24/12/2014
Renungan : Bacaan Matius 1:18-25
Yusuf adalah figur Natal yang tak terlupakan.
Yusuf bukan pemeran utama, tetapi bukan tidak penting.
Keputusan Yusuf menyatakan kepatuhannya terhadap perintah Allah.Keberanian Yusuf menunjukkan kepercayaannya terhadap rencana keselamatan Allah bagi umat manusia melalui Yesus (ayat 25).Yusuf adalah seorang manusia seperti nenek moyangnya - yaitu Daud - yang mempunyai hati untuk Allah dan belas kasihan yang besar untuk sesamanya.
Yusuf berani melangkah untuk menikahi Maria dalam keadaan mengandung itu karena ia mau menundukkan dirinya kepada kedaulatan Allah dengan mengesampingkan kepentingannya. Seringkali kita tidak berani mengambil keputusan untuk tunduk kepada kehendak dan rencana Allah karena kita lebih mementingkan keinginan diri sendiri. Kita cenderung tidak bersedia mengambil resiko kehilangan sesuatu yang kita sukai dengan mengalihkan fokus hidup kepada rancangan Tuhan.
Tidak menjadi masalah seberapa tenarkah Anda di lingkungan keluarga dan masyarakat, namun jika kata-kata Matius tentang Yusuf dapat diterapkan dalam hidup Anda, secara rohani Anda sudah menjadi `orang besar`.
Pada hari Natal ini apa yang akan kita lakukan untuk mengekspresikan bahwa kita mempunyai hati untuk Allah dan belas kasihan yang dalam bagi sesama?