GPPS Buletin Cahaya Kasih Kediri

GPPS Buletin Cahaya Kasih Kediri Cahaya Kasih adalah buletin bulanan yang di terbitkan oleh GPPS untuk memberkati bagi para pembacanya.

23/04/2016

Santapan Harian
Pemimpin yang Mengasihi Umat
Ulangan 9:7-29

Tidak mudah menemukan pemimpin yang sungguh peduli dengan keadaan dan ancaman yang akan menimpa orang-orang yang dipimpinnya.

Musa memimpin Israel yang berkali-kali membangkitkan kegusaran Tuhan, mulai sepanjang perjalanan dari Mesir hingga memasuki tanah Kanaan (7). Setibanya di Horeb, Musa ke gunung untuk menerima loh-loh batu berisi perintah Tuhan yang ditulis langsung oleh jari Allah. Musa tinggal 40 hari 40 malam di atas gunung dengan berpuasa (9-11). Sementara menunggu Musa, Israel membuat patung lembu tuangan. Melihat hal itu, TUHAN sangat murka dan hendak membinasakan mereka semua (8, 12-16). Musa sangat marah dan menyesali dosa Israel sehingga menghancurkan kedua loh batu dari Tuhan. Kemudian ia berpuasa di hadapan Tuhan 40 hari 40 malam (17-18). Musa sangat gentar karena amarah Tuhan. Meski Tuhan dapat membangkitkan generasi yang baru dari keturunan Musa, tetapi ia justru berdoa untuk Israel dan Harun. Lembu tuangan itu pun dihancurkannya (19-21). Israel juga kembali menentang Tuhan di Kibrot-Taawa dengan tidak percaya dan tidak mendengarkan perintah TUHAN untuk maju dan menduduki negeri itu (22-23). Meski Musa sudah mengenal kekerasan hati mereka, Musa kembali merendahkan diri di hadapan TUHAN 40 hari 40 malam agar Israel tidak dimusnahkan (22-26). Alasan Musa kepada Tuhan, yaitu perjanjiannya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub serta pandangan dari bangsa lain seolah-olah Tuhan tidak sanggup membawa Israel ke Kanaan (27-29).

Tuhan tidak segan menghukum bahkan membinasakan umat yang melanggar pelbagai perintah-Nya. Tuhan berbelas kasih mendengarkan permohonan dari pemimpin umat yang bersyafaat dan merendahkan diri di hadapan-Nya. Kalau Tuhan masih memberi kesempatan kepada kita, karena perjanjian dan kemuliaan-Nya, bukan semata-mata kelayakan umat untuk dikasihi.

Renungkan: Jadilah seorang pemimpin yang mengasihi umat dan terus berdoa, berjuang untuk kebaikan mereka di hadapan Tuhan!

22/11/2015

DOA YANG BERKENAN luk 11:5-10
5 Lalu kata-Nya kepada mereka: ”Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
6 sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
1.DOA DENGAN PENGORBANAN
ayat 5a. Lalu kata-Nya kepada mereka: ”Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
Menyisihkan(meluangkan) waktu bukan menyisakan waktu untuk berdoa,
2.DOA DENGAN KEMURAHAN
(berdoa untuk orang lain)
ayat 6, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya...
3.DOA DENGAN KERENDAHAN HATI
(TIDAK MALU) ayat 6b&8b
dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;(6b)
8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu,(8b)
4.DOA BERDASARKAN STATUS
ayat 8a Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
-BAPA DAN ANAK (STATUS)
-SAHABAT (SIKAP)
-HAMBA (HATI)
5.DOA BERDASARKAN KEBUTUHAN BUKAN KEINGINAN
ayat 8b
ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
TUHAN SELALU MENJAWAB KEBUTUHAN KITA TETAPI TIDAK SELALU MENJAWAB KEINGINAN KITA

18/10/2015

FIRMAN TUHAN SORE INI oleh (Pdt tjahyaning wijanarti)

UJIAN YANG DI BERIKAN TUHAN ITU MEMERLUKAN WAKTU....
Yes. 55:8-10
Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,(TB)
rancangan Tuhan itu selalu membawa damai sejahtera, mari kita belajar peka akan rencana-rencana Tuhan dalam kehidupan kita. seperti Firman Tuhan berkata : Yes. 55:11
demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.(TB)
belajar taat akan semua perintah Tuhan maka engkau akan menerima keberhasilan yang dari Tuhan. janji Firman Tuhan tidak pernah gagal. Yer. 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
jikalau Tuhan yang menyuruh anda, kerjakanlah apa yang Dia mau. mari kita belajar melakukan apa yang Tuhan mau, sbab Tuhan mau menguji setiap hati kita, apakah kita setia atau apakah kita mendua. jangan pernah kecewa untuk mengiring Tuhan, sbab Tuhan selalu menyatakan mujizat kepada kita.
Kej. 15:5-6
Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.(TB) Kej. 17:21
Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga."(TB)
janji Tuhan Ya dan Amin, jika Tuhan yang sudah ber-Firman, maka pasti akan terjadi, sbab Tuhan tidak pernah berdusta.
PROSES ITU MEMANG MENYAKITKAN, NAMUN DI BALIK PROSES ITU KITA DI KUATKAN.
SELAMAT MENIKMATI PROSES ITU DAN SELAMAT MENDAPATKAN MAHKOTA KEHIDUPAN YANG DARIPADA TUHAN.

02/10/2015

Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda. (Amsal 28:1)

Bacaan Alkitab Setahun:
Matius 5-6

Menurut Anda, apakah sarana transportasi yang relatif aman? Sebagian orang menganggap kereta api paling aman, setidaknya bila dibandingkan dengan bus atau moda transportasi laut dan udara. Apalagi sejak diterapkan sejumlah kebijakan oleh petinggi PT KAI yang berusaha memberikan fasilitas yang paling aman dan nyaman kepada para penumpang. Memang tidak ada sarana transportasi yang benar-benar aman. Namun, ketika ada pilihan sarana transportasi yang dianggap paling aman, orang akan cenderung memilihnya.

Nats hari ini juga berbicara mengenai rasa aman yang dialami orang fasik dan orang benar. Orang benar digambarkan seperti singa muda yang memiliki rasa aman dalam dirinya. Setidaknya ada dua faktor yang membuat seekor singa muda merasa aman. Pertama, ia tidak pernah luput dari perhatian atau pengawasan induknya. Kedua, ia meyakini bahwa induknya akan segera menolongnya jika sampai terjadi sesuatu yang mengancam keselamatannya. Bagaimana dengan kita selaku orang percaya? Kita juga bisa mendapatkan rasa aman karena, pertama, hidup kita tak pernah luput dari perhatian dan pengawasan Tuhan. Kedua, Dia pasti bergerak menolong ketika hidup kita ada dalam bahaya.

Dalam hidup ini, setiap manusia bisa mengalami kondisi yang gawat, intimidasi, atau kegelisahan yang mendadak menyergap, tetapi mereka yang menaruh rasa aman dalam Tuhan akan tetap tenang. Sudahkah kita meletakkan rasa aman kita di tempat yang tepat, yakni hanya di dalam Dia, bukan di tempat lain?—GHJ

TIDAK ADA TEMPAT LAIN YANG LEBIH AMAN
DARIPADA NAUNGAN TANGAN KASIH-NYA

21/09/2015

Baca: Roma 5:1-11

"Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus." Roma 5:1

Jutaan orang di dunia selalu mencari damai sejahtera tetapi tidak bisa memperolehnya. Semakin mendekat ke damai itu (yang hanya ditemukan dalam Kristus Yesus), semakin setan menarik mereka menjauh. Setan membutakan mereka dengan berbagai doktrin teoritis yang dibuat manusia. Tetapi puji Tuhan untuk kasih-Nya, kita, orang-orang Kristen, menemukan damai sejahtera melalui Yesus Kristus.

Hari-hari ini dunia masih mencari suatu kedamaian. Seolah-olah dunia sedang berlari menuju ke suatu kondisi yang lebih baik dalam setiap aspek yang menyangkut kedamaian. Tetapi sebenarnya manusia tidak tahu bahwa jalan untuk menerima damai sejati (yang sesungguhnya telah Allah berikan kepada mereka) adalah melalui anak-Nya. Paulus berkata, "dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu." (Roma 3:17-18).

Kita harus berusaha untuk suatu kedamaian. Tetapi Tuhan berkata, "Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat." (Matius 24:6-7). Manusia tidak bisa menciptakan kedamaian dengan usaha sendiri. Damai sejahtera dapat dialami hanya ketika kita menerima pengampunan Allah dan dipulihkannya hubungan kita dengan Dia melalui darah Kristus. Dengan cara ini kita dapat memiliki hubungan harmonis dengan Allah Bapa kita. Tanpa pencurahan darah Kristus di kayu salib tidak akan ada damai Tuhan, dan hanya dengan iman kita menerima Yesus. Kita dibenarkan oleh Allah dan ketika Kristus masuk dalam hati, kita dimerdekakan dari rasa berdosa yang menghantui kita.

Alkitab berkata, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus." (Roma 3:23-24).

Kita sekarang memiliki damai sejahtera dalam hati kita sehingga kita dapat dengan bebas tanpa rasa takut datang kepada Bapa kita.

13/09/2015

Hidup Yang Kekal.
Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Yohanes 17:3
Setiap orang pasti ingin mendapakan kehidupan yang kekal, tanpa kecuali. Buktinya, setiap orang melakukan semua kegiatan keagamaan mulai dari kegiatan kerohanian yang sakral sampai kegiatan kerohanian yang biasa biasa. Semuanya itu dilakoni setiap individu supaya kelak mendapat “hidup yang kekal” si sorga.
Dulu saya berpikir bahwa untuk mendapat jaminan “Hidup Kekal” itu adalah kalau saya sudah melakukan hukum Taurat dan segala peraturan agama, rajin ke gereja dan melakukan hal hal yang ada hubungannya dengan kegiatan kerohanian di gereja saya. Pertanyaannya apakah saya mampu melakukaan semua itu tanpa melalaikan salah satu diantaranya .... ? hal itu tidak mungkin.
Setelah saya renungi, ternyata standar untuk mencapai hidup kekal yang saya pikirkan itu tidak mampu saya lakukan. Saya mulai merview kembali perjalanan yang sudah saya lalui. Oh, ternyata jauh dari tuntuan tersebut diatas. Dengan kenyataan yang ada ini saya berkesimpulan bahwa saya tidak mungkin mengalami “Hidup Kekal” itu.
Saya diam terpaku memikirkan hal ini, semakin kupikirkan, semakin banyak pertanyaan timbul dalam benakku. Yang menjadi tanda tanya besar dalam hatiku, bagaimana caranya supaya saya mendapat “hidup yang kekal” ......?

Ternyata Tuhan tidak membiarkan saya dalam ketidak tahuan, Ia tidak membiarkan saya dalam ketidak pastian, pertanyaan saya mulai dijawab-Nya, melalui nats firman Tuhan yang terdapat dalam Yoh. 17:3 berkata demikian:

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
Ternyata hidup yang kekal itu tidak sesulit yang kupikirkansebelumnya. dari nats tersebut diatas dapat saya fahami bahwa hidup ya kekal itu sama dengan mengenal Allah dan mengenal yesus kristus yang di utusnya.

Pertanyaannya, bagaimana cara untuk mengenal Allah ....?
untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus membaca dan memahami apa yg disampaikan oleh Yesus dalam alkitab, Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya:

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Nats tersebut diatas menjelaskan kepada kita bahwa untuk mengenal Bapak, kita harus memiliki seseorang yang mengenalkan Bapak kepada Kita, Yesus berkata bahwa hanya melalui Dialah kita dapat mengenal Bapak. Dengan demikian, sebelum kita mengenal Bapak, terlebih dahulu kita mengenal Yesus.
Untuk mengenal siapa Yesus, kita tidak mungkin mengenal siapa Yesus dari kesaksian manusia, sebab Yesus sendiri berkata bahwa dia tidak memerlukan kesaksian manusia mengenai siapa dirinya

(Yoh.5:34. tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.

Walaupun demikian, bukan berarti kita tidak bisa mengenal yesus yg sesungguhnya. Tuhan Yesus berkata bahwa untuk mengenal Dia dg cara :

Roh Kudus sendiri yang memperkenalkan siapa Yesus kepada kita. Tanpa Roh kudus memiliki kuasa untuk memperkenalkan siapa Yesus yang sesungguhnya. Yohanes 15:26 Jikalau Penghibur yang akan Ku utus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku Pekerjaan yang telah dilakukan oleh Yesus selama berada di dunia, menuntun kita untuk mengenal siapa Yesus itu.

Pekerjaan yang dilakukan oleh Yesus banyak diantaranya yang hanya dapat dilakukan oleh Allah sendiri, misalanya : Dia berkuasa mengampuni dosa; Dia dapat menghidupkan kembali orang yang sudah dikubur selama empat hari; dia dapat memelekkan mata orang buta sejak lahir; menyembuhkan orang tuli dan bisu sejak lahir, dll. Yoh.5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.

Allah sendiri yang mempekenalkan siapa yesus itu kepada kita. Unik bukan....? Kita hanya dapat mengenal Bapak kalau Yesus memperkenalkan Bapak itu kepada kita. Sebaliknya Bapak jugalah yang memperkenalkan Yesus kepada kita. Yoh.5:37-38 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.

Dengan uraian diatas kita dapat menerti bahwa dalam mengenal, baik Bapak maupu Anak, kita tidak mungkin mengenalnya tanpa kesaksian ketiga tiganya, yaitu Bapak, Anak dan Roh kudus.
Berikut ini saya uraikan bagaimana caranya supaya Yesus berkenan memperkenalkan Bapak kepada kita.

Yesus berkata dengan jelas bagaimana cara mengenal Allah. Yohanes 14:9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

Yesus berkenan memperkenalkan Bapak kepada kita, kalau kita percaya kepadanya. Bnd. Yoh. 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Percaya yang dimaksud dalam hal ini iala : beriman kepada yesus, artinya percaya dan mempercayakan hidup kita dalam otoritasnya.

Yesus bekenan memperkenalkan Bapak kepada kita kalau kita sudah dilahirkan kemabali, maksudnya mengalami pertobatan. Pertobatan yang dimaksud ialah, pertobatan secara total, dimulai dari perubahan pola berpikir, kelakuan, dan perkataan terlebih hubungan kita yang sudah rusak terhadap sesama kita harus diperbaharui. Yoh. 3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Sejauh ini kita tentu sudah mengenal baik bapak maupun Yesus Kristus. Hal yang lebih dari semua itu ialah bagaimana kita dapat mengerti hubungan antara Bapak maupun Yesus Kristus, sehingga kita berani berkata bahwa baik Bapak Maupun Yesus Kristu adalah satu-satunya Allah.

Sekalipun Yesus berkata bahwa baik bapak maupun anak adalah satu (Yoh.10:30), namun saya tidak memaksakan kehendak untuk mengatakannya kepada anda, karena Yesus sendiri berkata bahwa ia tidak memerlukan kesaksian manusia mengenai dia. Saya percaya bahwa ketika hidup kita sudah kita taklukan dalam otoritasnya Yesus, Roh kudus akan berkaya untuk memperjelas kepada kita bagaimana hubungan antara Yesus dan Bapaknya.

Pertanyaan berikut yang harus kita jawab ialah, bukankah kita masih berada didunia, bukankah hidup yang kekal itu kita dapatkan setelah kita meninggal ... ? Apa yang menjadi dasar penilaian bagi kita sehingga kita berani berkata bahwa hidup yang kekal itu menjadi milik kita...?

Saudaraku yang terkasih, anda dan saya akan berani mengatakan bahwa kita telah memiliki hidup yang kekal itu apabila kita sudah sungguh-sungguh mengenal baik Bapak maupun Anak dan telah menyerahkan hidup kita dalam untuk dikuasai oleh Dia, sehingga dalam perkenalan yang sungguh sungguh itu, kita memiliki hubungan yang sunggu-sungguh spescial dengan Dia. Hubungan yang spesial inilah yang membuat kita dapat meresponi hidup yang kekal itu yaitu dengan melaksanakan segala perintahnya sebagai ucapan syukur.

Saudaraku hidup yang kekal tidak dapat kita peroleh dengan usaha kita, kita tidak mendapatkannya kalau hanya sebatas melaksanakan hukum taurat dan peraturan peraturan agama. Tetapi kemampuan untuk melakukan tuntutan hukum taurat maupun peraturan agama terebut adalah sebagai dampak dari pengenalan kita kepada Tuhan yang menganugerahkan hidup kekal atau keselamatan itu bagi kita.

Demikianlah kita mengenal baik bapak maupun Yesus kristus, perkenalan yang seprti inilah yang menjadi dasar untuk mendapat hidup yang kekal yang dijanjikan kepada setiap orang yang percaya. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

30/08/2015

TOL

Walau Jalan Tol atau yang kita kenal sebagai jalan bebas hambatan namun bukan berarti kita bisa bertindak semau keinginan kita.
Ada rambu rambu yang harus ditaati dan ada belokan, ada bahu jalan, ada batasan kecepatan dan juga jalur masuk dan jalur keluar.
Jadi apakah jalan bebas hambatan benar benar bebas ? Tentu tidak selama aturan yang berlaku ditaati kita selamat saat masuk dan selamat untuk keluar.

Dikehidupan didalam kekristenan'pun seperti itu, walau kita sudah benar benar ditebus oleh Darah Tuhan Yesus dan mengalami kemerdekaan yang sesungguhnya tetapi kita jangan pernah melupakan untuk selalu menjaga hidup kita dengan segala kewaspadaan.
Ada sejumlah rambu kehidupan yang harus kita simak demi kelancaran dan demi kenyamanan dan kesemuanya itu kita dapat temukan didalam Alkitab.
Keengganan untuk mentaati rambu akan fatal akibatnya.

2 Timotius 3:16
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."

Amsal 4:23.
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."

Mulailah membaca Alkitab anda hari ini.
Shalom.

Renungan pagi.

26/08/2015

(68-19) Engkau telah naik f ke tempat tinggi 1 , g telah membawa tawanan-tawanan; h Engkau telah menerima persembahan-persembahan di antara manusia, i bahkan dari pemberontak-pemberontak j untuk diam di sana, ya TUHAN Allah.
AYT Draft

(68-19) Engkau telah naik ke tempat tinggi, membawa tawanan-tawanan; Engkau telah menerima persembahan-persembahan di antara manusia, bahkan dari para pemberontak. Engkau, ya TUHAN Allah, berdiam di sana.
TL (1954) ©

SABDAweb Mzm 68:18


(68-19) Bahwa Engkau sudah naik ke tempat tinggi dan Engkau sudah membawa segala tawanan dengan kemenangan dan Engkau mengaruniakan beberapa anugerah kepada manusia, jikalau kepada orang yang durhaka sekalipun, akan duduk serta-Mu, ya Tuhan Allah!
BIS (1985) ©

SABDAweb Mzm 68:18


(68-19) TUHAN naik ke tempat yang tinggi; banyak tawanan dibawa-Nya serta. Ia menerima persembahan dari antara manusia bahkan dari antara kaum pemberontak; supaya mereka berdiam bersama TUHAN Allah.
MILT (2008)

(68-19) Engkau telah naik ke tempat tinggi, Engkau telah menggiring tawanan, Engkau telah menerima persembahan dari antara manusia, dan juga untuk tinggal di antara para pemberontak, ya Allah TUHAN .

26/08/2015

Baca: 1 Raja-Raja 19:19-21

19:19 Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya.

19:20 Lalu Elisa meninggalkan lembu itu dan berlari mengikuti Elia, katanya: “Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau.” Jawabnya kepadanya: “Baiklah, pulang dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu.”

19:21 Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.

Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia (c) LAI 1974

Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. —Matius 16:25

Setia Mengikut Kristus

Ketika masih remaja, pengalaman musim panas yang paling saya sukai adalah saat mengikuti retret seMinggu bagi kaum muda Kristen. Di penghujung kegiatan itu, saya dan teman-teman akan duduk berdempetan di depan api unggun yang besar. Pada saat itu, kami saling berbagi tentang apa yang telah kami pelajari mengenai Allah dan Alkitab dan juga bernyanyi. Salah satu lagu yang masih saya ingat menyatakan tentang keputusan mengikut Yesus. Refreinnya mencantumkan frasa penting: “Ku tak ingkar” (Kidung Puji-Pujian Kristen, No. 214).

Ketika Elisa memutuskan untuk mengikut Nabi Elia, ia melakukan suatu hal luar biasa yang membuatnya sulit, bahkan sebenarnya tidak mungkin, untuk kembali ke pekerjaannya sebagai petani. Setelah pulang ke rumah dan membuat pesta perpisahan, Elisa mengambil pasangan lembu dan menyembelihnya (1Raj. 19:21). Dengan tekad untuk meninggalkan jalan hidupnya yang lama, Elisa memasak daging lembu dengan api hasil pembakaran bajak yang digunakannya untuk bertani, lalu ia memberi makan anak buahnya. “Sesudah itu bersiaplah [Elisa], lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya” (ay.21).

Penyerahan diri kita kepada Allah, yang memang patut menerima pengabdian kita, sering menuntut kita untuk membayar harga. Adakalanya kita harus membuat keputusan sulit mengenai hubungan, keuangan, dan tempat tinggal kita. Namun demikian, tidak ada yang dapat menandingi berkat yang kita peroleh dari kesetiaan mengikut Kristus. Yesus berkata, “Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya” (Mat. 16:25). —Jennifer Benson Schuldt

Ya Bapa, tolonglah aku untuk peka melihat apa saja yang Engkau kehendaki untuk kutinggalkan demi mengikut-Mu sepenuhnya.

Yesus mencari pengikut-pengikut penuh hati.

24/08/2015

Luar biasa Kuasa Doa Orang Kristen itu
Mengapa kita orang Kristen perlu berdoa?. Karena dalam kita berdoa ada kuasa yang terjadi, masalah kita bisa diselesaikan, sakit kita bisa disembuhkan, jalan yang tertutup bisa dibuka, dll banyak manfaat dari kita berdoa.
Berikut ini pengertian dari kuasa doa orang Kristen
Kuasa Doa Orang Kristen ke 1. Tuhan Allah yang Mahakuasa dapat melakukan apa saja, tidak ada yang mustahil bagi Dia (Lukas 1:37) . Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.

Kuasa Doa Orang Kristen ke 2. Tuhan Allah yang Mahakuasa mengundang umat-Nya untuk berdoa kepada-Nya. Doa kepada Allah harus dilakukan secara terus menerus (Lukas 18:1), dengan rasa syukur (Filipu 4:6), dalam iman (Yakobus 1:5), dalam kehendak Allah (Matius 6:10), bagi kemuliaan Allah (Yohanes 14:13-14), dan dari hati yang benar dengan Allah (Yakobus 5:16).

Kuasa Doa Orang Kristen ke 3. Tuhan Allah yang Mahakuasa mendengar doa-doa anak-anak-Nya. Dia memerintahkan kita untuk berdoa, dan Dia berjanji untuk mendengarkan ketika kita berdoa. “Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya” (Mazmur 18:7).

Kuasa Doa Orang Kristen ke 4. Tuhan Allah yang Mahakuasa menjawab doa. “Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku” (Mazmur 17:6). “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya” (Mazmur 34:18).

Ide populer lainnya adalah bahwa kadar iman kita menentukan apakah Allah akan menjawab doa-doa kita atau tidak. Namun kadang Allah menjawab doa kita sekalipun kita tidak beriman. Dalam Kisah 12, gereja berdoa agar Petrus dibebaskan dari penjara (ayat 5), dan Allah menjawab doa mereka (ayat 7-11). Petrus datang ke tempat di mana kebaktian doa diadakan dan mengetuk pintu, namun orang-orang yang berdoa menolak untuk percaya bahwa itu benar-benar adalah Petrus. Mereka berdoa agar dia dibebaskan, namun tidak mengharapkan jawaban doa mereka.

Kuasa doa tidak mengalir dari kita; tidak ada kata-kata khusus yang kita ucapkan atau cara khusus mengucapkannya atau bahkan berapa sering kita mengatakannya. Kuasa doa bukan berdasarkan ke mana kita menghadap ketika berdoa atau posisi tertentu dari badan kita. Kuasa doa bukan datang dari artefak atau ikon atau lilin atau rosario. Kuasa doa datang dari Dia yang Mahakuasa yang mendengar doa kita dan menjawabnya. Doa menghubungkan kita dengan Allah yang Mahakuasa, dan kita harus mengharapkan hasil yang luar biasa, baik Dia mengabulkan permohonan kita atau tidak. Apapun jawaban atas doa, Allah yang kepadaNya kita berdoa adalah sumber dari kuasa doa, dan Dia bisa serta akan menjawab kita, seturut kehendak dan waktu-Nya yang sempurna.

Manfaat doa, Kuasa doa, doa, gambar Yesus Berdoa, doa orang Kristen, kuasa doa orang Kristen, Bagaimana berdoa, apa itu doa

Manfaat doa, Kuasa doa, doa, gambar Yesus Berdoa, doa orang Kristen, kuasa doa orang Kristen, Bagaimana berdoa, apa itu doa

23/08/2015

Janda Sarfat.

1. Ia adalah orang beriman.

Dalam ay 12 ia tidak bersumpah demi Baal / Asyera, tetapi demi Tuhan, Allah Israel. Pada pelajaran yang lalu sudah saya bahas bahwa sekalipun ia mengatakan ‘Allahmu’, itu tidak menunjukkan bahwa ia tidak beriman, karena dalam 1Raja 18:10, Obaja, yang adalah orang beriman, bersumpah dengan kata-kata yang persis sama.

Kalaupun pada saat itu ia belum sungguh-sungguh beriman, maka setelah Elia tinggal beberapa waktu dengan dia, jelas ia sudah menjadi orang beriman.



2. Ia melakukan tindakan iman (ay 15).

3. Ia memberikan kamar atas kepada Elia (ay 19,23).


a. Adanya kamar atas di rumahnya, menunjukkan bahwa janda itu sebetulnya kaya.

Untuk itu kita perlu mengetahui latar belakang tentang rumah pada jaman itu.

pada saat itu orang membangun rumah bukan untuk menghabiskan sebagian besar waktu mereka di dalamnya. Rumah dibangun hanya sebagai tempat istirahat. Karena itu pada umumnya rumah mereka hanya mempunyai satu kamar.

Fred H. Wright: "In Bible times men did not build houses with the idea in mind that most of their daily living would be spent inside them. ... The house served as a place of retirement." (= Pada jaman Alkitab orang tidak membangun rumah dengan pemikiran bahwa sebagian besar dari hidupnya sehari-hari akan dihabiskan di dalamnya. ... Rumah berfungsi sebagai tempat istirahat.) - ‘Manners and Customs of Bible Lands’, hal 20.



Fred H. Wright: "The average home of the common people was a one-room dwelling." (= Rumah pada umumnya dari orang-orang biasa adalah tempat tinggal dengan satu kamar.) - ‘Manners and Customs of Bible Lands’, hal 20.

kalau seseorang mempunyai rumah dengan lebih dari satu kamar, lebih-lebih kalau mempunyai kamar di atas (berarti rumahnya adalah rumah bertingkat) itu sudah menunjukkan bahwa ia adalah orang kaya.

Fred H. Wright: "Among the Arabs of Palestine villages and towns, houses of more than one room are owned by those who are more or less prosperous. ... The same thing was true of the houses belonging to the ancient Hebrews. As a rule the houses of one room were in the villages, and those of more than one room were in the cities." (= Di kalangan orang-orang Arab di desa-desa dan kota-kota di Palestina, rumah dengan lebih dari satu kamar dimiliki oleh mereka yang makmur / kaya. ... Hal yang sama berlaku untuk rumah kepunyaan orang-orang Ibrani kuno. Biasanya rumah dengan satu kamar ada di desa, dan rumah dengan lebih dari satu kamar ada di kota.) - ‘Manners and Customs of Bible Lands’, hal 35.

‘The International Standard Bible Encyclopedia’, vol IV, hal 948: "Two-story houses appear to have been common, at least among the wealthy, in biblical times (e.g., 2K. 1:2; 23:12; Jer. 22:13f.)" [= Rumah bertingkat dua kelihatannya umum, setidaknya di kalangan orang kaya, dalam jaman Alkitab (misalnya, 2Raja 1:2 23:12 Yer 22:13-dst].



Catatan: kata ‘anjung’ (Yer 22:13,14) dalam NIV adalah ‘upper room’ (= kamar atas).


Dari semua ini jelas bahwa janda ini dulunya kaya. Tetapi ay 12 menunjukkan bahwa ia lalu menjadi sangat miskin. Mungkin ini juga terjadi karena kematian suaminya, tetapi jelas juga terjadi karena ‘krisis moneter’. Jadi sekalipun ia tidak tinggal di Israel, dan sekalipun ia adalah orang pilihan / orang percaya, ia juga terkena imbas hukuman Tuhan kepada Israel. Mungkin sekali saat itu ia ingin menjual rumah, tetapi tidak ada orang mau membeli rumah pada masa seperti itu. Mungkin ia berdoa minta Tuhan menolong, tetapi pertolongan tidak kunjung datang. Mungkin ia berusaha menghemat habis-habisan, tetapi tetap saja uang dan persediaan makanan makin lama makin menipis, sampai tinggal hanya cukup untuk sekali makan (ay 12). Pada saat itulah, tidak kepagian, tidak juga terlambat, Tuhan mengatur sehingga Elia datang ke rumah janda itu (dengan mengeringkan Sungai Kerit dan menyuruh Elia pindah ke Sarfat) dan melakukan mujijat untuk mencukupi kebutuhan Elia maupun janda dan anaknya itu (bdk. Luk 4:25-26).



Penerapan: apakah cadangan uang / makanan saudara menipis karena krisis moneter saat ini? Tetaplah percaya / setia kepada Tuhan! Ia tidak pernah terlambat dalam menolong!

b. Memberikan kamar atas itu kepada Elia menunjukkan penghormatan kepada Elia.

Fred H. Wright: "It (the upper room) provides a place of coolness in the hot weather, a place of retreat, and a distinguished guest is given accommo-dations there" [= Itu (kamar atas) menyediakan tempat yang sejuk dalam cuaca panas, tempat menyendiri, dan tamu terhormat diberikan penginapan di sana] - ‘Manners and Customs of Bible Lands’, hal 40.



Komentar Matthew Poole tentang ‘kamar atas’: "often the best apartment in an Eastern house" (= sering merupakan kamar / ruangan yang terbaik dalam rumah orang Timur).

Jadi, janda itu menyediakan yang terbaik untuk Elia sebagai suatu penghormatan, karena Elia adalah nabi Tuhan!

Penerapan: apakah saudara juga menghormati hamba Tuhan dengan memberikan yang baik / terbaik untuknya?


II. Muncul penderitaan.

Bahwa janda itu beriman, hidup benar, hidup bersama seorang nabi Tuhan, menghormati nabi itu, dsb, tidak menjamin bahwa hidup janda itu bebas dari penderitaan! Lihat ay 17.

1. Apakah anaknya itu betul-betul mati atau tidak, diperdebatkan dengan sangat hebat.

Ada banyak yang mengatakan bahwa anak ini sebetulnya tidak mati.



Alasannya: ay 17: ‘tidak ada nafasnya lagi’. Kata ‘nafas’ berasal dari kata Ibrani NESHAMAH. Dalam Daniel 10:17 kata-kata yang sama dipakai dan tidak menunjuk pada kematian (kata Ibrani yang dipakai dalam Daniel 10:17 ini juga adalah NESHAMAH). Juga bandingkan dengan 1Raja 10:5 - ‘tercenganglah ratu itu’. Lit: ‘in her there was no longer breath’ (= dalam dia tidak ada lagi nafas). Kata ‘breath’ / ‘nafas’ di sini menggunakan kata Ibrani RUACH. Jelas bahwa ratu Syeba dalam 1Raja 10:5 itu tidak mati, tetapi toh digunakan ungkapan seperti itu.

Tetapi saya percaya bahwa anak janda itu betul-betul mati. Alasannya:

Daniel 10:17 memang menggambarkan bahwa Daniel seakan-akan seperti orang mati karena melihat penglihatan itu (baca mulai Dan 10:8). Sedangkan 1Raja 10:5 tidak menggunakan kata NESHAMAH, tetapi kata RUACH, dan semua itu digunakan sebagai suatu ung-kapan. Bahwa di sana digunakan sebagai suatu ungkapan, tidak berarti bahwa kata itu harus selalu digunakan dalam arti seperti itu.



Ay 17: ‘tidak ada nafasnya lagi’. Dalam Amsal 20:27 kata Ibrani yang sama (NESHAMAH) diterjemahkan ‘roh’. Juga dalam Ayub 26:4 versi NIV - ‘and whose spirit spoke from your mouth?’ (= dan roh siapa yang berbicara dari mulutmu?). Jadi ay 17 ini bisa diterjemahkan ‘tidak ada rohnya lagi’, yang jelas menunjukkan bahwa anak itu sudah mati. Perlu ditambahkan bahwa kata NESHAMAH juga digunakan dalam Kej 2:7 (diterjemahkan ‘nafas’).



Ay 18: ‘menyebabkan anakku mati’.



Ay 20: ‘dengan membunuh anaknya?’.



Ay 21: Elia berdoa supaya ‘nyawa’ anak itu dipulangkan [NIV: ‘return’ (= kembali)]. Dan ay 22 mengatakan bahwa Tuhan mendengar doa Elia, dan nyawa anak itu lalu pulang / kembali. Dalam ay 21 & ay 22 kata ‘nyawa’ diterjemahkan dari kata bahasa Ibrani NEPHESH, yang sekalipun bisa diartikan ‘nafas’, tetapi pada umumnya diartikan ‘jiwa’.

Catatan: baru-baru ini saya membaca tulisan dari Ir. Herlianto, M. Th. yang menentang kremasi terhadap orang kristen yang mati, dengan alasan bahwa pada saat mati selama beberapa waktu jiwa / roh orang itu masih bersama tubuhnya, sehingga kalau dibakar mungkin jiwa / roh itu akan mengalami akibat yang serius. Saya berpendapat bahwa tulisan ini tidak berdasar, dan bahkan bertentangan dengan Alkitab, khususnya dengan ay 21-22 ini, dan juga dengan Luk 8:55 (‘Maka kembalilah roh anak itu’). Ayat-ayat ini jelas menunjukkan bahwa pada saat seseorang mati, jiwa / rohnya langsung meninggalkan tubuhnya, dan kalau terjadi pembangkitan maka jiwa / roh itu akan kembali ke tubuhnya. Bdk. juga dengan Luk 23:43 Dan Kis 7:59. Perlu juga dicamkan bahwa dari dulu orang memberikan definisi tentang kematian sebagai ‘perpisahan tubuh dengan jiwa / roh’.

Ay 22: ‘sehingga ia hidup kembali’.

Ay 23: ‘Ini anakmu, ia sudah hidup’.

Kata ‘kembali’ sebetulnya tidak ada. Lit: ‘and he lived’ (= dan ia hidup). Tetapi kontex membenarkan penterjemahan Kitab Suci Indonesia ini.



Baik dalam ay 22 maupun dalam ay 23 digunakan istilah ‘hidup’ bukan ‘sembuh’, dan ini menunjukkan bahwa tadinya anak itu betul-betul mati.

2. Penderitaan orang beriman bisa sangat berat.

Pulpit Commentary: "God’s blow may be very heavy. Her son, her only child, is taken. God’s plough sinks deep that His work may be rightly done. The very greatness of our anguish is a measure by which we may gauge the greatness of the Lord’s purpose and of the love which will not suffer us to miss the blessing" (= Pukulan Allah bisa sangat berat. Anak laki-lakinya, satu-satunya anak, diambil. Bajak dari Allah menghunjam dalam supaya pekerjaanNya bisa dilakukan dengan benar. Hebatnya penderitaan / kesedihan kita adalah ukuran dengan mana kita bisa mengukur kebesaran rencana / tujuan Tuhan dan kasihNya yang tidak akan membiarkan kita tidak mendapatkan berkat) - hal 415.



III. Sikap janda dan Elia pada saat menghadapi penderitaan.

1. Janda itu datang kepada Elia (ay 18).


a. Datangnya ia kepada Elia untuk menceritakan kematian anaknya adalah sesuatu yang benar. Ingat bahwa ini terjadi dalam jaman Perjanjian Lama dimana orang awam tidak boleh langsung datang kepada Tuhan. Tetapi dalam jaman Perjanjian Baru, Yesuslah pengantara antara kita dengan Allah, dan karena itu orang kristen tidak perlu datang kepada hamba Tuhan, tetapi boleh langsung datang kepada Allah melalui Kristus (doa dalam nama Yesus).

b. ‘Apakah maksudmu datang kemari, ya abdi Allah?’ (ay 18a).

Kata-kata yang saya garisbawahi itu salah terjemahan. Terjemahan hurufiahnya adalah: ‘What to me and to thee / you’ (= apa bagiku dan bagimu). Ungkapan ini muncul berulangkali dalam Kitab Suci (Hak 11:12 2Sam 16:10 2Raja 3:13 Mat 8:29 Yoh 2:4) dan selalu menunjukkan ketidak-senangan.

Ini adalah sesuatu yang salah. Janda itu seharusnya ingat bahwa jika tidak ada Elia yang melakukan mujijat dengan tepung dan minyaknya (ay 14-16), bukan hanya anaknya, tetapi juga dia sendiri sudah mati sejak dulu. Tetapi kesalahan janda ini bisa dimengerti dalam kasus seseorang yang kematian anak tunggalnya.

c. ‘Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?’ (ay 18b).

Kata-kata ini menunjukkan bahwa janda itu mengira bahwa kematian anaknya itu merupakan hukuman / hajaran Tuhan atas dosanya.

Kadang-kadang setan bekerja sehingga orang yang dihukum Tuhan dengan penderitaan itu tidak sadar akan dosanya (bahkan menyalahkan orang lain - bdk. 18:17). Tetapi kadang-kadang setan bekerja sebaliknya. Ia mendustai orang yang menderita bukan karena hukuman Tuhan sehingga orang itu menganggapnya sebagai hukuman Tuhan. Setan memang bapa segala dusta.

Memang ada banyak penafsir menganggap bahwa janda itu mengalami hal ini karena dosanya, tetapi saya menganggap penafsiran itu tidak berdasar. Penderitaan janda ini, berbeda dengan kekeringan dan kelaparan selama 3 1/2 tahun yang dialami Ahab dan Israel, bukan terjadi karena dosanya!

Pulpit Commentary: "Affliction and its fruits. ... It is no proof of God’s anger. ... Affliction is no more proof of wrath than is the farmer’s ploughing of his field. To him, with his eye upon the future harvest, it is only the needful preparation of the soil. And the great Husbandman, with His eye upon the eternal glory, must open a bed within the soul’s depths for the seed of life." (= Penderitaan dan buahnya. ... Itu bukanlah bukti murka Allah. ... Penderitaan bukanlah bukti murka sama seperti petani membajak tanahnya juga bukan karena murka. Bagi dia, dengan matanya diarahkan pada panen yang akan datang, itu hanyalah suatu persiapan yang dibutuhkan oleh tanah itu. Dan Petani Agung itu, dengan mataNya diarahkan pada kemuliaan kekal, harus membuka suatu jalur di dalam kedalaman jiwa untuk benih kehidupan) - hal 415.

Keil & Delitzsch: "Like the blindness in the case of the man born blind mentioned in John 9, the death of this widow’s son was not sent as a punishment for particular sins, but was intended as a medium for the manifestation of the works of God in her (John 9:3)" [= Seperti kebutaan dalam kasus orang yang dilahirkan buta yang disebutkan dalam Yoh 9, kematian dari anak janda itu bukanlah diberikan sebagai hukuman atas dosa tertentu, tetapi dimaksudkan sebagai alat untuk perwujudan pekerjaan Allah dalam diri janda itu (Yoh 9:3)].


2. Elia membawa persoalan itu kepada Tuhan dalam doa (ay 19-21).


a. Ay 20: ini tidak berarti bahwa Elia menyesali Tuhan, tetapi hanya merupakan ungkapan kesedihan Elia.

b. Ay 21a: Elia mengunjurkan badannya di atas anak itu 3 x.

Tindakan Elia ini ditiru oleh Elisa dalam 2Raja 4:34 pada waktu mau membangkitkan anak perempuan Sunem, dan juga ditiru oleh Paulus dalam Kis 20:10 pada waktu mau membangkitkan Eutikhus.



Apa maksudnya / gunanya tindakan ini?



Ada penafsir-penafsir yang menganggap bahwa ia melakukan hal ini untuk menghangatkan tubuh anak itu. Bukan supaya dengan ini bisa menghidupkan anak itu kembali, tetapi karena ia percaya bahwa Allah akan memberi kekuatan supranatural pada apa yang ia lakukan.



Perlu diingat bahwa hal yang serupa dengan ini sering terjadi dalam Kitab Suci. Misalnya:



dalam Yoh 9:6, untuk menyembuhkan orang buta, Yesus memberikan tanah bercampur ludahNya ke mata orang buta itu, dan lalu menyuruhnya membasuh dirinya di kolam Siloam.



dalam Kis 3:7, untuk menyembuhkan orang lumpuh, Petrus memegang tangan orang lumpuh itu dan membantunya berdiri.



dalam Mark 7:32-33, untuk menyembuhkan orang yang tuli dan gagap, Yesus memasukkan jariNya ke telinga orang itu, dan meraba lidah orang itu.



dalam 2Raja 5, untuk menyembuhkan Naaman dari penyakit kustanya, Elisa menyuruh Naaman mandi 7 x di Sungai Yordan.

Semua tindakan ini berhubungan dengan penyakit yang mau disembuhkan. Sekalipun tindakan itu sendiri, tanpa pekerjaan / kuasa Tuhan, tidak mungkin menyembuhkan, dan sebetulnya Tuhan bisa menyembuhkan tanpa tindakan seperti itu, tetapi anehnya tindakan seperti itu sering dilakukan.

o Mungkin di sini kita harus mengakui bahwa kita tidak mengerti mengapa tindakan itu dilakukan.

The New Bible Commentary: Revised: "We miss the point if we feel that this manipulation of the son by Elijah was a means of resuscitating him; at the same time we recognize that the same technique is mentioned in two other cases (2Ki. 4:34f; Acts 20:10). The exact significance we do not understand" [= Kita salah kalau kita menganggap bahwa perlakuan Elia terhadap anak ini adalah suatu cara untuk menyadarkan / menghidupkan anak itu; pada saat yang sama kita mengakui bahwa tehnik yang sama disebutkan dalam dua kasus yang lain (2Raja 4:34-dst; Kis 20:10). Arti yang tepat tidak kita mengerti.].

o Yang jelas kita tidak berhak meniru untuk melakukan hal seperti ini, karena kita memang tidak pernah diperintahkan untuk meniru hal ini. Kalau ada orang meniru hal ini, menurut saya itu lebih menunjukkan kelancangan / kelatahan dari pada ketaatan!

c. Elia berdoa supaya anak itu dihidupkan kembali (ay 21).

Bukan hanya tindakan Elia dalam ay 21a yang tidak boleh ditiru, tetapi juga doa Elia yang minta Tuhan membangkitkan anak yang sudah mati itu, tidak boleh ditiru, kecuali ada perintah / pimpinan yang jelas dari Tuhan untuk melakukan hal itu.



Tuhan mengabulkan doa Elia, dan menghidupkan anak itu kem-bali. Ini menunjukkan bahwa doa memang mempunyai kuasa yang besar. Tidak ada yang tidak mungkin diubah oleh doa, kecuali kalau hal itu bertentangan dengan rencana / kehendak Tuhan (1Yoh 5:14).



IV. Akibat semua ini.

Ay 24: janda itu percaya bahwa Elia adalah abdi Allah (Lit: ‘a man of God’), dan bahwa firman yang dikatakannya adalah benar. Tetapi jelas bahwa tadinya ia sudah percaya bahwa Elia adalah abdi Allah (ay 18). Dan ia juga sudah mengalami sendiri bahwa Firman Tuhan yang diucapkan Elia adalah benar pada waktu ia mengalami mujijat dengan tepung dan minyaknya yang tidak habis-habis (ay 14-16). Jadi jelas bahwa yang dimaksud dengan ay 24 bukanlah bahwa janda itu mulai beriman, tetapi bahwa janda itu mengalami pertumbuhan iman.

Sekarang terlihat bahwa penderitaan tadi ternyata membawa kebaikan bagi janda itu, sesuai dengan Ro 8:28.

Pulpit Commentary: "The cross is the forerunner of the crown" (= Salib adalah pendahulu dari mahkota) - hal 398.


Kesimpulan / Penutup.

Dalam mengalami penderitaan tetaplah percaya dan setia kepada Tuhan, dan bawalah penderitaan itu kepadaNya dalam doa. Pada akhirnya penderitaan itu pasti akan membawa kebaikan bagi saudara, asal saudara betul-betul adalah anak Tuhan.



-AMIN-

Address

Jalan Sultan Agung 161 Kediri
Kediri
64126

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GPPS Buletin Cahaya Kasih Kediri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share