27/05/2026
SHOLAT IDUL ADHA 1447 H BERLANGSUNG KHIDMAT, TEMA KHUTBAH YANG BERFOKUS PADA *EMPAT NILAI PENDIDIKAN DARI KISAH NABI IBRAHIM ALAIHIS SALAM (A.S.)
Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 Hijriah berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian ibadah Hari Raya Kurban.
Dalam pelaksanaan tersebut, Mauzdin bertindak selaku kono. Sementara imam Sholat Idul Adha 1447 H dipimpin oleh Raden Tuan Haji Lalu Zainuddin Thoyib, dan khutbah Idul Adha disampaikan oleh Haji Lalu Sahwadi.
Adapun Rangkuman khutbah yang di sampaikan :
1. Berdoa Kepada Allah SWT
Nabi Ibrahim A.S. merupakan salah satu rasul *Ulul Azmi* yang memiliki kesabaran dan ketabahan luar biasa dalam menghadapi berbagai ujian. Salah satu ujian terberatnya adalah belum dikaruniai anak hingga usia lanjut. Dalam kondisi tersebut, beliau tidak pernah berhenti berdoa:
"Rabbi hab lii minash-shalihiin" (Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk orang-orang yang saleh).
Dari doa ini, terdapat hikmah bahwa kita harus meyakini hanya Allah yang mengatur alam semesta, mendatangkan rezeki, memberikan anak, serta menghidupkan dan mematikan.
2. Berbaik Sangka (*Husnudzon*) Kepada Allah SWT
Berdasarkan kisah ketika Nabi Ibrahim A.S. membawa istrinya, Siti Hajar, dan bayinya (Nabi Ismail A.S.) ke sebuah lembah gersang yang tidak memiliki tanaman, air, maupun tanda-tanda kehidupan. Ketika Nabi Ibrahim akan pergi meninggalkan mereka tanpa berkata”, Siti Hajar terus bertanya hingga akhirnya ia paham bahwa ini adalah perintah Allah SWT.
Siti Hajar dengan penuh iman berkata: *Kalau begitu, Kami tidak akan disia”kan selagi Allah bersama kami."Kisah ini mengajarkan nilai kepasrahan dan prasangka baik yang mutlak kepada ketetapan Allah.
3. Pengorbanan dan Pembuktian Cinta Kepada Allah
Nabi Ibrahim A.S. mendapat gelar *Khalilullah* (Kekasih Allah). Beliau diuji dengan perintah untuk menyembelih putra yang sangat dicintainya, Nabi Ismail A.S. Lewat ujian ini, Allah mengingatkan bahwa anak adalah titipan, dan rasa cinta kepada makhluk tidak boleh melalaikan cinta kepada pencipta-Nya.
Nabi Ibrahim lulus karena mampu mengalahkan egonya, sementara Nabi Ismail A.S. meski usianya masih belia mampu membuktikan diri sebagai anak yang berbakti dan patuh pada perintah Allah SWT. Pengorbanan ini menjadi makna inti dari ibadah kurban (pendekatan diri).
4. Keyakinan Bahwa Kepatuhan Membawa Balasan yang Agung
Seorang hamba yang sabar, taat, dan pasrah pada hukum-hukum Allah dipastikan akan mendapat balasan yang setimpal di dunia maupun akhirat. Balasan yang diterima Nabi Ibrahim A.S. antara lain:
Mendapat pujian dan kedekatan dari Allah sebagai orang yang berbuat baik (sebagaimana firman Allah dalam QS. As-Saffat: 104-105).
*Mendapat rezeki yang berlimpah*, di mana putranya akhirnya ditebus dengan seekor domba sembelihan yang besar.
Bagi umat Islam yang meneladani beliau, rezeki ini bisa berupa kesehatan, kemudahan, maupun anak yang saleh.
*Nama dan perjuangannya diabadikan* serta dikenang oleh generasi selanjutnya hingga hari kiamat. Umat Islam di seluruh dunia bahkan selalu bersalawat dan mendoakan keselamatan serta keberkahan bagi Nabi Ibrahim A.S. beserta keluarganya di setiap akhir salat (tahiyat akhir).
Jamaah tampak khusyuk menyimak khutbah yang disampaikan. Momentum Idul Adha ini mengajak jamaah agar dapat meneladani kisah keluarga Nabi Ibrahim A.S. guna memperbaiki kualitas diri, keluarga, dan masyarakat.
Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 H berjalan dengan lancar, aman, dan penuh suasana kekeluargaan.