Majles ta'lim dan sholawat Hss

Majles ta'lim dan sholawat Hss menjalin silaturahmi

AMALAN MEMPERMUDAH MENDAPATKAN LAILATUL QADARDalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dikatakan bahwa kita dianj...
01/04/2024

AMALAN MEMPERMUDAH MENDAPATKAN LAILATUL QADAR

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dikatakan bahwa kita dianjurkan untuk mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir bulan Ramadhan.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.

Artinya, “Dari Aisyah RA bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir di bulan Ramadhan,” (HR Bukhari).

Untuk mendapatkan Lailatul Qadar memang tidak mudah. Karenanya tidak semua orang bisa mendapatkannya. Dibutuhkan usaha keras dan tidak kenal lelah untuk selalu meningkatkan intensitas ibadah terutama pada sepuluh akhir di bulan Ramadhan sebagaimana yang dipraktikan Rasulullah ﷺ. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan hadits riwayat Muslim.

عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

Artinya, “Dari Aswad dari Aisyah ra ia berkata bahwa Nabi ﷺ meningkat amal-ibadah pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan melebihi di waktu yang lain,” (HR Muslim).

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Rasulullah ﷺ mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya dan membangungnkan keluarganya.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ-أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya, “Dari Aisyah RA, ia berkata, bahwa Rasulullah ﷺ ketika masuk sepuluh terakhir bulan Ramadhan, mengencangkan kain bawahnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya,” (Muttafaq ‘alaih).

Lantas apa yang dimaksud dengan mengencangkan kain bawahnya dalam hadits di atas? Menurut Ibnu Baththal, maksudnya ialah Rasulullah ﷺ tidak menggauli istrinya. Sedangkan yang dimaksud dengan membangunkan keluarganya adalah beliau menganjurkan dan mendorong keluarganya untuk melakukan mengingatkan keluarganya untuk melakukan amaliah sunah dan kebajikan lainya yang bukan fardhu.

وَقَالَ سُفْيَانُ الثَّوْرِىُّ : قَوْلُهُ : ( شَدَّ مِئْزَرَهُ ) فِى هَذَا الْحَدِيثِ يَعْنِى : لَمْ يَقْرَبِ النِّسَاءَ ، وَفِى قَوْلِهِ : ( أَيْقَظَ أَهْلَهُ ) مِنَ الْفِقْهِ أَنَّ لِلرَّجُلِ أَنْ يَحُضَّ أَهْلَهُ عَلَى عَمَلِ النَّوَافِلِ ، وَيَأْمُرَهُمْ بِغَيْرِ الْفَرَائِضِ مِنْ أَعْمَالِ الْبِرِّ ، وَيَحْمِلَهُمْ عَلَيْهَا

Artinya, “Sufyan Ats-Tsauri berkata maksud ‘mengencangkan kain atasnya’ dalam hadits di atas adalah Rasulullah ﷺ tidak melakukan hubungan badan dengan istrinya. Sedangkan pernyataan ‘Beliau (Nabi ﷺ) membangunkan keluarganya’ dapat dipahami bahwa suami dianjurkan mendorong keluarganya untuk mengerjakan amalan sunah dan amal kebajikan lainya selain yang wajib serta menekankan kepada mereka untuk melakukan hal tersebut,” (Lihat Ibnu Baththal, Syarhu Shahihil Bukhari, Riyadl-Maktabah Ar-Rusyd, cet ke-2, 1423 H/2003 M, juz IV, halaman 159).

Lantas bagaimana yang dimaksud dengan Rasulullah ﷺ menghidupkan malamnya? Apakah beribadah semalam suntuk sampai pagi? Jawaban yang tersedia adalah Rasulullah ﷺ tidak tidur tetapi disibukkan dengan ibadah pada sebagian besar malam, bukan semalam suntuk sampai pagi. Sebab, ada riwayat dari Aisyah RA yang menyatakan bahwa ia tidak pernah mengetahui Rasulullah ﷺ beribadah semalam penuh sampai pagi.

(وَأَحْيَا لَيْلَهُ) أَيْ تَرَكَ النَّوْمَ الَّذِي هُوَ أَخُو الْمَوتِ وَتَعَبَّدَ مُعْظَمَ اللَّيْلِ لَا كُلَّهُ بِقَرِينَةِ خَبَرِ عَائِشَةَ مَا عَلِمْتُهُ قَامَ لَيْلَةً حَتَّى الصَّبَاحِ

Artinya, “(dan menghidupkan malamnya) maksudnya adalah Rasulullah ﷺ tidak tidur di mana tidur adalah saudara kematian, dan beribadah pada sebagian besar malam bukan seluruhnya sebab ada riwayat dari Aisyah RA yang menyatakan: ‘Aku tidak pernah mengetahui Rasulullah ﷺ melakukan ibadah satu malam penuh sampai pagi hari,’” (Lihat, Abdurrauf al-Munawi, Faidlul Qadir, Bairut-Darul Kutub al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1415 H/1994 M, juz V, halaman 168).

Dengan mengacu kepada penjelasan di atas maka setidaknya ada tiga amaliah yang bisa dilakukan. Amaliah itu diharapkan dapat mempermudah kita untuk mendapatkan Lailatul Qadar, yaitu pada sepuluh akhir Ramadhan. Pertama, untuk sementara tidak melakukan hubungan suami-istri. Kedua, meningkatkan intensitas beribadah terutama pada malam hari. Ketiga, mendorong atau meminta keluarga untuk melakukan amaliah sunah dan amal kebajikan selain yang fardhu.
Wallahu'alam

13/03/2023
Isra mi'raj
11/02/2023

Isra mi'raj

26/04/2022

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirahmanirahiim

🌹HIKMAH PUASA & TANDA² MENDAPATKAN LAILATUL QODAR🌹

*Puasa adalah satu pintu Syukur,sehingga orang yg berpuasa sejatinya ia juga berSyukur kepada Allah,
*Karena ia mengetahui kadar Dzat sang pemberi nikmat Allah ta'ala*

( Al Habib Umar bin Hafidz)

*Jangan biatkan seharipymun berlalu di bulan Ramadhan & kamu tidak meminta pengampunan dari Allah*

(Al Habib Ali Al Jufri)

*Tanda² orang mukmin yg twlah memperoleh "LAILATUL QODAR". ;

*Hatinya lembut,
*Mudah menangis,
*Menyesali dosa² lalu
*Merasa malu pada Allah
*Rindu kepada Rasulullah
*Senantiasa merasa tenang & lapang dada
*Bertambah rajin beribadah & beramal Sholeh
*Rindu berjumpa dgn Allah

(Al Imam As Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki)

*Smoga Allah mengampuni dosa² kita smua menerima Puasa & Amal ibadah kita serta mendapatkan Lailatul Qodar.....Aamiin🤲

*Allahumma Sjoli'ala Sayyidina Muhammad wa'ala ali Sayyidina Muhammad❤️💕

22/04/2022

Bagian 2
Tentang Lailatul Qadar

*Keutamaan Shalat dan Sedekah pada Malam Lailatul Qadar*

“Barang siapa mengerjakan shalat dua raka’at pada malam Lailatul Qadar, sedang pada tiap-tiap raka’at dia membaca al Fatihah sekali dan surat al Ikhlas tujuh kali, dan tatkala sudah salam dia membaca :
‘Astaqhfirullaaha wa atubu ilaih, saya mohon ampun kepada Allah SWT, dan saya bertobat kepadaNya’ sebanyak tujuh puluh kali, maka dia tidak berdiri sehingga Allah SWT mengampuni dia, dan kedua orang tuanya.
Dan Allah SWT mengirim para Malaikat ke surga guna menanam baginya beberapa pohon, membangunkan gedung istana dan mengalirkan air sungai. Dan dia tidak keluar dari dunia atau tidak mati sehingga dia melihat semua itu”. (Tafsir Hanafi)

▪Pada malam Lailatul Qadar, Allah menurunkan satu rahmat untuk semua orang-orang yang beriman dari dunia timur sampai dunia barat.
Dan masih ada dari rahmat itu yang ketinggalan atau tersisa. Maka, Malaikat Jibril ‘alaihis salam berkata :
“Wahai Tuhanku, rahmatMu telah sampai kepada semua orang-orang yang beriman dan masih ada keutamaan atau sisa yang tertinggal”.
Maka, Allah SWT berfirman: “Berikanlah kepada anak-anak yang dilahirkan malam ini (Lailatul Qadar)!”.
Malaikat Jibril juga memberikan rahmat atau keutamaan itu kepada anak-anak orang Islam dan anak-anak orang kafir. Dan ternyata, rahmat itu hanya khusus untuk anak-anak orang kafir.
Maka, rahmat itu menarik mereka ke kampung selamat dan mereka itu semua meninggal dunia dalam keadaan beriman dengan sebab rahmat itu.

▪Dialog Nabi Musa Tentang Lailatul Qadar

Sebagaimana kata Nabi Musa ‘alaihis salam dalam munajatnya:
“Tuhanku, aku ingin dekat dengan Engkau”.
Firman Allah SWT: “Aku dekat dengan orang yang bangun di malam Lailatul Qadar”.

Nabi Musa berkata lagi: “Tuhanku, aku ingin rahmatMu”.
Firman Allah SWT: “RahmatKu bagi orang yang kasih sayang kepada si miskin pada malam Lailatul Qadar”.

Kata Nabi Musa: “Tuhanku aku ingin bisa melewati jembatan Shirathal Mustaqim dengan cepat laksana halilintar”.
Allah SWT berfirman: “Yang demikian itu bagi orang yang bersedekah pada malam Lailatul Qadar”.

Nabi Musa berkata: “Aku ingin duduk di bawah teduhnya pohon-pohon surga, serta makan buah-buahannya”.
Firman Allah SWT: “Yang demikian itu bagi orang yang bertasbih dengan sungguh-sungguh pada malam Lailatul Qadar”.

Kata Nabi Musa: “Tuhanku, aku ingin selamat dari neraka”.
Firman Allah SWT: “Yang demikian itu bagi orang yang beristighfar atau memohon ampunan kepada Allah SWT pada malam Lailatul Qadar sampai Shubuh”.

Nabi Musa berkata: “Tuhanku, aku ingin keridhaanMu”.
Maka, Allah SWT berfirman: “KeridhaanKu bagi orang yang mengerjakan shalat dua raka’at pada malam Lailatul Qadar”.

▪Pintu-pintu semua langit dibuka pada malam Lailatul Qadar, tidak seorang hamba pun yang mengerjakan shalat pada malam itu kecuali Allah SWT menciptakan baginya dengan tiap-tiap takbirnya akan tanaman pohon di dalam surga.
Kalau sekiranya orang berkendaraan lewat di bayang-bayangnya atau di keteduhannya selama seratus tahun, maka tidak akan bisa menempuhnya.
Dan dengan tiap-tiap raka’atnya dibangunkan sebuah rumah dari bahan mutiara, batu permata merah,batu permata hijau dan permata berlian.
Dan dengan tiap tiap bacaannya dalam shalat akan diberikan sebuah mahkota di dalam surga.
Dan dengan tiap-tiap duduknya akan diangkat derajat dari beberapa derajat surga.
Dan dengan tiap-tiap salamnya akan diberi perhiasan dari surga.

Kitab: Durratun Nasihin, halaman 272

والله اعلم بالصواب .

Bersambung....

22/04/2022

Bagian 1.
Tentang Lailatul Qadar

*SHALAT LAILATUL QADAR*

Dalam kitab “Durratun Nashihiin fiil-Wa’dz wal Irsyaad” karya Syaikh ‘Utsman bin Hasan bin Ahmad Syakir al-Khuubawiy Ar-Ruumiy Al-Hanafiy (w.1224H) rahimahullah, pada majlis ke tujuh puluh tiga, pada keutamaan lailatul Qadr, hal. 285-286, disebutkan satu hadits:

عن ابن عباس عن النبي عليه الصلاة والسلام. انه قال: من صلى في ليلة القدر ركعتين، يقرا في كل ركعة بفاتحة الكتاب مرة والاخلاص سبع مرات فاذا سلم يقول استغفر الله واتوب اليه سبعين مرة فلا يقوم من مقامه حتى يغفر الله له ولابويه ويبعث الله تعالى ملاءكة الى الجنان يغرسون له الاشجار ويبنون القصور ويجرون الانهار ولا يخرج من الدنيا حتي يرى ذلك كله .

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma; Bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menjalankan shalat pada malam Lailatul Qadr sebanyak 2 (dua) raka’at, di dalam setiap raka’atnya setelah membaca Al Fatihah (1) satu kali, kemudian membaca surat Al-Ikhlas 7 (tujuh) kali dan setelah salam membaca Astaghfirullahal azhiim wa atubu ilaih 70 (tujuh puluh) kali, maka selama dia mendirikannya Allah akan mengampuni dirinya dan kedua orang tuanya dan Allah Ta’ala akan mengutus Malaikat untuk menanam (untuknya) pepohonan di Surga, membangun gedung-gedung dan mengalirkan sungai-sungai di dalamnya, dan dia (orang yang menjalankan shalat Lailatul Qadr) tidak akan keluar dari dunia sehingga dia pernah melihat seluruhnya”

Niat Shalat Lailatul Qadar:

اصلي سنة ليلة القدر ركعتين مستقبل القبلة اماما/مأموما لله تعالى.

Usholli sunnata lailatil qodri rok'ataini mustaqbilal qiblati imaaman/makmuuman lillaahi ta'alaa.

Aku niat shalat sunah lailatul qadar dua rakaat menghadap kiblat menjadi imam/makmum karena Alloh Ta'ala.

Atau niat :
أُصَلّيْ سُنَّةَ المُطْلَقِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّه تعالَى

Ushalli sunnatal muthlaqi rak'ataini lillahi ta'ala.

Aku niat shalat sunah mutlak dua rakaat karena Allah Ta'ala.

والله اعلم بالصواب .
Bersambung.....

Address

Kandangan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Majles ta'lim dan sholawat Hss posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share