11/09/2021
Al Habib Husein Akbar bin Musthofa Ba'abud
Jum'at , 10 September 2021
Disebutkankan oleh Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad menerangkan dalam kitab diniyah pentingnya berteman dengan orang baik dan bahayanya berteman dengan orang yang jelek.
Cinta padaa orang sholeh baik para orang alim memberikan dampak positif yang luar bisa. Orang berdekatan dengan orang alim dan sholeh maka dia akan tertular kebaikan. Tapi juga sebaiknya orang yang berdekatan dengan orang yang jelek, duduk dengan orang jelek maka akan tertular kejelekan orang tersebut sadar atau tidak sadar.
Maka beliau mengatakan
"Adapun berteman dengan orang yang jelek, orang yang berpaling dari Allah lupa dengan akhirat maka itu pertemanan yang jelek dan dimurkai oleh Allah karena orang yang jelek, harusnya kita membeci mereka. Dan wajib untuk menjauhi mereka dan itu termasuk perkara yang penting dalam urusan perkara agama.
Dan siapa orang yang cinta karena Allah , dalam lingkup Allah, pada hamba Allah yang bertakwa pasti dia akan benci pada orang yang maksiat kepada Allah dan berpaling kepada Allah. Karena cinta kerena Allah, benci karena Allah selalu bergandengan. Dan keduanya itu mempunyai kedudukan yang di sisi Agama, di sisi Allah"
Dan Rasulullah bersabda:
"Termasuk tali yang paling kuat dari talinya keimanan yaitu cinta karena Allah dan benci karena Allah"
Dan Rasulullah juga bersabda:
"Paling afdolnya amal adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah"
Rasulullah bersabda:
"Dan bukankam agama ini adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah?"
Allah kepada Nabi Isa
"Wahai Isa seandainya kamu menyembah kepadaku dengan ibadahnya ahli langit dan ahli bumi tapi ternyata kamu tidak mempunyai cinta karena aku, dan benci karena aku maka ibadah tersebut tidak akan bermanfaat bagimu disisiKu"
Nabi Isa mengatakan
"Kalian ambil kecintaan disisi Allah dengan membenci ahli maksiat dan ambilah kedekatan disisi Allah dengan menjauhi ahli maksiat. Dan carilah ridho Allah dengan kebencian mereka
Imam Hasan Basri
"Maka menjadi jelas apa yang telah kita sebutkan harus bagi orang mukmin dia mencintai orang yang baik orang yang kuat agamanya orang yang berilmu orang yang sholeh baik masih hidup / sudah meninggal .
Dan juga harus bagi seorang muslim membenci ahli kebatilan ahli kerusakan ahli kedzoliman baik masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia"
Kenapa cinta kepada Allah?
Karena kesholehanya, kezuhudanya ibadahnya berati kita cinta kepada Allah. Kita cinta pada orang tersebut karena sering memberi uang, kasih jabatan jadi bukan karena Allah. Begitu juga membenci karena Allah yaitu kita benci orang tersebut karena Allah bukan dasar yg lain
Contoh:
orang ini bermaksiat, orang ini mengganggu orang lain, mengganggu orang beribadah menimbulkan keresahan. Kita memenci karena kemaksiatanya. Tp kalau kita benci orang tersebut karena pernah mencaci kita berati bukan benci karena Allah. Dan tidak bisa dipisahkan, kita cinta kepada orang sholeh dan cinta kepada orang tidak sholeh.
Cinta karena Allah harus dipahami dengan benar.
Contoh :
Sayyidina Ali diperintahkan untuk memerangi orang yahudi. Mau berangkat perang. Dan bagiamana perkataan Rasulullah?
"Ali kalau kamu bisa memberi hidayah 1 orang saja lebih baik daripada kamu memiliki kendaraan yang paling baik"
Padahal Sayyidina Ali mau perang. Tapi wasiat beliau seperti itu.
Berarti Rasulullah mengajarkan untuk cinta kepada Allah dan benci kepada Allah akhirnya melekatkan ajaran tersebut kepada Sayyidina Ali. Akhirnya disuatu peperangan akhirnya berduel. Orang tersebut sudah terjatuh lalu mengumpulkan ludah dan diludahi sayyidina Ali. Sayyidina Ali langsung mukanya merah padam tapi setelah itu orang itu ditinggal. Bingung orang itu padahal sudah marah malah dtinggal. Lalu bertanya mengapa kok tidak diselesikan saja. Sayyidina Ali menjawab bahwa tidak mau mengotori pedang sayyidina Ali. Sayyidina Ali tidak ada dendam pribadi karena musuh nya menganggu kaum muslimin, berbuat dzolim jahat. Saya memerangi kamu krena Allah. Tapi ketika kamu meludahi kamu saya ingin mencincang kamu jadi saya tinggal tidak mau mengotoru pedang.
Jadi kita membenci oramg dzolim bukan karena orangnya tapi karena sifatnya dibuktikan ketika orang itu tobat kita langsung cinta
Contoh :
Dulu s**a mencuri ternyata tobat jadi orang sholeh, apakah kita masih dendam? Kalau sudah baik maka kita cinta orang itu karena Allah. Tapi kalau tetap dendam berati ada ikut campur nafsu dalam hati.
Ketika orang kafir dulu menjadi islam maka sahabat langsung mencintai karena Allah tidak ada dendam dan menjadi saudara. Termasuk salah satu bukti kita cinta karena Allah, kalau orang baik kita temani. Termasuk benci kalau ada orang jelek maka kita jauhi
Lalu bagaimana menyikapi kalau ada orang jelek
1. Apabila oramg tersebut sakit / terpengaruh jelek dan mempunyai kemampuan untuk bisa menyembuhkan maka didekati & disembuhkan
2. Orang itu sakit tapi kita tidak mempunyai kapasitias/ilmu untuk mengobati orang tersebut. Maka jangan dejat dekat karena dapat ketularan
3. Orang yang berpenyakit tapi ternyata dia tidak mau untuk disembuhkan maka harus ditinggal
4. Orang tersebut bukanya orang yang sakit tapi orang tersebut adalah penyakit. Orang itu tersesat dan mengajak karena kesesatan (bukan terpengaruh karena orang lain / punya visi untuk menyeseatkan) sama sekali jangan didekati