NUOKe Poncowarno

NUOKe Poncowarno NUOKe PONCOWARNO adalah media yang membagikan atau mengupload media Ke-NUan dan bernuasna ahlu sunnah wal jamaah (moderat)

12/04/2026

Mempererat Silaturahmi, Memperkuat Instruksi Organisasi

Bertempat di Gedung MWCNU Poncowarno, para kader GP Ansor se-Kecamatan Poncowarno berkumpul dalam agenda Halal Bi Halal & Musyawarah Ranting. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan momentum bagi Ketua PC GP Ansor Kebumen untuk memberikan instruksi khusus bagi para kader di tingkat Ranting.

Semangat "Bersatu dalam Organisasi, Bergerak untuk Mengabdi" menjadi landasan utama dalam menjaga soliditas dan komitmen perjuangan Ansor di akar rumput.

10/04/2026

Mengenang Muktamar Cipasung 1994, Saat Gus Dur Menaklukkan "Kepungan" Tank Orde Baru

Sejarah mencatat minggu pertama Desember 1994 sebagai hari-hari paling berdarah secara politik bagi Nahdlatul Ulama (NU). Di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, sebuah drama besar tersaji: perlawanan terbuka antara kedaulatan ulama melawan ambisi hegemonik rezim Orde Baru. Muktamar NU ke-29 bukan sekadar forum suksesi, melainkan ajang hidup-mati bagi kemandirian organisasi hijau tersebut.

Benih Keretakan: ICMI dan Independensi Gus Dur
Hubungan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan Presiden Soeharto awalnya berjalan relatif stabil sejak Muktamar Situbondo 1984. Namun, arah angin berubah total ketika Gus Dur secara terbuka menolak bergabung dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang dibentuk pada 1990.

Gus Dur memandang ICMI sebagai upaya Soeharto untuk melakukan "domestikasi" terhadap umat Islam demi memperpanjang kekuasaan. Bagi Gus Dur, keterlibatan NU dalam politik sektarian semacam itu hanya akan merusak tatanan pluralisme di Indonesia. Sikap "kepala batu" ini membuat Soeharto menempatkan Gus Dur sebagai ancaman serius bagi stabilitas nasional versi Orde Baru.

Operasi "Asal Bukan Gus Dur" (ABG)
Menjelang Muktamar Cipasung, mesin politik Orde Baru mulai bergerak untuk menjatuhkan Gus Dur dari kursi Ketua Umum PBNU. Strategi yang digunakan adalah "pecah belah dari dalam". Pemerintah memunculkan sosok pengusaha Abu Hasan sebagai kuda hitam untuk menandingi Gus Dur.

Agitasi besar-besaran diluncurkan dengan slogan ABG (Asal Bukan Gus Dur). Gus Dur diserang dari berbagai sudut: ia dituduh memimpin secara otokratik dan terlalu liberal karena sering masuk ke gereja serta rumah ibadah agama lain. Tekanan semakin menyakitkan bagi Gus Dur ketika pamannya sendiri, KH Yusuf Hasyim, ikut terhanyut dalam arus penentangan tersebut.

Muktamar di Bawah Laras Senjata
Suasana di lokasi Muktamar lebih mirip daerah operasi militer ketimbang forum keagamaan. Ribuan tentara dan sekitar 100 intelijen menyebar ke seluruh penjuru pesantren. Berikut adalah beberapa detail suasana mencekam kala itu:

• Blokade Militer: Kendaraan lapis baja dan tank bersiaga di sekitar lokasi untuk memberikan tekanan psikologis kepada para delegasi.

• Penyamaran: Banyak intelijen yang diketahui menyamar menggunakan seragam Banser untuk memantau pergerakan para kiai dan delegasi cabang
• Kehadiran Elit: Presiden Soeharto hadir membuka acara didampingi Pangab Jenderal Faisal Tandjung dan deretan menteri kabinet, sebuah sinyal kuat bahwa pemerintah "mengawasi" jalannya pemilihan.

Para delegasi dari daerah-daerah dilaporkan terus didekati oleh petugas keamanan agar mengalihkan dukungan mereka dari Gus Dur ke Abu Hasan.

Detik-Detik Kemenangan yang Mengharukan
Pemilihan berlangsung dalam tensi tinggi selama dua putaran. Setiap suara yang dibacakan diikuti dengan helaan napas berat dari para hadirin. Namun, "arus bawah" NU ternyata memiliki imunitas yang kuat terhadap tekanan militer.

Hasil akhir menunjukkan Gus Dur tetap unggul atas Abu Hasan. Saat hasil pemilihan diumumkan, suasana mencekam seketika pecah menjadi isak tangis. Para kiai sepuh dan pengurus cabang saling berangkulan, air mata haru mengalir di p**i mereka.

Kemenangan ini dianggap sebagai mukjizat politik. Meskipun dikepung tank, diintai intelijen, dan dipecah belah dengan uang serta jabatan, NU berhasil membuktikan bahwa marwah organisasi tidak bisa dibeli atau ditekan oleh senjata.

Warisan Cipasung
Muktamar Cipasung 1994 menjadi tonggak sejarah yang mengukuhkan posisi NU sebagai kekuatan sipil (civil society) paling tangguh di era Orde Baru. Keberanian Gus Dur di Cipasung membuka jalan bagi gerakan pro-demokrasi yang lebih luas, yang akhirnya berpuncak pada tumbangnya rezim Soeharto empat tahun kemudian pada 1998.

Hingga hari ini, Cipasung dikenang bukan hanya sebagai tempat Muktamar, melainkan sebagai simbol kemenangan nurani atas tirani.

10/04/2026

Menolak Lupa Duka Pandemi: Menjaga Nyawa Ulama di Tengah Hajat Besar Muktamar NU

Muktamar Nahdlatul Ulama bukan sekadar ajang suksesi kepemimpinan atau pergantian Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Ia adalah ruang ijtihad kolektif, tempat fatwa-fatwa keagamaan digodok, dan arah bangsa ditentukan. Namun, Muktamar Ke-34 memikul beban moral yang jauh lebih berat: ia digelar di bawah bayang-bayang memori kelam pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya pergi.

Luka yang Belum Mengering: 805 Ulama Wafat
Data menunjukkan bahwa pandemi ini bukan sekadar angka statistik. Bagi warga Nahdliyin, pandemi adalah kehilangan yang nyata. Tercatat, sedikitnya 805 ulama telah wafat selama dua tahun terakhir akibat virus ini. Kehilangan satu ulama saja adalah lubang besar bagi peradaban, apalagi ratusan.

"Jaga Kiai, Jaga Bu Nyai" bukan sekadar slogan di baliho. Ia adalah amanah kemanusiaan yang harus diwujudkan dalam langkah nyata, terutama saat ribuan orang bersiap berkumpul dalam satu titik pelaksanaan Muktamar.

Keputusan Baik dari Pengalaman Buruk
Mengutip penulis Rita Mae Brown, "Keputusan yang baik datang dari pengalaman, dan pengalaman berasal dari keputusan yang buruk." Kita tentu ingat puncak gelombang kedua pada Juni-Juli 2021 yang melumpuhkan sistem kesehatan. Saat itu, Indonesia menjadi episentrum wabah di Asia dengan rekor 56.757 kasus dalam satu hari.

Tragedi ini mengajarkan bahwa virus ini nyata, bukan "abal-abal" atau sekadar skenario. Bahkan, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) secara terbuka mengajak para dokter NU untuk "berdakwah" kepada kalangan internal yang masih skeptis. Kewaspadaan ini menjadi krusial mengingat varian-varian baru seperti Delta, Mu, dan Lambda terus mengintai di balik mobilitas masyarakat yang mulai melonggar.

Dilema "Romli" dan Tradisi Takzim
Salah satu tantangan terbesar setiap Muktamar NU adalah kehadiran "Romli" atau Rombongan Liar—warga Nahdliyin yang datang dengan sukarela demi ngalap berkah. Semangat mereka luar biasa, namun di masa pandemi, kerumunan ini menyimpan risiko besar.

Kekhawatiran muncul saat tradisi salim sungkem atau sowan kiai dilakukan tanpa protokol kesehatan yang ketat. Sebagai murid, rasa takzim harus dibarengi dengan logika kesehatan. Jangan sampai niat mencari keberkahan justru menjadi jalan masuknya virus kepada para guru yang sudah sepuh dan memiliki risiko komorbid.

Rekomendasi Strategis: Muktamar Sebelum "Nataru"
Melihat tren pandemi global dan ancaman gelombang ketiga, muncul argumen kuat agar Muktamar dilaksanakan sebelum bulan Desember atau sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Mengapa?

1. Menghindari Lonjakan Liburan: Mobilitas lokal biasanya meledak di akhir tahun. Melaksanakan Muktamar sebelum Nataru berarti menghindari puncak kerumunan nasional.

2. Membendung Varian Luar Negeri: Saat ini, banyak negara di Eropa dan Amerika sedang berjuang menghadapi gelombang baru. Muktamar sebelum Desember meminimalisir risiko interaksi dengan pelaku perjalanan internasional yang pulang ke tanah air.

3. Menjaga Marwah Jam'iyyah: NU memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh manajemen krisis yang baik. Jangan sampai muncul istilah "Klaster Muktamar" yang justru mencederai martabat organisasi.

Kemanusiaan di Atas Politik
Situasi landai dengan positivity rate 2,58% saat ini adalah anugerah yang harus dijaga dengan "pengamanan berlapis". Politik memang penting bagi organisasi, namun keselamatan nyawa ulama dan umat jauh lebih utama.

Muktamar NU kali ini harus menjadi bukti bahwa kaum sarungan mampu beradaptasi dengan sains tanpa kehilangan identitas spiritualnya. Intinya satu: jangan sampai hiruk-pikuk politik membuat kita abai bahwa nyawa para kiai adalah taruhannya. Ojo ribut politik wae, kesehatan dan rasa kemanusiaan jangan sampai dikorbankan.

Kini, badai pandemi Covid-19 telah resmi kita lalui, meninggalkan pelajaran berharga tentang ketangguhan dan solidaritas. Keberhasilan melewati masa sulit ini adalah buah dari kesabaran dan ketaatan kolektif, sekaligus menjadi momentum bagi kita untuk bersyukur atas kesehatan yang kembali pulih. Menyongsong Muktamar NU ke-35 yang akan datang, harapan besar tertuju pada lahirnya kepemimpinan yang mampu membawa transformasi digital dan kemandirian ekonomi bagi warga Nahdliyin. Muktamar ini diharapkan menjadi panggung kebangkitan spiritual dan sosial, di mana NU tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan zaman demi kejayaan umat dan keutuhan bangsa Indonesia di era baru.

Sumber : NU Online Content Curator NUOKe


10/04/2026

Awal Masa Khidmat yang Solid: Dr. Mustolih Pimpin Rapat Perdana Lengkap LP Ma’arif NU Kebumen 🙏🚀

Pasca amanah sebagai Ketua diberikan, Dr. Mustolih langsung tancap gas. Jumat ini menjadi momentum bersejarah dengan digelarnya rapat koordinasi perdana yang dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus baru secara lengkap (100% hadir)!

Soliditas kepengurusan ini adalah modal utama dalam merealisasikan visi besar LP Ma'arif ke depan. Dalam rapat ini, Dr. Mustolih menekankan beberapa poin kunci:

✅ Aspirasi & Kolaborasi: Sesi dengar pendapat dari semua pengurus untuk memastikan setiap kebijakan berlandaskan semangat kolektif-kolegial. ✅ Refleksi & Evaluasi: Membedah capaian dan kendala program kerja periode lalu untuk perbaikan menyeluruh. ✅ Perencanaan 'Smooth': Menjadikan evaluasi dan aspirasi sebagai bahan dasar merancang program agar pelaksanaan berjalan lancar dan terukur.

Kepengurusan baru ini berkomitmen untuk membawa perubahan nyata demi peningkatan mutu madrasah, penguatan ideologi Aswaja, dan akselerasi pendidikan NU di Kebumen. Mari kita dukung penuh langkah kepengurusan baru ini!

Tulis harapanmu untuk Pendidikan Ma'arif di Kebumen di kolom komentar, ya! 👇

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'unSegenap Keluarga Besar MWCNU Poncowarno turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas...
06/04/2026

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un

Segenap Keluarga Besar MWCNU Poncowarno turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya guru dan orang tua kita:

KH. MASDAR ALIFUDIN
(Wk. Rais Syuriyah PCNU Kebumen Masa Khidmat 2024 - 2029)

Beliau berpulang ke Rahmatullah pada hari Ahad, 05 April 2026. Semoga segala dedikasi, ilmu, dan amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta diberikan tempat yang mulia (Husnul Khotimah).

Keluarga yang ditinggalkan semoga senantiasa diberikan kesabaran dan ketabahan. Amin.

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه

01/04/2026
Gema Takbir Berkumandang, Fitrah MenjelangAllahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar Walillahilhamd.Keluarga Besar MWCNU Keca...
20/03/2026

Gema Takbir Berkumandang, Fitrah Menjelang

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar Walillahilhamd.

Keluarga Besar MWCNU Kecamatan Poncowarno mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H.

28/02/2026

MWCNU Poncowarno Gelar Tarkhim Putaran Pertama di Desa Kebapangan, Kiai Mungajam Tekankan Pentingnya Sinergi
nuokeponcowarno – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Poncowarno resmi memulai rangkaian kegiatan Tarawih dan Silaturahim (Tarkhim) putaran pertama tahun ini. Kegiatan perdana tersebut dilaksanakan di Masjid Al Munawwarah, Desa Kebapangan, pada Rabu malam Kamis, 28 Februari 2026.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Poncowarno, pengurus harian MWCNU Poncowarno, perangkat Desa Kebapangan, serta ratusan jamaah setempat yang antusias mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga usai.

Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Poncowarno, Kiai Mungajam, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak takmir masjid dan warga Desa Kebapangan atas sambutan yang hangat. Beliau menekankan bahwa Tarkhim bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sarana untuk memperkuat hubungan antara ulama dan pemerintah (umaro).

"Tarkhim ini adalah momentum untuk ngraketaken paseduluran (mempererat persaudaraan). Kehadiran Forkopimcam di tengah-tengah jamaah dan pengurus NU malam ini membuktikan bahwa pembangunan di Poncowarno tidak hanya menyasar fisik, tapi juga pembangunan mental dan spiritual yang seimbang," ujar Kiai Mungajam dalam sambutanya.

Lebih lanjut, beliau juga berpesan kepada para jamaah untuk terus menjaga amaliah An-Nahdliyah yang sejuk dan ramah, serta membimbing generasi muda agar semakin mencintai masjid.

Pihak Forkopimcam Poncowarno yang hadir juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MWCNU atas inisiasi kegiatan ini. Menurut mereka, sinergi antara ulama dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas wilayah, terutama selama bulan suci Ramadhan.

Rangkaian acara diawali dengan Shalat Isya berjamaah, dilanjutkan Shalat Tarawih dan Witir, kemudian ditutup dengan ramah tamah serta koordinasi kewilayahan antara tokoh masyarakat dan jajaran pimpinan kecamatan. Putaran pertama ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi rangkaian Tarkhim selanjutnya di wilayah Poncowarno.

"Selembut embun di pagi hari, tengadah tangan sepuluh jari, ucapkan salam setulus hati. Selamat datang bulan penuh ampun...
18/02/2026

"Selembut embun di pagi hari, tengadah tangan sepuluh jari, ucapkan salam setulus hati. Selamat datang bulan penuh ampunan. 🌙✨

Mari jadikan Ramadan tahun ini bukan sekadar menahan lapar dan haus, tapi juga momen untuk 'reset' hati dan pikiran. Semoga setiap langkah kita diberkahi dan doa-doa kita diijabah. 🤲

Marhaban Ya Ramadan 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf yang disengaja maupun tidak."

Marhaban ya Ramadhan 1447 H / 2026 M 🌙✨Keluarga Besar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Poncowarno ...
18/02/2026

Marhaban ya Ramadhan 1447 H / 2026 M 🌙✨

Keluarga Besar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Poncowarno mengucapkan:
"Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H."

Mari kita jadikan bulan yang penuh kemuliaan ini sebagai momentum untuk membersihkan hati, mensucikan jiwa, dan mempererat tali silaturahmi. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf.

Semoga Allah SWT melimpahkan berkah, kesehatan, dan kekuatan kepada kita semua agar dapat menjalani ibadah dengan penuh keikhlasan. Aamiin ya Rabbal 'Alamin. 🤲 Ramadhan, Kebumen Berkah.

Selamat dan Sukses!Selamat mengemban amanah kepada Sahabat Yuliatin, S.Pd. yang telah terpilih sebagai Ketua PAC Fatayat...
12/12/2025

Selamat dan Sukses!
Selamat mengemban amanah kepada Sahabat Yuliatin, S.Pd. yang telah terpilih sebagai Ketua PAC Fatayat NU Poncowarno!

Dalam Konferensi Anak Cabang Fatayat NU Poncowarno yang dilaksanakan pada 12 Desember 2025 di Gedung MWCNU Poncowarno!

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kemudahan, dan keberkahan dalam menjalankan tugas. Khidmah terbaik untuk umat! 🤲

Address

Jalan Brug Dawa, Kalimangir, Lerepkebumen, Kec. Poncowarno, Kabupaten Kebumen
Kebumen
54393

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when NUOKe Poncowarno posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share