20/02/2022
RIBA JADI HALAL
JIKA......
Ada sebuah cerita, seorang kaya raya dengan seorang istri yang sedang hamil.
Mereka memiliki tetangga seorang janda dengan 2 anak.
Sang Hartawan sedang susah hati beberapa hari ini, karena istrinya yang sangat dia sayangi sedang hamil dan tidak doyan memakan apapun.
Sudah disediakan makanan paling enak sekalipun, tetapi si istri tetap saja tidak memiliki selera makan sama sekali.
Ketika malam tiba, hartawan dan istrinya mencium bau masakan daging yang lezat dan menggoda selera.
Seketika, si istri pun menyampaikan kepada suaminya bahwa sekarang dia sangat ingin memakan masakan itu.
Mengetahui istrinya tiba-tiba memiliki selera makan, maka hartawan ini bergegas mencari asal sumber aroma masakan itu.
Ternyata aroma itu dari rumah tetangganya yang gubugnya reot.
Seketika, diketuk pintu rumah tetangganya tersebut, lalu keluarlah seorang perempuan dengan baju lusuh dan bertambal dari dalam rumah.
"Maaf mengganggu. Kami mencium bau harum masakanmu. Istri saya sudah beberapa hari kehilangan selera makannya, dan tiba-tiba karena mencium bau masakanmu, istri saya sangat menginginkan makanan tersebut. Bisakah saya minta sedikit saja masakanmu itu?" Tanya Hartawan.
"Maaf, tuan. Saya tidak bisa memberikan makanan kami tersebut untuk istri anda." Jawab perempuan itu.
"Saya akan membeli masakanmu, berapapun yang kau mau. Ini demi istri saya bisa makan, agar dia bisa sehat lagi." Desak sang hartawan.
"Maaf tuan. Bukan sebab itu saya tidak mau memberikan makanan ini. Tapi, makanan ini halal untuk kami dan haram untuk tuan." Jawab perempuan itu.
"Maksudnya bagaimana? Mana mungkin ada makanan yang halal untuk kamu dan haram untuk kami?" Tanya hartawan dengan heran.
"Betul tuan, masakan yang saya buat adalah dari bangkai ayam. Bagi kami halal, karena kami tidak memiliki apapun untuk dimakan. Sementara bagi tuan bangkai ayam ini haram." jawab perempuan tersebut, membuat sang hartawan terdiam tak bisa berkata-kata.
====================================
Itulah, seringkali kita memiliki tetangga, keluarga, saudara, teman, mereka terpaksa harus "memakan" atau mengambil sesuatu yang haram, karena mereka dalam situasi darurat.
Ada seorang suami yang sedang panik, karena anak istrinya kelaparan, padahal mereka tidak memiliki makanan ataupun uang. Sementara tidak ada saudara, teman atau siapapun yang bersedia membantunya.
Mengetahui dia mengambil uang ke rentenir, lalu tiba-tiba anda, teman, bahkan ualama, tiba-tiba membawakan hadits dan ayat betapa riba itu dosa besar. Bahwa riba itu siksanya di neraka yang abadi selama-lamanya. Bahwa riba itu diperanggi Allah dan Rasul-Nya.
Lalu, ketika dia lapar anda dimana? Ketika anak istrinya menangis karena menahan perihnya lapar, apa yang anda lakukan?
Riba itu dosa besar, betul.
Tapi kalau sudah keterpaksaan, sementara tidak ada saudara muslim yang mau membantu, maka riba dosanya bisa diampunkan bagi orang tersebut. Bahkan bisa jadi, orang-orang disekitarnya yang menanggung dosa. Kenapa, karena mereka mampu membantu tapi mereka enggan.
===================================
Tulisan ini bukan untuk membela riba.
Tulisan ini adalah untuk mengingatkan, kenapa hari ini ummat banyak yang terjebak riba.
Karena diantara sesama muslim, sudah semakin luntur rasa persaudaraan. Tidak lagi ada rasa menderita ketika saudaranya menderita.
Tidak ada lagi tangis, ketika melihat saudaranya menangis.
Riba merajalela adalah peringatan, sekaligus bukti, bahwa sesama muslim sudah banyak yang terputus tali persaudaraanya.
Much Nasrulloh Al Jufry
Pengasuh Pondok Pesantren Khozainul Ulum
Masih ada buku "7 Strategi Lunas Utang Tanpa Jual Aset" yang bisa anda miliki dengan harga seikhlasnya!
Segera WA ke: 083144741516