26/11/2019
BERJUANG SAMPAI AKHIR
Pada bulan Juli 1912, Swedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan olimpiade musim panas. Berbagai cabang olah raga dipertandingkan pada acara tersebut.
Adalah seorang atlet muda dari Jepang yang bernama Shizo Kanakuri yang turut andil pada perhelatan tersebut untuk cabang olahraga marathon.
Singkat cerita ketika pertandingan berlangsung, sang atlet merasa kelelahan di tengah perjalanan. Ia duduk dan beristirahat sejenak, dan tanpa disadari ia kemudian tertidur.
Ketika tersentak dari tidurnya, ia panik karena ternyata tidurnya memakan waktu hingga satu jam! Merasa bahwa tak mungkin lagi memenangkan pertandingan, maka Shizo memutuskan untuk meninggalkan arena marathon.
Waktu pun terus berjalan, hingga tibalah tahun 1967 ketika Swedia kembali menyelenggarakan marathon tingkat internasional. Panitia perlombaan menawarkan Shizo Kanakuri untuk "melanjutkan" pertandingannya puluhan tahun silam.
Shizo pun setuju, dan kali ini ia tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia berlari menyelesaikan setengah rute yang belum ditempuhnya pada zaman dulu.
Akhirnya Shizo berhasil menginjak garis finish, dan juri mengeluarkan perhitungan resmi waktu tempuhnya pada lomba marathon tersebut yaitu selama 54 tahun, 8 bulan, 6 hari, 5 jam, 32 menit, dan 20,3 detik.
Dalam sambutannya Shizo berkata, "Ini adalah perjalanan yang panjang. Di mana sepanjang jalan saya menikah, memiliki enam anak, dan sepuluh cucu."
Kisah di atas merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang-orang Jepang. Karena bagi mereka, berjuang sampai akhir merupakan sebuah filsafat hidup. Bahkan orang Jepang punya kata khusus yang menjadi bahasa sehari-hari yaitu, "Ganbaru!“
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia artinya berusaha hingga titik darah penghabisan!
Tentu saja, Islam juga menanamkan etos kerja seperti ini kepada umatnya. Yaitu ketika Al-Quran menguraikan sifat Nabi Ibrahim sebagai Nabi yang selalu menyempurnakan perintah Allah hingga tuntas. Nabi yang tidak pernah bekerja setengah-setengah. Nabi yang tidak s**a berhenti di tengah jalan.
وَإِذِ ابْتَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa perintah, lalu Ibrahim menyempurnakannya."
(Surat Al-Baqarah: 124)
Oleh karena itu, mari kita kembali kepada karakter yang sesungguhnya. Yaitu sebagai pribadi muslim yang senantiasa mengerjakan sesuatu hingga tuntas. Selesaikan apa yang sudah kita mulai. Jangan biarkan mengambang begitu saja. Ganbaru!
Salam Hijrah.
:alarm_clock: Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!