24/07/2021
Selamat pagi,
Semoga kita semua berbahagia. Berikut sarapan pagi untuk batin kita hari ini agar semangat berlatih (EDISI MASA VASSA). Semoga bermanfaat.
MANGGA
Kita mengatakan bahwa moralitas, pemusatan pikiran dan kebijaksanaan adalah jalan yang ditempuh Orang Suci untuk mencapai pencerahan. Semuanya adalah satu. Moralitas adalah pemusatan pikiran, pemusatan pikiran adalah moralitas. Pemusatan pikiran adalah kebijaksanaan, kebijaksanaan adalah pemusatan pikiran. Ibarat buah mangga. Pada saat masih berupa bunga, kita menyebutnya bunga. Setelah menjadi buah, kita menyebutnya mangga. Pada saat matang, kita menyebutnya mangga matang. Semuanya adalah mangga yang sama, tetapi namanya terus-menerus berubah. Mangga yang besar tumbuh dari mangga yang kecil, mangga kecil berubah menjadi besar. Anda bisa mengatakannya buah yang berbeda atau semuanya sama. Moralitas, pemusatan pikiran dan kebijaksanaan saling berhubungan seperti ini. Pada akhirnya, itu semua adalah jalan yang menuntun menuju pencerahan.
Mangga, pada saat awal muncul sebagai bunga, terus berkembang menuju kematangan. Kita harus melihatnya sedemikian. Apa pun yang disebutkan oleh orang lain, tidak menjadi masalah. Setelah lahir, tumbuh dewasa dan kemudian ke mana? kita harus merenungi hal ini.
Sebagian orang tidak ingin menjadi tua. Saat tua, mereka menjadi kecewa. Orang-orang ini seharusnya tidak memakan mangga yang matang. Mengapa kita menginginkan agar mangga menjadi matang? Di sisi lain, jika kita tua, kita kecewa. Ada orang yang menangisinya. Mereka takut menjadi tua dan meninggal. Jika demikian halnya, mereka seharunya tidak memakan buah mangga yang matang. Mereka sebaiknya memakan bunganya saja! Jika kita bisa memahami hal ini, kita akan bisa melihat Dhamma. Setelah segala sesuatu menjadi jelas, kita akan berada dalam kedamaian.
Minggu, 25 Juli 2021
Ajahn Chah
Sebatang Pohon di Tengah Hutan