Sufi muda

Sufi muda ilmu batin

17/08/2024
Sulthonil awliya' maulana syekh nazhim adil al haqqani
02/03/2022

Sulthonil awliya' maulana syekh nazhim adil al haqqani

24/11/2021

Semua guru mengatakan Allah itu ada, Tpi carilah guru oleh mu, yg mengantarkan engkau ke hadirat. Nya

24/11/2021

Mengapa orang Makrifat/arifin tidak mengharap imbalan/pahala dalam ibadah nya?
Silahkan komentari

18/08/2020

Yang menyembah adalah yang disembah....

30/07/2020

Sekecil apapun perbuatan kita, kalau atas dasar ikhlas maka akan menghantarkan kita kepada tuhan nya.

29/05/2019

Para kaum arifbillah mempunyai definisi tersendiri terhadap malam yang sering diumpamakan sebagai malam yang lebih mulia dari seribu malam ini.
Syekh Abu Thalib al-Makki (W. 368 H) dalam kitab Qutub al-Qulub bi Mu’amalati al-Mahbub mengatakan, “Sebagian ulama mengatakan bahwa bagi seorang arif semua malam-malam adalah malam lailatul Qadar”
Syekh Abdul Karim al-Jily ( W.826 H) mengatakan, “Substansi lailatul qadar pada seorang hamba adalah kebersihan dan kemurnian jiwa yang ia miliki.”
Syekh Jamaluddin al-Khalwati (W. 1162 H) dalam kitabnya ta’wilat mengatakan, “Lailatul qadar adalah malam pencapaian, dimana ia lebih baik dari seribu derajat dan kedudukan. Maka barang siapa yang telah sampai dan menemukan malam ini, jiwanya akan fana (melebur) secara keseluruhan sebagai tanda terbukanya penghalang antara dia dan Tuhannya.”
Imam Qusyairi (W. 465 H) menjelaskan tentang pengertian lailatul mubarakah (malam keberkahan), “Dialah malam dimana hati seorang hamba hadir dan menyaksikan ‘pancaran’ Tuhannya. Di dalamnya ia merasakan kenikmatan dari cahaya pencapaian dan kedekatan -kepada Tuhannya-.”

Address

Jember

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sufi muda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share