30/08/2025
Balas dendam adalah hak Allah, bukan manusia
• Roma 12:19 → “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah. Sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Aku akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.”
👉 Jadi, kalau kita membalas dendam, kita mengambil hak yang hanya milik Tuhan.
⸻
Yesus mengajarkan kasih, bukan balas dendam
• Matius 5:38–39 → “Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu…”
👉 Yesus mengajarkan untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
• Matius 5:44 → “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
⸻
Mengapa kita tidak boleh balas dendam?
• Karena balas dendam tidak menyembuhkan luka, malah menambah kebencian.
• Dengan mengampuni, kita membebaskan diri dari kepahitan.
• Tuhan yang adil akan mengurus semua ketidakadilan pada waktunya.
⸻
Apa yang boleh kita lakukan?
• Kalau disakiti, kita boleh mencari keadilan melalui cara benar (misalnya hukum, aturan, atau teguran yang bijaksana).
• Tapi hati kita jangan menyimpan dendam.
• Serahkan penghakiman pada Tuhan, dan pilih untuk mengampuni.
⸻
✅ Kesimpulan:
Sebagai orang percaya, kita tidak boleh balas dendam. Kita boleh mencari keadilan, tapi balas dendam pribadi bukan jalan Tuhan.
👉 Tugas kita adalah mengampuni, sedangkan Tuhan yang akan membalas dengan adil.
Selamat sabat Tuhan memberkati