Ustadz Emha Hasan Ayatullah

Ustadz Emha Hasan Ayatullah Akun Resmi Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah Asy'ariy, M.A.

Menjaga Suara, Menjaga KehormatanIslam sangat menjaga kehormatan wanita.Sampai-sampai, istri-istri Nabi ﷺ yang merupakan...
14/09/2025

Menjaga Suara, Menjaga Kehormatan

Islam sangat menjaga kehormatan wanita.
Sampai-sampai, istri-istri Nabi ﷺ yang merupakan wanita paling suci dan terjaga fitnah, tetap dilarang melembutkan suara ketika berbicara dengan lelaki yang bukan mahram.

Apalagi wanita setelah mereka, tentu lebih utama untuk berhati-hati.

Maka seorang muslimah berbicara seperlunya, dengan kata-kata yang baik dan wajar, tanpa dibuat-buat lembut.
Itulah adab yang menjaga hati, kehormatan, dan kemuliaannya.

Bukan Kewajiban Tapi Bekal FaqihMenghafal Al-Qur’an memang bukan kewajiban bagi setiap muslim secara individu. Namun, pa...
12/09/2025

Bukan Kewajiban Tapi Bekal Faqih

Menghafal Al-Qur’an memang bukan kewajiban bagi setiap muslim secara individu. Namun, para ulama sepakat bahwa hafalan Al-Qur’an adalah bekal utama bagi siapa saja yang ingin mendalami ilmu syar’i.

Imam An-Nawawi -rahimahullah- berkata:
"Hal yang paling utama untuk dipelajari adalah Al-Qur’an. Karena ia adalah sumber ilmu syar’i. Menuntut ilmu Al-Qur’an termasuk yang paling mulia."
(Al-Majmu’, 1/38)

Al-Qur’an adalah pondasi. Dengan hafalannya, seorang penuntut ilmu lebih mudah memahami dalil, menguatkan hujjah, dan menjaga ilmunya dari kesalahan.

Inilah rahasia mengapa para ulama terdahulu sangat serius berupaya menghafalnya sesuai kemampuan mereka.

"Ya Rabb, mereka meninggalkannya.."Al-Qur’an bukan sekadar bacaan untuk bibir, tetapi pedoman hidup bagi hati dan amal.M...
11/09/2025

"Ya Rabb, mereka meninggalkannya.."

Al-Qur’an bukan sekadar bacaan untuk bibir, tetapi pedoman hidup bagi hati dan amal.

Meninggalkan Al-Qur’an bukan hanya ketika kita jarang membacanya, namun juga ketika kita tidak mentadabburinya, tidak mengamalkannya, dan tidak menjadikannya sebagai solusi hidup.

Para ulama menegaskan, inilah makna yang lebih luas dari firman Allah ﷻ dalam QS. Al-Furqan ayat 30.

Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat, penuntun, dan penerang hidup kita. Jangan sampai Rasulullah ﷺ mengadukan kita sebagai orang yang meninggalkannya.

Ketenangan Jiwa dengan Iman kepada TakdirOrang yang beriman kepada takdir tidak akan pernah merasa guncang oleh musibah ...
10/09/2025

Ketenangan Jiwa dengan Iman kepada Takdir

Orang yang beriman kepada takdir tidak akan pernah merasa guncang oleh musibah atau kehilangan. Sebab ia yakin, semua yang terjadi adalah dengan izin Allah dan mengandung hikmah yang tersembunyi.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
"Ketenangan hati, kelapangan dada, dan hilangnya rasa resah semuanya bergantung pada keyakinan kepada takdir." (Madarijus Salikin, 2/175)

Maka, semakin kuat iman seseorang kepada takdir, semakin ringan p**a langkahnya menghadapi ujian hidup.

Mereka tidak pernah merasa sepiKesepian sering dirasakan oleh banyak orang ketika sendirian. Namun, para ulama justru me...
09/09/2025

Mereka tidak pernah merasa sepi

Kesepian sering dirasakan oleh banyak orang ketika sendirian. Namun, para ulama justru menjadikan kesendirian mereka sebagai kesempatan terbaik untuk bersama ilmu.

Abdullah Ibnul Mubarak rahimahullah ketika ditanya, “Apakah engkau tidak merasa kesepian di rumah?”
beliau menjawab:
"Bagaimana aku merasa kesepian, sedangkan aku bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabat!?"

Mereka mengisi waktunya dengan membaca hadis dan kisah teladan para salaf. Inilah rahasia hati mereka tetap hidup dan tidak diliputi sepi.

Seorang mukmin sejati tidak pernah kesepian, karena ilmunya selalu menemaninya, dan warisan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa menghidupkan hatinya.

Permohonan Mulia: Ilmu, Iman, dan KeyakinanAllah ta’ala berfirman:وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا"Dan katakanlah: Wahai Rab...
22/08/2025

Permohonan Mulia: Ilmu, Iman, dan Keyakinan

Allah ta’ala berfirman:
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
"Dan katakanlah: Wahai Rabbku, tambahkanlah ilmu kepadaku."
(QS. Ṭāhā: 114)

Ayat ini menjadi dalil bahwa meminta tambahan ilmu adalah perintah langsung dari Allah.

Bahkan, seorang sahabat yang mulia, ‘Abdullāh bin Mas‘ūd – raḍiyallāhu ‘anhu – jika membaca ayat ini, beliau memanjatkan doa tambahan:
اللَّهُمَّ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَإِيمَانًا وَيَقِينًا
"Ya Allah, tambahkanlah ilmu, keimanan, dan keyakinan kepadaku."

Sebuah permintaan yang meliputi tiga tiang utama penopang hidup seorang hamba.
[Lihat: Ma'alim at-Tanzil fi at-Tafsir al-Qur'an li al-Baghawī, , Jld. 5, hlm. 297]

Karena:
Ilmu tanpa iman — akan kering.
Iman tanpa yakin — akan goyah.
Yakin tanpa ilmu — akan mudah tersesat

Kebiasaan Orang-Orang Shalih di Waktu SahurWaktu sahur (tengah malam hingga sebelum masuk waktu Subuh) adalah momen spes...
18/08/2025

Kebiasaan Orang-Orang Shalih di Waktu Sahur

Waktu sahur (tengah malam hingga sebelum masuk waktu Subuh) adalah momen spesial untuk memperbanyak istighfar, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang dekat dengan Allah.

Kita seringkali terjatuh dalam dosa, baik yang kita sadari maupun yang luput dari perhatian, namun karena terbiasa, bisa jadi hati kita menganggapnya sepele. Dan ini baru satu dari sekian banyak dosa yang menumpuk tanpa kita sadari.

Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebut sifat orang-orang shalih dalam firman-Nya:
"Dan orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur." (QS. Ali Imran: 17)

Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Abu Ja’far:
"Mereka memohon kepada Rabb mereka agar Dia menutupi aib dan dosa-dosa mereka." (Tafsir Al-Qurthubi)

Jangan biarkan waktu sahur berlalu tanpa istighfar.
Karena bisa jadi, itulah waktu terbaik kita untuk kembali pada Allah.

Al-Hafizh Ibnu Hajar -rahimahullah- juga menuturkan, “Doa dan istighfar di waktu sahur adalah diijabahi (dikabulkan).” (Fathul Bari, 3: 32).

Menuntut ilmu butuh perjuangan dan kesabaranDulu, para ulama menempuh ribuan kilometer demi satu hadits—berjalan kaki, n...
14/08/2025

Menuntut ilmu butuh perjuangan dan kesabaran

Dulu, para ulama menempuh ribuan kilometer demi satu hadits—berjalan kaki, naik unta, menembus gurun dan gunung.
Tanpa kendaraan, tanpa penginapan. Tapi semangat mereka tak pernah padam.

Kini, ilmu ada di genggaman. Transportasi mudah, kajian bisa diakses online.
Masihkah kita mencari alasan untuk tidak belajar?

Gunakan kemudahan hari ini untuk menebus semangat yang mulai redup.
Luangkan waktu, meski sedikit. Karena ilmu agama adalah kebutuhan, bukan pelengkap.

Dan saat belajar, bersabarlah kepada guru. Mereka juga manusia biasa. Tetap hormati, karena melalui merekalah jalan kita menuju surga.

وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ
“Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan petang hari dengan mengharap wajah-Nya...”
(QS. Al-Kahfi: 28)

Adab Imam Malik Sebelum Meriwayatkan HaditsImam Mālik -rahimahullah-, seorang tokoh besar di Madinah, memiliki kebiasaan...
11/08/2025

Adab Imam Malik Sebelum Meriwayatkan Hadits

Imam Mālik -rahimahullah-, seorang tokoh besar di Madinah, memiliki kebiasaan luar biasa setiap kali hendak menyampaikan hadits Nabi ﷺ. Beliau mandi terlebih dahulu, mengenakan pakaian terbaik, dan memakai wewangian, sebelum duduk mengajarkan sabda Rasulullah ﷺ kepada murid-muridnya.

Seakan berkata:
"Ini bukan perkataan manusia biasa. Ini sabda Rasul. Harus aku sambut dengan hati yang bersih dan tampilan yang layak."
Sungguh, para ulama dahulu tidak hanya menyampaikan ilmu…
Mereka menghidupkan adab.

Mari kita tiru semampunya. Jangan asal share hadits tanpa niat dan adab.
Karena sabda Nabi ﷺ adalah warisan langit, bukan narasi biasa.

Ini Lebih Besar dari Angkat Senjata!Tidak semua bentuk dakwah memiliki nilai yang sama.Ada satu jenis dakwah yang kedudu...
10/08/2025

Ini Lebih Besar dari Angkat Senjata!

Tidak semua bentuk dakwah memiliki nilai yang sama.
Ada satu jenis dakwah yang kedudukannya sangat agung — bahkan lebih utama daripada mengangkat senjata menghadapi musuh:

Itulah dakwah menyampaikan sunnah Rasulullah ﷺ.

Para ulama salaf kontemporer mengingatkan bahwa tugas menyampaikan sunnah adalah amanah istimewa.

Syaikh ‘Abdul ‘Azīz bin Bāz -rahimahullāh- menuturkan:
“Para ulama adalah pewaris para nabi dan penerus para rasul dalam menyeru kepada kebenaran…”
(Lihat: Majmūʿ Fatāwā Ibn Bāz, Jilid 6, hlm. 26)

Menyampaikan sunnah bukan sekadar berbicara—
ia adalah menjadi penjaga warisan langit, dengan ilmu, adab, dan cinta yang tulus.

Maka jangan pernah remehkan jalan ilmu dan dakwah.
Menyampaikan sunnah bukan hanya tugas—tapi sebuah kehormatan.
Hari ini, engkaulah sang penjaganya.

Syaikh Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah berkata,"Hadis tersebut dinilai mursal oleh beberapa ulama besar, seperti Abu Ha...
25/07/2025

Syaikh Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah berkata,

"Hadis tersebut dinilai mursal oleh beberapa ulama besar, seperti Abu Hatim Ar-Razi di dalam al-'Ilal, Abul Hasan Ad-Daraquthni di dalam al-'Ilal, dan Abu Bakr Al-Baihaqi di dalam as-Sunan al-Kubra. Meskipun begitu, para ulama berargumentasi dengan hadis tersebut bahwa talak adalah perkara yang tidak disukai oleh Allah azza wa jalla, karena terdapat banyak kerugian dan kerusakan pada hak suami, istri, dan anak-anak. Oleh karenanya, syariat memerintahkan suami untuk menjauhi talak semampunya.

Akan tetapi, ketika talak menjadi sesuatu yang dibutuhkan, maka terdapat nikmat dan keutamaan yang besar, seperti terlepas dari hubungan yang pahit, berpisah dengan orang yang tiada kebaikan padanya. Wallahu A'lam."

[Lihat: Minhat al-'Allām Syarh Bulūgh al-Marām li Abdillah al-Fauzan, jld. 7. hal. 511]

Gibah adalah perilaku tercela yang sangat mudah dijumpai di mana pun berada. Perbuatan inj dilakukan dengan tujuan menca...
09/07/2025

Gibah adalah perilaku tercela yang sangat mudah dijumpai di mana pun berada. Perbuatan inj dilakukan dengan tujuan mencari-cari kesalahan orang yang dan menebarkan aroma tidak sedap tentang dirinya. Sehingga, perbuatan dipermisalkan oleh Allah sebagaimana orang yang memakan bangkai saudaranya sendiri.

Azab yang diberikan pun tak tanggung-tanggung, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

لما عرج بي ربي مررت بقوم لهم أظفار من نحاس، يخمشون وجوههم وصدورهم. فقلت: من هؤلاء يا جبريل؟ قال: هؤلاء الذين يأكلون لحوم الناس، ويقعون في أعراضهم

"Ketika Allah ta'ala menaikkan diriku ke langit ke tujuh dalam peristiwa Mi'raj, aku melewati sekelompok orang yang memiliki cakar dari tembaga sedang mencakar-cakar wajah dan dada mereka (hingga terkelupas), lantas aku bertanya kepada Jibril, "Siapa mereka, ya Jibril?". Jibril menjawab, "Mereka adalah orang-orang yang gemar memakan daging manusia dan menjatuhkan harga diri orang lain (gibah)."
(Musnad Ahmad no. 13340 dan Sunan Abi Daud no. 4878)

Address

STDI Imam Syafi'i
Jember

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ustadz Emha Hasan Ayatullah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share