22/07/2016
Ceramah 4 golongan hamba yang dirindukan Surga;
الجنة مستقة با ربع قوم تا لى القر اء ن وحافظ اللسا ن وا طعا م الجعا ن وصاءم رمضا ن
ada golongan yang sangat diirindukan surga, ;
- Talil Qur’an, baca Al Qur’an ini hrs diuraikan secukupnya,mulsai Iqra’ artinya baca tidak hanya punya Alquran tetapi dibiarkan sebagai pajangan rumah, hiasi rumah dengan “zaiyyinu buyutakum biqiroatil qur’an , setelah dibaca dikaji dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dalam rumah tangga dan masyarakat
- Hafidhil lisan, jaga lesan tentunya diuraikan banyak orang terjerumus akibat ucapan
- Ith’amul Ji’an.memberi makan, minum org yang kelaparan ,secara jasad, akan tetepi member makan dalam hal ruhani kepada sesaama merupakan perbuatan amal sholeh juga, disini diuraikan kesolehan social pencerahan ilmu dll
- Shoimi romadlon,berpuasa romadlon, harus dengan niat ikhlas dan –pengabdian kepada Allah SWT, jangan sampai puasanya hanya dapat lapar dan dahaga karena tidak menjaga batalnya puasa karena Kizib, bowong, sombong dll,senang mengfitnah org, seering menceritakan keburukan org lain dll.
Para shahabat maupun orang-orang ma’rifat disisih Allah dalam mengingatkan dirinya maaupun ummat lainya, agar nanti menjadi hamba yang sanagat dirindukan surga dengan berbagai kiat dan berbagai cara ;
- Menurut shahabat Umar bin Khottob, RA, kakau ingin menjadi penghuni surga, maka coba dihitung dan dikira2 apa bekal amal sholeh kita sudah cukup atau belum, maka beliau selalu mengingatkan agar kita menghisab amal kita sendiri, sebelum kita disihab secara beneran oleh Alah SWt di hari pembalasan, dalam timbangan hisabnya; sebagaimana dalam qaulnya ,
حا سبواانفسكم قبل انتحا سبوا
- Abu Nawas, seorang yang dianggap makrifat saat pemerintahan Harun Sal Rosyid, kehilafahan Abbasiyah, selalu merasa dirinya banyak dosa dan serring berbuat maksiat kepada Allah SWT, sehingga tidak pantas masuk surge, agar dirinya bisa di welasi dan dikasihani Allah agar bias termasuk golongan hamba sebagai penghuni surga, beliau selalu berdoa. Dalam syiirnya:
Dari dua peristiwa in, bisa kita bayangkan masuk ke Jannah / atau orang jawa surgo Allah, itu sangat berat dan harus penuh dengan perjuangan dengan bekal amal sholeh sejak dari dunia sekarang ini , Addunya Mazroatul Akhiroh, apa lagi menyepelekan dengan membayangkan pada diri kita bias mudah masuk surgo,
berbeda kalau ingin masuk suwargo dunyo, eeh maksudnya SUWALGO/ Suwal sing lego ya itu mudah maksunya, katok/celana yang lebar, yang tahu itu bapak ibu suami istri yg lebih tahu