06/06/2025
بســـم الله الرحمــن الرحيــم
الصلاة والسلام عليك يا سيدي يا رسول الله...ﷺ
🌾🌾🌾🤲❤️🌹❤️🤲🌾🌾🌾🌾
𝐏𝐄𝐌𝐁𝐀𝐆𝐈𝐀𝐍 𝐁𝐈𝐃'𝐀𝐇
والمبتدع هو من خرج عن الحق وهو المذموم..
Pelaku Bid'ah adalah Orang yg keluar jauh dari kebenaran dan dia itu tercela..
قال العلماء:
البدعة لغة ما كان مخترعا علی مثال سابق.
Ulama dawuh:
Bid'ah secara etimologi adalah Inovasi yg tidak sesuai dgn contoh2 terdahulu.
وشرعا ما أحدث علی خلاف أمر الشارع
dan secara terminologi Syara' adalah sesuatu yg di adakan bertentangan dgn urusan Syari' (Alloh Swt. & Nabi Saw.).
وهي من حيث هي منقسمة إلی أقسام خمسة:
Dan Bid'ah di pandang dari segi pembagiannya terbagi menjadi 5 bagian:
أحدها: واجب وهو ما تناولته قواعد الوجوب وأدلّته من الشرع..
Pertama: 𝗕𝗶𝗱'𝗮𝗵 𝗪𝗔𝗝𝗜𝗕.
Yaitu sesuatu yg telah di pertimbangkan oleh Kaidah2 dan dalil2 Wajib Syara'.
كتدوين القرأن والشرائع إذا خيف عليها الضياع، فإنّ التبليغ لمن بعدنا من القرون واجب إجماعا وأهمال ذلك حرام إجماعا..
Seperti membukukan Alqur'an dan Ilmu2 Syari'at jika (tdk di bukukan) tesia sia. Karena menyampaikan Syari'at kepada generasi setelah kita adalah Wajib menurut kesepakatan Ulama. Dan membiarkan (tdk menyampaikan hal tsb.) adalah Haram menurut kesepakatan Ulama.
زاد بعض المتأخرين ومن البدع الواجبة علی الكفاية الإشتغال بعلوم العربية المتوقف عليها فهم الكتاب والسنة كالنحو والصرف والمعاني والبيان واللغة بخلاف العروض والقوافي ونحوهاوتمييز صحيح الأحاديث من سقيمها وتدوين نحو الفقه وأصوله وأدلّته والردّ القدرية والجبرية والمرجئة والمجسمة إذا دعت إلی ذلك حاجة، لأن حفظ الشريعة فرض كفاية فيما زاد علی المتعين ولا يتأتی حفظها إلا يذلك وما لا يتأتی الواجب المطلق إلا به فهو واجب..
Sebagian Ulama Mutaakhirin menambahkan:
Termasuk Bid'ah Wajib atas jalan Kifayah (cukup sebagian orang saja yg menekuni) adalah Konsentrasi dgn Ilmu2 Bahasa Arab yg menjadi penentu memahami Alkitab (Al Qur'an) ۟dan Assunnah (Al Hadits). Seperti:
Ilmu Nahwu, Ilmu Shorof, Ilmu Ma'ani, Ilmu Bayan dan Ilmu Bahasa. Berbeda dgn Ilmu 'Arudl (Ilmu Syi'ir), Ilmu Qofiyah (Ilmu Sajak) dan sesamanya.
Dan Ilmu untuk membedakan Hadits2 Shohih dari Hadits2 yg tetkenan Illat (penyakit), membukukan seupamaya Ilmu Fiqih, Ilmu Ushul Fiqih, Dalil2 Fiqih dan Ilmu untuk menolak Aliran Qodariyah, Jabariyah, Murjinah dan Aliran Mujasimah. Jika memang itu di butuhkan.
Karena menjaga Syari'at itu Hukumnya Fardlu Kifayah dlm persoalan yg melebihi Fardlu 'Ain. Dan tdk mungkin menjaga Syari'at kecuali dgn cara2 demikian. "Dan apa2 yg bisa mendatangkan (merealisasikan) Kewajiban Mutlaq maka Hukumnya adalah Wajib".
وثانيها: حرام وهو كلّ بدعة تناولتها قواعد للتحريم وأدلّته الشرعية كالمكوس وتقديم الجهال علی العلماء وتولية المناصب الشرعية من لا يصلح لها بطريق التواتر وجعل المستند في ذلك كون المنصب كان لأبيه وليس فيه أهلية له..
Kedua: 𝗕𝗶𝗱'𝗮𝗵 𝗛𝗔𝗥𝗔𝗠.
Yaitu setiap Bid'ah yg telah di pertimbangkan Kaidah2 dan dalil2 Haram Syari'at.
Seperti:
Penarikan Pajak (yg memberatkan).
Mendahulukan 𝘖𝘳𝘢𝘯𝘨2 𝘉𝘰𝘥𝘰𝘩 mengalahkan 𝘖𝘳𝘢𝘯𝘨2 𝘈𝘭𝘪𝘮. Menguasakan dlm posisi (peranan) Agama kepada orang2 yg tidak layak. Dengan cara suara mayoritas dan menjadikan peranan Bapaknya dahulu sebagai landasan penguasaan tsb. Sementara dia sebenarnya bukan Ahlinya..
وثالثها: مندوب وهو ما تناولته قواعد الندب وأدلّته كصلاة التراويح جماعة وإقامة صور الأئمة والقضاة وولاة الأمور علی خلاف ما كان عليه الصحابة رضوان الله تعالی عليهم بسبب إن المصالح والمقاصد الشرعية لا تحصل إلا بعظمة الولاة في نفوس الناس وكان الناس في زمان الصحابة رضي الله عنهم إنما يعظمون بالدين وسابق الهجرة والإسلام ثم اختل النظام حتی صاروا لا يعظمون إلّا بالصور.
Ketiga: 𝗕𝗶𝗱'𝗮𝗵 𝗠𝗔𝗡𝗗𝗨𝗕 (𝗦𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵).
Yaitu sesuatu yg telah di pertimbangkan oleh kaidah2 dan dalil2 Sunnah.
Seperti:
Sholat Tarowih dgn berjama'ah, mendirikan bentuk2 Imam2 (kepemimpinan), Qodli2 dan Penguasa yg tidak sesuai dgn apa yg ada pada masa Shohabat R.Ahm.,
(Alasannya) sebab sesungguhnya kemaslahatan dan tujuan2 Agama tdk akan tercapai kecuali dgn kebesaran penguasa dlm kalangan Masyarakat. Dan masyarakat pada masa Shohabat R.Ahm. pribadi2nya telah menjadi besar dgn sebab Agama, dahulu hijrohnya dan islamnya.
Lalu (dgn berjalannya masa) sistem tsb. menjadi cacat sehingga masyarakat setelah masa Shohabat pribadi2nya tdk bisa menjadi besar kecuali dgn cara bentuk2 (yg di dirikan).
زاد بعضهم ومن البدع المندوبة إحداث نحو الربط والمدارس وكلّ إحسان لم يعهد في الزمان الأول والكلام في دقائق التصوف.
Sebagian Ulama menambahkan:
Termasuk Bid'ah Sunnah pengadaan Langgar (Musholla), Madrasah dan setiap (pembaharuan) yg baik yg tdk ada pada zaman awwal Islam,
Berbicara dlm kelembutan (kedalaman) Tashowwuf.
ورابعها: مكروه وهو ما تناولته أدلّة الكراهة من الشريعة وقواعدها.
Keempat: 𝗕𝗶𝗱'𝗮𝗵 𝗠𝗔𝗞𝗥𝗨𝗛.
Yaitu sesuatu yg telah di pertimbangkan Hukum2 makruh dan Kaidah2 Syari'at.
كتخصيص الأيّام الفاضلة علی غيرها بنوع من العبادة
Seperti:
Mengkhususkan hari2 Utama atas hari2 selainnya dgn macamnya Ibadah.
زاد بعضهم ومن البدع المكروهة زخرفة المساجد وتزويق المصاحف.
Sebagian Ulama menambahkan:
Dan termasuk Bid'ah Makruh adalah menghias Masjid2 dan memperindah Mushhaf2 Alqur'an.
وخامسها: مباح وهو ماتناولته أدلّة الإباحة وقواعدها من الشريعة. كإتخاذ المناخل للدقيق.
Kelima: 𝗕𝗶𝗱'𝗮𝗵 𝗠𝗨𝗕𝗔𝗛.
Yaitu sesuatu yg telah di pertimbangkan oleh dalil2 dan Kaidak2 Mubah dari Syari'at.
Seperti: membuat ayakan tepung..
ففي الأثار أول شيئ أحدثه الناس بعد رسول الله ﷺ إتخاذ المناخل، لإن لين العيش وإصلاحه من المبحات فوسائله مباحة، ذكر ذلك إبراهيم اللقاني..
Di dalam Atsar (dawuh Shohabat) di sebutkan: Awal sesuatu yg di perbaruhi (di adakan) oleh manusia setelah Wafatnya Rosulillah Saw. adalah membuat ayakan tepung.
Karena sesunggunya fleksibel dan memperbaiki hidup itu termasuk mubah. Maka sarananya juga Hukumnya Mubah. Demikian itu di sebutkan oleh Syekh Ibrohim Allaqoniy..
قال إبن حجر ومن المباحة التوسع في لذيذ المأكل والمشارب وتوسيع الأكمام وهو أطراف يد القميص.
Imam Ibnu Hajar Dawuh:
Termasuk mubah adalah melapangkan kenyamanan tempat makan dan minum, melonggarkan pergelangan gamis.
وقد يختلف العلماء في ذلك فيجعله بعضهم مكروها وبعضهم سنة،
Dan sungguh Ulama saling berbeda pandangan dlm Bid'ah Mubah, sebagian menjadikannya Makruh dan sebagian menjadikannya Sunnah..
وكذا المصافحة عقب العصر والصبح علی ما قاله إبن عبد السلام أی إذا صافح من معه قبلها أما من ليس معه قبلها فمصافحته مندوبة لأنها عند اللقاء سنة إجماعا.
Seperti hal ini (mubah) adalah salaman setelah Sholat Asar, Sholat Shubuh. Menurut apa yg telah di dawuhkan Imam Ibni Abdissalam. Artinya: Mubah itu jika seseorang bersalaman dgn orang yg bersama dia sebelum Sholat. Adapun orang yg tdk bersama dia sebelum Sholat maka bersalaman adalah Sunnah. Karena bersalaman ketika berjumpa hukumnya Sunnah menurut kesepakatan Ulama.
وكونه خصها ببعض الأحوال وفرط في أكثرها لا يخرج ذلك البعض عن كونها مشروعة..إهـ
Imam Ibnu Abdissalam mengkhususkan salaman pada sebagian kondisi dan melalaikan dlm kebanyakan kondisi itu bukan berarti salaman pada kebanyakan kondisi itu tidak di Syariatkan.. Selesai..
--------------------------------------------------
Sumber: Kitab Nurudh Dholam. Hal.06
Karya: Syekh Nawawi Albantani
،..