Pos PI "Bukit Zaitun"

Pos PI "Bukit Zaitun" Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pos PI "Bukit Zaitun", Christian church, Pasir Ipis, Karawang.

13/06/2026

Shalom Bapak/Ibu Jemaat yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. 🙏

Dengan penuh sukacita, mari Bapak/Ibu serta saudara/i sekalian kita untuk hadir dalam Ibadah Minggu yang akan dilaksanakan pada:

📅 Minggu, 14 Juni 2026
⏰ Pukul 10.00 WIB
📍 Pos PI Bukit Zaitun Karawang

Tema Firman Tuhan:
"Hidup yang Dipimpin oleh Roh Kudus"
📖 Galatia 5:16-26

Pelayan Firman:
Pdt. Bartolomeus Toewa S.Th

Mari bersama-sama datang beribadah, memuji dan menyembah Tuhan, serta menerima kekuatan dan tuntunan melalui Firman-Nya.

Tuhan Yesus memberkati. ✨🙏

Minggu 03 Mei 2026PF : Pdt. Bartolomeus Toewa S.TH    😇😇😇
02/05/2026

Minggu 03 Mei 2026
PF : Pdt. Bartolomeus Toewa S.TH

😇😇😇

"Satu menabur, satu menyiram, Tuhan yang menumbuhkan 🌱Tetap semangat melayani, walau jalan terasa berat.Pasti ada masa i...
28/04/2026

"Satu menabur, satu menyiram, Tuhan yang menumbuhkan 🌱
Tetap semangat melayani, walau jalan terasa berat.
Pasti ada masa indah di depan mata! 💪✝️



21/03/2026
Barto Toewa Wanihi Erik Kristovel Liuz Taliziduhu Buulolo Irwan Lombu Ananda Tato Aris
04/03/2026

Barto Toewa Wanihi Erik Kristovel Liuz Taliziduhu Buulolo Irwan Lombu Ananda Tato Aris

23/11/2024

Membangun Pondasi Keluarga yang Kuat
Efesus 5:21-27
Pdt. Erik Kristovel

Ringkasan Khotbah
Minggu Trinitatis XXV
Minggu, 17 November 2024

Sebuah bangunan yang tinggi membutuhkan pondasi yang dalam dan kuat. Sebuah pohon yang tinggi juga membutuhkan akar yang dalam dan kuat.
Akhir-akhir ini perceraian menjadi sesuatu yang biasa terjadi. Dikalangan artis bahkan dikalangan orang biasa seperti kita pun perceraian tetap terjadi.

Namun, Alkitab mengajarkan bahwa Allah membenci perceraian (Maleakhi 2:16). Apa yang dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia (Mat. 19:6). Karena itu kata “perceraian” seharusnya tidak mudah dikeluarkan dari mulut orang percaya.

Konteks bacaan kita juga menunjukkan bahwa saat surat ini ditulis, kehidupan orang Yahudi, Yunani, dan Romawi rentan terhadap perceraian dan Paulus gelisah karena hal itu agar orang percaya tidak terkontaminasi dengan budaya yang tidak benar seperti itu.

Tidak ada suami yang sempurna dan tidak ada isteri yang sempurna. Kehidupan suami isteri bisa berdampak pada anak-anak karena itu sebuah keluarga harus dibangun di atas pondasi yang kuat. Bagaimana caranya?

Bacaan kita hanya memberikan satu cara bagaimana kita membangun pondasi keluarga yang kuat yaitu:
Keluarga Kristen harus dibangun di atas dasar kasih Kristus. Keluarga memang terdiri dari Ayah, ibu, dan anak tetapi jangan lupa bahwa Kristus hadir di tengah-tengah keluarga kita.

Bagaimana Keluarga Kristen membangun hubungan dengan dasar “Kasih Kristus”?
Isteri harus tunduk pada suami seperti tunduk pada Kristus. Ketundukan ini bukan karena isteri lebih rendah dari suami karena status kita dimata Tuhan sama. Ketundukan ini lebih kepada hubungan relasi antara suami dan isteri dimana sang suami adalah kepala keluarga.
Ketundukan ini juga tidak bermaksud bahwa apapun yang diperintahkan suami sekalipun itu dosa harus dituruti.
Karena itu ketundukan ini sebagai tanda penghormatan kita kepada suami sama seperti jemaat tunduk pada Kristus.
Tetapi suami tidak sempurna bahkan ada suami-suami yang hidupnya tidak sesuai dengan Firman Tuhan? Apakah kita sebagai isteri masih harus tunduk padanya?
Berdasarkan 1 Petrus 3:1 memberikan indikasi bahwa walaupun suami tidak sesuai dengan firman Tuhan, kita harus tunduk padanya. Mungkin ketundukan itu menjadi peluang untuk membuat suami bertobat. Seperti kisah Monika yang minggu sebelumnya diceritakan dalam ringkasan khotbah bahwa Monica terus tunduk pada suami yang tidak percaya dan kasar. Berpuluh-puluh tahun menanggung penderitaan yang luar biasa tetapi akhirnya suaminya menjadi percaya kepada Yesus.

Suami mengasihi isteri seperti kasih Kristus kepada jemaat yang rela mengorbankan nyawaNya bagi jemaat.
Sekalipun isteri kita tidaklah sempurna, banyak kelemahan kita temukan di dalamnya tidak berarti kita boleh saja memudarkan kasih kita padanya bahkan menceraikannya. Ingat, jemaat juga memiliki banyak kelemahan dan dosa tetapi Kasih Kristus tidak pernah pudar dan terus menerus mengasihi jemaat tanpa syarat. Maka kasih suami kepada isteripun harus seperti kasih Kristus pada jemaat.
Kristus memurnikan jemaat di hadapan Allah maka suamipun harus menjaga kemurnian keluarganya di hadapan Kristus. Jangan hancurkan keluarga dengan menyebarkan kejelekan keluarga pada orang yang ada di sekitar kita. Itu berarti kita sedang menceritakan aib kita sendiri dan menunjukan bahwa Kristus tidak hadir di tengah-tengah keluarga kita.
Karena itu mezbah keluarga sangat penting. Selain membangun relasi dengan Tuhan, kita bisa menjaga relasi dengan pasangan dengan saling mendoakan.

Sebagai keluarga Kristen, janganlah mengedepankan tuntutan bahwa isteri saya harus tunduk pada saya atau suami saya harus mengasihi saya. Melainkan mari koreksi diri masing-masing. Apakah sebagai suami saya sudah mengasihi isteri saya atau apakah sebagi isteri saya sudah tunduk pada suami saya?

Jika terjadi banyak permasalahan dalam keluarga sehingga ingin sekali berpisah, ingatlah kasih Kristus kepada saudara dan ingat kembali sumpah saudara di hadapan Tuhan bahwa akan bersama saat senang maupun susah dan bahwa hanya maut yang bisa memisahkan saudara dengan pasangan saudara.

Tuhan memberkati kita. Amin

16/11/2024

Ringkasan Khotbah Minggu Trinitatis XXIV
Minggu, 10 November 2024
Pembacaan Alkitab : Yohanes 11:1-44

Keluarga yang Membangun Relasi dengan Tuhan

Monika adalah seorang ibu yang terus menerus membangun relasi dengan Tuhan. Menghadapi keluarga yang begitu pelik. Suami yang merupakan orang yang tidak percaya dan hidup dalam dosa. Bahkan tidak menjadi seorang kepala keluarga yang baik. Salah satu anaknya juga hidup dalam dosa bahkan dosa percabulan. Namun bertahun-tahun didoakan dan akhirnya suaminya bertobat menjelang kematiannya dan salah satu anaknya juga bertobat dan menjadi Bapa gereja.

Relasi dengan Tuhan menghadirkan keindahan hidup bersama dengan Tuhan. Seberat apapun tantangan yang dihadapi keluarga kita, kita kuat melalui relasi dengan Tuhan. Dan Tuhan juga tidak akan membiarkan kita.

Sejak Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, relasi dengan Tuhan memang sudah putus tetapi Kristus memperbaiki relasi kita dengan Allah melalui pengorbanan-Nya di kayu salib.

Bacaan kita menggambarkan ada 3 orang yang memiliki relasi yang sangat baik dengan Kristus. Hal itu dibuktikan dengan cinta Kristus yang begitu dalam kepada mereka bertiga yaitu Marta, Maria, dan Lazarus (3,5)

Hubungan ini melahirkan kepekaan dari masing-masing pribadi sehingga bisa saling memahami perasaan yang mendalam. Saat Lazarus sakit mereka memberi pesan kepada Yesus, “Tuhan, dia yang Engkau kasihi sakit”. Tentu ada harapan bagi keluarga bahwa begitu Yesus mendengar berita ini, Dia langsung datang dan menyembuhkan Lazarus. Tetapi faktanya tidak seperti itu. Yesus justru sengaja menunggu kematian Lazarus baru datang ke sana (14,15). Dan setelah itu membangkitkan Lazarus.

Beberapa hal yang bisa kita pelajari dari sini:
Membangun relasi bisa menimbulkan kepekaan
Jika Kristus sangat memahami kita, apakah kita memahami Kristus? Jika Kristus sangat mengenal kita, apakah kita mengenal Kristus? Jika Kristus mengasihi kita, apakah kita mengasihi Kristus. Seberapa peka kita dalam menyikapi perbuatan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari? Seberapa peka keluarga kita dengan kehadiran Kristus dalam keluarga kita?

Jika hari ini saudara dan saya belum begitu peka dengan Kristus, ayo kita terus membangun relasi dengan Tuhan baik melalui persekutuan kita di tempat ibadah maupun persekutuan kita secara pribadi di rumah dan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu cara membangun relasi adalah dengan doa.
John Knox berkata : Doa merupakan ranting yang menghasilkan iman yang sejati. Doa adalah buah yang melekat pada iman yang menyelamatkan; jika orang tidak terus menerus berdoa, mungkin ia belum lahir baru.

Allah bekerja melampaui logika kita.
Apakah Yesus bisa langsung datang dan menyembuhkan Lazarus. Saya yakin sangat bisa. Tetapi Yesus tidak melakukan itu. Ini menjadi pelajaran penting kita dalam menikmati cara kerja Tuhan dalam hidup kita. Cara Dia memelihara kita, menjawab doa kita, dan menolong kita selalu menggunakan cara-Nya yang ajaib yang seringkali kita tidak pahami.
Kita hanya perlu percaya dengan menyerahkan hati kita, pikiran kita bahkan seluruh hidup kita. Tuhan tidak mungkin terlambat sekalipun kita sering menganggap Tuhan terlambat. Dan rancangan yang Tuhan kerjakan adalah untuk kebaikan kita demi kemuliaan-Nya.

Bagiamana kita menyikapi hal ini?
Percaya sama Tuhan, jangan mudah kecewa dan curiga. Cara kerja Tuhan melampaui logika kita dan jelas itu lebih dahsyat dari yang kita pikirkan. Jika Yesus langsung datang dan menyembuhkan Lazarus itu sudah sangat luar biasa tetapi Allah mengerjakan yang lebih besar lagi. Percayakah kita pada cara kerja Allah? Percayakah kita pada rencana Allah dalam hidup kita? Percayakah kita saat kita merasa Tuhan terlambat? Percayakah kita saat Tuhan tampak tidak berbuat apa-apa?
Firman Tuhan berkata “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari” (Yes. 55:8)

Pdt. Bigman Sirait berkata : “Iman yang besar bisa memindahkan gunung. Tetapi iman yang sejati akan tetap percaya sekalipun gunung tidak pindah”

Kesimpulan
Kristus sudah menjadi jalan penghubung kita dengan Allah karena itu bangunlah relasi dengan Tuhan melalui pujian, doa, dan firman Tuhan
Kenallah Allah melalui relasi kita dengan-Nya sehingga kita tunduk pada kuasa-Nya, menyerahkan segala perkara kepadaNya, dan tidak kecewa ataupu curiga pada Allah. Mujizat hanyalah salah satu cara Allah menunjukkan kemauliaan-Nya.
Rancangan kita bukan seperti rancangan Allah. Dan segala yang Tuhan kerjakan adalah untuk kebaikan kita demi kemuliaan-Nya.

Address

Pasir Ipis
Karawang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pos PI "Bukit Zaitun" posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share