Allahku Dahsyat

Allahku Dahsyat Nyatakan kemuliaan Allah dalam kesaksian,
Mazmur pujian, penyembahan dalam iman,perbuatan dan kasih. TUHAN MEMBERKATI

Permanently closed.
10/03/2021
15/12/2020

Santapan Harian
Sakit Hati-Nya
Hosea 11:12-12:14

Hosea mengungkapkan lagi isi hati Tuhan terhadap umat-Nya. Tuhan "dikepung dan dikelilingi" oleh kebohongan Efraim dan tipu muslihat Israel. Tuhan mengingat bagaimana mereka bergumul dengan-Nya. Tuhan mengetahui mereka menangis dan memohon belas kasihan-Nya. Tuhan menuntun dan menjaga umat-Nya. Namun, tingkah laku mereka telah menimbulkan sakit hati-Nya.

Kita tahu bahwa hati Tuhan bisa berbalik kepada umat yang dikasihi-Nya. Namun, kita juga tahu bahwa Ia bisa sakit hati. Tuhan dapat merasa tidak senang karena dihina oleh umat-Nya. Tuhan juga bisa marah kepada umat-Nya. Hal ini terlihat ketika Ia mengatakan akan memberi balasan (3). Bahkan, Ia akan membalas cela dan hutang darah (15) kepada mereka.

Sulit untuk memahami bahwa Tuhan bisa sakit hati. Bagaimana mungkin Tuhan yang penuh kasih sayang, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia bisa sakit hati. Namun, itulah isi hati Tuhan. Dengan mengetahui isi hati-Nya, kita bisa mengerti perasaan-Nya. Dengan ini, kita diajak untuk memahami dan semakin mengenal siapa Tuhan yang kita percaya.

Tuhan mengenal umat-Nya. Ia mengenal Efraim, Yakub, dan mengetahui setiap detail kehidupan mereka. Tuhan telah melakukan yang terbaik bagi umat-Nya, namun mereka berbuat yang sebaliknya. Tuhan telah memelihara kasih setia-Nya, namun umat mengabaikan-Nya. Tuhan menjaga umat-Nya, namun umat menjauhi-Nya.

Bangsa Israel adalah cerminan kita. Tindakan kita sering berseberangan dengan kehendak Allah. Ingatlah kembali perjalanan hidup kita, seberapa sering kita menyakiti hati Tuhan? Seberapa sering juga kita menyakiti hati sesama, termasuk orang-orang terdekat yang kita kasihi? Coba kita ingat-ingat kembali ke masa lalu. Semoga ingatan itu dapat menggerakkan kita untuk memohon pengampunan Tuhan.

Setiap hari, datanglah kepada-Nya memohon pengampunan, sebab disadari atau tidak, ada saja pelanggaran dan kesalahan yang kita perbuat menyakiti hati Allah.

08/11/2020

Kiamat? Siapa Takut!
Yesaya 24:1-23

Secara umum, kita memahami kiamat sebagai hari akhir zaman. Dalam pikiran kita mungkin terlintas tentang seisi dunia yang hancur, binasa, dan lenyap. Alam semesta tampak akan berakhir karena ditimpa bencana besar.

Yesaya juga bernubuat tentang kehancuran seluruh isi bumi. Jika hal itu terjadi, semua orang akan bernasib sama (1-2). Tidak ada satu pun dari umat manusia yang bisa menghindarinya. Itulah hukuman Allah kepada manusia yang melanggar ketetapan-Nya. Dalam situasi seperti itu, air anggur tidak menggirangkan lagi (7). Semua orang akan mengeluh karena suasana mencekam. Arak menjadi pahit dan rumah-rumah tidak dapat dimasuki lagi (9-10). Banyak orang menjerit, sukacita dan kegirangan hilang tak bersisa.

Bumi akan hancur luluh (19), bergoncang terhuyung-huyung seperti orang mabuk. Dosa pemberontakannya akan menimpanya dengan sangat hebat. Dia akan rebah dan tidak akan bangkit lagi. Allah akan menghukum langit dan raja-raja. Mereka dikumpulkan seperti tanaman dimasukkan ke liang. Bulan purnama tersipu dan matahari akan malu melihat keadaan bumi dan penduduknya.

Kengerian hari kiamat hendaklah membawa kita pada pertobatan. Marilah kita memuliakan Tuhan dengan nyanyian pujian, "Hormat bagi Yang Mahaadil". Dia yang memerintah alam semesta akan menunjukkan kemuliaan-Nya. Keadilan-Nya menyelamatkan orang yang hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Kiamat? Siapa takut! Ya, kita tidak perlu takut. Saat kita hidup di jalan Allah, berjalan bersama Dia dalam kehendak-Nya, maka dalam lembah kekelaman sekalipun, tidak ada bahaya.

Hari kiamat adalah hari Allah menghakimi manusia. Semua akan diadili menurut perbuatannya masing-masing. Orang-orang yang percaya kepada Kristus akan diselamatkan. Mereka akan mengenakan pakaian putih sebagai tanda telah dikuduskan. Nama mereka tercatat dalam buku kehidupan dan mereka mengenakan mahkota kehidupan. Jadi, sebagai anak-anak Allah, janganlah takut!

*GBU*

Hiduplah dalam Terang Yesaya 2:1-5 Injil mengungkapkan bahwa kedatangan Kristus terjadi dalam dua tahap. Kedatangan Kris...
04/10/2020

Hiduplah dalam Terang
Yesaya 2:1-5

Injil mengungkapkan bahwa kedatangan Kristus terjadi dalam dua tahap. Kedatangan Kristus yang pertama adalah menegakkan Kerajaan Allah. Kerajaan tersebut bersifat already & not yet (sudah datang, namun belum dalam kepenuhannya). Kedatangan Kristus yang kedua adalah menghadirkan Kerajaan Allah dalam kepenuhannya, artinya kedamaian di seluruh dunia.

Nas hari ini menggambarkan apa yang akan terjadi pada akhir zaman ketika Kerajaan Allah hadir dalam segala kepenuhannya. Segenap bangsa, bukan hanya Israel, akan berduyun-duyun datang ke Sion yang merupakan gunung tempat Rumah Tuhan. Tujuan datangnya suku-suku bangsa tersebut adalah mencari Tuhan; karena dari Sion Ia akan mengajarkan jalan-Nya serta memberikan pengajaran dan firman Tuhan dari Sion (2-3).

Kristus akan menjadi Hakim antara bangsa-bangsa. Ia akan memerintah atas seluruh bangsa. Jika Kristus sudah memerintah sepenuhnya, maka seluruh dunia akan damai. Hal ini digambarkan dengan seluruh peralatan perang dijadikan peralatan pertanian karena tidak akan ada lagi perang di antara bangsa-bangsa. Dengan melihat apa yang akan terjadi pada akhir zaman, maka nabi Yesaya menyerukan supaya umat berjalan dalam terang Tuhan (4-5).

Ketika Yesus datang kedua kalinya dan Kerajaan Allah dihadirkan dalam kepenuhannya, semua suku bangsa akan menundukkan diri kepada Yesus. Mereka yang tidak menundukkan diri akan dihancurkan. Dunia akan damai dan tidak akan ada lagi peperangan. Untuk itu, Yesaya meminta umat-Nya berjalan dalam terang Tuhan karena kemenangan Tuhan pada akhir zaman adalah sebuah kepastian.

Keadaan dunia sekarang memang jauh dari ideal. Dan, sepertinya kejahatanlah yang sering kali menang atas kebenaran. Hal itu disebabkan Kerajaan Allah belum datang dalam kepenuhannya. Namun, pada waktunya nanti Tuhan Yesus akan memerintah atas seluruh langit dan bumi baru. Jadi, marilah kita hidup dalam terang Tuhan seperti yang Yesaya katakan.

Di Mana Tuhan, Allahmu? Bilangan 9:15-23 Mencari tuntunan Tuhan adalah topik diskusi yang tidak pernah lekang oleh waktu...
26/04/2020

Di Mana Tuhan, Allahmu?
Bilangan 9:15-23

Mencari tuntunan Tuhan adalah topik diskusi yang tidak pernah lekang oleh waktu. Kali ini kita akan belajar dari pengalaman orang Israel.

Setelah keluar dari Mesir, bangsa Israel mengembara di padang gurun. Selama perjalanan, Tuhan menuntun mereka dengan dua cara. Pertama, Kemah Suci sebagai lambang kehadiran Tuhan (Bil 1:47-53). Kedua, Tiang Awan (saat siang) dan Tiang Api (saat malam) sebagai wujud penyertaan Tuhan (Bil 9:15-16). Kapan pun Tiang Awan bergerak, bangsa Israel pun mulai berjalan. Jika Tiang Awan berhenti, bangsa Israel akan diam untuk berkemah (17-19).

Kehadiran dan penyertaan Tuhan merupakan bukti dari janji Allah kepada Musa yang akan menuntun bangsa Israel dalam perjalanan mereka ke Tanah Perjanjian. Bangsa Israel perlu belajar untuk melepaskan semua ikatan dan ketergantungan kepada Mesir. Itulah sebabnya perjalanan di padang gurun diperlukan untuk menggembleng iman mereka.

Tiang awan menunjukkan bahwa Tuhanlah yang membawa mereka keluar dari Mesir. Ia tidak hanya menjanjikan Tanah Perjanjian, tetapi juga menyertai dan melindungi mereka secara langsung.

Agama memang mengajarkan bagaimana cara manusia menjangkau Allah. Namun, konsep ini tidak ada dalam kekristenan. Alkitab menegaskan bahwa Allahlah yang berinisiatif hadir dan terlibat dalam kehidupan umat-Nya. Tuhan hadir dalam setiap bagian kehidupan umat-Nya. Ia tidak hanya jauh “di sana” (transenden), tetapi juga hadiri “di sini” (imanen) dalam realitas pergumulan konkret manusia. Tuhan Yesus Kristus akan senantiasa menyertai kita (Mat 1:23; 28:20).

Penyertaan Allah bukan sebuah target yang harus diraih atau dikejar. Penyertaan-Nya adalah relasi yang perlu terus dipelihara melalui iman. Tuhan Yesus menjadi bukti nyata kehadiran dan keterlibatan Allah dalam hidup kita (Yoh 1:18). Kita perlu memohon kepada Tuhan untuk menyingkapkan mata rohani kita agar kita dapat melihat penyertaan dan tuntunan-Nya di setiap langkah kita dan dalam s

Teologi Semak Duri Lukas 8:4-15 Teologi kemakmuran sempat populer beberapa waktu lalu. Banyak gereja di Indonesia secara...
17/06/2019

Teologi Semak Duri

Lukas 8:4-15

Teologi kemakmuran sempat populer beberapa waktu lalu. Banyak gereja di Indonesia secara terang-terangan menganutnya. Ajaran ini memercayai jika kita mengikut Yesus, hidup kita akan makmur dan penuh kelimpahan. Teologi ini juga meyakini bahwa orang percaya tidak akan mengalami kesulitan atau kesukaran hidup.

Pada dasarnya, Injil tidak sepenuhnya berkata demikian. Ketika firman Tuhan diberitakan, setiap orang merespons dengan cara yang berbeda. Kelompok pertama adalah orang-orang yang menolak Tuhan. Kelompok ini digambarkan sebagai ”tanah pinggir jalan” dan ”tanah yang berbatu-batu” (12-13). Benih yang jatuh pada kedua jenis tanah ini sama-sama tidak berakar dan tidak menghasilkan buah

Kelompok selanjutnya adalah mereka yang bertumbuh dan berbuah. Kelompok ini digambarkan dengan ”tanah yang bersemak duri” dan “tanah yang baik” (14-15). Buah yang dihasilkan kedua tanah ini berbeda. Tanah yang bersemak duri menghasilkan buah yang tidak matang karena kekhawatiran, kekayaan, dan kenikmatan hidup datang menghimpitnya (semak duri).

Kekayaan adalah berkat Tuhan, namun fokus mengejarnya hanya akan menghambat pertumbuhan. Jadinya, harta bukan lagi berkat, tetapi telah berubah menjadi kutukan.

Tuhan ingin agar kita bertumbuh. Ia tidak mau harta dan kekayaan mengalihkan fokus pertumbuhan itu. Ia mau supaya kita memiliki hati yang mulia dan penuh kebajikan. Dengan demikian, kehidupan kita bisa menghasilkan buah kesetiaan dan ketekunan.

Namun, kita harus tetap seimbang. Kekristenan tidak anti pada kekayaan; juga tidak memuja kemiskinan. Kita hanya perlu menjaga hati. Jika hati banyak dipenuhi semak berduri, kita akan mudah diseret pada nafsu kekayaan dunia. Tuhan tidak ingin orientasi hidup kita terisap hanya untuk mengejar kekayaan. Oleh karena itulah, kita wajib meminta kekuatan dan anugerah-Nya agar mencabut semak duri jika tumbuh di hati kita.

Potonglah semak duri di hati kami supaya kami dapat berbuah.

Bacaan

Lukas 8:1-3

Aristoteles, seorang filsuf Yunani, pernah mengatakan, ”Perempuan adalah laki-laki yang tak sempurna.” Pernyataan ini mengasumsikan bahwa laki-laki lebih superior dari perempuan dan standar dari kesempurnaan.

Aristoteles hidup pada era patriarki. Oleh karena itu, pernyataan tersebut mungkin tidak menjadi masalah serius bagi mereka. Dahulu, perempuan memang dipandang sebagai properti. Dengan kata lain, ia menjadi setara dengan benda. Itu sama artinya perempuan tidak dianggap sebagai manusia.

Apakah Alkitab mempunyai pandangan yang serupa seperti Aristoteles? Apakah Yesus juga memandang rendah perempuan?

Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang Yesus lakukan selama perjalanan-Nya (1a)?
2. Siapa saja yang ikut bersama-Nya (1b-3a)?
3. Dengan cara apa para perempuan ikut melayani (3b)?

Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apakah ada sekat gender (jenis kelamin) dalam berpartisipasi pada pelayanan?
2. Jika melihat peran yang dimainkan oleh para perempuan, apakah pelayanan hanya bisa dilakukan lewat satu cara?

Apa respons Anda?
1. Dalam pelayanan, apakah Anda pernah melakukan diskriminasi (pembedaan perlakuan) kepada perempuan? Kalau pernah, coba jelaskan alasan dari tindakan tersebut!
2. Apa pandangan Anda terhadap perempuan yang aktif melayani? Apakah mereka diperbolehkan? Kalau tidak, apa alasannya? Kalau boleh, apakah ada batasnya?
3. Bagaimana seharusnya kita memperlakukan perempuan, baik dalam pelayanan maupun kehidupan sehari-hari?

Beri kami hati yang taat ya Tuhan
Agar setiap kami yang percaya kepada Tuhan Yesus dapat menerapkan prinsip kesetaraan kepada perempuan dalam semua situasi kehidupan.

Mesias bagi Kaum Marginal Lukas 7:11-17 Media, dalam era kapitalisme ini, selalu mempropagandakan budaya konsumerisme da...
12/06/2019

Mesias bagi Kaum Marginal

Lukas 7:11-17

Media, dalam era kapitalisme ini, selalu mempropagandakan budaya konsumerisme dan terus menyuntikkan kesadaran palsu bahwa hasrat adalah kebutuhan. Akibatnya, kebanyakan kita menjalani hidup hanya untuk memuaskan nafsu. Kita menjadi egois dan tidak lagi peduli pada penderitaan orang lain. Apakah ini kehidupan yang sejati?

Injil Lukas ditulis ketika Romawi berkuasa. Struktur sosial kala itu sangat timpang. Ada orang-orang berkedudukan baik dan hidup berlimpah. Akan tetapi, ada juga rakyat jelata yang dipinggirkan dari realita sosial seperti para janda.

Pada zaman itu, menjadi janda adalah petaka. Status tersebut akan mendatangkan kesulitan bagi perempuan dalam menjalani hidupnya. Ia akan kesulitan mencari nafkah karena laki-laki yang berkewajiban menafkahi keluarga. Situasi demikianlah yang dihadapi si janda dalam nas ini.

Nasibnya kian nahas kala ia harus kehilangan anak laki- laki tunggalnya (11). Janda ini tenggelam dalam kesedihan, sampai-sampai ia tidak meminta pertolongan kepada Yesus. Bahkan, ia tidak menyadari kehadiran-Nya (12).

Melihat itu, Yesus pun tergerak oleh belas kasihan. Ia pun menghibur perempuan malang itu dan membangkitkan putranya dari kematian (13).

Dari kisah ini, kita melihat bahwa Yesus sangat memperhatikan orang-orang marginal. Dahulu, gereja mula- mula pun menghidupi semangat ini. Mereka meneladani sikap Yesus untuk melayani orang- orang tersisih.

Dalam era kapitalisme kini, mengikut Yesus bukanlah tugas mudah. Tren gaya hidup konsumtif menyeret kita untuk berfokus memuaskan hasrat semata. Akibatnya, kita lupa peduli kepada orang-orang marginal. Nas ini mengingatkan kita tentang perhatian Yesus dan gereja mula-mula terhadap orang-orang marginal. Sekalipun si janda tidak meminta tolong, namun Yesus memedulikannya. Bagaimanakah realitas gereja hari-hari ini? Apakah kita masih menaruh belas kasihan kepada mereka yang tertindas? Apakah kita masih meneladani Yesus yang penuh belas kasihan?

Tuhan, ajar kami mengasihi secara nyata.

Address

Jalan HOS COKROAMINOTO 196 B
Kediri
64131

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Allahku Dahsyat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Allahku Dahsyat:

Share