GITJ Karangsari, Clering, Donorojo, Jepara 59454

GITJ Karangsari, Clering, Donorojo, Jepara  59454 “Terwujudnya Pembaruan Hidup Dalam kasih dan Kebersamaan”
(1 Ptr 2:11 – 20) BAB I
PENDAHULUAN

A. Bukan hak yang diutamakan tetapi kewajibanlah yang utama. B. b. c.

Permanently closed.

Latar Belakang
Penyusunan Visi dan Misi Pelayanan, dilatar belakangi oleh beberapa alasan yang mendasar sehingga Penyusun terdorong dalam penyusunan visi dan misi ini, yaitu sebagai berikut :
1. Penyusunan Visi dan Misi Pelayanan, perlu untuk dijabarkan dalam satu bentuk karya penulisan agar dapat diketahui maksud dan tujuan arah Pelayan. Karena Pelayan mempunyai peranan yang sangat vital dalam m

empengaruhi perkembangan dalam pertumbuhan rohani jemaat atau orang-orang percaya pada umumnya.
2. Penyusunan Visi dan Misi Pelayanan, berguna untuk mengetahui keteladanan Pelayan baik secara jasmani maupun rohani, bagi jemaat yang dilayani.
3. Penyusunan Visi dan Misi Pelayanan, berguna untuk mengetahui ketaatan dalam memperhatikan aturan-aturan dalam pelayanan, artinya rasa tanggungjawabnya kepada jemaat yang dilayaninya. Dari ketiga tersebut dapat dikatakan bahwa totalitas dari keseluruhan jiwa dan raga seorang pelayan sepenuhnya dibaktikan untuk kepentingan golongan atau jemaat Kristen yang dilayaninya. Artinya tujuan dan cita-cita suatu organisasi atau jemaat Kristen berada pada peran aktif pelayan sebagai motor penggeraknya. Demikian halnya dengan jemaat di GITJ Karangsari, berharap mempunyai pelayan yang mampu menjadi teladan serta memperlengkapi demi pertumbuhan dan keutuhan jemaat GITJ Karangsari. Oleh karena kerinduannya itu diperlukan langkah-langkah konkrit dan nyata untuk mencapainya yaitu visi dan misi pelayan. Rumusan Masalah
Penulisan ini diajukan adalah
“Terwujudnya Pembaharuan Hidup Dalam kasih dan Kebersamaan”
(1 Ptr 2:11 – 20)
Yang tersusun atas
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : SEJARAH SINGKAT GEREJA INJILI DI TANAH JAWA (GITJ) KARANGSARI
BAB III : VISI DAN MISI PELAYANAN DI GITJ KARANGSARI
BAB V : PENUTUP
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah :
1. Persyaratan dalam Pentahbisan Pendeta di SINODE GITJ
2. Agar jemaat GITJ Karangsari mengetahui arah tujuan pelayanan.
3. Mengerti memahami secara benar langkah dan tujuan pelayanan di GITJ Karangsari.
4. Menyamakan dan memadukan gerak antara pelayan dan jemaat secara bersama meraih citi-cita
D. Definisi Istilah
“Terwujudnya Pembaruan Hidup Dalam kasih dan Kebersamaan”

1. Terwujud /ter•wu•jud/ v terlaksana; terbukti:
terwujud v gol (cak), terbentuk, tercipta, terjelma, terkabul, terlahir, terlaksana, terpenuhi, tertubuh;
2. Pembaharuan : proses, cara, perbuatan membarui, sudah banyak dibahas mengenai, cara berfikir masyarakat.
3. Kasih : [KBBI]
1. ka=sih n perasaan sayang (cinta, s**a kpd): pria itu menaruh — kpd gadis tetangganya; — bersabung dl hati, ki menanggung rindu (cinta berahi); — mesra perasaan sangat kasih; perasaan kasih yg berlebihan: istrinya dibelainya dng penuh — mesra; — sayang 1 cinta kasih; 2 belas kasihan;
4. Kebersamaan : 1 serupa (halnya, keadaannya, dsb), tidak berbeda; tidak berlainan: pd umumnya, mata pencaharian penduduk desa itu — saja; kedua soal itu — sulitnya; 2 berbarengan; bertepatan: kedua tamu itu datang pd waktu yg — ; 3 sepadan; seimbang; sebanding; setara: sbg calon istri, pendidikan gadis itu tidak — dng pendidikanmu;
ke=ber=sa=ma=an n hal bersama: kemerdekaan Indonesia dapat kita tegakkan berkat adanya tekad untuk membebaskan diri dr belenggu penjajahan;





BAB II
SEJARAH SINGKAT GEREJA INJILI DI TANAH JAWA
(GITJ) KARANGSARI

A. Sejarah Singkat GITJ Karangsari
a. Kedatangan Utusan Zending (1923)
Pada tahun 1923 utusan Zending dari daerah Margorejo datang ke desa Karangsari, yaitu bapak Sabar Harsodarsono beliau adalah seorang guru dan selanjutnya tinggal di dusun Karangsari. Ia mengajar anak-anak sambil mengabarkan Injil. Kemudian ± 2 (dua) tahun kemudian (1925), datang ke Karangsari keluarga bapak Muroto yang berasal dari daerah Jawa Timur, yang berprofesi sebagai pedagang keliling yang beristrikan ibu Ngasinah yang berasal dari Margorejo, bergabung dengan keluarga bapak Sabar Harsodarsono. Dari tahun 1923 keluarga bapak Sabar Harsodarsono bersama keluarga, sekali waktu ikut kebaktian di Margorejo, Puncel dan lebih sering mengikuti kebaktian di Bumiharjo. Karena di Karangsari belum ada kebaktian sendiri maka Keluarga bapak Sabar Harsodarsono dan keluarga bapak Muroto (inting), beribadah di desa Bumiharjo. Di dusun Bumiharjo (Brojol) pada saat itu sudah ada persekutuan orang-orang Kristen yang dirintis oleh bapak Lukas Hardjosuwito. Beliau juga merupakan utusan dari Zending dan berprofesi sebagai guru Zending. Pendirian Sekolah Rakyat (1927)
Bapak Sabar Harsodarsono datang ke desa Karangsari karena mengemban tugas dari Zending. Pada tanggal 27 Juli 1927, bapak Sabar Harsodarsono mendirikan Sekolah Rakyat atas prakarsa Zending. Ia mengajar anak-anak di desa Karangsari dan sekitarnya. Zending sebenarnya adalah sebuah badan misi penginjilan. Maka selain mengajar anak-anak di Sekolah Rakyat, beliau juga aktif mengabarkan Injil di desa Karangsari. Ibu Sabar Harsodarsono mempunyai sambilan dengan membuka toko kelontong. Berdirinya Persekutuan di Desa Karangsari (1963)
Setelah bertahun-tahun mengikuti peribadahan di desa Bumiharjo, maka timbul keinginan bapak Sabar Harsodarsono untuk mengadakan kebaktian sendiri. Maka pada tanggal 5 Mei 1963, dibuka pertama kalinya persekutuan yang pada awalnya diadakan di rumah bapak Sabar Harsodarsono yang dilayani oleh bapak Sabar Harsodarsono sendiri. Agar persekutuan ini berjalan dengan baik maka dibentuklah pengurus sebagai yang bertanggungjawab atas persekutuan itu. Berikut ini peristiwa penting yang terjadi dalam periode tahun (1963 s/d 1969) yaitu:
1. Pembentukan Pengurus Persekutuan di Desa Karangsari:
Susunan Pengurus Persekutuan di Karangsari periode tahun (1963 s/d 1965) adalah :
Ketua Pengurus : Bp. Sabar Harsodarsono
Sekretaris : Bp. Harso Suprodjo
Bendahara : Ibu. Sri Yiniati. Sekolah Minggu : Bp. Nodo
Merbot : Bp. Matduri

d. Menjadi Pepanthan GITJ Margorejo (1965)
Semakin bertambahnya anggota dalam kebaktian itu, maka bapak Sabar Harsodarsono mempunyai keinginan untuk memindahkan tempat untuk mengadakan kebaktian ke Sekolah Rakyat Zending Karangsari dengan pertimbangan daya tampung di rumah bapak Sabar Harsodarsono sudah tidak mencukupi lagi. Hasil dari ketekunan bapak Sabar Harsodarsono, jumlah anggota pada saat itu adalah 6 KK, serta ditambah dengan petobat baru yaitu 19 KK. Ini yang mendorong bapak Sabar Harsodarsono untuk menggabungkan diri ke GITJ Margorejo. Pada tanggal 5 Juli 1965 persekutuan di desa Karangsari resmi menjadi pepanthan GITJ Margorejo dengan nama jemaat pepanthan GITJ Karangsari. Berkembangnya jemaat pepanthan GITJ Karangsari diimbangi dengan ditambahnya tenaga pelayan. Pelayan yang ikut dalam pelayanan itu adalah sebagai berikut : Bapak DS Martohadi dari Margorejo, Bapak Lukas Hadi Soewito dari Bumiharjo (Brojol), Bapak Soeka Rena dari (Puncel), Bapak Sabar Harsodarsono. Kemudian bergabung saudara-saudara dari dukuh Palohjati, pepanthan GITJ Karangsari itu semakin bertambah besar. Susunan Pengurus Persekutuan di Karangsari periode tahun (1965 s/d 1969) adalah :
Ketua Pengurus : Bp. Sabar Harsodarsono
Sekretaris : Bp. Harso Suprodjo
Bendahara : Ibu. Sekolah Minggu : Bp. Nodo
Merbot : Bp. Matduri
Pada masa ini ditandai dengan peristiwa-peristiwa penting yaitu :
1. Baptisan
Perkembangan pelayanan di pepanthan GITJ Karangsari semakin hari-semakin pesat, terbukti dengan tanggal 9 Mei 1966, baptisan pertama kali yang diikuti 22 orang yang terdiri dari 13 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Kemudian pada tanggal 25 Desember 1966 diadakan lagi baptisan yang ke dua yang diikuti oleh 18 orang yang terdiri dari 6 orang laki-laki dan 12 orang perempuan.
2. Pemisahan Diri Warga /Anggota dari Desa Palohjati. Waktu atau tahun peristiwa pisahnya warga/anggota pepanthan GITJ Karangsari yang berdomisili dari desa Palohjati tidak diketahui secara pasti. Berdasarkan keterangan dari beberapa jemaat, itu terjadi pada tahun ± 1968. Peristiwa pemisahan diri ini merupakan titik awal dari berdirinya jemaat di desa Palohjati atau sekarang disebut GITJ Palohjati.
3. Bapak Sabar Harsodarsono Wafat (1969)
Ujian yang menerpa pepanthan GITJ Karangsari belum usai. Dengan posisi dan situasi demikian itu pepanthan GITJ Karangsari harus ditinggalkan oleh tokoh sentral. Tepatnya pada Tahun 1969 bapak Sabar Harsodarsono meninggal dunia. Sepeningggal bapak Sabar Harsodarsono, pepanthan GITJ Karangsari ibarat seperti anak ayam ditinggal induknya, permasalahannya adalah warga pepanthan GITJ Karangsari belum ada yang merasa mampu untuk meneruskan perjuangan bapak Sabar Harsodarsono.
4. Pemilihan bapak GI. Y. Sukamto (1969). Pada tahun 1969, setelah bapak Sabar Harsodarsono meninggal, jemaat Pepanthan GITJ Karangsari, menunjuk bapak GI. Sukamto, menjadi penerus perjuangan menggantikan bapak Sabar Harsodarsono. Hal ini dikarenakan pada saat itu warga yang ada belum mampu untuk memegang tampuk kepemimpinan di jemaat GITJ Karangsari. Walau sebenarnya secara status, bapak Pdt. Yohanes Sukamto adalah pelayan dari GITJ Induk Margorejo, namun karena berdomisili di desa Karangsari, bapak Pdt. Yohanes Sukamto diminta untuk membantu dalam kepengurusan pepanthan GITJ Karangsari, desa Clering. Pembentukan Kepengurusan Baru Periode tahun 1969 s/d 1978. di Pepanthan GITJ Karangsari ini adalah :
Ketua Pengurus : Bp GI. Sukamto.. Sekretaris : Ibu Sakesi
Bendahara : Bp. Sumadi
Guru SM : Bp. Sumadi
Merbot : Bp. Matduri.

5. Pergantian Kepengurusan periode tahun 1996 s/d 2001. Semakin bertambahnya tahun, Tuhan Yesus akhirnya mengirimkan utusannya untuk meregenerasi kepengurusan di pepanthan GITJ Karangsari. Pada periode ini yang menjabat dalam kepengurusan di pepanthan GITJ Karangsari adalah :
Ketua : Bp. Suroso. Sekretaris : Prasetyo Budi
Bendahara : Sumadi
Guru SM : Bp Prasetyo Budi
Merbot : Matduri. Pada masa kepengurusan ini pepanthan GITJ Karangsari mempunyai beberapa hal yang pe

Hari ini, Sabtu 7 Maret 2026 terjadi peristiwa yang mengejutkan.Kaca jendela gereja Gitj Karangsari pecah. Hal ini diseb...
07/03/2026

Hari ini, Sabtu 7 Maret 2026 terjadi peristiwa yang mengejutkan.
Kaca jendela gereja Gitj Karangsari pecah. Hal ini disebabkan oleh hempasan angin yang dibarengi hujan lebat.

DOKUMENTASI NATAL JEMAAT Gitj Karangsari GITH Gitj Karangsari Clering
27/12/2025

DOKUMENTASI NATAL JEMAAT Gitj Karangsari GITH Gitj Karangsari Clering

PELAYANAN ADI YUSWAKamis, 23 Oktober 2025Mazmurr 71:9  Samangsa kawula sampun sepuh, mugi sampun ngantos Paduka tampik, ...
23/10/2025

PELAYANAN ADI YUSWA
Kamis, 23 Oktober 2025
Mazmurr 71:9 Samangsa kawula sampun sepuh, mugi sampun ngantos Paduka tampik, sampun ngantos nilar kawula manawi kakiyatan kawula sampun telas.

Keluarga Besar GITJ KARANGSARI ikut berbela sungkawa atas dipanggilnya Bp. H. Sa'dol Kholiq, Semoga  amal ibadahnya dite...
12/09/2025

Keluarga Besar GITJ KARANGSARI ikut berbela sungkawa atas dipanggilnya Bp. H. Sa'dol Kholiq, Semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah. Amin

CAOS SOKUR UNDHUH-UNDHUH JEMAAT GITJ Karangsari, Clering, Donorojo, Jepara  59454 Di Sesi I
01/06/2025

CAOS SOKUR UNDHUH-UNDHUH JEMAAT GITJ Karangsari, Clering, Donorojo, Jepara 59454
Di Sesi I

Address

Jepara
59454

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when GITJ Karangsari, Clering, Donorojo, Jepara 59454 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Place Of Worship

Send a message to GITJ Karangsari, Clering, Donorojo, Jepara 59454:

Share