27/05/2026
BEGADANG TUK TAKBIRAN, TERNYATA ADA HADISTNYA.
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' menyebutkan bahwa bertakbir hingga begadang sangat dianjurkan.
Namun, tahukah ternyata ada hadits lemah yang sering digunakan:
Ini diantaranya,
Pertama: Hadits Ubadah bin Shamit:
(من أحيا ليلة الفطر، وليلة الأضحى، لم يمت قلبه يوم تموت القلوب)
"Barangsiapa yang menyemarakkan malam idul fitri maupun malam idul adha, maka hatinya tidak akan mati pada saat semua hati akan mati".
Al-Haitsami menukil hadits tersebut dari At-Thabarani, namun sangat lemah karena didalam sanadnya ada Umar bin Harun Al-Balkhy, seorang pendusta.
Kedua, dalam Sunan Ibnu Majah diriwayatkan dari Abu Umamah, redaksi awalnya:
(من قام ليلَتَيْ العيدين محتسباً لله ....)
"Barangsiapa menyemarakkan dua malam hariraya dengan mencari pahalanya dari Allah".
Dalam sanadnya ada Baqiyyah bin Walid, seorang mudallis dan telah meriwayatkan dengan 'an'anah, maka riwayatnya lemah.
Ketiga: Riwayat Mu'adz bin Jabal dengan lafadz:
(من أحيا الليالي الأربع وجبت له الجنة، ليلة التروية، وليلة عرفة، وليلة النحر، وليلة الفطر).
"Barangsiapa menghidupkan empat malam, dia pasti masuk surga, malam tarwiyah, malam arofah, malam Idul adha, dan malam Idul fitri".
Al-Mundziri mengatakan bahwa hadits ini tidak dapat dihasankan sama sekali, bahkan ada yang menegaskan kepalsuannya.
Keempat,dinukil dengan redaksi:
(من أحيا ليلَتَيْ العيد والنصف من شعبان لم يمت .....).
"Barangsiapa menghidupkan dua malam lebaran dan malam nisfu Sya'ban, ....."
Namun dalam sanadnya ada Marwan bin Salim yang terindikasi berdusta, maka sanadnya super lemah.
Jadi....
tuk