03/02/2026
๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท๐ท
ุงูุณูููุงูู
ู ุนูููููููู
ู ููุฑูุญูู
ูุฉู ุงูููู ููุจูุฑูููุงุชููู
*Tepo Sliro:*
*Menimbang Hati Sebelum Bertindak*
Dalam budaya Jawa, kita mengenal istilah tepo sliro. Artinya sederhana tapi dalam :
*mampu menempatkan diri, memahami perasaan orang lain, dan menahan diri agar tidak melukai.*
Islam sangat menjunjung tinggi nilai ini.
Rasululloh ๏ทบ bersabda :
*โTidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.โ*
(HR. Bukhari dan Muslim)
Tepo sliro mengajarkan kita untuk bertanya sebelum berbicara dan bertindak :
Kalau aku di posisi dia, bagaimana perasaanku?
Allah Taโala berfirman :
*โDan katakanlah kepada manusia perkataan yang baik.โ*
(Surat Al-Baqarah (2) ayat 83)
Banyak konflik, pertengkaran, bahkan permusuhan terjadi bukan karena masalah besar, tetapi karena hilangnya tepo sliro :
* Bicara tanpa empati.
* Menyindir tanpa peduli luka.
* Merasa benar sendiri.
Padahal menjaga perasaan orang lain adalah bagian dari akhlak mulia.
Rasululloh ๏ทบ adalah teladan tepo sliro terbaik. Beliau lembut dalam kata, halus dalam sikap, dan selalu mempertimbangkan kondisi orang yang dihadapi, baik yang miskin, lemah, maupun yang berbuat salah.
Tepo sliro bukan berarti takut berkata benar.
Bukan p**a membenarkan yang salah.
Tetapi menyampaikan kebenaran dengan cara yang beradab.
Jika hari ini kita ingin hidup damai :
* Mulailah dari lisan yang dijaga.
* Sikap yang tidak menyakiti.
* Hati yang lapang memaafkan.
Karena orang yang paling kuat bukan yang paling keras, tetapi yang mampu mengendalikan diri.
Semoga Allah Taโala menjadikan kita hamba-hamba yang berakhlak mulia, bertepo sliro dalam ucapan dan perbuatan, serta membawa ketenangan bagi sekitar kita.
*_Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad, Wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad_*
Wallahu A'lam Bisshawab.
Ya Alloh, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).
Ya Allah, sungguh aku meminta kepada-Mu dengan cahaya wajah-Mu yang langit dan bumi bercahaya karena-Nya agar Engkau menjadikan aku dalam pemeliharaan-Mu, pengawasan-Mu, dan di bawah penjagaan-Mu.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin.