Tawadhu Dan Tabayyun

Tawadhu Dan Tabayyun Belajar ilmu tawadhu dan tabayyun Belajar Tawadhu Dan Tabayyun

" GANTI ISTRIMU."Pada suatu ketika, Nabi Ibrahim datang ke Mekkah untuk mengunjungi anaknya, yaitu Nabi Isma’il. Akan te...
19/07/2020

" GANTI ISTRIMU."

Pada suatu ketika, Nabi Ibrahim datang ke Mekkah untuk mengunjungi anaknya, yaitu Nabi Isma’il. Akan tetapi, Nabi Isma’il saat itu sedang tidak berada di rumah. Ia sedang pergi berburu. Nabi Ibrahim menemui istri Nabi Isma’il dan bertanya ke mana suaminya dan apa pekerjaannya.

Maka istri Nabi Isma’il menceritakan bahwa suaminya pergi berburu dan kehidupan mereka sangat sulit. Maka Nabi Ibrahim berkata kepadanya, “Apabila suamimu datang, sampaikan salam dariku dan katakan agar ia mengganti palang pintu rumahnya.”

Kemudian Nabi Ibrahim segera p**ang. Tatkala Nabi Isma’il telah datang, ia seakan merasakan sesuatu, maka ia bertanya kepada istrinya.

Istrinya lalu bercerita, “Tadi ada seorang tua datang yang sifatnya demikian (ia menyebutkan sifat-sifat Nabi Ibrahim). Ia bertanya tentang engkau dan aku kabarkan kepadanya. Dia juga bertanya tentang kehidupan kita dan aku kabarkan bahwa sesungguhnya kita dalam kesulitan. Dia menitip salam untukmu dan mengatakan agar engkau mengganti palang pintu rumahmu.”

Maka Nabi Isma’il pun berkata, “Dia adalah ayahku, dan engkaulah yang dimaksud dengan palang pintu itu. Kembalilah engkau kepada orang tuamu (Nabi Isma’il menceraikan istrinya, ed.)!”

Kemudian Nabi Isma’il menikah lagi dengan wanita lain. Setelah itu, Nabi Ibrahim datang lagi pada waktu yan lain, dan Nabi Isma’il juga kebetulan sedang pergi berburu. Maka Nabi Ibrahim menemui istri Nabi Isma’il dan bertanya tentang Nabi Isma’il. Maka istrinya bersyukur kepada Allah dan juga menceritakannya.

Kemudian Nabi Ibrahim menanyakan tentang kehidupan mereka. Istri Nabi isma’il menceritakan bahwa kehidupan mereka penuh dengan nikmat dan kebaikan. Istri Nabi isma’il tersebut adalah seorang wanita yang baik, yang bersyukur kepada Allah dan juga kepada suaminya. Kemudian Nabi Ibrahim berkata kepadanya, “Jika suamimu datang, sampaikanlah salam kepadanya dan katakan kepadanya agar ia mengokohkan palang pintu rumahnya.”

Setelah itu, Nabi Ibrahim pun segera p**ang.

Maka tatkala Nabi Isma’il p**ang, ia bertanya kepada istrinya, “Apakah tadi ada yang mengunjungimu?

Istrinya menjawab, “Tadi datang kepadaku seorang tua yang keadaannya demikian….”

Nabi Isma’il bertanya, “Apakah ada sesuatu yang ia katakan kepadamu?”

Istrinya menjawab, “Dia bertanya kepadaku tentang dirimu, dan aku pun menceritakannya. Dan ia bertanya p**a tentang kehidupan kita, maka aku sampaikan bahwa kita berada dalam kenikmatan, dan aku mengucapkan syukur memuji Allah.”

Nabi Isma’il bertanya lagi, “Kemudian apalagi yang ia katakan?”

Istrinya menjawab, “Ia menitipkan salam untukmu dan memerintahkannmu untuk mengokohkan palang pintu rumahmu.”

Nabi Isma’il lantas berkata, “Dia adalah ayahku, dan engkau adalah palang pintu itu. Ia memerintahkan agar aku tetap mempertahankanmu (sebagai istri).”

(HR. Al Bukhari no. 3364).

Pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini:

Banyak berkeluh kesah kepada manusia adalah perbuatan tercela.

Jangan s**a menceritakan aib keluarga, apalagi terhadap orang yang baru dikenal.

Bersyukur kepada Allah serta bersyukur kepada manusia adalah akhlak yang terpuji.

Termasuk sifat istri shalihah adalah bersyukur kepada Allah kemudian bersyukur kepada suami..🙏🙏🙏

edited = Kisah ini shahih berdasarkan Shahih tafsir Ibnu Katsir jilid 1, Hal.448. penafsiran surat Al-Baqarah 125-128.. bukan berdasarkan hadist Bukhari no.3364.. hadist Bukhari no.3364 ttg tanda kenabian Rasulullah.. terkait membelah bulan..

 Ingat Bahwa Besok Rabu tanggal 23 Oktober 2019 M Bertepatan dengan 24 Safar 1441 H Kita Semua memasuki Suatu Hari yang ...
22/10/2019


Ingat Bahwa Besok Rabu tanggal 23 Oktober 2019 M Bertepatan dengan 24 Safar 1441 H Kita Semua memasuki Suatu Hari yang dikenal dengan Istilah Rabu Pungkasan atau Rabu Kasan atau Rabu Wekasan
Rabu Wekasan adalah Rabu yang terakhir dibulan Safar sebelum Memasuki Bulan Maulid atau Mulud atau Rabbiul Awal
Dihari itu P**a Rasulullah Muhammad SAW Awal dari Jatuh Sakit nya Beliau, Selama 12 Hari berturut Turut dimulai sakit nya di Hari Rabu Terakhir Bulan Safar dan Dihari Ke-12 Hari Senin Maulid Rasulullah Muhammad SAW WAFAT Meninggal Dunia
Dihari itu P**a (Rabu Pungkasan) ALLAH Menurunkan ke Dunia yang dijelaskan dalam beberapa Kitab-Kitab Sebanyak 360.000 Macam BALA / MUSIBAH baik kecil atau Besar termasuk Apes
Berlaku untuk seluruh Mahluk di Langit dan Bumi Yang dimulai dari Sejak Fajar Shubuh dihari Rabu 24 Safar 1441H.
Maka dari Itu Para Ulama menyarakan Untuk Buatlah Doa Bersama dan Bersedakahlah.
Karena Sedakah Diantaranya Kekuatan & Keutamaan Sedekah yaitu Mampu menolak BALA'/MUSIBAH, Seperti Yang diriwayatkan Dalam Hadist,
Rasulullah Muhammad SAW Bersabda "Bersegeralah untuk bersedekah. Karena musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah".
BERSEDEKALAH dalam bentuk Apapun tidak harus dengan Uang atau Sesuatu.
Bisa dengan Bertasbih Bertahmid Bertahlil Menyingkirkan Batu/Duri/
Sesuatu yang berbahaya dijalan dll. Namun Lebih Afdolnya dengan Sesuatu atau Uang.
DAN BERDOALAH sendirian atau BERJAMA'AH Memohon Kepada Allah agar Dihindarkan dari BALA yang ALLAH turunkan selama Seharia Penuh di Hari Rabu Pungkasan Besok
Semoga Kita Semua, Keluarga Anda, Orang tua Anda, Anak Cucu Anda, Saudara2 Anda, Tetangga Anda, dan Kaum Muslim & Muslimah dibelahan Bumi manapun Terhindar dari BALA besar atau Kecil dengan Wasilah/Jalan Doa & Sedekah Anda Semua.
*AMALAN RABU WEKASAN BULAN SHOFAR*
Rabu wekasan atau Rabu pungkasan adalah hari Rabu terakhir bulan Shofar. Sebagian ulama ahli kasyf mengatakan bahwa pada hari itu diturunkan 360.000 macam bala’.
Karenanya kita disunahkan melaksanakan amalan sholat awwabin untuk tolak bala’ (hajat lidaf’il bala’).
Dan pada tahun ini, Rabu wekasan jatuh pada hari Selasa malam Rabu tanggal 24 Shofar 1441 H/ tanggal 23 Oktober 2019 M.
Sholat dilaksanakan empat roka’at dua kali salam, dengan niat:
ﺃُﺻَﻠِّﻲْ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟْﺤَﺎﺟَﺔِ ﻟِﺪَﻓْﻊِ ﺍﻟْﺒَﻠَﺎﺀِ ﺃَﺭْﺑَﻊَ ﺭَﻛَﻌَﺎﺕٍ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
atau niat:
ﺃُﺻَﻠِّﻲْ ﺳُﻨَّﺔَ ﺍﻟْﺤَﺎﺟَﺔِ ﻟِﺪَﻓْﻊِ ﺍﻟْﺒَﻠَﺎﺀِ ﺭَﻛْﻌَﺘَﻴْﻦِ ﻟِﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
1. Al Fatihah, kemudian membaca surat Al-Kautsar 17x
2. Al Fatihah surat Al-Ikhlash 5x
3. Al Fatihah kemudian surat Al-Falaq 1x
4. Al Fatihah surat An-Nas 1x
Selesai sholat membaca Do’a ini:
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢِ
ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ . ﺍﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﻳَﺎ ﺷَﺪِﻳْﺪَ ﺍﻟْﻘُﻮَﻯ ﻭَﻳَﺎ ﺷَﺪِﻳْﺪَ ﺍﻟْﻤِﺤَﺎﻝِ ﻳَﺎ ﻋَﺰِﻳْﺰُ ﺫَﻟَّﺖْ ﻟِﻌِﺰَّﺗِﻚَ ﺟَﻤِﻴْﻊُ ﺧَﻠْﻘِﻚَ ﺍِﻛْﻔِﻨِﻲْ ﻣِﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﺧَﻠْﻘِﻚَ ﻳَﺎ ﻣُﺤْﺴِﻦُ ﻳَﺎ ﻣُﺠَﻤِّﻞُ ﻳَﺎ ﻣُﺘَﻔَﻀِّﻞُ ﻳَﺎ ﻣُﻨْﻌِﻢُ ﻳَﺎ ﻣُﻜْﺮِﻡُ ﻳَﺎ ﻣَﻦْ ﻟَﺂ ﺇِﻟٰﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻧْﺖَ ﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻚَ ﻳﺎَ ﺃَﺭْﺣَﻢَ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴْﻦَ . ﺍﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺑِﺴِﺮِّ ﺍﻟْﺤَﺴَﻦِ ﻭَﺃَﺧِﻴْﻪِ ﻭَﺟَﺪِّﻩِ ﻭَﺃَﺑِﻴْﻪِ ﺍِﻛْﻔِﻨِﻲْ ﺷَﺮَّ ﻫٰﺬَﺍ ﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﻭَﻣَﺎ ﻳَﻨْﺰِﻝُ ﻓِﻴْﻪِ ﻳَﺎ ﻛَﺎﻓِﻲْ ﻓَﺴَﻴَﻜْﻔِﻴْﻜَﻪُﻡُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﺴَّﻤِﻴْﻊُ ﺍﻟْﻌَﻠِﻴْﻢُ ﻭَﺣَﺴْﺒُﻨَﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻮَﻛِﻴْﻞُ ﻭَﻟَﺎ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻟَﺎ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻟَّﺎ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻠِﻲِّ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ . ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ .
Aamiin Aamiin Aamiin Yaa Rabbal'alamiin

Dulu, di desa atau dikampung setiap ba'da magrib anak anak kecil bawa ini untuk ngaji, kalau anak2 sekarang rata2 pakai ...
18/11/2018

Dulu, di desa atau dikampung setiap ba'da magrib anak anak kecil bawa ini untuk ngaji, kalau anak2 sekarang rata2 pakai IQRO
Kalau di kampung saya ini namanya TURUTAN, di kampung dulur2 namanya apa ?

Kamu boleh mengkampanyekan dirimu seperti kekuatan harimau tapi bisa2 tak ada gunanya. Begitu pun sebaliknya. “Idzaa ara...
19/03/2018

Kamu boleh mengkampanyekan dirimu seperti kekuatan harimau tapi bisa2 tak ada gunanya. Begitu pun sebaliknya. “Idzaa araadallah syay’an hayya’a asbaaba”. “Kalau Allah menghendaki sesuatu terjadi maka diciptakanlah sebab2nya sehingga benar2 terjadi”.

- Pesan Habib Ali Al-Jifri terkait meninggalnya Stephen Hawking"Ketika seorang yang terkenal meninggal dunia, banyak dis...
16/03/2018

- Pesan Habib Ali Al-Jifri terkait meninggalnya Stephen Hawking

"Ketika seorang yang terkenal meninggal dunia, banyak diskusi dan perdebatan di kalangan kita tentang mengenang dan menghormati/menghargai kematian orang-orang non-muslim yang kembali mengemuka.

Banyak non-muslim yang hidup semasa Nabi Muhammad SAW dan tidak beriman kepadanya. Sebaliknya, mereka tetap pada agamanya atau tradisinya sendiri, dan meninggal tetap dalam keadaan demikian. Hal ini tidak menghalangi Nabi SAW untuk memuji karakter yang baik dan kebaikan-kebaikan yang telah mereka lakukan. Al Mut'im bin Udday adalah salah satu dari orang yang seperti demikian itu. Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda bahwa jika Al-Mut'im masih hidup dan meminta agar tawanan perang badar dibebaskan, maka Nabi akan melakukannya. Bahkan Nabi mengizinkan Hassan bin Tsabit Radiyallahu 'Anhu menulis beberapa sya'ir atau puisi untuk mengenang kebaikan peringai, karakter, dan kebaikan-kebaikan Al-Mut'im.

Begitu p**a hari ini kita bersikap pada Stephen Hawking. Dia seharusnya dipuji dan dikenang atas tekadnya dalam menghadapi kondisi kesehatannya agar tidak menjadi penghalang dalam mengejar cita-citanya, pengetahuannya, dan manfaat yang ia sampaikan untuk kemanusiaan melalui kontribusinya untuk sains. Mengenai pandangannya soal hal-hal yang utama, kepercayaan, filosofi, itu semua bisa secara konstruktif dihadapi dengan prinsip penalaran yang masuk akal dan kritik yang intelektual.

Untuk perkara iman, tidak beriman, dan tempat terakhir seorang itu di surga atau neraka, hal-hal demikian itu adalah perkara yang hanya bisa diputuskan oleh Allah sendiri. Allah yang menciptakannya, ia Maha Tahu apa yang ada di hatinya, dan dalam keadaan apa ia meninggal. Petunjuk Nabi adalah obat untuk penyakit hati, fikiran, dan tubuh kita."

Demikianlah pendapat Habib Ali Al-Jifri yang saya terjemahkan ke Bahasa Indonesia meski mungkin terjemahan saya agak kurang di sana sini. Saya pribadi amat sangat setuju dengan cara pandang seperti ini, dengan sudut pandang seperti ini kita menjadi seorang yang beragama dan sekaligus memanusiakan manusia, melihat manusia dengan kacamata rahmat dan kasih sayang. Karena bagaimanapun kemanusiaan itu adalah wadah dari keberagamaan. Saya berharap dan berdoa semoga lebih banyak para 'alim ulama' yang menyerukan perdamaian seperti Habib Ali Al Jifri ini, meskipun saya tahu resikonya pastilah sangat besar, akan ada yang menuduh kafir, menuduh sesat, bahkan mungkin sampai pada ancaman jiwa.

12/03/2018

Cadar atau niqob adalah kain penutup wajah, Cadar adalah budaya bukan syariat

Fiqih dakwah.**************Wahai Guru.....Apa ciri yg menandai dan membedakan orang yg pintar dg orang yg arif dlm berda...
02/01/2018

Fiqih dakwah.
**************
Wahai Guru.....
Apa ciri yg menandai dan membedakan orang yg pintar dg orang yg arif dlm berdakwah

1. Orang pintar berorientasi pada proses (yg penting di kerjakan, kaku dan tidak kreatif)
Orang arif berorientasi pada hasil( bagaimana agar apa yg ia usahakan itu berhasil mll multi methoda dan media)

Ingat wali songo..

Mereka berusaha spt dlm falsafah jawa:"kenek iwake ojo sampek buthek banyune"/dapat ikannya tapi tdk sampe keruh airnya.

Tidak sebaliknya "gak kenek iwake tapi kadung butkek banyune" /airnya sdh terlanjur keruh tapi ikan yg mau ditangkap justru lepas

2..Orang pintar dalam tindakannya cendurung bersifat reflektoris(sepontan, reaksioner, tdk terprogram dan kurang terkontrol)

Orang arif biasa bertindak strategis(terencana dlm jangka panjang, menengah dan pendek, terpogram, proaktif dan terkontrol)

3.Dalam menghadapi kendala atau problem orang pintar cendurung melakukan kompleksifikasi (masalah kecil di besar2kan,yg sederharna di bikin kompleks dan ruwet akibatnya memecahkan masalah malah menimbulkan masalah)

Orang yg arif sebaliknya condong melakukan simplifikasi(menyederhanakan masalah dan memecahkannya secara proporsional dan tuntas. Ngono wae kok repot kata Gus dur. )

4. Orang pintar dlm evaluasi hasil s**a ekstrofeksi(kalau ada kegagalan sll menyalahkan orang lain termasuk menyalahkan lawan)

Orang bijak terbiasa introsfeksi(mengoreksi kekuarangan dan atau kesalahan diri sendiri) untuk kemudian diperbaiki.

(KH. Dhiyauddin K)

Habib Jakfar Alkaff Kudus, terkenal memiliki kebiasaan jadzab (berbuat aneh). Meskipun jadzab, ternyata beliau sering ju...
28/12/2017

Habib Jakfar Alkaff Kudus, terkenal memiliki kebiasaan jadzab (berbuat aneh). Meskipun jadzab, ternyata beliau sering juga mernahake (bahasa Salik nya adalah mentarbiyyah/membimbing) para muhibbin ( pecinta) beliau. Salah seorang muhibbinnya dipanggil beliau dan dikasih uang.

'' Ji ... ini duit buat kamu. Buat beli Fortuner, ya? '' Kata Habib Ja'far.
'' Njih, bib '' Kata Pak Kaji sambil menghitung jumlah uang pemberian Habib. Totalnya cuma 400 ribu rupiah.
Melihat uang pemberiannya dihitung, Habib Jakfar berkata ' jangan dihitung, Ji. Harus ikhlaaas, ''

Ini pelajaran pertama dari habib ja'far, bahwa pemberian Allah baik berupa uang ataupun harta yang lain tidak boleh dilihat materi / barangnya. Juga berapa jumlahnya. Tetapi lihatlah siapa gerangan Dzat yang memberinya. Yakni Allah Ta'ala . Saputangan harganya murah. Tetapi saputangan pemberian kekasih, tidak ternilai harganya.

Beberapa waktu kemudian, Habib Jakfar mengajak dia ke tepi laut. Beliau berkata, '' Jii ....ini duit dalam tas semua, ayoh dibuang ke lauuut. Diniati shadaqah Sir/rahasia, yaa? Diniati shadaqah Sir yaa? ''

Bersama salah satu khadim/pembantu, pak Kaji tersebut membuang lembaran - lembaran uang kelaut. Dia perkirakan tidak kurang dari 20 juta rupiah uang yang dibuang. Muhibbin itu berpikir keras apa makna perbuatan ini, serta apa konteknya dengan dirinya?

Ini pelajaran kedua untuk dirinya, bahwa bagi seorang Arif billah, antara uang dan tanah liat nilainya tidak ada bedanya . Yang membuat berbeda adalah kecintaan hati kepada salah satu dari keduanya. Jika tidak ada cinta, ( karena yang dicinta hanyalah Allah) emas, uang atau yang lain tidak lagi berharga sehingga tidak layak diuber-uber apalagi dicinta.

Perbuatan membuang uang kelaut, pernah menjadi sasaran kritik Ibnul Qayyim kepada kaum Sufiyyah yang melakukannya. Karena perbuaan tersebut secara fikih dhahir hukumnya haram disebabkan tadzyi'ul maal / mensia-siakan harta. Namun Ba'dhul Arifien Quddisa Sirruh, menjawabnya banyak . Diantaranya :

''Kaum Sufiyyah membuang Harta ke laut, saat mereka mulai merasa hatinya tertambat dengan Harta tersebut. Dan bagi seorang Sufi haram hukumnya mencintai harta dunia, dan bahayanya cinta dunia itu lebih dahsyat dari dosanya mensia-siakan Harta. Jika ditanya, mengapa tidak disedekahkan saja? Dijawab bahwa, terhadap sosok Sufi seperti diri mereka sendiri saja, mereka tidak mempercayai untuk menyerahkan 'dunia', apalagi terhadap orang lain? Tuhmah ( kekhawatiran) tersebut membuat mereka terpaksa membuangnya ke laut. ''

Apa yang dilakukan Habib Ja'far juga selaras dengan hal diatas, dimana beliau ingin mengajari Muhibbinnya, supaya tidak cinta dunia. Dan beliau peraktekkan sendiri didepan matanya, membuang uang berjuta-juta ketengah laut, seperti berkata : '' Ji, jangan kedunyan (cinta dunia). Duit itu bagi seorang yang ' mengerti ' , tidak ada nilainya ''

Kemudian saat akan p**ang, Habib memanggilnya kembali : '' Ji, kamu punya tanaman dalam pot di pojok Rumah? ''
Pak Kaji menjawab :" Bener, Bib ''
''Sampai rumah, Cabuten ae, '' kata beliau.

Pak Kaji langsung tercenung. Bukan heran, Habib Ja'far bisa tahu dia punya tanaman itu, karena hal-hal kasyaf model begitu sudah biasa dia jumpai dalam diri Habib Jakfar. Tetapi dia tercenung karena dia baru sadar , ini pelajaran penting untuk dirinya dari Habib, karena beberapa waktu belakangan ini dia sangat s**a merawat tanaman tersebut.

'' Harganya mahal. Saya membelinya 7 juta rupiah '' Kata Pak Kaji.

Tampaknya, dia diajari oleh Habib ja'far: '' Ji, ji ..... Bebaskan hatimu dari ta'alluq condong dengan tanaman berharga jutaan. Bersihkan hatimu dari s**a mobil Fortuner. Bersihkan hatimu dari kicauan Lovebird. Bersihkan hatimu dari akik Bacanmu . Bersihkan hatimu dari wajah Ayu istrimu dan gemesinnya anak-anakmu ...bersihkan ...bersihkan ...bersihkan .... ''

POHON KRISTEN??“Kang, tolong pohon Kristen di samping pesantren itu ditebang !”, pinta Kiai Bakar tiba-tiba pada seorang...
26/12/2017

POHON KRISTEN??

“Kang, tolong pohon Kristen di samping pesantren itu ditebang !”, pinta Kiai Bakar tiba-tiba pada seorang santri. Santri itupun bingung dan belum mengerti, ia melihat ke kanan kiri pesantren.

“Iya, pohon cemara itu. Tebang segera. Itu pohon Kristen !” tukas Kiai Bakar lebih tegas.

“Pohon Kristen? Apa maksudnya? Lagian itu pohon ditanam oleh Kiai Ahmad. Beliau sendiri yang menanam tiga tahun lalu,” gumam santri dalam hati.

“Sebelum menebang cemara itu, aku harus minta izin Kiai Ahmad dulu”.

“Punten Kiai. Kulo disuruh Kiai Bakar untuk menebang cemara yang ada di samping pesantren, Pripun ?”, kata santri pada Kiai Ahmad.

“Hah ! Cemara ditebang...? Wit-witan apik ngono arep ditebang, kenapa?”, ucap Kiai Ahmad kaget.
“Nganu Kiai... kata Kiai Bakar, pohon cemara itu pohon Kristen”, ujar si santri polos.

“Hah? Pohon Kristen ? Ada-ada saja Kiai Bakar itu, wit-witan nganggo agomo mbarang. Pohon Kristen lagi. Nggak ono iku. KTP saja dia tidak punya kok. Gak usah ditebang. Biar nanti saya yang menjelaskan ke Kiai Bakar.

***

"Punten Kiai, benar sampayan nyuruh santri untuk nebang pohon cemara itu ?", tanya Kiai Ahmad pada Kiai Bakar.

"Benar, Kiai..."

" Wit-witan apik ngono arep ditebang, kenapa ?"

"Itu pohon Kristen ", jawab Kiai Bakar.

"Waduh... sejak kapan pohon beragama, Kiai ?"

"Lha itu yang dibuat pohon natal atau duplikatnya itu kan cemoro, Kiai "

"Oh... Kalau begitu pohon kelapa yang sampeyan tanam di belakang pesantren mesti di tebang juga"
"Kok ?"

"Lha iya. Karena janur kelapa s**a dipakai untuk upacara adat agama Hindu. Berarti itu pohon Hindu ! ".

Kiai Bakar terdiam.

"Sekalian kerudung santri-santri putri yang bentuk segitiga itu dibakar semua ", lanjut Kiai Ahmad
"Kok ?"

"Lha iya. Karena segitiga itu simbol Yahudi".

Kiai Bakar terdiam lagi.

"Sekalian juga pesantren ini dirubuhkan saja", lanjut Kiai Ahmad lagi.

"Kok mbrentek tekan endi-endi,Kiai ?", ucap Kiai Bakar kaget.

"Lha iya. Karena kuda-kuda penyangga atap bentuknya palang paték seperti salib", jelas Kiai Ahmad.

Kembali Kiai Bakar terdiam.

"Mbok kita itu jangan membuat generalisasi suatu kasus yang tidak ada kaitannya. Yang penting itu substansinya; Cemara biso kanggo ijon-ijon ben seger ning mripat; jilbab sebagai penutup aurat; kuda-kuda bangunan bentuk salib sebagai penyangga atap gedung agar kuat... Apalagi pohon kelapa, banyak yang bisa kita manfaatkan dari pohon yang satu itu", tutur Kiai Ahmad menasehati.

Kiai Bakar tersenyum manggut-manggut sambil mengelus-ngelus jenggotnya. Kemudian dia berhenti mengelus-ngelus jenggot dengan raut wajah kaget, karena dia ingat kalau Santa Claus juga berjenggot. Namun segera Kiai Bakar tersenyum kembali, karena dia tahu kalau jenggot juga tidak beragama heheheheheeee......

09/12/2017

"Ending beragama adalah memperbaiki ahlaq"......... Menyejukkan...
KH YUSUF CHUDHORI....singkat, humor, mengena...
►Kagumm sama beliau beliau......mugi mugo kecipratan barokah ilmune..

03/12/2017

Address

Sukodono
Kendal-Ugisor
51317

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tawadhu Dan Tabayyun posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share