Masjid Al Fatih Kota Kendari

Masjid Al Fatih Kota Kendari Masjid Al Fatih Kota Kendari

*PATUNGAN QURBAN 2026**Hanya 2.2 Juta per Peserta**KELOMPOK 1*1.. Ada2.. Ada3.. Ada4.. Ada5.. Ada6.. Ada7.. Ada*KELOMPOK...
13/04/2026

*PATUNGAN QURBAN 2026*

*Hanya 2.2 Juta per Peserta*

*KELOMPOK 1*
1.. Ada
2.. Ada
3.. Ada
4.. Ada
5.. Ada
6.. Ada
7.. Ada

*KELOMPOK 2*
1.. Ada
2.. Ada
3.. Ada
4.. Ada
5.. Belum
6.. Belum
7.. Belum

yuk ajak keluarga dan sahabat untuk gabung, segera daftar 0811.401.1453
(Masjid Al Fatih Kendari)

deadline pelunasan hingga 10 Mei 2026. Idul Adha/Qurban perkiraan 27, 28 Mei 2026

BSI 7190665547
an. Masjid Al Fatih

*Bismillaah, semoga rezeki kian bertambah lancar dan penuh keberkahan, selalu sehat dan panjang umur*

*Aamiin yaa Allaah*
๐Ÿคฒ๐Ÿป๐Ÿคฒ๐Ÿป๐Ÿคฒ๐Ÿป

yuk bantu di share !
โ€ขโ€ข
โ€ขโ€ข
๐ŸŽฅ*Ikuti Akun Media Sosial Masjid Al Fatih Kota Kendari*
โ€ขโ€ข
๐Ÿ”— FACEBOOK:
https://www.facebook.com/share/1UEnCsLuxH/

๐Ÿ”— SALURAN WA:
https://whatsapp.com/channel/0029VajQSBoEwEjvqggGji0f

๐Ÿ“๐Ÿ•ŒLokasi Masjid Al Fatih Kota Kendari. Jl. Abdul Ghani, Lr. Kembar, Kel.Watulondo, Kec.Puuwatu, Kota Kendari Sultra
https://maps.app.goo.gl/7fEBs8TEzPjQTXVn9

Supported By :
๐Ÿ”– Media Masjid Al Fatih Kota Kendari
๐Ÿ”– Takmir Masjid Al Fatih Kota Kendari

Raih Amal Jariyah, Yuk dukung kami dengan cara Like โค๏ธAnd Share โ™ป๏ธ Channel ini

Syukron Jazakumullaah Khoiran

19/03/2026

RUKYATUL HILAL GLOBAL: Memahami Dalil di Balik Perbedaan (Diterimanya Persaksian di Afghanistan)

Mari kita luangkan waktu sejenak. Duduk dengan tenang dari hiruk pikuk persiapan lebaran. Kita akan menyelami sebuah pembahasan penting tentang rukyatul hilal, tentang bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kita cara melihat bulan sabit pertama penanda hari raya.

14 abad yang lalu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersama para sahabat. Komunikasi tak semudah sekarang. Tak ada WhatsApp, tak ada media sosial, tak ada pengumuman dari televisi.

Namun justru di tengah kesederhanaan itu, turun petunjuk yang jelas. Petunjuk yang hingga kini menjadi pegangan umat Islam di seluruh dunia.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam hadis yang diriwayatkan Imam al-Bukhari:

"Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian karena melihatnya. Jika tertutup mendung bagi kalian, maka genapkanlah hitungan Sya'ban menjadi 30 hari."

Perhatikan kata-kata Nabi: "KARENA MELIHATNYA". Bukan karena menghitungnya. Bukan p**a karena memperkirakannya.

Ini poin pertama yang sangat penting. Dalil puasa dan Idul Fitri, sandarannya adalah RUKYAT, melihat langsung dengan mata kepala.

Lalu dalam riwayat Imam Ahmad, Nabi menegaskan kembali:

"Janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal, dan janganlah kalian berbuka sampai kalian melihat hilal."

Bayangkan saudaraku, betapa tegasnya sabda Nabi ini. "Jangan sampai" artinya ada larangan. Ada batas yang tidak boleh dilanggar.

Nah, sekarang timbul pertanyaan. Bagaimana jika langit mendung? Bagaimana jika hilal tertutup awan tebal? Padahal menurut perhitungan astronomi, bulan sudah lahir, sudah wujud, sudah siap dilihat?

Rasulullah sudah menjawabnya 14 abad yang lalu:

"Jika tertutup mendung bagi kalian, maka genapkanlah menjadi 30 hari."

Perhatikan! Nabi tidak berkata: "Bertanyalah kepada ahli astronomi." Tidak. Nabi tidak berkata: "Lihatlah perhitungan." Tidak. Nabi justru memerintahkan untuk menggenapkan menjadi 30 hari.

Ini berarti meskipun secara ilmu astronomi hilal sudah ada di balik mendung, secara syariat, kita tetap menggenapkan bulan menjadi 30 hari. Karena kewajiban kita adalah mengikuti apa yang bisa kita lihat, bukan mengikuti apa yang kita hitung.

Subhanallah... begitu sempurnanya syariat ini. Memberikan kepastian di tengah ketidakpastian. Memberikan pegangan ketika penglihatan terhalang.

Mungkin ada yang bertanya: "Tapi, bukankah untuk shalat kita boleh menggunakan jadwal? Kita shalat Maghrib begitu waktu menunjukkan pukul 18.00 misalnya, tanpa harus melihat matahari terbenam. Kenapa untuk puasa tidak begitu?"

Pertanyaan yang bagus sekali. Mari kita renungkan bersama.

Allah berfirman dalam Surat Al-Isra' ayat 78:

"Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir..."

Dan Rasulullah bersabda:

"Jika matahari telah tergelincir, maka shalatlah kalian."

Perhatikan saudaraku, untuk shalat, dalilnya menyebut FENOMENA ALAM. Matahari tergelincir, matahari terbenam, fajar menyingsing. Allah menyebut fenomena alam, BUKAN rukyat.

Karena itu, dengan SARANA APA PUN kita mengetahui fenomena alam itu telah terjadi, maka shalat sah dilakukan. Bisa dengan melihat langsung, bisa dengan melihat bayangan, bisa dengan jam, bisa dengan jadwal. Semuanya sah.

NAMUN, untuk puasa dan Idul Fitri, dalilnya berbeda. Dalilnya menyebut RUKYAT secara spesifik.

"Berpuasalah kalian KARENA MELIHATNYA... berbukalah kalian KARENA MELIHATNYA."

Ini perbedaan fundamental. Untuk shalat, sandarannya fenomena alam. Untuk puasa, sandarannya rukyat. Maka tidak bisa kita qiyaskan puasa dengan shalat. Dua hal yang berbeda dalilnya.

Karena itulah, meskipun astronomi sudah sangat maju, meskipun kita bisa menghitung kapan hilal lahir hingga detik, meskipun kita tahu persis kapan hilal tenggelam, dalil syariat tetap tidak menyandarkan pada fenomena alam, tetapi pada rukyat.

Bukan karena astronomi salah. Bukan karena ilmu hisab tidak akurat. Tetapi karena ini adalah wilayah ibadah yang cara menentukannya sudah ditetapkan langsung oleh Nabi. Dan kita wajib mengikuti cara itu.

Suatu hari, di tengah teriknya matahari Madinah, seorang Arab Badui datang tergopoh-gopoh menemui Rasulullah. Debu padang pasir masih melekat di jubahnya. Nafasnya terengah.

Dengan penuh keyakinan ia berkata, "Ya Rasulullah, aku telah melihat hilal!"

Apa yang dilakukan Nabi?

Apakah langsung mengumumkan Idul Fitri? Tidak. Apakah langsung memerintahkan orang-orang berbuka? Tidak.

Nabi bertanya kepadanya: "Apakah engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya?"

Laki-laki Badui itu menjawab, "Ya, benar."

Setelah itu, barulah Nabi berseru: "Berpuasalah kalian!"

Perhatikan, Nabi memeriksa saksi. Ditanyakan keimanannya. Dipastikan kredibilitasnya. Inilah yang disebut dengan verifikasi.

Nabi tidak bertanya: "Apakah perhitungan astronomi mendukung kesaksianmu?" Tidak. Nabi tidak bertanya: "Apakah hisab mengatakan hilal ada?" Tidak. Nabi hanya memeriksa saksi.

Ini tugas penguasa, tugas hakim, tugas pemegang otoritas. Memeriksa para saksi. Berapa jumlah mereka. Kesehatan mata mereka. Lokasi mereka melihat. Apakah mereka muslim yang adil atau tidak. Semua diperiksa.

Tapi perhatikan, dalam proses verifikasi itu, TIDAK DIMASUKKAN perhitungan astronomi. Tidak dikatakan: "Perhitungan mengatakan hilal ada di balik mendung," atau "Perhitungan mengatakan hilal tidak ada."

Kenapa? Karena memasukkan perhitungan dalam masalah ini, justru menyalahi apa yang diajarkan Nabi dalam hadis tadi: "Jika tertutup mendung, genapkanlah 30 hari."

Padahal dengan perhitungan, hilal itu ada di balik mendung. Tapi karena tidak terlihat, kita genapkan.

Mungkin ada yang ingat hadis lain yang juga sangat terkenal. Rasulullah bersabda:

"Sesungguhnya kami adalah umat yang ummi, kami tidak menulis dan tidak menghitung. Bulan itu begini dan begini..." โ€” yakni kadang 29 hari dan kadang 30 hari. (HR. Bukhari)

Nah, dari hadis ini, sebagian orang mungkin memahami: "Oh, karena kita dulu tidak bisa menulis dan menghitung, maka kita pakai rukyat. Tapi sekarang kita sudah bisa menghitung dengan akurat, maka kita pakai hisab."

Pemahaman ini, maaf saudaraku, pemahaman ini tidak tepat dalam ilmu ushul fiqih. Kenapa?

Pertama, sifat "ummi" itu disebutkan karena kondisi umum masyarakat Arab saat itu. Kebanyakan mereka memang tidak bisa baca tulis. Ini disebut dalam ilmu ushul sebagai makhrajul ghalib โ€” menyatakan keadaan yang umum terjadi, bukan menjadi syarat atau batasan hukum.

Kedua, dan ini yang lebih penting, pemahaman terbalik (mafhum mukhalafah) dari hadis ini TELAH DIABAIKAN oleh dalil-dalil lain yang lebih tegas.

Contohnya hadis tadi: "Jika tertutup mendung, genapkanlah 30 hari." Hadis ini tidak menyebut batasan. Tidak berkata: "Genapkanlah 30 hari kecuali jika kalian bisa menghitung." Tidak. Hadis ini mutlak. Selama tidak terlihat, genapkan.

Para ulama ushul mengajarkan kita, ada kalanya mafhum mukhalafah itu diabaikan. Contoh lain dalam Al-Qur'an:

Allah berfirman: "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan." (QS Al-Isra': 31)

Apakah ini berarti kalau tidak takut miskin, boleh membunuh anak? Tentu tidak! Membunuh anak haram dalam kondisi apa pun. Ayat lain menegaskan keharaman membunuh jiwa tanpa hak.

Contoh lain: "Janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda." (QS Ali Imran: 130)

Apakah ini berarti riba sedikit itu halal? Tentu tidak! Ayat lain menegaskan Allah mengharamkan riba secara mutlak.

Begitu p**a dengan sifat "ummi" dalam hadis. Ini bukan berarti kalau kita sudah pandai menghitung, kita tinggalkan rukyat. Tidak! Dalil-dalil lain menegaskan bahwa rukyat tetap menjadi sandaran, baik kita bisa menghitung maupun tidak.

Sekarang kita berbicara kasus hari ini. Pada 18 Maret 2026, Sejumlah besar kaum Muslimin di Afghanistan (dari penduduk wilayah Helmand, Farah, dan Ghor). Mereka telah memberikan kesaksian di hadapan pengadilan syariah, dan kesaksian tersebut dinilai sah sesuai dengan hukum Islam, sebagaimana disampaikan dalam pengumuman Komite Pusat Rukyat Hilal di Afghanistan.

Selain itu, rukyat tersebut juga ditegaskan oleh sekelompok pemuda Hizbut Tahrir di sana.

Begitu p**a hilal terlihat di Niger dan Mali.

Sebagai penganut Rukyat hilal global tentunya organisasi semacam Hizbut Tahrir melakukan verifikasi mengerahkan segenap kemampuan. Berkomunikasi dengan awak media di Afghanistan. Menghubungi rekan-rekan di Afghanistan. Memastikan kebenaran berita. Memverifikasi kesaksian demi kesaksian.

Mengapa kesaksian dari Afghanistan bisa diterima ? Karena prinsipnya: Orang yang melihat menjadi hujah atas orang yang tidak melihat.

Pembuktian rukyat adalah sebagaimana yang ada di dalam dalil syariat tanpa memasukkan perhitungan astronomi, karena hadis Rasulullah SAW jelas dalam hal itu.

Diperkuat lagi dengan kesaksian di daerah Mali dan Niger yang berada di sebelah barat Afghanistan, maka jika rukyat terbukti di Afghanistan, secara logika lebih mungkin lagi terbukti di Mali dan Nigeria. Maka idul Fitri jatuh pada 19 Maret 2026.

Di penghujung tulisan ini, ada satu pertanyaan yang mungkin mengusik hati: "Mengapa umat Islam berbeda pendapat tentang rukyat?"

Jawabannya sederhana saudaraku, sekaligus menyedihkan.

Pertama, karena tidak semua mengikuti dalil yang sudah jelas. Rasulullah sudah memberikan petunjuk yang terang benderang. Rasulullah SAW mewajibkan mengikuti rukyat dan menegaskan penggenapan bulan jika hilal tertutup mendung, meskipun secara astronomis hilal itu ada atau sebaliknya.

Kedua, dan ini yang paling utama, karena kaum Muslim tidak lagi dihimpun dalam satu Khilafah. Tidak ada satu pemimpin yang bisa menyatukan mereka dalam satu keputusan.

Bayangkan di zaman Nabi, meskipun komunikasi sulit, masalah rukyat bisa diselesaikan dengan sederhana. Seorang Badui datang, bersaksi dan Nabi memerintahkan penduduk Madinah untuk berpuasa atau berbuka.

Selesai. Tidak ada perbedaan. Tidak ada kebingungan.

Seandainya kaum Muslim memiliki satu Khalifah, satu Daulah yang memayungi, niscaya mereka akan menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara. Persatuan itu bukan sekedar slogan. Persatuan itu adalah perintah agama.

Wajib bagi kaum Muslim, wajib bagi kita semua, untuk berusaha mewujudkannya kembali. Agar umat ini kembali menjadi khairu ummah, sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia.

Semoga Allah menerima semua amal ibadah kita. Semoga Ramadan yang telah kita lalui menjadi saksi kebaikan di akhirat kelak. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadan di tahun-tahun mendatang dalam keadaan lebih baik. (fjn)

Penjabaran dari Soal Jawab Amir Hizbut Tahrir tahun 2022

Editorial Rumah Tsaqofah | Dirancang untuk: Kesadaran Umat

19/03/2026
19/03/2026
MasyaAllah Tabarakallah, seperti inilah Suasana Pelaksanaan Idul Fitri 1447 H / 2026 M di Masjid Al Fatih Kota KendariRa...
19/03/2026

MasyaAllah Tabarakallah, seperti inilah Suasana Pelaksanaan Idul Fitri 1447 H / 2026 M di Masjid Al Fatih Kota Kendari

Raih Amal Jariyah, dengan cara Share Postingan ini sebanyak - banyaknya โ™ป๏ธ

Syukron Jazakumullaah Khoiran

Yuk turut Berinfaq untuk Support agenda Dakwah Masjid Al Fatih, Melalui BSI 719 066 5547 An. Masjid Al Fatih Konfirmasi Transfer Kirim Ke wa.me/+628114011453



๐Ÿ“๐Ÿ•ŒMASJID AL FATIH KENDARI*
Jalan Abdul Gani Lrg. Kembar, RT.007/RW.003, Watulondo, Kec. Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara 93232
https://maps.app.goo.gl/SMRDjFxizNqM8eZq6?g_st=awb

09/12/2025

Bismillaah

*KRISIS SUDAN DAN URGENSI KEPEMIMPINAN ISLAM GLOBAL*Buletin Kaffah Edisi 418 (16 Jumada al-Ula/7 November 2025)Sudan ber...
07/11/2025

*KRISIS SUDAN DAN URGENSI KEPEMIMPINAN ISLAM GLOBAL*

Buletin Kaffah Edisi 418 (16 Jumada al-Ula/7 November 2025)

Sudan berdarah-darah. Perang saudara menewaskan ribuan warga sipil di sana. Konflik antara Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dari militer Sudan (SAF) dan Letjen Mohamed Hamdan Dagalo atau Hemedti dari pasukan Rapid Support Forces (RSF) menjadi perang besar di sejumlah wilayah.

Padahal sebelumnya Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dan Mohamed Hamdan Dagalo adalah sekutu. Keduanya bekerja sama mengkudeta pemerintahan transisi pada tahun 2021. Lalu pada bulan April 2023 keduanya berseteru karena perebutan kekuasaan. Perang besar terjadi dan berubah menjadi pembantaian terhadap warga sipil.

Namun, di balik krisis perebutan kekuasaan di Sudan ada peran asing (Barat) di dalamnya. Barat, khususnya AS dan Inggris, berupaya mengadu-domba rakyat Sudan. Tujuannya demi mengokohkan hegemoni mereka sambil menguras kekayaan alam Sudan. Barat menggunakan proxy untuk memelihara kepentingan mereka di Sudan.

*Sudan Negeri Islam*

Benua Afrika secara mayoritas adalah bagian dari negeri-negeri Muslim di era Kekhilafahan Islam. Dakwah Islam ke benua Afrika dimulai pada tahun 641 M, yakni masa Kekhilafahan Umar bin al-Khaththab ra. Saat itu Mesir ditaklukkan oleh Panglima Perang โ€™Amr bin al-โ€™Ash ra. Selanjutnya, pada era Khalifah Muawiyah bin Abi Sufyan ra., ia mengutus Panglima Perang โ€™Uqbah bin Nafi ra. untuk menyebarkan dakwah Islam ke bagian selatan; menembus Lembah Nil menuju Nubia, wilayah yang kini menjadi bagian dari Sudan utara.

Lalu pada era Khilafah Utsmaniyah, setelah kekuatan Khilafah melemah di Afrika, satu-persatu negeri-negeri di Afrika jatuh ke tangan penjajah Barat: Inggris, Prancis, Spanyol, Belanda, Jerman, Italia, Portugal dan Belgia. Inggris adalah pemilik jajahan terbesar di Afrika, disusul Prancis, Belgia dan Portugal. Merampas kekayaan alam di wilayah Afrika adalah motif utama semua negara kafir penjajah Barat. Mereka melihat Afrika sebagai bagian dunia yang tertinggal, tetapi berlimpah kekayaan alamnya.

Sudan adalah negara yang memiliki kekayaan luar biasa. Cadangan minyaknya lebih dari 3 miliar barel. Cadangan emasnya mencapai 1.550 ton. Sudan juga memproduksi getah Arab (gum arabic) yang digunakan dalam industri makanan dan kimia. Kawasan Pegunungan Nuba di Sudan juga kaya akan cadangan uranium.

Posisi geografis Sudan juga amat strategis sebagai jalur perdagangan. Terletak di timur laut Afrika, Sudan berbatasan dengan tujuh negara, yakni: Mesir, Libya, Chad, Republik Afrika Tengah, Sudan Selatan, Etiopia, dan Eritrea. Sudan menjadi penghubung utama antara Afrika Utara, wilayah Sahel dan Afrika Sub-Sahara.

Sudan juga memiliki garis pantai yang signifikan di sepanjang Laut Merah. Tepat di seberang Jazirah Arab dan dekat Selat Bab al-Mandeb, salah satu titik kunci maritim paling penting di dunia. Hampir 10% minyak dunia diangkut melalui Selat Bab al-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Laut Arab.

*Pertarungan Dua Negara Penjajah*

Sudan direbut Inggris dari tangan Khilafah Islam pada tahun 1898. Selain bertujuan melumpuhkan kekuatan Khilafah Utsmaniyah, Inggris bertekad untuk mengamankan kendali atas Mesir dan Sungai Nil, yang merupakan salah satu dari dua jalur perdagangan ke koloni-koloninya di India dan Afrika Selatan.

Konflik yang terjadi di Sudan adalah rekayasa Inggris. Setelah berkuasa di Sudan, Inggris mempertahankan kekuasaannya dengan melakukan taktik klasik: devide et impera (adu domba dan kuasai), baik secara etnis maupun agama. Komunitas yang lebih โ€œArabโ€ di utara diberdayakan atas komunitas yang lebih โ€œAfrikaโ€ di barat dan selatan. Pemerintah Inggris membagi negara itu menjadi dua wilayah yang berbeda: Sudan Utara dan Selatan. Melalui proses yang disebut โ€œKebijakan Selatanโ€, Sudan Selatan dikelola secara terpisah dari wilayah Utara yang lebih maju secara ekonomi.

Di wilayah selatan yang menganut kepercayaan agama animisme, kegiatan misionaris Kristen pun dimulai. Dampaknya, Sudan Selatan modern yang memisahkan diri dari Sudan pada 2011 terdiri dari 60% Kristen, 34% animisme dan 6% Muslim. Ini adalah pembagian suku yang telah menjadi pemecah-belah selama dua hingga tiga dekade terakhir.

Namun, dominasi Inggris di Sudan melemah setelah Amerika Serikat melalui PBB mendesak negara-negara Eropa agar memerdekakan negara-negara jajahan mereka. Usai deklarasi kemerdekaan Sudan pada tahun 1956, AS mulai mengokohkan hubungan diplomatik dan pengaruh politiknya di Sudan. Meski sempat mengalami pasang surut, kekuatan AS di Sudan semakin menggeser pengaruh Inggris.

Pihak Washington menguasai dan menggunakan militer dengan kejam terhadap pihak yang dianggap menghalangi ambisi mereka. Dulu AS menguasai Sudan Selatan melalui agennya, John Garang. Kini Amerika berupaya menempatkan Darfur di bawah kendali agennya, Hemedti. Secara praktis, seluruh Darfur telah dikuasai RSF, kecuali kantong-kantong di El Fasher yang masih bertahan. Sebenarnya Jenderal Abdel Fattah al-Burhan dari militer Sudan (SAF) juga komprador Amerika Serikat di Sudan dari kubu yang berbeda.

Maka dari itu, konflik yang hari ini terjadi adalah siasat jahat Amerika Serikat dengan sejumlah tujuan: Pertama, membersihkan sisa-sisa pengaruh Inggris di Sudan baik secara politik maupun militer. Amerika Serikat menyokong RSF untuk melakukan pembersihan terhadap kelompok-kelompok yang pro-Inggris di Sudan, terutama di Darfur.

Kedua, AS membentuk kuartet kekuatan politik bersama Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir untuk mencegah masuknya pihak โ€™asingโ€™ dalam menangani konflik Sudan. Hal ini disampaikan oleh Penasihat Senior Presiden AS untuk Urusan Arab dan Afrika, Massad Boulos pada 25 Oktober 2025. Dengan begitu maka tertutup bagi negara lain, termasuk PBB dan terutama Inggris, ikut campur tangan dalam konflik di Sudan. Hal ini makin mengokohkan dominasi AS di Sudan.

Ketiga, memecah-belah Sudan serta memelihara konflik agar terus berlangsung sehingga Sudan terus melemah dan mudah dikuasai. Amerika Serikat melalui RSF berusaha menguasai Darfur dan menjadikan Darfur kawasan terpisah. Sebabnya, secara geostrategis Darfur adalah jalur yang menghubungkan Sudan menuju Chad, Libya dan Republik Afrika Tengah. Darfur juga kaya akan cadangan berbagai jenis mineral, termasuk logam mulia seperti emas, logam dasar seperti tembaga, serta mineral industri seperti batu kapur dan tanah liat.

Keempat, Amerika Serikatโ€“juga Inggrisโ€“mempunyai kepentingan politik yang sama di Sudan. Tidak lain menghentikan kebangkitan Islam yang bisa menjadi ancaman atas penjajahan mereka di sana. AS memainkan isu terorisme dan radikalisme untuk mencegah kebangkitan Islam. AS juga memecah-belah wilayah Sudan dan mengadu-domba berbagai kelompok militer, suku dan agama di sana. Tujuannya untuk melemahkan kekuatan kaum Muslim Sudan.

*Urgensi Persatuan dan Khilafah*

Wahai kaum Muslim, setelah Myanmar, Uyghur, India dan Gaza, kini Sudan menyusul menjadi kawasan penderitaan umat. Pasukan sokongan negara kafir Amerika Serikat menari-nari di atas darah kaum Muslim. Bahkan mereka juga merusak kehormatan banyak kaum Muslimah di sana. Padahal tak ada nyawa yang paling mahal nilainya di sisi Allah SWT melainkan nyawa seorang Mukmin. Nabi saw. bersabda:

ู„ูŽุฒูŽูˆูŽุงู„ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฃูŽู‡ู’ูˆูŽู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุชู’ู„ู ู…ูุคู’ู…ูู†ู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุญูŽู‚ู‘ู

Hancurnya dunia ini lebih ringan bagi Allah daripada pembunuhan seorang Mukmin tanpa haq (HR Ibnu Majah).

Ironinya, para pemimpin Muslim hari ini justru bersekongkol dengan negara-negara Barat penjajah menyembelih kaum Muslim. Mereka malah menyokong tindakan jahat Amerika Serikat di Sudan, sama seperti yang mereka lakukan terhadap Gaza. Ironinya, sebagian umat tidak menyebut mereka sebagai pengkhianat, tetapi sebagai orang mulia. Padahal tindakan mereka telah menyalahi sunah Rasulullah saw.:

ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฃูŽุฎููˆ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ู„ูŽุง ูŠูŽุธู’ู„ูู…ูู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูุณู’ู„ูู…ูู‡ู

Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ia tidak menzalimi dan tidak membiarkan saudaranya itu (disakiti) (HR al-Bukhari).

Kejadian menyakitkan ini tidak akan pernah terjadi seandainya umat masih memiliki pelindung yang ditakuti oleh para penjajah. Itulah Khilafah Islamiyah. Khilafah adalah junnah (perisai) yang melindungi dan menjaga umat. Demikian sebagaimana sabda Nabi saw.:

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ุฅูู…ูŽุงู…ู ุฌูู†ู‘ูŽุฉูŒ ูŠูู‚ูŽุงุชูŽู„ู ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุงุฆูู‡ู ูˆูŽูŠูุชู‘ูŽู‚ูŽู‰ ุจูู‡ู

Sesungguhnya Imam (Khalifah) adalah perisai; orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepada dirinya (HR al-Bukhari dan Muslim).

Ketiadaan Khilafah sebagaimana hari ini telah menyebabkan rangkaian penderitaan umat seolah tanpa akhir. Anehnya, umat masih saja berharap kepada pihak-pihak asing yang sebenarnya merekalah penyebab derita ini menimpa umat.

Saatnya umat bersatu dalam ukhuwah islamiyyah di bawah institusi pemerintahan Islam global (Khilafah). Saatnya umat Islam sedunia bersama-sama membangun kekuatan sebagaimana perintah Rasulullah saw. Tidak lain dengan mengangkat seorang khalifah yang akan melindungi umat sedunia dari ancaman dan penderitaan. Semoga Allah SWT menyegerakan pertolongan kepada umat ini agar Khilafah Islamiyah segera tegak. Dengan itu kehormatan agama dan umat ini dapat terjaga.

WalLรขhu aโ€™lam bi ash-shawรขb. []

---*---

*Hikmah:*

Nabi saw. bersabda:

ูŠููˆุดููƒู ุงู„ุฃูู…ูŽู…ู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฏูŽุงุนูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูƒูŽู…ูŽุง ุชูŽุฏูŽุงุนูŽู‰ ุงู„ุฃูŽูƒูŽู„ูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูŽุตู’ุนูŽุชูู‡ูŽุงยป. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงุฆูู„ูŒ: ูˆูŽู…ูู†ู’ ู‚ูู„ูŽู‘ุฉู ู†ูŽุญู’ู†ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู. ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุจูŽู„ู’ ุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ูƒูŽุซููŠุฑูŒ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ูŽู‘ูƒูู…ู’ ุบูุซูŽุงุกูŒ ูƒูŽุบูุซูŽุงุกู ุงู„ุณูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽู„ูŽูŠูŽู†ู’ุฒูุนูŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุตูุฏููˆุฑู ุนูŽุฏููˆูู‘ูƒูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽู‡ูŽุงุจูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูŠูŽู‚ู’ุฐูููŽู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููู‰ ู‚ูู„ููˆุจููƒูู…ู ุงู„ู’ูˆูŽู‡ูŽู†ูŽยป. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ูŽุงุฆูู„ูŒ: ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ูˆูŽู‡ูŽู†ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุญูุจูู‘ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฑูŽุงู‡ููŠูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู.

โ€œHampir saja berbagai umat mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring.โ€ Kemudian seseorang bertanya, โ€Apakah karena kami pada saat itu sedikit?โ€ Rasulullah berkata, โ€Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi, kalian hanyalah seperti buih yang terbawa banjir. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian โ€™wahnโ€™. Kemudian seseorang bertanya, โ€Apa itu โ€™wahnโ€™?โ€ Rasulullah berkata, โ€Cinta dunia dan takut mati.โ€ (HR Abu Dawud). []

---*---

*GENOSIDA YANG BELUM BERHENTI: PALESTINA MASIH DIJAJAH, GAZA MASIH DIBOMBARDIR*

Gencatan senjata yang diumumkan dunia ternyata hanyalah ilusi semu. Di balik kata โ€œdamaiโ€, dentuman bom masih terdengar di langit Gaza, dan darah anak-anak Palestina terus mengalir di jalanan yang hancur. Penjajah yahudi masih melancarkan serangan dan menahan bantuan, sementara dunia kembali bungkam menyaksikan babak baru genosida yang belum berhenti.

Kementerian Kesehatan Palestina โ€“ Gaza: Angka yang Membawa Duka

Dalam 24 jam terakhir saja, empat warga Palestina gugur โ€” tiga martir baru dan satu yang baru ditemukan dari reruntuhan. Tujuh orang lainnya terluka, dan masih banyak yang belum tertolong karena ambulans tak mampu menembus puing-puing bangunan yang rata oleh serangan.

Sejak dimulainya gencatan senjata pada 11 Oktober 2025, tercatat:
โ€ข 240 martir,
โ€ข 607 luka-luka,
โ€ข 511 orang berhasil pulih.

Namun, jika dihitung sejak agresi besar pada 7 Oktober 2023, jumlah korban mencapai 68.872 syahid dan 170.677 terluka.

Di balik angka itu ada wajah-wajah keluarga yang kehilangan rumah, ibu yang kehilangan anak, dan anak-anak yang kehilangan seluruh keluarganya.

Sumber: Kementerian Kesehatan Palestina โ€“ Gaza (facebook.com/MOHGaza1994)

________________________________________

*Kekejaman yang Terus Berulang*

Al Jazeera melaporkan bahwa serangan Penjajah yahudi di Gaza dan Tepi Barat masih terus berlangsung. Rumah-rumah dibombardir, pengungsian penuh sesak, dan bantuan yang dijanjikan dunia tak pernah benar-benar sampai kepada rakyat yang kelaparan.

Pemukim Penjajah yahudi kembali menyerbu Masjid Al-Aqsa dengan perlindungan ketat dari tentara.
Sementara itu, Penjajah yahudi menunjuk jaksa militer baru setelah skandal memalukan โ€” video tentara yang memperkosa tahanan Palestina bocor ke publik.

PBB mencatat:
โ€ข 1 dari 5 rumah tangga di Gaza hanya makan sekali sehari,
โ€ข 43% keluarga mengurangi porsi makan,
โ€ข dan pasokan pendidikan untuk ratusan ribu anak diblokir sepenuhnya.

Di Tepi Barat, penindasan tak kalah kejam:
โ€ข seorang remaja berusia 17 tahun ditembak mati di Nablus,
โ€ข enam warga ditangkap dalam penggerebekan,
โ€ข pemukim membakar kendaraan dan menulis slogan-slogan rasis di tembok-tembok desa yang mereka hancurkan.

Bantuan yang sempat masuk ke Gaza pun tak mampu mencukupi kebutuhan dasar ribuan keluarga pengungsi yang kelaparan dan kehilangan tempat tinggal.

Sumber: Al Jazeera Online, 5 November 2025

________________________________________

*Kenyataan yang Tak Terbantahkan*

Gencatan senjata ini tidak pernah benar-benar berlaku.

Gaza masih dikepung, dibombardir, dan dilaparkan โ€” sebuah genosida yang berjalan di depan mata dunia. Tepi Barat pun terus dilanda penangkapan, pembunuhan, dan teror oleh pemukim bersenjata. Palestina masih dijajah. Gaza masih diserang. Dan dunia masih diam.

Bergeraklah para tentara kaum Muslimin bebaskan Gaza dengan jihad fi sabilillah!

AlhamdulillaahMasjid Al Fatih Kota Kendari
28/09/2025

Alhamdulillaah
Masjid Al Fatih Kota Kendari

28 September 2025

PALESTINA MEMANGGIL
27/09/2025

PALESTINA MEMANGGIL

Enjoy the videos and music you love, upload original content, and share it all with friends, family, and the world on YouTube.

Address

Lokasi Masjid Al Fatih Kota Kendari. Jalan Abdul Ghani, Jl. Kembar, Watulondo, Puuwatu, Kendari Sultra Https://maps. App. Goo. Gl/7fEBs8TEzPjQTXVn 9
Kendari
93114

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Al Fatih Kota Kendari posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Masjid Al Fatih Kota Kendari:

Shortcuts

Share

Category