12/04/2017
Pertolongan Tuhan
Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bers**aria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bers**acita karena pertolongan-Mu.
I Samuel 2:1
Kisah Hana dengan madunya Penina sangat menarik hati. Di dalam kisah ini, Allah menggambarkan diri-Nya siapakah Dia bagi orang percaya dan yang berharap kepada-Nya. Hana pada mulanya mandul, tidak punya anak, sementara madunya Penina punya anak. Hal itu membuat Penina tinggi hati dan merendahkan Hana di hadapan orang banyak, bahkan di hadapan Tuhan. Hal itu ditampakkannya pada waktu mereka beribadah di hadapan Allah di Silo.
Di akhir pergumulan Hana di hadapan Allah, Hana dianugerahkan seorang putra, bahkan anak itu kelak menjadi pemimpin dan hakim di Israel, mewakili Allah memerintah atas bangsa itu. Akhirnya kita tahu, Hana ditinggikan, sementara Penina dituturkan hanya demi menuturkan kisah Hana di hadapan Allah. Penina hadir dalam rangka Hana. Penina hanyalah pelengkap dari kisah itu, sementara Hana menjadi tokoh utama. Pada hal Penina merasa ia yang paling utama, karena kepadanya dikaruniakan anak.
Hana memenangkan pergumulannya di hadapan Allah. Sebagai tanda kemenangannya, Hana mempersembahkan doa pujian kepada Allah, sebagaimana diungkapkan dalam nas kita. Ini pelajaran berharga bagi kita. Seorang yang bergumul di hadapan Allah, pada akhirnya mereka itu akan bers**acita, sama seperti Hana. Allah adalah Dia yang meninggikan orang yang terpinggirkan di dalam hidup ini. Penina telah meminggirkan Hana, oleh karena ia tidak punya anak. Bukan hanya Penina, tetapi tradisi bangsa itu pun meminggirkan Hana di tengah masyarakat. Hana tanpa daya dan tidak ada satu pun yang dapat dibanggakan.
Tatkala Allah bertindak, maka posisi pun dijungkirbalikkan. Sekarang Hana punya tanduk – kekuatan – ditinggikan. Samuel anak Hana akan melayani Tuhan seumur hidupnya, bahkan ia akan memerintah seluruh Israel. Tidak ada kesempatan seperti itu diberikan kepada Penina. Jika pada mulanya Penina senantiasa mencemohkan Hana karena tidak punya anak, sekarang Hana yang dapat mencemohkan Penina, karena ia tidak ada apa apanya di dalam rencana Allah. Ia hanya pelengkap penderita di dalam kisah Hana. Semuanya itu karena Allah yang menolong Hana di dalam pergumulannya.
Hal yang sama pun dapat terjadi di dalam diri kita. Yesus membuktikan kepada kita, bahwa Allah berpihak kepada orang yang dipinggirkan. Yesus berkata: berbahagialah mereka yang miskin, berbahagialah mereka yang lapar, yang haus dan lain sebagainya. Yesus bahkan makan besama dengan para pelacur, pemungut cukai dan orang berdosa lainnya. Para ahli Taurat dan orang Farisi tidak akan pernah melak*kan hal itu. Dengan tindakannya itu, orang banyak yang merasa dirinya orang berdosa, diangkat tinggi tinggi menjadi orang yang dapat duduk bersama dengan Allah Yang Mahatinggi.
Bagi kita sekarang ini, perwujudan makan bersama dengan Allah Yang Mahatinggi terlihat dalam perjamuan kudus yang akan kita nikmati di dalam Jumat Agung yang sebentar lagi akan kita nikmati bersama. Hadirlah di dalam undangan dari surga untuk makan bersama dengan Allah dan ditinggikan duduk bersama dengan Dia di dalam perjamuan kudus itu. Selamat menikmatinya.