01/04/2024
“Siapa yang ikhlas mengurus Nahdlatul Ulama, saya menganggap dirinya sebagai santriku. Siapa yang menjadi santriku, saya mendo’akannya supaya husnul khotimah beserta anak cucunya”, KH Hasyim Asyari
“Mari Menjadikan Nahdataul Ulama sebagai media dakwah, perjuangan dan silaturahim. Dan jangan sampai mencari kebesaran di NU, akan tetapi besarkanlah NU, maka engkau akan menjadi besar. Sebuah kesempurnaan ada pada aksi dan bukti, bukan pada wacana dan janji”, KH Abdul Wahab Chasbullah
“Barangsiapa yang menolong (berjuang ikhlas) NU, maka hidup beruntung di dunia dan di akhirat.” KH Hasan Genggong
“Santri saya yang keluar dari NU jangan harap kelak bisa berkumpul dengan saya di akhirat.” KHR. As’ad Syamsul Arifin
”Jangan takut tidak makan kalau berjuang mengurus NU. Yakinlah ! kalau sampai tidak makan, komplain aku jika aku masih hidup. Tapi kalau aku sudah mati, maka tagihlah ke batu nisanku ! “, KH Ridwan Abdullah
“Jika nanti ada Ormas baru, sempalan dari NU, jangan dihiraukan… Mereka tidak akan bertahan lama dan akan terpecah belah.” KH.Sufyan Miftahul Arifin
“Selama hidupku, aku pengikut Nahdlatul Ulama. Jika aku meninggal maka wasiatku kepada masyarakat supaya mereka tetap menjadi pengikut Nahdlatul Ulama “, KH Bisri Syamsuri
“Kalau ada orang NU kok tidak mau Pancasila, yo pancen ora pati NU (memang tidak begitu NU).” KH Maimun Zubair
“Dahulu itu orang masuk NU, berniat untuk memperbaiki diri dalam pemahaman, pola pikir, gerakan dan juga pengamalan agama secara lebih baik”. KH Munasir Ali
“Marilah anda semua dan segenap pengikut anda dari golongan para fakir miskin, para hartawan, rakyat jelata dan orang-orang kuat, berbondong-bondong masuk Jam’iyyah yang diberi nama “Jam’iyyah Nahdlatul Ulama” ini. Masuklah dengan penuh kecintaan, kasih sayang, rukun, bersatu dan dengan ikatan jiwa raga.” KH Hasyim Asyari
“Khidmah di Nahdlatul Ulama niat untuk memperbaiki diri”, KH Muchit Muzadi
Mari menyebarkan ajaran agama Islam melalui organisasi Nahdlatul Ulama. Semoga kita bisa mengembangkan dan memajukan organisasi ini menjadi lebih baik lagi kedepannya, Amin (kosngosan.com)
Kalau engkau bertanya tentang ke-NU-an saya, saya ini NU Total. Jiwa, raya, darah, tulang dan sumsum saya adalah Nahdlatul Ulama
Selama menjadi warga NU, maka kita harus menjaga setiap nilai dasar dari Pancasila. Nilai dasar dari pancasila adalah memanusiakan manusia dan mengaturnya, supaya terjalin hubungan manusia yang harmonis dan tetap bersatu
Mari bersama menggerakkan NAHDLATUL ULAMA, memberikan yang terbaik bagi organisasi sekaligus rumah kita bersama. Semoga NU semakin jaya dan maju, serta diberikan keberkahan untuk semua warganya.
NU bukan tempat untuk mencari popularitas, bukan tempat mencari uang atau jabatan duniawi. Tetapi NU adalah tempat untuk berbakti kepada Islam, menjadi sosok yang istimewa di akhirat dengan mengabdikan diri kepada kemajuan Islam di tanah Air
“Mari Menjadikan Nahdataul Ulama sebagai media dakwah, perjuangan dan silaturahim. Dan jangan sampai mencari kebesaran di NU, akan tetapi besarkanlah NU, maka engkau akan menjadi besar. Sebuah kesempurnaan ada pada aksi dan bukti, bukan pada wacana dan janji” Abdul Wahab Chasbullah
Jangan mengambil keuntungan dari NU, namun berilah segala keuntungan kepada NU. Ketika kamu memberi yang terbaik, maka Allah SWT akan membalasnya dengan kemudahan di dunia
“Hidup di dunia butuh bayaran, Hidup Akhirat butuh ganjaran” Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf (Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dalam berjuang membumikan shalawat di tanah air yang kita cintai)
Semangatlah para Kader NU di Indonesia! Kalian adalah generasi rabbani terbaik yang dimiliki oleh Bangsa Ini. Mari wujudkan cita cita pendiri NU dahulu untuk memajukan islam di tanah air tercinta
https://nupulodarat.or.id/wasiat-kata-kata-motivasi-tokoh-nu-nahdlatul-ulama/
Spread the love “Siapa yang ikhlas mengurus Nahdlatul Ulama, saya menganggap dirinya sebagai santriku. Siapa...