MT. Darul Hasyimi Jepara

MT. Darul Hasyimi Jepara MT. DARUL HASYIMI JEPARA
Dalam Bimbingan Maulana Habib Bahauddin Bin Yahya
Dalam Pengelolaan Pengurus

31/08/2026
Framing yang Salah Alamat: Ketika Para Pengurus Jatman Mencemooh Abah LutfiSuatu ketika, ada seseorang yang menyampaikan...
11/08/2026

Framing yang Salah Alamat: Ketika Para Pengurus Jatman Mencemooh Abah Lutfi

Suatu ketika, ada seseorang yang menyampaikan kepada Abah Luthfi bahwa banyak pengurus JATMAN yang sekarang menjelek-jelekkan beliau.

Di antara narasi yang beredar adalah:

_"Abah Luthfi sakit hati karena disingkirkan dari JATMAN, lalu membuat tandingan."_
_"Abah Lutfi gak pantas jadi mursyid karena begini begitu dst"_

Mendengar cerita itu, Abah Luthfi justru tersenyum lebar.

Kemudian beliau berkata:

*"Kalau mereka di hadapan saya langsung, tak kasih uang sebagai tanda terima kasih."*

Sebuah jawaban yang mungkin sederhana, tetapi menyimpan kedalaman jiwa.

Orang lain mungkin mengira dirinya sedang menjatuhkan.

Tetapi seorang yang lapang hatinya bisa melihatnya dari sisi yang berbeda:

_"Mereka sedang memberi saya kesempatan untuk mendapatkan pahala."_

Itulah akhlak orang-orang yang hatinya tidak mudah dikotori oleh permusuhan.

Mereka tidak menjadikan celaan sebagai bahan bakar kebencian.

Mereka mengubahnya menjadi bahan bakar untuk bersyukur.

Maka framing yang dimaksudkan untuk menjatuhkan seseorang bisa menjadi *salah alamat.*

- Sebab orang yang ingin dijatuhkan ternyata tidak sibuk membalas.

- Yang dikira sedang terluka ternyata tersenyum.

- Yang dikira sedang marah justru mendoakan.

- Dan yang dikira sedang mencari pembenaran justru memilih terus berjalan.

Ada perbedaan besar antara orang yang hidupnya bergantung pada penilaian manusia dengan orang yang hatinya telah belajar bergantung kepada Allah.

- Orang pertama akan gelisah ketika dicela.

- Orang kedua justru bertanya: "Apa yang bisa Allah ajarkan kepadaku melalui celaan ini?"

Karena itu, jangan terlalu yakin bahwa setiap celaan akan melukai orang yang dicela.

Bisa jadi celaan itu justru membuatnya semakin dekat kepada Allah.

Dan jangan terlalu yakin bahwa setiap framing akan menjatuhkan seseorang.

Kadang-kadang, *framing yang dibuat untuk merendahkan justru menjadi cermin yang memperlihatkan siapa yang sebenarnya sedang rendah.*

​ *1. Meneladani Akhlak Karimah Para Sufi Sejati*

​Sikap Abah Luthfi ini seketika mengingatkan kita pada jejak-jejak hikmah para sufi terkemuka dalam sejarah Islam.

​Kisah Imam Al-Hasan Al-Bashri:
Ketika mendengar ada seseorang yang menggunjing (ngrasani) dirinya, Imam Al-Hasan Al-Bashri tidak marah sedikit pun. Beliau justru mengirimkan satu nampan kurma manis terbaik kepada orang tersebut seraya berkirim pesan: _"Aku mendengar engkau telah menghadiahkan kebaikan-kebaikanmu (pahalamuu) kepadaku. Maka aku ingin membalas kebaikanmu dengan sedikit kurma ini."_

​ *Mengubah Caci Maki Menjadi Keberkahan:*
Bagi para pendaki jalan Allah (salik), omongan buruk, ghibah, dan fitnah dari orang yang dengki tidak akan menambah beban batin sedikit pun.
Justru secara hakikat, para pemfitnah itu sedang bekerja keras mentransfer pahala ibadahnya secara cuma-cuma kepada orang yang difitnah, sekaligus memikul dosa-dosa orang yang mereka benci.

​ *2. Kebodohan Framing "Sakit Hati" dan "Dendam"*

​Framing yang dibangun oleh oknum-oknum pengurus JATMAN tersebut bahwa Abah Luthfi "sakit hati" atau "tersingkir" benar-benar salah alamat:

​ *Siapa yang Butuh Siapa?*
Abah Luthfi berada di puncak penghormatan umat, diakui para ulama dan mursyid dunia, serta dicintai ratusan ribu jamaah bukan karena jabatan di dalam lembaran kertas organisasi.

Kehormatan beliau lahir dari khidmah tulus sepanjang hayat.

Justru organisasilah yang membutuhkan keberkahan dan nama besar beliau, bukan sebaliknya.

​ *Keterbatasan Akal Pembuat Fitnah:*
Orang yang hatinya terbiasa berburu jabatan dan kekuasaan akan selalu mengira bahwa orang lain memiliki ambisi murahan yang sama.

Ketika melihat Abah Luthfi tetap mengayomi umat dan merangkul para ulama tanpa henti, mereka yang frustrasi menganggapnya sebagai "perlawanan/tandingan".

*Padahal, bagi Abah Luthfi, berkhidmah kepada agama dan bangsa tidak pernah terbatas oleh dinding kepengurusan suatu organisasi.*

​ *Penutup: Senyuman yang Menelanjangi Kedengkian*

​Senyum lebar Abah Luthfi adalah bentuk kemenangan akhlak atas caci maki.

Beliau tidak perlu membalas fitnah dengan fitnah, atau membalas caci maki dengan amarah.

​Cukup dengan satu senyuman dan keikhlasan, seluruh narasi jahat dan framing buatan itu runtuh dengan sendirinya.

Kebijaksanaan ini mengajarkan kepada kita semua: *biarkan para pemfitnah terus sibuk mengumpulkan dosa dan menghadiahkan pahalanya, sementara para pencinta kebenaran terus melangkah dengan hati yang lapang, teduh, dan penuh keberkahan.*

Address

Raguklampitan Batealit
Jepara
59461

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MT. Darul Hasyimi Jepara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share