Pesantren ''PEngangguran SANtai Tapi Keren''

Pesantren ''PEngangguran SANtai Tapi Keren'' Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Pesantren ''PEngangguran SANtai Tapi Keren'', Religious organisation, Jalan Irian Jaya No. 10, Cukir, Kabupaten Jombang, Jombang.

15/09/2018

SAYYIDINA UMAR PUN MENEGUR 'AZAN' YANG DIPAKSAKAN SEKENCANG-KENCANGNYA

Ya benar, Sayyidina Umar bin al Khatthab Ra, Khalifah kedua pasca wafatnya Rasulullah Saw yang sangat terkenal ketegasannya pun pernah menegur muazin semasanya: Abu Mahdzurah Samurah bin Mi'yar Ra, yang azan dengan memaksakan suara sekeras-kerasnya, seiring firman Allah Swt:

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْواتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (لقمان: ١٩)
"Dan biasalah dalam berjalanmu (tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat dan kurangilah volume suaramu (tidak memaksakan diri untuk terlalu keras, namun sesuai kebutuhannya). Sungguh suara yang paling diingkari (paling jelek) adalah suara keledai (yang terlalu keras)." (QS. Luqman: 19)

Penuh ketegasan Sayyidina Umar Ra menegur Sang Muazin:

لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ يَنْشَقَّ مُرَيْطَاؤُكَ!
"Aku khawatir perut bagian pusar hingga (tempat tumbuh) rambut kemaluanmu bedah!"

Lalu bagaimana dengan kita? Apakah juga sering mengencangkan suara 'toa' sekeras-kerasnya dalam berbagai aktifitas dan acara di atas kebutuhan sebenarnya? Wallahu a'lam.

_____
Sumber:
Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad al Qurthubi, al Jami' li Ahkam al Qur'an, [Kairo: Dar al Kutub al Mishriyyah, 1384 H/1964 M], tahqiq: Ahmad al Burduni dan Ibrahim Ashfisy, juz XIV, halaman 71.

Oleh : Ahmad Muntaha AM Mutakharijin 2010
📷 : Properti

Tak Berkhlak tapi Lucu, 8 Orang Ngaku Santri Demo KH Ma’ruf Amin----------------------Delapan orang mengaku-ngaku dari K...
14/08/2018

Tak Berkhlak tapi Lucu, 8 Orang Ngaku Santri Demo KH Ma’ruf Amin
----------------------
Delapan orang mengaku-ngaku dari Koalisi Santri Pemuda Indonesia (KSPI) menggeruduk Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mereka meminta KH Ma’ruf Amin untuk mundur dari kursi ketua MUI.

“Kami meminta KH Ma’ruf Amin mundur sebagai ketua MUI, MUI harus netral tidak boleh berpolitik praktis,” kata Ketua KSPI Ananda Imam saat berorasi di Kantor MUI, Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (13/8).

Dia mengkritik, langkah Kiai Ma’ruf Amin yang maju sebahai calon wakil presiden mencerminkan lembaga dakwah tersebut sebagai pihak yang bermain di pusaran politik praktis.

“MUI ini jangan dijadikan kendaraan politik. Jangan kotori MUI dengan politik,” tegas dia.

Ananda menilai MUI adalah lembaga yang semestinya bertugas mengayomi dan membina umat muslim Indonesia. Keberadaannya harus netral dan tidak memihak pada kelompok tertentu.

“MUI menjadi panutan umat muslim di Indonesia dalam menjalankan aktivitas (keagamaan). Maka harapan umat harus diperhatikan betul oleh MUI, tentu sangat tidak etis kalau MUI memilih jalur politik praktis demi tujuan tertentu,” Ananda memungkasi.

Pantauan di lokasi, massa tiba pukul 13.30 WIB. Beranggotakan delapan orang, barisan mengaku santri ini langsung membentangkan spanduk, bendera merah-putih, dan teriakan orasi.

Yang Lucu Ngaku koalisi santri kok cuma 8 biji, dan Ngaku santri kok Mendemo Kiai, Santri itu Harus Ta’dzim kepada Kiai walau berbeda pendapat sekalipun. Jangan-jangan ini santri abal-abal.

























Salamun Sal
Eksis Lazkar Ukhuwah
Ibnu Hibban Ulumuddin
A'iffatul Mufaridah
Ali Idris
Hasan Kaloscy
Tado
Gadjahmada Tjahja Boemi
Elang Dhika
Kikin Sabarudin
Teras Santri
Anna Al Tohfu Nissa
Abdul Kholiq
Zakki Ainun Mubarak
Muhamad Kurnia
Mu'arif Umam
Muhamad Nggopar T
Abd Rozaq Husnan
Safaat
Dzihria L Lillahita'ala Ar-fatah
Lulus Rizquna Suprapto
Alya Wahid
Arif Puntadewa
Zukhrufah Farodisah

Nama-Nama Pondok Pesantren Tertua di Indonesia dan Pendirinya. Berikut ini adalah daftar nama pesantren tertua di Indone...
08/08/2018

Nama-Nama Pondok Pesantren Tertua di Indonesia dan Pendirinya.

Berikut ini adalah daftar nama pesantren tertua di Indonesia dan juga pendirinya dan tahun berdiri. Hingga saat ini, pesantren tertua ini masih ada dan terus melakukan inovasi dan perkembangan sesuai zaman.

Ada yang masih mempertahankan sistem kajian kitab kuning dengan metode lama, modern dan ada juga yang mengkolaborasikan sistem salaf dan khalaf (modern)

1. Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen, Jawa Tengah. Didirikan oleh Syekh As Sayid Abdul Kahfi Al Hasani (ulama besar dari Hadramaut, Yaman) pada 4 Januari 1475 M/879 H. Ini pesantren tertua se-Asia Tenggara.

2. Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat. Didirikan oleh Mbah Muqoyyim pada tahun 1715 M.

3. Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur. Didirikan oleh Sayyid Sulaiman bin Sayyid Abdur Rahman Basyaiban pada tahun 1718 M.

4. Pesantren Al Mujahid (Sekarang berganti nama Al Alawiyyin), Cianjur, Jawa Barat. Didirikan pada tahun 1760 M.

5. Pondok Pesantren Jamsaren, Surakarta, Jawa Tengah. Didirikan oleh Kiai Jamsari pada tahun 1768 M.

6. Pondok Pesantren PPMH, Gading, Malang, Jawa Timur. Didirikan oleh KH. Hasan Munadi pada tahun 1768 M.

7. Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan Madura. Didirikan oleh Kiai Itsbat pada tahun 1787 M.

8. Ponpes Hidayatut Thullab (Pondok Tengah), Kamulan, Durenan, Trenggalek, Jawa Timur. Didirikan pada 1790 M.

9. Pondok Pesantren Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Didirikan pada tahun 1818 M.

10. Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Palengaan, Pamekasan, Jawa Timur. Asuhan KH. Muhammad Muddatstsir Badruddin (Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur). Didirikan oleh KH. Nasruddin bin Itsbat pada tahun 1827 M.

11. Pondok Pesantren Al-Iman, Purworejo Jawa Tengah. Didirikan pada tahun 1828 M.

12. Pondok Pesantren Tremas Paciatan Jawa Tengah. Didirikan oleh KH. Abdul Mannan pada tahun 1830 M.

13. Pondok Pesantren Langitan Tuban Jawa Timur. Didirikan oleh KH. Muhammad Nur pada tahun 1852 M.

14. Pondok Pesantren Syaichona Cholil Bangkalan Madura. Didirikan oleh Syaichona Muhammad Kholil pada tahun 1861 M.

15. Pondok Pesantren Girikusumo, Banyumeneng, Demak. Didirikan oleh Syeikh Muhammad Hadi (Mbah Giri Kusumo) bin Thohir bin Shodiq Jago (Demak) pada tahun 1868 M/1228 H.

Jika Anda para pembaca Dutaislam.com ingin menambahkan daftar nama pesantren tertua di Indonesia, silakan komentar di bawah postingan ini. Insyaallah kami tambahkan. Masih ada yang perlu didokumentasikan per kategori, misal kyai tertua di Indonesia, pesantren pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara.

Pondok Pesantren tertua di Banten juga belum kami dapatkan daftarnya, begitu p**a pesantren tertua di Sumatra. Data itu akan sangat berguna untuk pemberdayaan pesantren seluruh Indonesia.💕

FITNAH NU HANYA SEUMUR JAGUNGGus Miek ke Gus Dur: Jenengan Itu Paku Bumi NU. Sepeninggal Sampean, NU Kena FitnahTernyata...
07/08/2018

FITNAH NU HANYA SEUMUR JAGUNG

Gus Miek ke Gus Dur: Jenengan Itu Paku Bumi NU. Sepeninggal Sampean, NU Kena Fitnah

Ternyata benar dawuh Gus Miek yang mengatakan jika Gus Dur itu adalah paku buminya NU. Buktinya, sewaktu Gus Dur masih hidup, tidak ada yang berani menganggu NU dan memfitnah NU.

Bila Gus Dur menunjuk batang hidung seseorang dengan sebutan "pengacau", maka orang itu tidak akan berani melanjutkan aksi ngacaunya. Di masa beliau, NU berhasil menempatkan dakwah Islam yang murni
rahmatan lil'alamin tanpa tindakan destruktif, apalagi anarkhis.

Pada tahun 1992, kala masih memimpin NU, Gus Dur melakukan show of power NU menghadapi tekanan rezim Orde Baru ketika itu. Gus Dur mengadakan Rapat Akbar Nasional NU di Parkiran sebelah Timur Senayan. Rapat akbar NU itu diperkirakan dihadiri ratusan ribu bahkan jutaan warga nahdliyyin dari seluruh tanah air.

Barisan ulama yang hadir antara lain KH. Kholil Bisri, KH. Ilyas Ruhiyat, KH. Muslim Rifa'I Imam Puro, KH. Abdullah Faqih, KH. Abdullah Abbas dan lain-lain. Bahkan dari pesantren Buntet konon ikut mengirim ribuan jin ke acara itu. Makanya di tengah-tengah lapangan terlihat ada arena yang sengaja dikosongkan. Di situlah konon jama'ah jin dari Buntet berkumpul.

Itulah unjuk kekuatan NU terbesar sepanjang massa. Tidak ada satupun organisasi massa yang sanggup menghimpun jama'ah begitu banyak dalam satu acara selain NU.
Gus Miek pernah berkata kepada Gus Dur saat berada di beranda langgar area makam auliya Tambak, "Gus, sampean itu paku buminya NU. Kelak sepeninggal sampean, NU bakal kena fitnah," kata Gus Miek.

"Kenapa bisa begitu Gus, apakah sudah tidak ada lagi para masyayikh yang menjaga NU?" tanya Gus Dur.

"Bukan karena itu, tapi itu disebabkan dunia sudah ada di atas kepala warga NU dan banyak orang bodoh yang mencabik NU," jawab Gus Miek.

Kemudian kedua tokoh besar NU berdoa dengan khusyu' sambil sesekali sesenggukkan menahan tangis. Selesai berdo'a, wajah Gus Miek sumringah sambil mengatakan: "fitnah itu hanya seumur jagung". Mendengar itu Gus Dur tertawa lepas. ❤️Semoga Allah merahmati keduanya.






























Elang Dhika
Salamun Sal
Hasan Kaloscy
Ali Idris
Pamulung Ilmu
Satrio Piningit
Maz Upiq
Muhamad Kurnia
Azkiya Natasya Aisyah
Eksis Lazkar Ukhuwah

Habib Syech (Mustasyar PBNU) dengan jutaan Jamaahnya di seluruh Indonesia bahkan luar negeri juga tidak masuk di dalamny...
10/06/2018

Habib Syech (Mustasyar PBNU) dengan jutaan Jamaahnya di seluruh Indonesia bahkan luar negeri juga tidak masuk di dalamnya, tapi Syechermania tidak ada yang ngamuk-ngamuk.

Mbah Maimun Zubair, ulama sepuh NU yg santrinya tersebar dimana-mana juga tidak ada dalam daftar 200 orang, tapi santri-santrinya ga ada yg nuding aneh-aneh ke-Kemenag maupun Pemerintah.

Gus Sholah, Cucu pendiri NU sekaligus pengasuh Ponpes Tebuireng tidak ada dalam 200 nama tersebut. Padahal beliau kakak ipar Menteri Agama. Tapi alumni tebuireng tidak memaki-maki kepada siapapun karena Kiainya tidak dimas**an oleh Kemenag.

Belum lagi Kiai-Kiai NU yg berbasis di daerah, pengasuh Pondok-pondok Besar seperti Lirboyo, Ploso, Sidogiri, Nurul Jadid dll yang juga tidak masuk di dalamnya.

Ada ustad yang di idolakan ga masuk daftar 200 mubaligh kemenag, ummatnya langsung ngamuk-ngamuk, mencaci menag, menuduh yang aneh-aneh, bahkan orang tua menteri Agama yang tak lain ulama besar juga tak luput dari ujaran kebencian. Ujung-ujungnya muncul juga hastag .

Itulah bedanya Ulama NU dengan yg lain. NU itu tidak s**a membesar-besarkan masalah kecil. Tapi bagi NU, masalah besar akan jadi kecil. Karena menyelesaikannya menggunakan hati bukan emosi.

Salsabila Assyfa Zaskia
Azkiya Natasya Aisyah
Quew Avhie
Pamulung Ilmu
Ali Idris
Afriany Tri Rahayu
Satrio Piningit
Eko Rege
Salamun Sal
Ade Yahya
Kang Santri Banten
M S Kosasih
Risma Mahandika
Alegro
Kawulo Alit Alit
Tado
Gareng Wong Kroya

Ceret moderen aliranya bertambah , jangan sampai kehilangan wadah agar tidak tumpah, yang wajar wajar saja sesuai kaidah...
28/05/2018

Ceret moderen aliranya bertambah , jangan sampai kehilangan wadah agar tidak tumpah, yang wajar wajar saja sesuai kaidah agar tidak kebingungan, isinya sama jalan alirannya berbeda kenikmatanya hanya bisa dirasakan bagi mereka yang membutuhkan dan kehausan , aliran mana yang kau s**a yang ditengah apa yang pinggir saja .... selamat menikmati hidangan kasih sayangnya.

Orang Islam, mukallaf, meninggal dunia dan dia belum menikah, maka ia masuk surga dengan tanpa...😄🤣😆Salsabila Assyfa Zas...
19/05/2018

Orang Islam, mukallaf, meninggal dunia dan dia belum menikah, maka ia masuk surga dengan tanpa...😄🤣😆
Salsabila Assyfa Zaskia
Azkiya Natasya Aisyah
Ali Idris
Quew Avhie
Afriany Tri Rahayu

Dua Kyai muda NU dari Tegalrejo dan Lirboyo. KH. Yusuf Chudlori Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang dan KH....
15/05/2018

Dua Kyai muda NU dari Tegalrejo dan Lirboyo. KH. Yusuf Chudlori Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang dan KH. Reza Ahmad Zahid Pengasuh Pondok Pesantren Al Mahrusiyah Lirboyo. Keduanya sangat terkenal sebagai kiai muda yang dekat dengan berbagai kalangan.

Hal ini dikarenakan selain mengasuh pesantren, kedua tokoh ini fokus memberikan hikmah-hikmah keagamaan kepada masyarakat di berbagai majlis ta’lim, juga masih mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk perjuangan sosial-kebudayaan dan kemasyarakatan. Kedua tokoh ini juga alumnus Lirboyo Kediri.

Konon menurut cerita para alumni senior, kakek Gus Reza (KH. Mahrus Aly) dan ayahanda Gus Yusuf (KH. Chudlori) berteman akrab (mukholid) ketika tabbarukan dihadapan Simbah Kyai Dalhar watucongol magelang. اِنَّ فِى يَدِ الشُّبَانِ أَمْرُ اْلاُمَّـةِ * وَفِـىْ أَقْـدَامِهِـمْ حَيَاتُهَـا Di tangan para pemuda tergenggamlah urusan umat, dan pada kaki merekalah akan berdiri kehidupan umat.





































Serambi Lirboyo
Gus Muwafiq Video KH Ahmad Muwafiq
Islam Nusantara Aswaja
Islam Agamaku Channel
Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur
Pondok Pesantren Darul 'Ulum Jombang
Kitab Kuning Aswaja
Prajurit Aswaja Penumpas Wahabi
Indonesia Tanah Airku
Blogger Muslim Bersatu
PT. Pecinta Rasulullah SAW
PT. Cinta Sejati di Jalan Allah
Majlis Ta'lim Wal Maulid
Ittiba' Rasulullah SAW
Keadilan dan Kebenaran
Komandan Banser
Segala Motivasi

14/01/2018

Maulana Habib Muhammad Lutfi bin Ali bin Yahya dilahirkan di Pekalongan pada hari Senin, pagi tanggal 27 Rajab 1367 H. Bertepatan tanggal 10 November 1947 M Dengan ibu bernama syarifah sayidah al Karimah as Syarifah Nur

Pendidikan pertama Maulana Habib Luthfi diterima dari ayah al Habib al Hafidz ‘Ali al Ghalib. Selanjutnya beliau belajar di Madrasah Salafiah. Guru-guru beliau di Madrasah itu di antaranya:
• Al Alim al ‘Alamah Sayid Ahmad bin ‘Ali bin Al Alamah al Qutb As Sayid ‘Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Athas
• Sayid al Habib al ‘Alim Husain bin Sayid Hasyim bin Sayid Umar bin Sayid Thaha bin Yahya (paman beliau sendiri)
• Sayid al ‘Alim Abu Bakar bin Abdullah bin ‘Alawi bin Abdullah bin Muhammad al ‘Athas Bâ ‘Alawi
• Sayid ‘Al Alim Muhammad bin Husain bin Ahmad bin Abdullah bin Thalib al ‘Athas Bâ ‘Alawi.
Beliau belajar di madrasah tersebut selama tiga tahun.

Perjalanan Ilmiah

Selanjutnya pada tahun 1959 M, beliau melanjutkan studinya ke pondok pesantren Benda Kerep, Cirebon. Kemudian Indramayu, Purwokerto dan Tegal. Setelah itu melanjutkan ke Mekah, Madinah dan dinegara lainnya. Beliau menerima ilmu syari’ah, thariqah dan tasawuf dari para ulama-ulama besar, wali-wali Allah yang utama, guru-guru yang penguasaan ilmunya tidak diragukan lagi.

Dari Guru-guru tersebut beliau mendapat ijazah Khas (khusus), dan juga ‘Am (umum) dalam Da’wah dan nasyru syari’ah (menyebarkan syari’ah), thariqah, tashawuf, kitab-kitab hadits, tafsir, sanad, riwayat, dirayat, nahwu, kitab-kitab tauhid, tashwuf, bacaan-bacaan aurad, hizib-hizib, kitab-kitab shalawat, kitab thariqah, sanad-sanadnya, nasab, kitab-kitab kedokteran. Dan beliau juga mendapat ijazah untuk membai’at.

Beliau merupakan dai yang Da’wah ilallah ke berbagai daerah di Nusantara diantara kegiatan rutin belia ialah Pengajian Thariqah tiap jum’at Kliwon pagi (Jami'ul Usul thariq al Aulia)yang dihadiri ribuan santri dari seluruh Indonesia, bertempat di kediaman beliau kanzus Sholawat Pekalongan.
Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an Nahdiyah ini memiliki banyak sanad Thoriqoh, beliau juga mendirikan MATAN atau
Mahasiswa Ahlith Thoriqoh An Nahdliyah

Address

Jalan Irian Jaya No. 10, Cukir, Kabupaten Jombang
Jombang
61471

Telephone

(0321) 863136

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesantren ''PEngangguran SANtai Tapi Keren'' posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share