18/09/2013
PERTOBATAN (Roma 6:1-13)
Mungkin sering kita mendengar kalimat seperti ini: “Tobat deh, tobat…!” sebenarnya apa sih arti pertobatan yang sesungguhnya?
Saya teringat dengan seorang sahabat saya di masa sekolah duu. Awalnya dia bukan seorang pengikut kristus. Saya sangat mengenal dia yang dulunya sangat kuat berpegang dengan percayaan lamanya. “Dugem” (dunia gemerlap / diskotik) adalah bagian dari kehidupannya. Setelah hamper 15 tahun lamanya saya tidak pernah bertemu dia, seakan akan saya hamper tidak percaya alias bengong melihat dia sekarang. Kesukaannya sekarang adlah menghadiri doa malam, doa puasa, KKR, dsb. Kalimat-kalimat yang muncul dari mulutnya sekarang adalah “Puji Tuhan”, “Haleluyah”, “Imanuel”. “Lebih baik saya 1 hari berada di rumah Tuhan daripada saya berada di tempat lain”, demikian katanya. Saya mendengar kesaksiaannya bagaimana Tuhan mengubah hidupnya yang dulu seperti sampah dan tidak ada artinya. Perlahan-lahan dia mulai bangkit dan dia tinggalkan seluruh kehidupan lamanya dan sekarang dia dapat bersaksi dan berkata bahwa Yesus itu baik, Yesus itu hidup!
Sobat Muda, apakah pertobatan itu harus datang berkali-kali dalam kehidupan kita? Apakah kita harus 2 kali menyalibkan Kristus? Cukup 1 kali saja kita menyalibkan Kristus. Pertobatan yang sesungguhnya dapat dilukiskan dengan sebuah buku tulis dan pena. Mulailah kita menulis pada lembaran buku yang belum ternoda, jangan bierkan ita melihat atau membuka kembali yang lalu, yang penuh dengan tulisan-tulisan yang tidakk mengandung arti.
Bila kita berpegang kuat dan teguh dalam ajaran Kristus, saya sangat yakin kita dapat melewati masa-masa muda kita dengan indah. Kita tidak perlu sampai mengalami proses yang sangat berat bahkan babak belur dan di obok-obok sampai nggak karu-karuan baru bertobat. Diproses itu memang tidak enak.tapi milih mana? Biasanya proses untuk ke-2 kalinya jauh lebih sakit dari pada pertama .
Sobat yang terkasih, mari kita introspeksi diri kita. Sudah sejauh mana kita bertobat dihadapan Tuhan? Mungkin lita berpikir bahwa kita masih terlalu muda untuk memikirkan hal-hal seperti ini…..Eiiit…… jangan sampai kita membuka celah buat si jahat. Segeralah ambil keputusan yang terbaik. Amin!