Buletin Paroki Santa Maria Assumpta Klaten

Buletin Paroki Santa Maria Assumpta Klaten VISI
Media Informasi dan komunikasi iman umat Paroki Santa Maria Assumpta Klaten

Buletin Paroki Edisi 168
14/10/2017

Buletin Paroki Edisi 168

Terimakasih atas doa dan bantuan untuk mewujudkan mimpi meraka, dan terima kasih telah memberi mereka ruang untuk tampil...
22/09/2017

Terimakasih atas doa dan bantuan untuk mewujudkan mimpi meraka, dan terima kasih telah memberi mereka ruang untuk tampil dan berkarya, dengan percaya diri mewartakan sabda Tuhan. Merekalah Gereja masa depan.

Hadiri dan saksikan Festival Budaya PIA - PIR Rayon Klaten, 24 September 2017 di Lapangan SMK Leonardo Klaten, Jam 08.00 - 15.00

Terimakasih atas doa dan bantuan untuk mewujudkan mimpi meraka, dan terima kasih telah memberi mereka ruang untuk tampil dan berkarya, dengan percaya diri me...

15/09/2017
Edisi 165 juli 2017
15/07/2017

Edisi 165 juli 2017

16/03/2017

Yer. 17:5-10; Luk. 16:19-31.

_*Bapa Abraham, kasihanilah aku!*_

Seruan si kaya itu terlambat. Selama hidupnya ia diberi cukup kesempatan untuk berbuat baik. Tapi ia lalai melakukannya. Ia hanya memikirkan diri sendiri. Ia selalu kenyang, mungkin sampai mati keke-nyangan. Lazarus si miskin ada di dekat pintu rumahnya, makan remah-remah dari meja si kaya. Mungkin ia mati kelaparan. Si kaya tidak melihatnya. Mungkin ia melihat, tapi tak peduli. Itu bukan urusannya. Ia merasa puas dengan dirinya. Untuk apa berdoa, apalagi minta kasihan? Dia tidak perlu kasihan, maka tidak punya kasihan. Sekarang di akhirat nasib keduanya terbalik. Jangan kita terlambat seperti si kaya. Siapa yang sekarang membutuhkan belaskasihku?

Rm Ig Slamet Riyanto Pr

11/03/2017

Minggu Prapaskah II. Kej. 12:1-4a; 2Tim. 1:8b-10; Mat. 17:1-9.

_*“Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”*_

Pernyataan Allah Bapa ini merupakan inti iman kita. Yesus adalah Putra kesayangan Bapa. Bila kita mau menjadi anak kesayanagn Bapa, kita harus mendengarkan Yesus. Yesus mewartakan Injil, kabar baik yang membawa keselamatan. Dengan Injil-Nya, Yesus telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. Mendengarkan Yesus berarti mendengarkan Injil, bukan dengan telinga jasmani saja, melainkan dengan telinga hati yang membuat Injil mendarah daging dalam diri kita. Itu membawa kita kepada hidup yang sesuai dengan Injil.

Rm. Ig. Slamet Riyanto Pr.

06/03/2017

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius (25:31-46)



"Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."


Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan dan semua malaikat datang bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya, dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing; Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya, dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Lalu Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Maka Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Dan ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal, yang telah disediakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku. Lalu mereka pun akan bertanya kepada-Nya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar masuk ke dalam hidup yang kekal.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Rama T Insaf Santoso Pr.

Kalau kita melakukan hal baik kepada orang lain atau memberi kepada mereka yang membutuhkan, jangan semata mata itu kita lakukan untuk mereka, kalau begitu kita bisa menemui kekecewaan, karena sering atau kadang yang kita beri tidak berterimakasih kepada kita, tetapi lakukanlah semua itu untuk Tuhan, maka kita akan memperoleh kebahagiaan karena sudah melakukan kebaikan itu untuk Tuhan. Dan kebaikan kita menjadi harta tak ternilai di hadapan Tuhan. Amin.

Suasana lomba pemazmur,  Minggu, 5 Maret 2017, pesertanya omk dan remaja. Cukup meriah dan menyenangkan.
05/03/2017

Suasana lomba pemazmur, Minggu, 5 Maret 2017, pesertanya omk dan remaja. Cukup meriah dan menyenangkan.

05/03/2017

Minggu Prapaskah I. Kej 2:7-9; 3:1-7; Rm. 5:12-19 (5:12,17-19); Mat. 4:1-11.

_*“Enyahlah Iblis!”*_

Allah berfirman kepada manusia: “Jangan makan itu…” Iblis berkata: “Makan saja… nanti kamu menjadi seperti Allah…” Manusia lebih percaya kepada Iblis ketimbang kepada Allah. Ia tidak puas menjadi gambaran Allah, tapi ingin menjadi seperti Allah. Ia makan buah terlarang yang berakibat maut bagi dirinya sendiri dan seluruh keturunannya. Yesus tidak mau berdiskusi dengan setan. Perintahnya pendek dan tegas: “Enyahlah setan!”. Begitulah caranya. Setan terlalu licik dan pandai merayu. Yang jahat ditampilkan sangat indah dan menarik. Tapi hasilnya adalah pahit dan gelap. Orang yang bersatu dengan Yesus tak akan termakan oleh bujukan setan.

Ig. Slamet Riyanto Pr.

01/03/2017

Kamis. Ul. 30:15-20; Luk. 9:22-25.

_*"Ingatlah, pada hari ini aku menghadapkan kepadamu kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan."*_

Setiap saat kita dihadapkan pada kedua pilihan itu dalam hal besar atau kecil: Mau hidup atau mau mati? Memuaskan nafsu dengan mengisap tembakau sintetis membawa kepada maut secara perlahan tapi pasti; memuaskan dendam dengan membunuh harus dibayar dengan nyawa sendiri, meraup untung dengan makan suap akhirnya mati kelaparan. Tapi ada jalan lain yang menuju kepada kehidupan, yaitu dengan mengasihi Tuhan dan mengikuti segala perintah, ketetapan dan peraturan-Nya. Pintunya sempit, hanya sedikit yang melaluinya. Yang pasti, itulah jalan ikut Yesus, bersama Yesus.

Ig Slamet Riyanto Pr

Address

Jalan Bali No. 17
Klaten
57413

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Buletin Paroki Santa Maria Assumpta Klaten posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Buletin Paroki Santa Maria Assumpta Klaten:

Share