Candi Sukuh

Candi Sukuh Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar

06/09/2021

BAKSO BAKAR MADU
By susie.agung

Bahan:
500 gram bakso
Secukupnya tusuk sate .

Bumbu perendam (aduk rata): .
3 siung bawang putih parut
2 sdm madu
3 sdm saus sambal
4 sdm saus tomat
2 sdm kecap manis
1 sdt cabe bubuk
1/2 sdt lada bubuk .
Cara membuat:
1. Aduk rata semua bahan perendam, masukkan bakso, diamkan 10-15 menit.
2. Tusuk bakso menggunakan tusuk sate, isi masing-masing 3 butir (sesuai selera), sisihkan.
3. Panaskan wajan anti lengke atau grill pan, olesi margarin, panggang bakso sambil sesekali diolesi sisa bumbu perendam sampai berkaramel, angkat, sajikan.

25/06/2020

😍😍😍

26/02/2018
20/09/2017

Candi Sukuh adalah sebuah kompleks candi agama Hindu yang secara administrasi terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar

Jangan Tanyakan Apa yang Negara Berikan Kepadamu Tapi Tanyakan Apa yang Kamu Berikan Kepada Negaramu
04/01/2017

Jangan Tanyakan Apa yang Negara Berikan Kepadamu Tapi Tanyakan Apa yang Kamu Berikan Kepada Negaramu

Pengusaha Hibahkan Puluhan Arca Kuno Usia Ribuan Tahun yg bernilai Triliunan rupiah ke Pemkot Solo.

Pemerintah Kota Solo akan melibatkan lembaga c***r budaya untuk memindahkan puluhan arca kuno yang diserahkan pengusaha batik di Solo, Go Tik Swan atau KRT Hardjonagoro.

Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo mengatakan pemerintah daerah akan menempatkan puluhan arca kuno tersebut ke salah satu kantor dinas di Kota Solo yang juga menjadi bangunan c***r budaya.

Rudy mengatakan pemindahan arca kuno ini perlu penanganan khusus karena dilindungi undang-undang.

"Untuk pemindahan arca kuno nanti kita libatkan BPCB (Badan Pelestarian C***r Budaya) yang mengerti tentang c***r budaya. Tidak boleh sembarangan menangani c***r budaya atau peninggalan purbakala. Kan ada beberapa arca dalam kondisi sudah disemen, melekat di dinding tembok atau lantai. Kita akan undang BPCB, bagaimana cara memindahkan arca kuno itu," kata Rudy di Solo, Rabu (4/1/2017).

Pengusaha batik Solo, Go Tik Swan akan menyerahkan 45 arca kuno koleksinya ke pemerintah KOta Surakarta. Puluhan arca kuno tersebut sebelumnya merupakan koleksi pribadi. Saat ini arca-arca kuno yang diperkirakan berusia ribuan tahun itu masih berada di dalam kompleks rumahnya.

Dari pantauan di lokasi rumah Go Swan, puluhan arca itu tersebar di kompleks rumah dengan ornamen jawa klasik. Di dalam rumah iu terpasang prasasti sebagai bangunan c***r budaya dengan nama Ndalem Harjonegaran. Prasasti itu ditetapkan tahun 2014 oleh tim Pemkot Solo.

Nama arca kuno tersebut antara lain arca nandhi, lingga yoni, bodhisatva, dan sebagainya.

Misteri Cahaya Merah & Biru di Gunung LawuBerbagai spekulasi mengemuka terkait kemunculan cahaya misterius di sekitar Gu...
01/03/2016

Misteri Cahaya Merah & Biru di Gunung Lawu

Berbagai spekulasi mengemuka terkait kemunculan cahaya misterius di sekitar Gunung Lawu. Cahaya tersebut juga terlihat dari ruang angkasa dan terdeteksi oleh satelit Badan Antariksa AS, National Aeronautics and Space Administrastion (NASA).

Hingga kini misteri cahaya tersebut belum terkuak. Namun kemunculan cahaya itu sudah bukan hal aneh bagi warga sekitar.

Polet, pengamat yang juga petugas senior SAR Gunung Lawu, mengungkapkan, ada dua cahaya yang muncul, yakni cahaya beraturan segidelapan (oktagon) seperti dilihat dari angkasa oleh peneliti NASA. Cahaya tersebut diyakini berasal dari kawasan Candi Sukuh.

Cahaya lainnya adalah garis lurus ke angkasa. Cahaya tersebut muncul dengan warna berubah-ubah, yakni biru dan merah.

Menurut dia, warga sekitar meyakini bahwa warna yang muncul itu melambangkan pertanda baik dan buruk. Jika yang keluar warna biru berarti sesuatu yang bagus. Namun bila berwarna merah berarti sestau yang buruk.

”Contohnya sebelum tsunami Aceh, tiba-tiba muncul sleret (sinar) namun berwarna merah. Hanya sekian detik tidak lama, setelah itu tak lama berselang terjadi bencana yang sangat dahsyat itu,” ungkap pria yang akrab diapnggil Pak Po itu.

Contoh lain, lanjut dia, Gunung Kelud meletus, masyarakat sekitar Lawu berucap sesaat lagi gunung tersebut meletus. Kalimat yang akrab didengar oleh warga di lereng Lawu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, saat itu adalah mereka akan menyapu atau membersihkan halaman yang sebulan belum tentu selesai.

“Terbukti, Gunung Kelud erupsi dan membawa hujan abu yang sangat pekat ke lereng wilayah Gunung Lawu. Yang membersihkan sampai sekarang juga belum bersih dari pasir debu vulkanik Kelud,” tuturnya.

Misteri lain terkait Gunung Lawu, kata Pak Po, puncak tertinggi gunung tidak bisa diihat, seolah ada yang menyembunyikan.

“Puncaknya yang tingginya 3.265 MDPL (meter di atas permukaan laut) berada di sebelah timur. Puncak Lawu tersebut baru akan terlihat bila kita benar-benar berada di atas. Padahal dilihat dari bawah seharusnya bisa,” pungkasnya.

28/02/2016

Ditemukan Candi Purba Di Sekitar Puncak Gunung Lawu

Bagi penduduk yang bermukim di sekitar lereng Gunung Lawu tak pernah menganggap berbagai kejadian baik yang nyata ataupun yang tidak nyata menjadi soal bagi mereka. Karena pada umumnya mereka sudah terbiasa bergelut dengan tradisi dan budaya mistis.

Gunung yang berada di jalur lintas propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur ini di kenal sebagai gunung purba. Tidak hanya itu saja, di berbagai manuskrip kuna dikisahkan, gunung purba di jaman kadewatan yang dikenal dengan nama Wukir Mahendra tersebut, konon menjadi tempat hijrahnya para dewa dari Gunung Himalaya ke tanah Jawa. Oleh karena itu masyarakat Jawa meyakini, Gunung Lawu menjadi tempat berdirinya kerajaan yang pertama kali di tanah jawa, yang kala itu di kenal dengan nama kerajaan Medangkamulan.

Silih berganti raja raja di jaman kadewatan pernah bertahta di Gunung Lawu, hampir seluruhnya di yakini sebagai titisan Dewa Wisnu. Maka dari itu tidaklah mengherankan jika di dalam keyakinan adat masyarakat Jawa, sosok Dewa Wisnu dan Dewi Sri dianggap sebagai leluhur utama bagi masyarakat Jawa. Kedua sosok ini disimbolkan sebagai sebuah lambang keluhuran dan kemakmuran yang menyatu tak bisa di pisahkan. Sosok Wisnu dan Sri hingga kini tetap terus abadi sepanjang masa di dalam keyakinan adat tradisi masyarakat Jawa.

Kedua tokoh ini seringkali disimbolkan dalam bentuk sepasang kekasih (loro blonyo), kisah kesetiaan Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji, serta simbol- simbol lainya.

Banyaknya peninggalan peradaban kuna di Gunung Lawu sejak dari zaman kadewatan, Mataram Hindu, kejayaan Singosari, kejayaan Kediri dan Majapahit, yang semakin memperteguh keyakinan bahwa Gunung Lawu adalah ‘punjering tanah Jawi,’ atau pancer tanah jawa. Maka tidaklah mengherankan bila di atas puncak Gunung Lawu saat ini masih banyak di temukan candi candi purba sisa peradaban masa lalu. Dari ribuan peninggalan purbakala yang pernah di temukan di Gunung Lawu, salah satunya adalah situs candi purba yang belum lama ini di temukan oleh penduduk di lereng Gunung Lawu.

“Situs tersebut di juluki dengan nama Situs Cemara Pogog,” kata Baratha, salah satu petugas jagawana hutan Tahura yang turut mengekplorasi Situs Cemara Pogog.

Situs ini menurut Baratha diyakini adalah candi purba yang usianya lebih tua bila dibandingkan dengan seluruh candi yang ada di Gunung Lawu. Meski untuk menentukan seberapa tua usia Situs Cemara Pogog masih harus di perlukan kajian dan penelitian yang lebih lanjut oleh para ahli. Namun paling tidak, keberadaan situs yang tak jauh dari atas puncak lawu ini semakin menguatkan fakta sejarah adanya peradaban purba di atas puncak lawu.

Dari keterangan Barata diketahui, Situs Cemara Pogog ditemukan oleh Pak Polet, pria yang kerap di sapa dengan sebutan pak Po. Dari pengakuan Baratha, pria tersebut dianggap sebagai juru kunci Gunung Lawu oleh masyarakat yang bermukim di sekitar Candi Sukuh. Sejak kecil Pak Po naik turun Gunung Lawu setiap hari, sehingga sudah tidak terhitung lagi berapa banyak pak Po melakukan pendakian di Gunung Lawu

Diakui oleh Barata, Pak Po paham betul seluk beluk Gunung Lawu, tidak hanya yang terlihat secara kasat mata, tempat-tempat ghaib yang ada di sekitar Gunung Lawu pak Po paham sangat dan memahami. Sehingga tidak mengherankan bila Pak Po dianggap oleh warga masyarakat sekitar sebagai juru kunci Gunung Lawu.

Bagi Baratha, ditemukannya Situs Cemara Pogog bukanlah sesuatu hal yang aneh. Situs ini menurutnya, sudah diketahui sejak beberapa tahun yang silam, tetapi hanya berbentuk gundukan tanah dengan luas area sekitar 2500 m2. Daerah di mana situs tersebut ditemukan, oleh penduduk sekitar dipercaya bekas peradaban sebuah desa. Akan tetapi entah kenapa, desa tersebut kemudian hilang dari peradaban dunia.

Hanya beberapa peralatan dapur seperti tungku, tempayan, batu padasan, sumber mata air dan beberapa sisa peradaban yang tersisa pernah ditemukan oleh penduduk desa. Lenyapnya desa desa di sekitar Cemara Pogog dari peradaban diyakini karena moksa. Oleh karena itu jangan heran bila di kawasan sekitar Cemara Pogog kadang terlihat adanya aktivitas kehidupan layaknya kesibukan yang ada di desa-desa .

“Aktivitas itu di yakini adalah kehidupan alam ghaib dari desa desa yang pernah moksa,” ungkap Baratha

Menurut Barata, Situs Cemara Pogog ditemukan pada tahun 2012 yang lalu, hanya saja, situs tersebut masih belum terlihat bentuk sebuah candi.

“Situs ini pertama kali di temukan oleh Pak Po, pada saat ia bermalam di hutan di sekitar Pos III dari jalur pendakian Tahura,” ungkap Barata.

Sebagai seorang pinisepuh Gunung Lawu, hampir setiap hari Pak Po naik turun gunung melihat kawasan hutan Tahura. Pekerjaan seperti itu dijalani pak Po sejak ia masih muda, hingga tidak mengherankan bila Pak Po mengenal betul seluk beluk hutan Gunung Lawu dari sisi nyata maupun ghaib.

Kebiasaan berada di dalam hutan pak Po beristirahat di sebuah tempat peristirahatan didekat pohon Cemara yang ambruk akibat faktor usia. Sehingga ketinggian pohon cemara itu hanya sekitar 2 meter saja. Oleh karena bentuk pohon cemara yang pendek, maka kawasan tersebut lantas dikenal dengan nama Cemara Pogog. Berdasar pengakuan Pak Po, sebenarnya sudah lama ia mengetahui keberadaan gundukan yang di yakini adalah candi purba, namun Pak Po masih sengaja merahasiakanya.

“Situs tersebut di ketahui oleh Pak Po pada saat ia tengah membersihkan kawasan di sekitar Cemara Pogog,” ujar Barata menceritakan

Ditambahkan ceritanya oleh petugas Jagawana Tahura tersebut, pada saat Pak Po membersihkan semak semak, terlihat adanya batu yang menyerupai altar dan tangga berundak. Bagi Pak Po, apa yang di lihat tidak mungkin benda seperti itu di buat oleh penduduk desa di jaman seperti sekarang ini. Mengingat keberadaan kawasan Cemara Pogog berada di atas puncak gunung gung lewung-lewung yang jauh dari jamah tangan manusia.

Kabar ditemukannya tangga berundak dan beberapa batu andesit yang diyakini adalah situs candi purba, membuat para petugas jagawana Tahura lantas mencoba melihat dari dekat penemuan Pak Po. Setelah berada di Cemara Pogog, Pak Po dan para petugas jagawana lantas melakukan kerja bakti massal membersihkan rumput di sekitar Cemara Pogog.

“Hari itu meski belum sepenuhnya di rampungkan, tetapi sudah tampak pola pelataran bentuk sebuah candi. Bahkan ambang pintu candi di yakini berada di bagian sebelah barat,” ujar Baratha

Situs Cemara Pogog bagi Pak Po dan petugas Jagawana adalah kawasan keramat. Masyarakat sekitar meyakini Cemara Pogog merupakan gerbang ghaib pendakian ke puncak Gunung Lawu.

“Selain Situs Cemoro Pogog, di temukan juga sumber mata air Sendang Raja yang letaknya sekitar 300meter dari Cemoro Pogog,” Pungkas Bharata.

20/02/2016

Address

Jalan Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso
Karanganyar
57793

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Candi Sukuh posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category