16/11/2024
Ringkasan Khotbah Minggu Trinitatis XXIV
Minggu, 10 November 2024
Pembacaan Alkitab : Yohanes 11:1-44
Keluarga yang Membangun Relasi dengan Tuhan
Monika adalah seorang ibu yang terus menerus membangun relasi dengan Tuhan. Menghadapi keluarga yang begitu pelik. Suami yang merupakan orang yang tidak percaya dan hidup dalam dosa. Bahkan tidak menjadi seorang kepala keluarga yang baik. Salah satu anaknya juga hidup dalam dosa bahkan dosa percabulan. Namun bertahun-tahun didoakan dan akhirnya suaminya bertobat menjelang kematiannya dan salah satu anaknya juga bertobat dan menjadi Bapa gereja.
Relasi dengan Tuhan menghadirkan keindahan hidup bersama dengan Tuhan. Seberat apapun tantangan yang dihadapi keluarga kita, kita kuat melalui relasi dengan Tuhan. Dan Tuhan juga tidak akan membiarkan kita.
Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, relasi dengan Tuhan memang sudah putus tetapi Kristus memperbaiki relasi kita dengan Allah melalui pengorbanan-Nya di kayu salib.
Bacaan kita menggambarkan ada 3 orang yang memiliki relasi yang sangat baik dengan Kristus. Hal itu dibuktikan dengan cinta Kristus yang begitu dalam kepada mereka bertiga yaitu Marta, Maria, dan Lazarus (3,5)
Hubungan ini melahirkan kepekaan dari masing-masing pribadi sehingga bisa saling memahami perasaan yang mendalam. Saat Lazarus sakit mereka memberi pesan kepada Yesus, “Tuhan, dia yang Engkau kasihi sakit”. Tentu ada harapan bagi keluarga bahwa begitu Yesus mendengar berita ini, Dia langsung datang dan menyembuhkan Lazarus. Tetapi faktanya tidak seperti itu. Yesus justru sengaja menunggu kematian Lazarus baru datang ke sana (14,15). Dan setelah itu membangkitkan Lazarus.
Beberapa hal yang bisa kita pelajari dari sini:
Membangun relasi bisa menimbulkan kepekaan
Jika Kristus sangat memahami kita, apakah kita memahami Kristus? Jika Kristus sangat mengenal kita, apakah kita mengenal Kristus? Jika Kristus mengasihi kita, apakah kita mengasihi Kristus. Seberapa peka kita dalam menyikapi perbuatan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari? Seberapa peka keluarga kita dengan kehadiran Kristus dalam keluarga kita?
Jika hari ini saudara dan saya belum begitu peka dengan Kristus, ayo kita terus membangun relasi dengan Tuhan baik melalui persekutuan kita di tempat ibadah maupun persekutuan kita secara pribadi di rumah dan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu cara membangun relasi adalah dengan doa.
John Knox berkata : Doa merupakan ranting yang menghasilkan iman yang sejati. Doa adalah buah yang melekat pada iman yang menyelamatkan; jika orang tidak terus menerus berdoa, mungkin ia belum lahir baru.
Allah bekerja melampaui logika kita.
Apakah Yesus bisa langsung datang dan menyembuhkan Lazarus. Saya yakin sangat bisa. Tetapi Yesus tidak melakukan itu. Ini menjadi pelajaran penting kita dalam menikmati cara kerja Tuhan dalam hidup kita. Cara Dia memelihara kita, menjawab doa kita, dan menolong kita selalu menggunakan cara-Nya yang ajaib yang seringkali kita tidak pahami.
Kita hanya perlu percaya dengan menyerahkan hati kita, pikiran kita bahkan seluruh hidup kita. Tuhan tidak mungkin terlambat sekalipun kita sering menganggap Tuhan terlambat. Dan rancangan yang Tuhan kerjakan adalah untuk kebaikan kita demi kemuliaan-Nya.
Bagiamana kita menyikapi hal ini?
Percaya sama Tuhan, jangan mudah kecewa dan curiga. Cara kerja Tuhan melampaui logika kita dan jelas itu lebih dahsyat dari yang kita pikirkan. Jika Yesus langsung datang dan menyembuhkan Lazarus itu sudah sangat luar biasa tetapi Allah mengerjakan yang lebih besar lagi. Percayakah kita pada cara kerja Allah? Percayakah kita pada rencana Allah dalam hidup kita? Percayakah kita saat kita merasa Tuhan terlambat? Percayakah kita saat Tuhan tampak tidak berbuat apa-apa?
Firman Tuhan berkata “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari” (Yes. 55:8)
Pdt. Bigman Sirait berkata : “Iman yang besar bisa memindahkan gunung. Tetapi iman yang sejati akan tetap percaya sekalipun gunung tidak pindah”
Kesimpulan
Kristus sudah menjadi jalan penghubung kita dengan Allah karena itu bangunlah relasi dengan Tuhan melalui pujian, doa, dan firman Tuhan
Kenallah Allah melalui relasi kita dengan-Nya sehingga kita tunduk pada kuasa-Nya, menyerahkan segala perkara kepadaNya, dan tidak kecewa ataupu curiga pada Allah. Mujizat hanyalah salah satu cara Allah menunjukkan kemauliaan-Nya.
Rancangan kita bukan seperti rancangan Allah. Dan segala yang Tuhan kerjakan adalah untuk kebaikan kita demi kemuliaan-Nya.