Pondok Pesantren Darul 'Ulum Jombang

Pondok Pesantren Darul 'Ulum Jombang Berotak London, Berhati Masjidil Haram. KH. Musta’in Romly (Pengasuh PP Darul Ulum Tahun 1985)

Silaturahmi Presiden Joko Widodo dengan pimpinan Pondok Pesantren Darul 'Ulum, Jombang, Jawa Timur siang tadi. Di pesant...
18/12/2018

Silaturahmi Presiden Joko Widodo dengan pimpinan Pondok Pesantren Darul 'Ulum, Jombang, Jawa Timur siang tadi. Di pesantren yang telah berdiri sejak 133 tahun lalu ini, menandatangani prasasti peresmian rumah susun mahasiswa Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum, sebuah bangunan rusunawa berlantai tiga lantai dibangun pemerintah melalui Kementerian PUPR.

Mengingat kita tengah berada di tahun politik, saya juga menitipkan pesan bahwa pemilihan umum -- memilih bupati, gubernur, bahkan presiden -- itu hanya setiap lima tahun sekali. Sementara Indonesia ini bangsa besar yang sudah mengarungi masa yang panjang dan tetap akan berdiri kokoh sampai bergenerasi-generasi.

Karena itulah, mari senantiasa menjaga persatuan, memelihara persaudaraan, menjalin ukhuwah kita.
Salamun Sal
Ali Idris
Dhony Arifil Huda
Rifai Abdy
Syafi'il Anam
Hasan Kaloscy
Eksis Lazkar Ukhuwah


























🇲🇨️

02/11/2018
▬KH Romly Tamim, Sang Penyusun Bacaan Istighotsah▬Kata "Istighotsah" (إستغاثة) adalah bentuk masdar dari Fi'il Madli Ist...
20/10/2018

▬KH Romly Tamim, Sang Penyusun Bacaan Istighotsah▬

Kata "Istighotsah" (إستغاثة) adalah bentuk masdar dari Fi'il Madli Istaghotsa (إستغاث) yang berarti mohon pertolongan. Secara terminologis, istigotsah berarti beberapa bacaan wirid (awrad) tertentu yang dilakukan untuk mohon pertolongan kepada Allah SWT atas beberapa masalah hidup yang dihadapi.

Istighotsah ini mulai banyak dikenal oleh masyarakat khususnya kaum Nahdliyyin baru pada tahun 1990 an. Di Jawa Timur, ulama yang ikut mempopulerkan istighotsah adalah Almarhum KH Imron Hamzah (Rais Syuriyah PWNU Jatim waktu itu). Namun di kalangan murid Thariqah, khususnya Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, Isighotsah ini sudah lama dikenal dan diamalkan.

Bacaan istighotsah yang banyak diamalkan oleh warga Nahdliyyin, bahkan sekarang meluas ke seluruh penjuru negeri sebenarnya disusun oleh KH Muhammad Romly Tamim, seorang Mursyid Thariqah Qadiriyah wan Naqsyabandiyah, dari Pondok Pesantren Rejoso, Peterongan, Jombang. Hal ini dibuktikan dengan kitab karangan beliau yang bernama Al-Istighatsah bi Hadrati Rabb al-Bariyyah" (tahun 1951) kemudian pada tahun 1961 diterjemah ke dalam bahasa Jawa oleh putranya KH Musta'in Romli.

KH. Muhammad Romly Tamim, adalah seorang Kiai yang sangat alim, sabar, sakhiy, wara', faqih, seorang sufi murni, seorang Mursyid Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, dan pengasuh Pondok Pesantren Darul 'Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang.
KH Muhammad Romly Tamim adalah salah satu putra dari empat putra Kiai Tamim Irsyad (seorang Kiai asal Bangkalan Madura).

KH. Muhammad Romly Tamim, disamping seorang mursyid, beliau juga kreatif dalam menulis kitab. Di antara kitab-kitab karangannya ialah: al-Istighotsah bi Hadrati Rabbil-Bariyyah, Tsamratul Fikriyah, Risalatul Waqi'ah, Risalatush Shalawat an-Nariyah. Beliau wafat di Rejoso Peterongan Jombang pada tanggal 16 Ramadlan 1377 H atau tanggal 6 April 1958 M.

Mari Kita Hadir bersama - sama menuju Gelora Delta Sidoarjo Pada Tanggal 28 Oktober 2018 jam 06.00 WIB bermunajat kepada Allah SWT demi keselamatan, persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia. 👍🙏
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Hari Santri Nasional 22 Oktober

Salamun Sal
Muh Nurkhozin
Ali Idris
Dhony Arifil Huda
Syafi'il Anam
A'iffatul Mufaridah
Elok Fatimah
Hasan Kaloscy
Nur Huda
Muhamad Kurnia
Muhamad Amirudin
Ludfi Gardener
Rif Abdy
Ahmad Zakky Rosyadi
Ahmad Zainur Rohim
Aly Fahmi Vionic
Mochammad Yusuf Hanik
Ahmad YamLiha
Ahmadi Shady
Aah Ahmad Syahid
Farid Ahmad
Samir Al Farizi
Nasrul Wek Wek
M Khusairi Khusairi
Niimas Azeeza
RadenMas Firdausallah
Muchtar Ubets
Achmad Buchori
Azies Syah
Wildanul Ikhsan
Saiful MU
Nrean Syah
Hilmy Achmad
Habib Arrohman
Muhammad Udin
Sulthon Ashari Honda
Hary Pentol
Agus Tirtana Putra
Ahmad Mundzir
Dzikrullah
Afrizal Setia Budi































Berpikirlah Jernih Supaya Tidak Seperti Buih yang dijadikan Jarahan ~ Gus Muwafiq
18/10/2018

Berpikirlah Jernih Supaya Tidak Seperti Buih yang dijadikan Jarahan ~ Gus Muwafiq




























Gus Muwafiq Terbaru Berfikirlah Jernih Supaya Tidak seperti Buih yang dijadikan Jarahan gus muwafiq gus muwafiq terbaru 2018 gus muwafiq terbaru gus muwafiq ...

Cak Nun: Semua Orang itu Berproses
17/10/2018

Cak Nun: Semua Orang itu Berproses



























Caknun Terbaru Semua Orang Itu Berproses Maiyah PADHANGMBULAN cak nun terbaru 2018 full cak nun terbaru juni 2018 cak nun terbaru cak nun terbaru september 2...

17/09/2018
17/08/2018
Selamat menikmati hari KEMENANGAN...admin Pondok Pesantren Darul 'Ulum Jombang​ Beserta Keluarga mengucapkan: تَقَبَّلَ ...
16/06/2018

Selamat menikmati hari KEMENANGAN...
admin Pondok Pesantren Darul 'Ulum Jombang​ Beserta Keluarga mengucapkan:

تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَمنٌِكُمٌ صِيَامَنَا وَصِيَامَكُمٌ اَللّهُمَّ اجٌعَلٌنَا مِنَ الٌعَاءِدِيٌنَ وَالٌفَاءِزِيٌنَ˚
Selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H mohon maaf lahir bathin.😊

HARI INI HAUL KE 62SYAIKH KH. M. ROMLY TAMIM(Penyusun Awrad Istighotsah) 16-09-1377 H. - 16-09-1439 H.KH. Muhammad Romly...
02/06/2018

HARI INI HAUL KE 62
SYAIKH KH. M. ROMLY TAMIM
(Penyusun Awrad Istighotsah)
16-09-1377 H. - 16-09-1439 H.

KH. Muhammad Romly bin Tamim bin Irsyad adalah Penyusun wirid Istigotsah yang banyak diamalkan oleh kaum Nahdliyyin. Beliau adalah seorang Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, dari Rejoso, Peterongan, Jombang (wafat tahun 1958).

KH. Muhammad Romly Tamim adalah salah satu putra dari empat putra Kiyai Tamim Irsyad (seorang Kiyai asal Bangkalan Madura). Keempat putra Kiyai Tamim itu ialah Muhammad Fadlil, Siti Fatimah, Muhammad Romly dan Muhammad Umar.

KH. Muhammad Romly Tamim lahir pada tahun 1888 M. di Bangkalan Madura. Sejak kecil, beliau diboyong oleh orang tuanya Kiai Tamim Irsyad ke Jombang. Di masa kecilnya, selain belajar ilmu dasar-dasar agama dan Al-Qur'an kepada ayahnya sendiri juga belajar kepada kakak iparnya yaitu KH. Kholil Juraimi (pembawa Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah di Rejoso).

Setelah masuk usia dewasa, beliau dikirim orang tuanya belajar ke KH. Kholil di Bangkalan, sebagaimana orang tuanya dahulu dan juga kakak iparnya belajar ke beliau. Kemudian setelah dirasa cukup belajar ke Kiyai Kholil Bangkalan, beliau mendapat tugas untuk membantu KH. Hasyim Asy'ari mengajarkan ilmu agama di Pesantren Tebuireng, sehingga akhirnya beliau diambil sebagai menantu oleh Kiyai Hasyim yaitu dinikahkan dengan putrinya yang bernama Izzah binti Hasyim pada tahun 1923 M. Namun pernikahan ini tidak berlangsung lama karena terjadi perceraian.

Setelah perceraian tersebut, Mbah Yai Romly, begitu biasa dipanggil, pulang ke rumah orang tuanya, Kiyai Tamim di Rejoso Peterongan. Tak lama kemudian beliau menikahi seorang gadis dari desa Besuk, Mojosongo, Kecamatan Diwek. Gadis yang dinikahi tersebut bernama Maisaroh. Dari pernikahannya dengan Nyai Maisaroh ini, lahir dua orang putra yaitu Ishomuddin Romly (wafat tertembak oleh tentara Belanda, saat masih muda), dan Musta'in Romly. Putra kedua Kiyai Romly yang tersebut terakhir ini kemudian menjadi seorang Kiyai besar yang berwawasan luas. Hal ini terbukti saat beliau menjadi pengasuh di Pondok Pesantren Darul'Ulum Rejoso, beliau mendirikan sekolah-sekolah umum di dalam pesantren disamping madrasah-madrasah diniyah yang sudah ada. Sekolah-sekolah umum itu di antaranya SMP, SMA, PGA, SPG, SMEA, bahkan juga memasukkan sekolah negeri di dalam pesantren yaitu MTs Negeri dan MA Negeri. Sekolah-sekolah tersebut masih berjalan hingga sekarang. Di samping menjadi Ketua Umum Jam'iyyah Ahli Thariqoh Mu'tabaroh dan Mursyid Thariqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah pada saat itu, Dr. KH. Musta'in Romly yang kemudian menjadi menantu KH. Abdul Wahab Hasbulloh Tambakberas ini juga merupakan satu-satunya kiyai pertama di Indonesia yang mendirikan sebuah Universitas Islam yang cukup ternama pada saat itu (tahun 1965), yaitu Universitas Darul'Ulum Jombang.

Kemudian setelah Nyai Maisaroh wafat, Mbah Yai Romly menikah lagi dengan seorang gadis putri KH. Luqman dari Swaru Mojowarno. Gadis itu bernama Khodijah. Dari pernikahannya dengan istri ketiga ini lahir putra-putra beliau yaitu: KH. Ahmad Rifa'iy Romli (wafat tahun 1994), beliau adalah menantu KH. Mahrus Ali Lirboyo, KH. A. Shonhaji Romli (wafat tahun 1992), beliau adalah menantu KH. Ahmad Zaini Sampang, KH. Muhammad Damanhuri Romly (wafat tahun 2001), beliau adalah menantu KH. Zainul Hasan Genggong, KH. Ahmad Dimyati Romly (wafat tahun 2015) beliau menantu KH. Marzuki Langitan), dan KH. A. Tamim Romly, SH, M.Si. (menantu KH. Shohib Bisri Denanyar).

Silsilah Nasab Penyusun Istighatsah
Nasab darah penyusun Istighatsah yakni Kiai Romly Tamim ini menurut sumber yang cukup terpercaya ternyata adalah keturunan salah seorang dari Wali Songo yaitu Sayyid Abdul Qodir Syarif Hidayatulloh Sunan Gunungjati Cirebon. Urutannya adalah sebagai berikut:
KH. Muhammad Romly bin Tamim bin Irsyad bin Ahmad, bin Nyi Rohimah binti Sayyid Abdul Mannan, Bujuk Kesambih, Batuampar Madura, bin Nyi Azimah, binti Nyi Dewi Shufiyah (isteri Sayyid Abdurrohman bin Husain Assegaff al-Maghroby) binti Nyi Dewi Haisah, putri Sunan Malaka, isteri Sayyid Abdul Qodir Syarif Hidayatulloh Sunan Gunungjati, Cirebon.
Dari Sayyid Abdul Qodir Syarif Hidayatulloh Sunan Gunungjati, Cirebon jika ditarik nasabnya ke atas beliau adalah putra Sayyid Abdulloh bin Sayyid Nurul Alam, bin Sayyid Jamaluddin, bin Sayyid Ahmad Tajuddin, bin Sayyid Abdulloh, bin Sayyid Abdul Malik Khan, bin Sayyid Alwi, bin Sayyid Muhammad Shohibul Mirbath, bin Sayyid Ali Khola’ Qasam, bin Sayyid Alwi, bin Sayyid Muhammad, bin Sayyid Alwi, bin Sayyid Ubaidillah, bin Sayyid Ahmad Muhajir ilallah, bin Sayyid Isa Arrumi al-Bashry, bin Sayyid Muhammad an-Naqib, bin Sayyid Ali Al-Uraidly, bin Sayyid Ja’far Shodiq, bin Sayyid Muhammad al-Baqir, bin Sayyid Ali Zainal Abidin, bin Sayyidinas Syahid al-Husain, bin Sayyidina Ali bin Abi Thalib, atau bin Fahimatuz Zahra’il Bathul bintu Sayyidil Anbiya’ wal Mursalin Sayyiduna Muhammad Rasulullah SAW.

KH. Muhammad Romly Tamim, adalah seorang kiyai yang sangat alim, shabar, pemurah, wara', faqih, seorang sufi murni, seorang Mursyid Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah, dan pengasuh Pondok Pesantren Darul'Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang.
Di antara murid-murid beliau yang terkenal di antaranya ialah al-Mursyid KH. Muhammad Abbas (Buntet Cirebon), al-Mursyid KH. Muhammad Utsman al-Ishaqi (Sawahpuluh Surabaya), al-Mursyid KH. Ahmad Shonhaji (Kebumen), al-Mursyid KH. Muhammad Shiddiq (Kudus), al-Mursyid KH. Muslich (Meranggen Jawa Tengah), al-Mursyid KH. Adlan Ali (Cukir Jombang), juga putranya sendiri al-Mursyid DR. KH. Musta’in Romly (Peterongan Jombang), KH. Shobiburrohman (Jepara Jateng), KH. Mas'ud atau yg dikenal dengan sebutan Gus Ud, KH. Imron Hamzah, KH. Sholeh Qosim (Sidoarjo), KH. Abdul Karim Thoyib, KH. Djasim Nur, KH. Ma'shum Almubarok (Pasuruan) dan lain sebagainya.

Silsilah Kemursyidan.

Sebagaimana disebutkan di atas, bahwa Kiai Muhammad Romly Tamim adalah seorang Mursyid (Guru) Thoriqoh Mu’tabaroh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Berikut ini adalah silsilah guru kemursyidan beliau.
Syaikh Kiai Muhammad Romli Tamim menerima ijazah mursyid dari Syaikh KH. Muhammad Kholil, Rejoso, beliau menerima dari Syaikh Hasbulloh bin Muhammad Madura, beliau dari Syaikh Abdul Karim Banten, beliau dari Syaikh Ahmad Khotib bin Abdul Ghoffar al-Makky, beliau dari Syaikh Syamsuddin, beliau dari Umdatul Ulama wa Qudwatul Awliya’ Syaikh Murod, beliau dari Syaikh Abdul Fattah, beliau dari Syaikh Kamaluddin, beliau dari Syaikh Utsman, beliau dari Syaikh Abdur Rohim, beliau dari Syaikh Abu Bakr, beliau dari Syaikh Yahya, beliau dari Syaikh Husamuddin, beliau dari ayahnya Syaikh Waliyyuddin, beliau dari ayahnya Syaikh Nuruddin, beliau dari ayahnya Syaikh Zainuddin, beliau dari ayahnya Syaikh Syarofuddin, beliau dari ayahnya Syaikh Syamsuddin, beliau dari ayahnya Syaikh Muhammad al-Hattak, beliau dari ayahnya Syaikh Abdul Aziz, beliau dari ayahnya Sulthonul Awliya’ Syaikh Abdul Qodir al-Jaylani, beliau dari gurunya Syaikh Abu Sa’id al-Mubarok al-Mahzumi, beliau dari gurunya Syaikh Abul Hasan Ali al-Hakkary, beliau dari Syaikh Abul F***j at-Turtusi, beliau dari Syaikh Abdul Wahid at-Tamimy, beliau dari Abu Bakr as-Syibly, beliau dari gurunya Syaikh Abul Qosim al-Junaidy al-Baghdady, beliau dari pamannya Syaikh Sarry as-Saqathy, beliau dari Syaikh Ma’ruf al-Kurkhy, beliau dari Syaikh Sayyid Abul Hasan Ali bin Musa ar-Ridlo, beliau dari ayahnya Syaikh Sayyid Musa al-Kadzim, beliau dari ayahnya Syaikh Sayyid Imam Ja’far Shodiq, beliau dari ayahnya Syaikh Sayyid Imam Muhammad al-Baqir, beliau dari ayahnya Syaikh Sayyid Ali Zainal Abidin, beliau dari ayahnya Syaikh Sayyidina Husain, beliau dari ayahnya Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA, beliau dari Sayyidul Anbiya’ wal Mursalin Sayyidina Muhammad Rasulillah Shallallahu ’alaihi wa Sallama.

KH. Muhammad Romly Tamim, disamping seorang mursyid, beliau juga kreatif dalam menulis kitab. Di antara kitab-kitab karangannya ialah: al-Istighotsah bi Hadrati Rabbil-Bariyyah, Tsamratul Fikriyah, Risalatul Waqi'ah, Risalatush Shalawat an-Nariyah. Beliau wafat di Rejoso Peterongan Jombang pada tanggal 16 Ramadlan 1377 H. atau tanggal 6 April 1958 M.

رَحِمَهُ اللّٰهُ تَعَالَى وَنَفَعَنَا بِهِ وَأَمَدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِي الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، آمينَ يا رَبَّ الْعَالَمِينَ...
(by KH. Ishomuddin Ma'shum, Penulis Buku Sejarah Isthgosah).
Kitab Kuning Aswaja
Islam Nusantara Aswaja
Islam Agamaku Channel

09/03/2018

Gus Muwafiq Kehebatan Ulama Masyarakat Indonesia dan NKRI KH Ahmad MuwafiQ Terbaru 2018

NKRI Negara hebat, jadilah orang Islam Indonesia yg baik, Ideologi Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, NKRI Hrga Mati.



Gus Muwafiq Video KH Ahmad Muwafiq

Sumber:
https://youtu.be/s4wWiYoZqH0
https://www.youtube.com/c/IslamAgamakuC…
Islam Agamaku Channel

Maulana Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya dilahirkan di Pekalongan pada hari Senin, pagi tanggal 27 Rajab 1367 H. B...
14/01/2018

Maulana Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya dilahirkan di Pekalongan pada hari Senin, pagi tanggal 27 Rajab 1367 H. Bertepatan tanggal 10 November 1947 M Dengan ibu bernama syarifah sayidah al Karimah as Syarifah Nur

Pendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayah al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Selanjutnya beliau belajar di Madrasah Salafiah. Guru-guru beliau di Madrasah itu di antaranya:
• Al Alim al ‘Alamah Sayid Ahmad bin ‘Ali bin Al Alamah al Qutb As Sayid ‘Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Athas
• Sayid al Habib al ‘Alim Husain bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar bin Sayid Thaha bin Yahya (paman beliau sendiri)
• Sayid al ‘Alim Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alawi bin Abdullah bin Muhammad al ‘Athas Bâ ‘Alawi
• Sayid ‘Al Alim Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘Athas Bâ ‘Alawi.
Beliau belajar di madrasah tersebut selama tiga tahun.

Perjalanan Ilmiah

Selanjutnya pada tahun 1959 M, beliau melanjutkan studinya ke pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Kemudian Indramayu, Purwokerto dan Tegal. Setelah itu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan dinegara lainnya. Beliau menerima ilmu syari’ah, thariqah dan tasawuf dari para ulama-ulama besar, wali-wali Allah yang utama, guru-guru yang penguasaan ilmunya tidak diragukan lagi.

Dari Guru-guru tersebut beliau mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘Am (umum) dalam Da’wah dan nasyru syari’ah (menyebarkan syari’ah), thariqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab-kitab tauhid, tashwuf, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad-sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan beliau juga mendapat ijazah untuk membai’at.

Beliau merupakan dai yang Da’wah ilallah ke berbagai daerah di Nusantara diantara kegiatan rutin belia ialah Pengajian Thariqah tiap jum’at Kliwon pagi (Jami'ul Usul thariq al Aulia)yang dihadiri ribuan santri dari seluruh Indonesia, bertempat di kediaman beliau kanzus Sholawat Pekalongan.
Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah ini memiliki banyak sanad Thoriqoh, beliau juga mendirikan MATAN atau
Mahasiswa Ahlith Thoriqoh An Nahdliyah

Address

Jalan Rejoso 45
Jombang
61481

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Darul 'Ulum Jombang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to Pondok Pesantren Darul 'Ulum Jombang:

Share