HKBP Nusa Dua Bali - Persiapan

HKBP Nusa Dua Bali - Persiapan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from HKBP Nusa Dua Bali - Persiapan, Church of God, Jalan uluwatu II no 17, Jimbaran.

26/12/2017

Shalom,
Bagi yang mau foto-foto di acara Natal Gabungan Nusa Dua (Persiapan) pada tanggal 23 Desember 2017 kemarin bisa download di alamat situs google drive yang telah disediakan ya :

alamat situs google drivenya :

Shalom,Selamat malam,...Natal telah tiba, datang dan hadirilah perayaan natal gabungan HKBP Nusa Dua (Persiapan), pada :...
21/12/2017

Shalom,
Selamat malam,...
Natal telah tiba, datang dan hadirilah perayaan natal gabungan HKBP Nusa Dua (Persiapan), pada :
Hari : Sabtu
Tanggal : 23 Desember 2017
Pukul : 17.00 WITA
Tempat : Widya Padma Politeknik Negeri Bali

ditunggu kedatangannya, jangan sampai ketinggalan ya.
😊
Tuhan memberkati.

13/11/2017
Halllooo kawan-kawan... Were back, wuhuuuu... Gimana nih kabarnya? Pastinya sehat d**g ya...Well, kami segenap kru yg be...
28/07/2017

Halllooo kawan-kawan...
Were back, wuhuuuu...
Gimana nih kabarnya? Pastinya sehat d**g ya...

Well, kami segenap kru yg bertugas dalam penerimaan mahasiswa baru NHKBP Denpasar - Nusa Dua (Persiapan) kembali mengundang teman-teman semua dalam acara Ibadah Padang bersama Naposo

Apaan tuh? Itu tuh acara seru seruan bareng dan juga acara untuk membangun kebersamaan antara kamu dan aku, eh? Haha antara kita semua d**g anak-anak Tuhan 😉

Ibadah Padang ini akan dilaksanakan pada :
Hari : Sabtu, 05 Agustus 2017
Pukul : 09.00 wita
Lokasi : ITDC Nusa Dua

Pendaftaran sudah dapat dimulai saat ini dengan menghubungi CP. Jangan lupa daftarkan dirimu ya, ada banyak kegiatan seru nantinya.
CP :
Desy marisa
Id line: desdesmar
Trisya
Id line: trisyamaretha
Atau boleh juga menghubungi kita melalui facebook.

See you there guys... Gbu 😊

Shalom.Kami dari panitia penyambutan mahasiswa baru mengucapkan selamat kepada teman-teman yang sudah lulus perguruan ti...
12/07/2017

Shalom.
Kami dari panitia penyambutan mahasiswa baru mengucapkan selamat kepada teman-teman yang sudah lulus perguruan tinggi di Bali. Jika teman-teman sekalian butuh informasi mengenai seputaran kampus, daftar ulang, kos-kosan, penjemputan dari bandara, dan lain sebagainya, teman-teman bisa hubungi kami ya.
Cp :
1. Desy Marisa
082299605139
Id line: desdesmar
2. Lambok Hutabarat
082370830931
Id line: Lambok24

Atau bisa juga menghubungi lewat akun facebook kami di "Panitia Penyambutan Maba".
Terimakasih. Gbu 👍😊

02/06/2017

Doa

Kiranya Tuhan tetap menujukan hatimu kepada kasih Allah dan kepada ketabahan Kristus.
II Tesalonika 3:5

Dalam surat-suratnya kepada Jemaat yang dilayaninya, Paulus sering menaikkan doa bagi Jemaat tersebut. Hal itu sangat jelas terlihat dari surat-suratnya. Hal itu juga terlihat dengan sangat jelas dalam nas kita. Paulus mendoakan Jemaat itu agar Jemaat itu dipimpin lebih dalam mengasihi Allah (ini sisi obyektif dari doa tersebut). Di sisi lain, Paulus juga berdoa agar Jemaat itu semakin memahami betapa dalamnya Allah mengasihi mereka (ini sisi subyektif dari doa tersebut). Di dalam doa itu juga terdapat ide agar Jemaat tersebut mengalami kasih Allah terhadap mereka dan sebagaimana Allah mengasihi mereka.

Dari doa-doa Paulus tersebut kita dapat mengerti bahwa kekristenan bukanlah sebuah agama yang menunjuk sebuah norma tentang moralitas. Kekristenan adalah berbicara tentang relasi kita dengan Allah sendiri. Kekristenan bukanlah sebuah kodifikasi hukum. Kekristenan berbicara tentang relasi kita dengan Allah secara pribadi. Hal itu mungkin oleh karena karya Tuhan Yesus Kristus.

Sebelum Paulus mengungkapkan isi doanya tentang kasih Allah dan juga tentang kesabaran Kristus yang seharusnya ada di dalam diri orang percaya, Paulus mengatakan bahwa Paulus menaruh pengharapannya bukanlah di dalam Jemaat itu, mampu atau tidak melak*kan apa yang diharapkannya. Paulus dengan tegas mengatakan: “Kami percaya di dalam Tuhan.” Pengharapan Paulus dalam memohonkan doanya ialah Tuhan sendiri, bukan Jemaat. Ia tahu dan yakin bahwa Tuhan itu setia. Karena Tuhan, Jemaat itu akan dapat melak*kan apa yang diharapkannya.

Karena Tuhan, kita akan dapat memahami kasih Allah terhadap kita, kita pun akan dapat memahami betapa dalamnya kasih Allah terhadap kita, kita juga dapat diarahkan ke dalam ketabahan Kristus. Sehingga kita akan dapat mendemonstrasikan ketabahan Kristus di dalam hidup kita. Tidakkah hal itu luar biasa? Allah sendiri yang akan memungkinkan kita untuk melak*kan apa yang diperintahkan-Nya.

Sekarang kita sadar bahwa Allah kita itu tidak hanya memberikan firman untuk dilak*kan orang percaya. Tetapi Ia juga memberikan sarana bagi kita untuk dimampukan untuk melaksanakan firman itu. Roh Kudus mengambil peran yang sangat sentral di dalam melaksanakan firman itu. Firman pun dilaksanakan dalam rangka memuliakan Allah. Itulah sebabnya Paulus mengatakan dalam surat kepada Jemaat di Roma: “Segala sesuatu berasal dari Dia, dan oleh Dia dan untuk Dia. Bagi- Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.” Rom 11:36

Sayang, seribu kali sayang, banyak orang tidak pernah sampai pada premis yang sudah diungkapkan ini. Mereka tidak melihatnya sebab mereka tidak dibukakan mata hatinya untuk melihat. Oleh karena itu jadi familiair syair bahasa Inggris ini: “open our eyes Lord, we wnt to see Jesus, to reach out and touch Him, and say that we love Him. Open our ears Lord and help us to listen, open our eyes Lord we want to see Jesus.” Bukalah mata hati kami Tuhan agar kami melihat Yesus!

09/05/2017

Injil Lain

Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
Galatia 1:6

Pauluslah yang pertama kalinya memberitakan Injil di Galatia. Oleh pemberitaan Injil itu, Gereja Tuhan berdiri di Galatia. Pengajaran yang disampaikan Paulus kepada rakyat di sana ialah: kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus. Ternyata sesudah Paulus meninggalkan Jemaat tersebut, datanglah orang Yahudi yang sudah Kristen ke Jemaat tersebut. Orang Yahudi Kristen ini mengajarkan bahwa kasih karunia tidak cukup untuk memperoleh keselamatan. Untuk dapatkan keselamatan, maka orang harus menambahkan hukum Taurat di dalamnya. Salah satunya ialah: orang harus disunat agar dapat keselamatan.

Paulus mengatakan ajaran itu adalah Injil yang lain. Paulus heran atas perpalingan Jemaat Galatia dari kasih karunia, kepada Injil yang lain. Pada hal, kasih karunia Allah yang ada di dalam Kristus Yesuslah yang memanggil mereka untuk meninggalkan kegelapan dan dipindahkan ke dalam terang kasih karunia Allah. Paulus heran atas perpalingan tersebut. Setelah Jemaat itu menikmati kemerdekaan Kristus, sekarang secara s**arela mau lagi dikenakan k*k perhambaan hukum Taurat.

Sekarang pun orang percaya akan Injil yang lain. Orang tidak merasa nyaman menjadi selamat hanya oleh karena percaya kepada Tuhan Yesus. Mereka menambahkan sesuatu kepada kesederhanaan Injil. Ada yang mengajarkan bahwa orang selamat jika ia percaya kepada Tuhan Yesus dan tidak merokok, tidak makan darah, tidak melak*kan adat istiadat nenek moyang, sebab semua itu adalah wujud dari kekafiran. Mereka tidak dapat menerima Injil yang sederhana, yang mengatakan kasih karunia Allah saja yang membuat engkau selamat. Itu bukan usahamu sendiri, itu bukan hasil perbuatanmu sendiri.

Kita juga melihat hal seperti itu di dalam salib yang digantungkan di Gereja kita. Orang tidak lagi dapat menerima salib itu polos tanpa apa pun di sana. Tidak cukup seperti itu, maka ditambahkanlah selendang di sana supaya semakin indah. Orang tidak lagi dapat melihat keindahan salib Kristus yang polos, maka manusia menambahkan sesuatu yang berasal dari karya manusia di dalamnya. Itu adalah satu wujud dari Injil yang lain yang dis**ai manusia. Manusia memang tidak s**a akan yang sederhana. Manusia sangat memuja prestasi. Orang yang berprestasi sangat dihargai. Sementara Injil Yesus Kristus tidak memberi tempat kepada prestasi manusia.

Rasanya bukan hanya kepada Jemaat Galatia Paulus merasa heran. Rasanya ia juga akan merasa heran melihat Jemaat Kristen sekarang ini juga sudah percaya kepada Injil yang lain. Injil yang tidak hanya berdasarkan kasih karunia Allah. Sesuatu telah ditambahkan ke dalam kasih karunai itu, sesuatu yang berasal dari karya manusia. Sehingga manusia dapat berbangga hati, bahwa keselamatan yang dimilikinya terdapat juga perannya di dalam keselamatan tersebut.

Injil yang manakah yang menguasai hati dan pikiran saudara dan saya? Injil kasih karunia yang sangat mahal harganya, atau Injil yang lain, dimana prestasi manusia ada di dalamnya?

08/05/2017

Pengakuan Iman

Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN.
Mazmur 118:17

Semua orang yang beriman kepada Allah dan memiliki relasi yang akrab dengan Dia, pada umumnya mempunyai pengakuan iman secara pribadi. Pengakuan iman itu ada di dalam bingkai pengakuan iman secara umum yang diucapkan jemaah di dalam ibadah. Orang Yahudi misalnya punya pengakuan iman yang mengatakan: “Dengarlah Israel, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa, kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu…” namun di dalam Mazmur pasal 118 ini kita mendengar pengakuan iman orang Israel yang mengatakan: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setianya.” Pemazmur mengungkapkan hal itu sampai lima kali di dalam pasal tersebut.

Pengakuan iman pribadi itu muncul dari pengalaman secara pribadi dengan Tuhan. Pemazmur misalnya, ia dapat berkata: bahwa ia tidak akan mati, tetapi akan hidup dan akan menceriterakan perbuatan Tuhan pada generasinya, juga untuk generasi yang akan datang. Jika pemazmur dapat mengungkapkan sebuah pengakuan iman secara pribadi, maka kita pun pada hakekatnya dapat mengungkapkan hal itu. Bukan hanya dapat, tetapi pada hakekatnya harus mengungkapkan sebuah pengakuan iman secara pribadi.

Terlintas di dalam hati sebuah syair dari satu nyanyian rohani di dalam bahasa Inggris, saya memahaminya sebagai satu pengakuan iman pribadi, karena tidak ada nas seperti itu di dalam Alkitab. Syairnya adalah sebagai berikut: “Dear wonderful Jesus, saviour devine You are the branches we are the wine, You brought us salvation and make them sunshine, dear wonderful Jesus I’m gald You are mine.” Di dalam syair itu, penggubahnya mengungkapkan siapa Yesus yang dikenalnya. Ia adalah sahabat yang luar biasa. Ia adalah carang dan penyair adalah anggurnya. Yesus membawa keselamatan dan membuatnya bercahaya. Wahai Yesus yang luar biasa, aku senang Engkau adalah milikku.

Si pemazmur dan si penyair telah mengungkapkan pengakuan iman mereka secara pribadi. Adakah saudara dan saya punya pengakuan iman pribadi juga. Tentulah saudara sudah memilikinya. Sebab jika tidak ada, maka saudara tentulah bukan milik Tuhan Yesus. Tidak ada seorang pun yang sudah menikmati status sebagai anak Allah yang tidak punya pengakuan iman secara pribadi. Saya punya pengakuan iman secara pribadi juga. Saya dapat dengan segenap hati saya, bahwa saya adalah anak Allah. Turut ambil bagian di dalam persekutuan orang-orang kudus, yang sudah mati bersama Kristus. Bukan hanya itu, saya juga sudah dikuburkan bersama dengan Kristus. Dibangkitkan bersama dengan Dia. Bahkan lebih luar biasa lagi, saya sudah diberi tempat duduk bersama dengan Kristus di surga. Semua pengakuan itu sesuai dengan apa yang diajarkan Alkitab.

Maukah saudara mengetiknya di satu kertas dan menempelkannya di dinding kamar tidur saudara, sebagai sebuah kesaksian bagi diri saudara dan juga yang mungkin saudara undang masuk ke dalam kamar tidur saudara. Saudara diingatkan pengakuan itu, siapakah saudara sebenarnya dari sudut pandang iman. selamat mengerjakan hal itu secara pribadi.

Tuhan memberkati

12/04/2017

Pertolongan Tuhan

Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bers**aria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bers**acita karena pertolongan-Mu.
I Samuel 2:1

Kisah Hana dengan madunya Penina sangat menarik hati. Di dalam kisah ini, Allah menggambarkan diri-Nya siapakah Dia bagi orang percaya dan yang berharap kepada-Nya. Hana pada mulanya mandul, tidak punya anak, sementara madunya Penina punya anak. Hal itu membuat Penina tinggi hati dan merendahkan Hana di hadapan orang banyak, bahkan di hadapan Tuhan. Hal itu ditampakkannya pada waktu mereka beribadah di hadapan Allah di Silo.

Di akhir pergumulan Hana di hadapan Allah, Hana dianugerahkan seorang putra, bahkan anak itu kelak menjadi pemimpin dan hakim di Israel, mewakili Allah memerintah atas bangsa itu. Akhirnya kita tahu, Hana ditinggikan, sementara Penina dituturkan hanya demi menuturkan kisah Hana di hadapan Allah. Penina hadir dalam rangka Hana. Penina hanyalah pelengkap dari kisah itu, sementara Hana menjadi tokoh utama. Pada hal Penina merasa ia yang paling utama, karena kepadanya dikaruniakan anak.

Hana memenangkan pergumulannya di hadapan Allah. Sebagai tanda kemenangannya, Hana mempersembahkan doa pujian kepada Allah, sebagaimana diungkapkan dalam nas kita. Ini pelajaran berharga bagi kita. Seorang yang bergumul di hadapan Allah, pada akhirnya mereka itu akan bers**acita, sama seperti Hana. Allah adalah Dia yang meninggikan orang yang terpinggirkan di dalam hidup ini. Penina telah meminggirkan Hana, oleh karena ia tidak punya anak. Bukan hanya Penina, tetapi tradisi bangsa itu pun meminggirkan Hana di tengah masyarakat. Hana tanpa daya dan tidak ada satu pun yang dapat dibanggakan.

Tatkala Allah bertindak, maka posisi pun dijungkirbalikkan. Sekarang Hana punya tanduk – kekuatan – ditinggikan. Samuel anak Hana akan melayani Tuhan seumur hidupnya, bahkan ia akan memerintah seluruh Israel. Tidak ada kesempatan seperti itu diberikan kepada Penina. Jika pada mulanya Penina senantiasa mencemohkan Hana karena tidak punya anak, sekarang Hana yang dapat mencemohkan Penina, karena ia tidak ada apa apanya di dalam rencana Allah. Ia hanya pelengkap penderita di dalam kisah Hana. Semuanya itu karena Allah yang menolong Hana di dalam pergumulannya.

Hal yang sama pun dapat terjadi di dalam diri kita. Yesus membuktikan kepada kita, bahwa Allah berpihak kepada orang yang dipinggirkan. Yesus berkata: berbahagialah mereka yang miskin, berbahagialah mereka yang lapar, yang haus dan lain sebagainya. Yesus bahkan makan besama dengan para pelacur, pemungut cukai dan orang berdosa lainnya. Para ahli Taurat dan orang Farisi tidak akan pernah melak*kan hal itu. Dengan tindakannya itu, orang banyak yang merasa dirinya orang berdosa, diangkat tinggi tinggi menjadi orang yang dapat duduk bersama dengan Allah Yang Mahatinggi.

Bagi kita sekarang ini, perwujudan makan bersama dengan Allah Yang Mahatinggi terlihat dalam perjamuan kudus yang akan kita nikmati di dalam Jumat Agung yang sebentar lagi akan kita nikmati bersama. Hadirlah di dalam undangan dari surga untuk makan bersama dengan Allah dan ditinggikan duduk bersama dengan Dia di dalam perjamuan kudus itu. Selamat menikmatinya.

10/04/2017

Perjamuan

Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.
Yesaya 25:8

Nas kita adalah sebuah nubuatan dari Nabi Yesaya tentang akhir zaman. Sering kita salah memahami kata nubuatan. Kita memberi pengertian tentang kata itu sebagai satu ramalan akan masa depan. Memang didalamnya ada percakapan tentang masa depan. Tetapi masa depan itu dibicarakan sebagai produk dari keberadaan kita sekarang ini. Di ayat permulaan dari nas kita, nabi Yesaya berbicara tentang kota Yerusalem yang akan diluluhlantakkan oleh satu bangsa yang besar. Kota itu tidak akan dibangun lagi untuk selama-lamanya.

Tetapi sebagai gantinya Allah juga di gunung Sion satu kota untuk segala bangsa. Di kota itu akan diadakan satu perjamuan dengan anggur yang tua benar dan masakan yang bergemuk dan bersumsum. Suatu gambaran dari sebuah pesta yang sungguh sangat nikmat. Nubuatan masa depan itu adalah produk dari masa sekarang.

Ini sebuah pelajaran berharga bagi kita. Sekarang kita berada di Minggu Palmarum, suatu Minggu yang menggambarkan Tuhan Yesus masuk ke Yerusalem dengan kemuliaan, sebagaimana digambarkan oleh nabi di Perjanjian Lama. Kristus Yesus membawa kemenangan bagi kita. Memang akan ada kematian yang harus dihadapinya di kayu salib, tetapi Ia bangkit dari kematian dan masuk ke dalam kemuliaan. Di dalam kemuliaan itu kita diikutsertakan. Itulah sebabnya Gereja mengadakan perjamuan kudus di Jumat Agung. Kita diikutsertakan di dalam perjamuan dengan Yesus Kristus sebagai kepala dari keluarga.

Perjamuan kudus itu adalah permulaan dari perjamuan yang akan kita akan nikmati kelak di surga. Itulah yang digambarkan Nabi Yesaya di dalam nas kita. Kita akan menikmati makanan nan lezat di surga kelak. Bagi orang Yahudi keberadaan di surga itu, digambarkan makan bersama dengan leluhur mereka Abraham. Itulah sebabnya ada ungkapan di antara mereka: berbahagilah mereka yang diundang makan bersama dengan Abraham.

Kita pun akan menikmati makan bersama dengan Abraham dan para nabi dan para rasul, juga dengan para bapa bapa Gereja. Bersama dengan martin Luther, bersama dengan Nomensen, dengan semua orang kudus yang telah menang di dalam pergumulan hidup di dunia ini. Tidakkah hal itu sangat amat luar biasa? Kita akan duduk bersama dengan orang besar di dalam Gereja, bahkan duduk bersama dengan Yesus Kristus di dalam kerajaan yang akan datang? Oleh karena itu, siapkanlah dirimu untuk hadir di dalam perjamuan besar kelak di surga. Hidup sekarang ini adalah sebuah persiapan untuk turut ambil bagian di dalam perjamuan yang akan datang. Sudahkah saudara mendapatkan undangan untuk hadir di perjamuan yang akan datang itu. Jika belum, dapatkan segera di dalam persekutuan Jemaat. Allah membagi-bagikan undang itu di sana. Jangan ketinggalan.

Address

Jalan Uluwatu II No 17
Jimbaran
80361

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HKBP Nusa Dua Bali - Persiapan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to HKBP Nusa Dua Bali - Persiapan:

Share

Category