inilah makna bait Allah didalam ibadah, Allah sungguh hadir bersemayam ditengah umatNya. Dengan makna ibadah yang seperti ini, maka akan memunculkan rasa cinta terhadap Bait Allah di dalam hati setiap umatNya, serta kekudusan Bait Allah akan terjaga sepanjang masa. Amien. ==SP==

24/02/2021

LITURGI KEBAKTIAN
MINGGU PALMA
MINGGU, 28 MARET 2021

“BERANI MENDERITA”
1. PERSIAPAN IBADAH
 Umat mengambil sikap bersaat teduh dalam doa pribadi.
 Lonceng Dibunyikan 3x
 Penyalaan Lilin Ibadah & Pembacaan Warta Gereja oleh Majelis.
2. PANGGILAN BERIBADAH (umat berdiri)
MJ : (ajakan untuk bangkit berdiri)
Hari ini kedatangan Tuhan Yesus di Yerusalem disambut dengan sukacita dan sorak-sorai. Betapa tidak? Penindasan yang begitu lama dirasakan, penderitaan yang begitu berat dialami, akan segera berakhir.
U : Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!
MJ : Kedatangan-Nya tidak menunggang seekor kuda perang melainkan seekor keledai muda. Bukan karpet merah alas-Nya berjalan, melainkan hanya hamparan kain dan pakaian. Bukan dengan umbul-umbul dan bendera perang Ia disambut, melainkan dengan ranting daun palem.
U : Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!
MJ : Tanpa sadar kedatangan-Nya bukanlah untuk menghancurkan melainkan memulihkan. Kehadiran-Nya bukan untuk membebaskan umat dari keterjajahan politik duniawi, melainkan membebaskan dari kuasa dosa dan maut. Kedatangan-Nya bukanlah untuk mengalahkan melainkan memberikan keselamatan secara utuh, di bumi seperti di sorga.
U : Hosana, Selamatkanlah kami sekarang ini!
MJ : Kusongsong bagaimana Ya Yesus Datangmu!
 Umat menyanyikan KJ 85:2 “KUSONGSONG BAGAIMANA”
3. VOTUM DAN SALAM
PF : Ibadah Minggu Palma ini kita sucikan dengan pengakuan: Pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan, Pencipta langit dan bumi, yang senantiasa setia dan tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya, Amin.
U : Menyanyikan AMIN, AMIN, AMIN!
PF : Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai Saudara sekalian.
U : Dan menyertai saudara juga.
4. KATA PEMBUKA (umat duduk)
PF : Dalam situasi penuh beban dan penderitaan, semua orang berharap akan adanya pembebasan. Bukan hanya berharap melainkan juga memaksakan keterwujudan harapan tersebut. Sayangnya, alih-alih menuntut dan memaksa diri sendiri untuk mewujudkannya, mereka menuntut dan memaksa orang lain untuk mewujudkannya. Disinilah keberanian Tuhan Yesus untuk menderita, bahkan menderita sampai mati, menjadi begitu bermakna bagi penyelamatan semesta secara saksama.
U : Menyanyikan KJ 85:3 “KUSONGSONG BAGAIMANA” (SL)
5. PENGAKUAN DOSA
MJ : (Membacakan hukum kasih : Matius 22:37-40 ”Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”)
Teladan kasih yang begitu nyata telah dilakukan Tuhan Yesus melalui salib, kematian dan juga kebangkitan-Nya. Bukan hanya keberaniaan-Nya menanggung derita, melainkan juga berkorban hidup seutuhnya bagi keselamatan dunia. Sudahkah kita rela menderita untuk mewujudkan kasih kepada Tuhan dan sesama?
----- (hening sejenak) -----
MJ : Marilah menyatakan penyesalan kita dengan menyanyikan KJ 169:1, 2 “MEMANDANG SALIB RAJAKU”
6. BERITA ANUGERAH (umat berdiri)
PF : Bagi setiap kita yang dengan sungguh-sungguh menyatakan dosa dan penyesalan di hadapan Tuhan, Tuhan berkenan menyatakan anugerah pengampunannya. Berita anugerah diambil dari Filipi 1:29 yang demikian FirmanNya: “Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,”
Demikianlah Berita Anugerah dari Tuhan.
U : Syukur kepada TUHAN.
 Umat menyanyikan KJ 401:1, 2 “MAKIN DEKAT, TUHAN” (SL)
7. PELAYANAN FIRMAN (umat duduk)
a. Doa Syukur, Safaat dan Pelayanan Firman (oleh PF)
b. Pembacaan Alkitab
Bacaan Pertama : Yesaya 50:4-9a;
Bacaan Tanggapan : Mazmur 118:1-2, 19-29;
Bacaan Kedua : Filipi 2:5-11;
Bacaan Injil : Markus 11:1-11.
 (PF membacakan salah satu sumber Bacaan Leksionari yang ada)
PF : “Demikian Sabda Tuhan Yesus Kristus, yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan Firman Tuhan dan yang memeliharanya. Hosiana!”
U : Menyanyikan HOSIANA, HOSIANA, HOSIANA!
c. Khotbah : “BERANI MENDERITA”
d. Saat Teduh
8. PERSEMBAHAN
MJ : Marilah kita menaikkan syukur kita dengan memberikan persembahan yang telah kita siapkan dari rumah masing-masing. Firman Tuhan yang menjadi dasar di dalam kita mempersembahkan diambil dari 2 Korintus 8:12 yang demikian FirmanNya: “Sebab jika kamu rela untuk memberi, maka pemberianmu akan diterima, kalau pemberianmu itu berdasarkan apa yang ada padamu, bukan berdasarkan apa yang tidak ada padamu.“
 Umat memberikan persembahan sambil menyanyikan KJ 393:1 “TUHAN, BETAPA BANYAKNYA”
 Majelis mengajak umat berdiri kemudian menyampaikan doa persembahan dan dilanjutkan Doa Bapa Kami.
9. PENGAKUAN IMAN RASULI
MJ : Bersama dengan umat Tuhan, dulu kini dan sepanjang segala masa, marilah kita meneguhkan kembali pengakuan iman kita menurut pengakuan Iman Rasuli yang demikian :
10. NYANYIAN PENGUTUSAN (PF)
PF : Mari kita menyanyikan KJ 370:2 “’KU MAU BERJALAN DENGAN JURUS’LAMATKU”
11. PENGUTUSAN DAN BERKAT
PF : Pulanglah dalam sukacita karena mengingat sabda Tuhan dari Roma 8:17b yang berkata demikian : “Jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.“
Beranilah menderita dan Jalanilah hidup dalam rasa syukur untuk melakukan panggilan-Nya. Tuhan mengiringi hidup saudara dengan berkat-Nya. Arahkanlah hatimu kepada Tuhan.
U : Kami mengarahkan hati kepada Tuhan.
PF : Jadilah saksi Kristus.
U : Syukur kepada Allah.
PF : Terpujilah Tuhan.
U : Kini dan sepanjang segala masa.
PF : Kini terimalah berkatNya :
Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu (kita) dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu (kita), sesudah kamu (kita) menderita seketika lamanya. Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya! Amin.
U : Menyanyikan KJ 445:3 “HARAP AKAN TUHAN”
KOMISI IBADAH & LITURGI GKJ KLATEN_2021
Minggu, 28 Maret 2021
Bacaan I : Yesaya 50:4-9a
4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.
5 Tuhan ALLAH telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang.
6 Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabut janggutku. Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi.
7 Tetapi Tuhan ALLAH menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Sebab itu aku meneguhkan hatiku seperti keteguhan gunung batu karena aku tahu, bahwa aku tidak akan mendapat malu.
8 Dia yang menyatakan aku benar telah dekat. Siapakah yang berani berbantah dengan aku? Marilah kita tampil bersama-sama! Siapakah lawanku beperkara? Biarlah ia mendekat kepadaku!
9a Sesungguhnya, Tuhan ALLAH menolong aku; siapakah yang berani menyatakan aku bersalah?
Lembaga Alkitab Indonesia 1974
Minggu, 28 Maret 2021
Tanggapan : Mazmur 118:1-2, 19-29
1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
2 Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"
19 Bukakanlah aku pintu gerbang kebenaran, aku hendak masuk ke dalamnya, hendak mengucap syukur kepada TUHAN.
20 Inilah pintu gerbang TUHAN, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya.
21 Aku bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah menjawab aku dan telah menjadi keselamatanku.
22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
23 Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
24 Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!
25 Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! Ya TUHAN, berilah kiranya kemujuran!
26 Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! Kami memberkati kamu dari dalam rumah TUHAN.
27 TUHANlah Allah, Dia menerangi kita. Ikatkanlah korban hari raya itu dengan tali, pada tanduk-tanduk mezbah.
28 Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.
29 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.
Lembaga Alkitab Indonesia 1974
Minggu, 28 Maret 2021
Bacaan II : Filipi 2:5-11
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Lembaga Alkitab Indonesia 1974
Minggu, 28 Maret 2021
Bacaan Injil : Markus 11:1-11
1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem, dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya 2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari.
3 Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini." 4 Mereka pun pergi, dan menemukan seekor keledai muda tertambat di depan pintu di luar, di pinggir jalan, lalu melepaskannya. 5 Dan beberapa orang yang ada di situ berkata kepada mereka: "Apa maksudnya kamu melepaskan keledai itu?"
6 Lalu mereka menjawab seperti yang sudah dikatakan Yesus. Maka orang-orang itu membiarkan mereka. 7 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. 8 Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada p**a yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang.
9 Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan,
10 diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!"
11 Sesampainya di Yerusalem Ia masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya.
Lembaga Alkitab Indonesia 1974
Komisi Ibadah & Liturgi
GKJ Klaten_2021

24/02/2021

TATA PANGIBADAH
MINGGU PRA PASKAH V
MINGGU, 21 MARET 2021

“KATRESNANIPUN ALLAH NGLANGKUNGI PAUKUMAN”
1. PECAWISAN PANGIBADAH
 Pasamuwan rawuh lan ngunjukaken donga sacara pribadi.
 Loncèng Kaungelaken 3x
 Panyumeting Lilin Pangibadah & Pamaosing Pawartos Pasamuwan dening Pradata.
2. TIMBALAN PANGIBADAH
Prdt : Para Sedhèrèk ingkang dipun kasihi déning Gusti, Minggu punika kita sami lemebet ing Minggu Pra-paskah kaping 5. Sumangga kita sami nyawisaken manah lan nalar kita, supados kita saged saèstu ngraosaken pepanggihan kaliyan Gusti. Mazmur 103:8, mekaten: “Pangéran Yéhuwah iku ambek welasan lan ambek asih. Gedhé sabaré lan lubèr sih susetyané.”
Pasamuwan kaaturan jumeneng. Sumangga kita caos pamuji sokur nanggapi timbalanipun Gusti marek ing ngarsanipun kanthi sesarengan memuji: KPJ 20:1, 2 “PANGÉRAN MAMULYA”
3. VOTUM LAN SALAM
Pmp : Kita miwiti pangibadah Pra-paskah kaping 5 punika kanthi pangaken bilih pitulungan kita punika pinangkanipun saking Gusti Allah ingkang sampun nitahaken langit lan bumi dalah saisinipun, saha ingkang sih-susetyanipun langgeng ing salaminipun. Amin.
Psw : Ngrepèkaken Amin, Amin, Amin!
Pmp : Tentrem rahayu lan sih-katresnanipun Allah Rama, Putra tuwin Roh Suci, mugi nunggila ing panjenengan sedaya.
Psw : Nunggila ing panjenengan ugi.
4. ATUR PAMBUKA (pasamuwan lenggah)
Pmp : Sabdanipun Gusti wonten ing 1 Yohanes 4:18 ngandika mekaten: “Sajroning katresnan ora ana rasa wedi, katresnan kang sampurna iku malah mbéngkas rasa wedi, amarga wedi iku ngandhut paukuman, lan wong kang wedi iku ora sampurna katresnané.“
Para Sedhèrèk ingkang kinasihan déning Gusti, katresnanipun Allah mbekta pemulihan ing salebeting gesang kita. Kita pitados, ing salebeting katresnan, paukuman lan pangadilan kagantos dados pangapunten lan pengasihan. Sumangga caos pamuji sokur awit saking kamirahanipun Gusti salebeting gesang kita.
Psw : Ngrepèkaken KPJ 140:1, 3 “SIHÉ ALLAH GUNG SANYATA” (SL)
5. PENGAKENING DOSA
Prdt : Sumangga kita sami ngasoraken manah ing ngarsanipun Gusti, kanggé ngakeni dosa lan kalepatan kita. Sami kaaturan wekdal kanggé sacara pribadi ngaturaken pandonganipun…
--- (pasamuwan kaaturan wekdal ndedonga sacara pribadi) ---
Prdt : Gusti, kawula manungsa ringkih, lan kebak dosa, nanging pikantuk sih-nugraha saking Paduka. Kawula sami ngaturaken pamuji sokur awit Paduka nimbali lan miji kawula sedaya dados putra-putra pepadhang. Pramila ing salebeting katresnan lan pangapunten Paduka, dhuh Gusti, kawula sami cecengklungen dhateng pakaryan Paduka ingkang mulihaken lan nganyaraken gesang kawula sami. Èstunipun, nugraha Paduka punika ndamel kawula wantun medal saking cengkeremaning dosa. Éwa-semanten, dosa pancèn saèstu sampun ngiket lan narik kawula, satemah kala-kala utawi asring kawula batal nilaraken gesang ingkang kebak dosa mekaten punika. Kamangka pakaryan salibipun Gusti sampun ngapunteni sedaya panerak tuwin ngicali dosa kawula. Awit saking punika, kawula nyuwun pangaksama Paduka, dhuh Gusti, ingkang kebak sih lan katresnan. Kawula mugi Paduka sucèkaken dhuh Gusti, nurani dalah nalar kawula mugi sami Paduka resiki; punapa déné sinagedna kawula tansah ngeneraken manah lan pamikir kawula
dhumateng Paduka, ingkang tansah setya tuhu nuntun lampah kawula lumantar Sabda Paduka. Namung wonten ing Sang Kristus kawula ndedonga nyuwun pangapuntening dosa. Amin.
Psw : Ngrepèkaken KPJ 61:3 “SAÈSTU KEDUWUNG”
6. PAWARTOS SIH RAHMAT (pasamuwan jumeneng)
Pmp : Sumangga kita tampèni pawartos sih rahmat saking Allah kanggé pangapuntening dosa kita sami. 1 Yohanes 1:9-10 ngandika mekaten: “Menawa kita padha ngakoni dosa kita, Panjenengané iku setya tuhu lan adil, temah bakal ngapura sakèhé dosa kita, sarta nucèkaké kita saka sakèhing piala. Saupama kita padha ngaku ora gawé dosa, dadi kita padha nganggep Panjenengané dora, sarta pangandikané ora dumunung ana ing kita.”
Makaten Pawartosing Sih-rahmat saking Gusti!
Psw : PUJI SOKUR KONJUK ING GUSTI!
 Pasamuwan ngrepèkaken kidung KPJ 346a:1, 2 “NDEDONGA LAN MAKARYA” (SL)
7. PELADOSANING PANGANDIKA (pasamuwan lenggah)
a. Pandonga Sokur, Safaat Lan Peladosaning Pangandika (Pmp)
b. Pamaosing Kitab Suci (Pmp)
Waosan Sepisan : Yérémia 31:31-34;
Waosan Tanggapan : Jabur 51:2-13;
Waosan Kaping Kalih : Ibrani 5:5-10;
Waosan Injil : Yohanes 12:20-33.
 (Pmp maosaken salah satunggal sumber waosan Leksionari ingkang wonten)
Pmp : “Mekaten Sabdanipun Gusti Yésus Kristus, ingkang rahayu inggih punika saben tiyang ingkang mirengaken Sabdanipun Allah lan sami dipun tetepi ing gesang padintenan. HOSIANA!”
Psw : Ngrepèkaken HOSIANA, HOSIANA, HOSIANA!
c. Khotbah : “KATRESNANIPUN ALLAH
NGLANGKUNGI PAUKUMAN”
d. Wekdal Ening
8. PISUNGSUNG
Prdt : Pisungsung mujudaken pamuji sokur kita awit sedaya berkah pangrimatipun Gusti tumrap gesang kita. Sumangga kita aturaken pisungsung kita dhumateng Gusti kanthi manah ingkang kebak raos pamuji sokur lan lila legawaning manah. Dhasaring pisungsung sinerat wonten ing Jabur 107:1-2, “Padha saosa puji sokur marang Sang Yéhuwah, awit déné Panjenengané iku saé! Ujer sih-susetyané iku langgeng ing salawasé. Mangkonoa pangucapé para wong kang padha katebus déning Yéhuwah, kang katebus saka ing pangwasané kang gawé susah.”
 Pasamuwan ngempalaken pisungsung kasarengan ngrepèkaken KPJ 165:1 “KONJUK MRING KANG MAHAAGUNG”
 Pradata ngajak pasamuwan jumeneng, Pradata mimpin Pandonga Pisungsung lan Panutup kalajengaken Donga Rama Kawula.
9. PENGAKENING PITADOS RASULI
Prdt : Sesarengan kaliyan sedaya umat ing sedaya zaman, sumangga kita sami ngantebaken malih punapa ingkang sampun kita pitadosi, sarana ngucapaken Pangaken Pitados Rasuli mekaten:
10. KIDUNG PANGUTUSAN (Pmp)
Pmp : Para Sedhèrèk, sami èngeta bilih pangapunten, lan sih-katresnanipun Allah anjalari gesang kita sami kapulihaken lan kaanyaraken. Tetepa gesang ing salebeting tuntunanipun Allah Roh Suci, ingkang tansah nganyaraken gesang kita sami.
Psw : Ngrepèkaken KPJ 352:1, 2 “SANTOSANING TETUNGGALAN”
11. PANGUTUSAN LAN BERKAH
Pmp : Pangibadah saged kelampahan mboten namung wonten ing salebeting gedhung kémawon. Gesang sadinten-dinten kita punika èstunipun ugi mujudaken pangibadah ingkang kedah kita aturaken kagem kamulyanipun Gusti.
Pramila enerna manah panjenengan dhumateng Gusti lan tampènana berkahipun :
Mugi-mugi Gusti Allah sumbering pangajeng-ajeng, ngèbaki panjenengan (kita) kanthi kabingahan lan katentreman ing salebeting gesang pitados panjenengan (kita). Punapadéné karana kekiyatanipun Sang Roh Suci, panjenengan (kita) sedaya kasagedaken ndarbèni pangajeng-ajeng ingkang lubèr-lubèr.Amin.
Psw : Ngrepèkaken KPJ 459:1 “PINUJIA ALLAH SANG RAMA”
KOMISI IBADAH & LITURGI GKJ KLATEN_2021
Minggu, 21 Maret 2021
Waosan I : Yérémia 31:31-34
31 Mangkene pangandikane Sang Yehuwah: Lah bakal tumeka ing titi-mangsane, Ingsun bakal damel prajanjian anyar karo wong Israel lan Yehuda,
32 ora kaya prajanjian kang Sundamel karo leluhure, nalika Ingsun nganthi tangane, ing wektu ngentasake para wong iku saka ing tanah Mesir; prajanjian iku wus diselaki; sanadyan Ingsun jumeneng Gusti, kang nguwasani wong-wong iku, -- mangkono pangandikane Sang Yehuwah --.
33 Nanging prajanjian kang bakal Sundamel karo wong Israel, sawuse wektu iku, -- mangkono pangadikane Sang Yehuwah -- iku mangkene: ToretingSun bakal Sunparingake ana ing batine, sarta Sunserat ana ing atine; Ingsun banjur bakal jumeneng dadi Allahe lan wong-wong iku bakal padha dadi umatingSun.
34 Apadene ora prelu wong aweh piwulang maneh marang pepadhane, utawa sadulure mangkene: Kowe wanuha marang Sang Yehuwah! Amarga wong iku kabeh, gedhe cilik, bakal padha wanuh marang Ingsun, -- mangkono pangandikane Sang Yehuwah --, awit kaluputane bakal Sunapura lan dosane wus ora Sunengeti maneh.”
Kitab Sutji, Alkitab Jawa Formal © 1981, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia
Minggu, 21 Maret 2021
Tanggapan : Jabur 51:2-13
2 nalika Nabi Natan sowan, sawuse panjenengane sapasarean karo Batsyeba. 3 Dhuh Allah, kawula mugi Paduka welasi awit saking sih-kadarman Paduka, mugi karsaa nglebur dosa kawula awit saking gunging sih-kadarman Paduka. 4 Mugi kawula Paduka resiki babar pisan saking sakathahing dosa kawula, sarta dosa kawula mugi Paduka ruwat. 5 Amargi kawula ngrumaosi panerak kawula, saha dosa kawula tansah wonten ing ngajeng kawula.
6 Kawula damel dosa dhumateng Paduka, inggih namung dhumateng Paduka piyambak anggen kawula sampun damel dosa punika, sarta nglampahi ingkang Paduka galih awon, supados tetelaa bilih pancasan Paduka punika adil, saha patrap anggen Paduka ngadili punika resik. 7 Pancen saestu, anggen kawula kalairaken punika nandhang duraka, sarta biyung kawula ngandhut kawula ing salebeting dosa. 8 Pancen saestu, Paduka punika karenan dhateng kaleresan ing salebeting batos, kanthi kendel-kendelan Paduka paring sumerep bab kawicaksanan dhumateng kawula.
9 Dosa kawula mugi Paduka icali kalayan hisop, temah dados resik, kawula Paduka edusi temah dados pethak, nglangkungi salju!
10 Kawula pinarengana mireng kabingahan lan sukarena, saha balung ingkang sampun Paduka remuk, sageda surak-surak malih!
11 Paduka mugi karsaa ngaling-alingi wedana Paduka, sampun ngantos mirsa dosa kawula, saha kalepatan kawula mugi Paduka lebur sadaya. 12 Dhuh Allah, Paduka mugi karsaa damel resiking manah kawula, sarta batos kawula mugi Paduka enggalaken klayan roh ingkang santosa.
13 Kawula mugi sampun ngantos Paduka bucal saking ngarsa Paduka, saha roh Paduka ingkang suci sampun ngantos kapundhut saking kawula.
Kitab Sutji, Alkitab Jawa Formal © 1981, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia
Minggu, 21 Maret 2021
Waosan II : Ibrani 5:5-10
5 Mangkono uga Kristus ora mulyakaké sarirané piyambak sarana jumeneng Imam Agung, nanging kamulyakaké déning Panjenengané kang ngandikani, "Sira iku Putraningsun! Sira wis Sunputrakaké ing dina iki,"
6 iya kaya pangandikané Allah ing ayat liyané manèh, "Sira iku dadi Imam kanggo salawas-lawasé, manut pranatané Mèlkisèdèk."
7 Nalika sugengé cara manungsa, Panjenengané wis ngaturaké pandonga sarta panyuwun kanthi pasambat lan muwun marang Sang Rama, kang kwaos milujengaké saka pati, sarta marga saka kamursidané Panjenengané wis dipiyarsakaké.
8 Sanadyan Panjenengané iku Putra, éwasamono wis sinau mbangun-turut sarana anggoné nandhang sangsara,
9 lan sawisé Panjenengané kasampurnakaké, banjur dadi sumbering karahayon kang langgeng tumrap sakèhing wong kang mituhu marang Panjenengané,
10 sarta Panjenengané katimbalan dadi Imam Agung déning Allah, manut pranatané Mèlkisèdèk.
Lembaga Alkitab Indonesia 2006
Minggu, 21 Maret 2021
Waosan Injil : Yohanes 12:20-33
20 Ing antarané wong-wong kang padha nekani riyaya arep ngabekti iku, ana wong Yunani sawatara.
21 Wong-wong iku padha marani Filipus, kang saka Bètsaida, wilayah Galiléa, padha kandha, "Sadhèrèk, kula sami kepéngin badhé sowan manggihi Yésus."
22 Filipus nuli lunga ngandhani Andréas; Andréas lan Filipus banjur padha munjuk marang Yésus.
23 Nanging Yésus paring wangsulan, pangandikané, "Wus tekan wektuné Putrané Manungsa kaluhuraké.
24 Satemené Aku pitutur marang kowé: Menawa wiji gandum ora tumiba ing lemah, lan mati, tetep saelas baé; nanging menawa wiji iku mati, bakal ngetokaké woh akèh.
25 Sing sapa nresnani nyawané, iku bakal kélangan nyawané, nanging sing sapa ora nresnani nyawané ana ing donya iki, iku kang bakal ngrumati nyawané kanggo urip kang langgeng.
26 Sing sapa leladi marang Aku, iku ngetut-buria Aku lan ing ngendi padununganku, paladosanku ana ing kono uga. Sing sapa leladi marang Aku, iku bakal diajèni déning Sang Rama.
27 Saiki nyawaku trenyuh, lan Aku bakal matur apa? Rama, Paduka mugi ngluwari Kawula saking kawontenan punika? Ora, awit iya iku preluné anggonku teka ing wektu iki.
28 Rama, Paduka mugi ngluhuraken asma Paduka!" Tumuli ana swara saka swarga, "Ingsun wus ngluhuraké, lan Ingsun bakal ngluhuraké manèh!"
29 Wong akèh kang padha ngadeg ana ing kono lan krungu swara mau padha ngarani, yèn iku mau swaraning gludhug. Sawenèh ana kang ngucap, "Iku malaékat kang imbal pangandika karo Panjenengané."
30 Yésus paring wangsulan, pangandikané, "Swara mau kaprungu ora marga saka Aku, nanging marga saka kowé.
31 Samengko ana pangadilan ing ngatasé jagat iki: Samengko uga panggedhéné jagat iki bakal kabuwang metu;
32 déné Aku, samangsa wus kasengkakaké saka ing bumi, Aku bakal nggèndèng sakèhing wong supaya padha marek marang Aku."
33 Pangandikané kang mangkono iku kanggo mratélakaké patrap bakal sédané.
Lembaga Alkitab Indonesia 2006
Komisi Ibadah & Liturgi
GKJ Klaten_2021

Address

Jalan Kemangi NO 7
Klaten
57412

Telephone

0272 323346

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Gereja Kristen Jawa Klaten posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Gereja Kristen Jawa Klaten:

Share

Category