Masjid Al Muqodimmah Tanjungrejo Wuluhan

Masjid Al Muqodimmah Tanjungrejo Wuluhan Masjid Al muqoddimah yang bertempat di Dusun Karangsono Desa Tanjungrejo Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember.

Masjid Almuqoddimah yang bertempat di Dusun Karangsono desa Tanjungrejo Adalah bangunan yang berawal dari sebuah surau atau Mushola yang dibangun sederhana pada tahun 1930an oleh mbah Mukawi dan pada tahun 1968 direnovasi menjadi sebuah bangunan permanen oleh H.Achmad Shodiq seiring bertambahnya waktu dimana jamaah mulai bertambah pada tahun 2001 direhab dan dijadikan masjid. pada tahun 2012 dibangun kembali menjadi bangunan yang sekarang ini.

Oleh KH. Ma'ruf Khozin, M.Si.Doa Fatihah Untuk Orang WafatUmat Islam yang berdoa dengan bacaan Fatihah untuk almarhum di...
13/06/2026

Oleh KH. Ma'ruf Khozin, M.Si.
Doa Fatihah Untuk Orang Wafat

Umat Islam yang berdoa dengan bacaan Fatihah untuk almarhum dikira tidak belajar ilmu agama sebagaimana dalam poster ini. Baik. Sekarang kita lihat dalil-dalil Hadis dan pendapat para ulama Salaf.

Hadis yang dijadikan dalil membaca Fatihah adalah:

«إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ فَلَا تَحْبِسُوهُ، وأَسْرِعُوا بِهِ إِلَى قَبْرِهِ، وَليُقْرَأْ عِنْدَ رَأْسِهِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ، وَعِنْدَ رِجْلَيْهِ بِخَاتِمَةِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي قَبْرِهِ»

Ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Jika ada yang meninggal diantara kalian maka janganlah ditunda, segeralah dibawa ke kuburnya. Hendaknya dibacakan di dekat kepalanya surat FATIHAH dan di kedua kakinya dibacakan penutup surat Al-Baqarah dikuburnya"

Terkait status hadis ini Al Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa:

ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺣﺴﻦ

"hadis ini diriwayatkan oleh Thabrani dengan sanad yang bagus" (Fathul Bari, 3/184)

Bahkan ada Ulama Salaf, yaitu Imam Ahmad (241 H), yang juga membaca surat Fatihah yang pahalanya ditujukan untuk para ahli kubur. Berikut riwayatnya:

( وَتُسْتَحَبُّ قِرَاءَةٌ بِمَقْبَرَةٍ ) قَالَ الْمَرُّوذِيُّ : سَمِعْتُ أَحْمَدَ يَقُولُ : إذَا دَخَلْتُمْ الْمَقَابِرَ فَاقْرَءُوا بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ ، وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ، وَاجْعَلُوا ثَوَابَ ذَلِكَ إلَى أَهْلِ الْمَقَابِرِ ؛ فَإِنَّهُ يَصِلُ إلَيْهِمْ ، وَكَانَتْ هَكَذَا عَادَةُ الْأَنْصَارِ فِي التَّرَدُّدِ إلَى مَوْتَاهُمْ ؛ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ (مطالب أولي النهى في شرح غاية المنتهى - ج 5 / ص 9)

“Dianjurkan baca al-Quran di Kubur. Ahmad berkata ”Jika masuk kubur bacalah FATIHAH, al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas, hadiahkan untuk ahli kubur, maka akan sampai. Inilah kebiasaan sahabat Anshor yang bolak-balik kepada orang yang meninggal untuk membaca al-Quran” (Mathalib Uli an-Nuha 5/9)

Di samping itu surat Fatihah adalah bagian dari Alquran dan membacakan surat dalam Alquran ketika ditujukan untuk mayit ulama berbeda pendapat hal ini disampaikan oleh Syekh Ibnu Taimiyah:

وأما الصيام عنه وصلاة التطوع عنه وقراءة القرآن عنه فهذا فيه قولان للعلماء : أحدهما : ينتفع به وهو مذهب أحمد وأبي حنيفة وغيرهما ، وبعض أصحاب الشافعي وغيرهم .

"Melakukan puasa, salat sunnah dan membaca Quran untuk orang mati, ada dua pendapat dari para ulama. Pendapat pertama bahwa mayit mendapatkan manfaat dari bacaan Quran tersebut ini adalah mazhab Ahmad bin Hanbal Abu Hanifah dan lainnya juga Sebagian ulama Syafi'iyah" (Majmuk Fatawa, 24/314)

Jadi sebenarnya apakah kita yang belum belajar ilmu agama ataukah mereka yang kurang literasi bacaan dari kitab-kitab hadis dan pendapat ulama Salaf? Ngakunya Salafi tapi perbuatannya tidak seperti ulama Salaf
Buatkan poster, untuk menjawab poster ini,

01/05/2026

𝗧𝘂𝗷𝘂𝗵 𝗔𝗺𝗮𝗹 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗵𝗮𝗹𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗹𝗶𝗿Diriwayatkan oleh Syaikh Yazid ar-Ruqasyi, dari Sahabat Anas bin Malik radhiyall...
01/05/2026

𝗧𝘂𝗷𝘂𝗵 𝗔𝗺𝗮𝗹 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗮𝗵𝗮𝗹𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗧𝗲𝗿𝘂𝘀 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗹𝗶𝗿
Diriwayatkan oleh Syaikh Yazid ar-Ruqasyi, dari Sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ta'ala'anhu, beliau berkata:
"Tujuh perkara yang pahalanya akan terus mengalir setelah seseorang meninggal:
1. Barang siapa membangun masjid, maka ia mendapatkan pahala selama masih ada orang yang shalat di dalamnya.
2. Barang siapa membuat sungai, maka selama airnya terus mengalir dan diminum oleh manusia, makan ia mendapatkan pahalanya.
3. Barang siapa menulis dan memperindah mushaf, maka ia mendapatkan pahalanya selama masih ada orang yang membacanya.
4. Barang siapa menggali mata air yang airnya dimanfaatkan, maka ia akan mendapatkan pahalanya selama mata air itu masih ada.
5. Barang siapa menanam pohon, maka ia memperoleh pahala dari setiap yang dimakan oleh manusia dan burung.
6. Demikian p**a seseorang yang mengajarkan ilmu, maka pahalanya akan terus mengalir.
7. Dan barang siapa meninggalkan anak yang memohonkan ampun dan mendoakannya setelah ia wafat, yakni anak itu saleh, dan sang ayah telah mengajarinya Al-Qur’an serta ilmu, maka pahala itu juga mengalir kepada orang tuanya tanpa mengurangi pahala anak sedikit pun.
Namun jika seorang ayah tidak mengajarkan Al-Qur'an kepada anaknya, terlebih mengajarkannya jalan kefasikan, maka dosanya ditanggung oleh ayahnya tanpa mengurangi dosa anak tersebut sedikit pun."
Wallahua'lambisshowaab
وَرَوَى يَزِيدُ الرُّقَاشِيُّ عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ: سَبْعٌ يُؤْجَرُ فِيهِنَّ مِنْ بَعْدِهِ: مَنْ بَنَي مَسْجِدًا فلَهُ أَجْرُهُ مَا دَامَ أَحَدٌ يُصَلِّي فِيهِ، وَمَنْ أَجْرَى نَهْرًا فَمَا دَامَ يَجْرِي فِيهِ الْمَاءُ وَيَشْرَبُ مِنْهُ النَّاسُ، كَانَ لَهُ أَجْرُهُ، وَمَنْ كَتَبَ مُصْحَفًا وَأَحْسَنَهُ كَانَ لَهُ أَجْرُهُ مَا دَامَ يَقْرَأُ فِيهِ أَحَدٌ، وَمَنِ اسْتَخْرَجَ عَيْنًا يُنْتَفَعُ بِمَائِهَا كَانَ لَهُ أَجْرُهَا مَا بَقِيَتْ، وَمَنْ غَرَسَ غَرْسًا كَانَ لَهُ أَجْرُهُ فِيمَا أَكَلَ النَّاسُ مِنْهُ وَالطَّيْرُ، وَمَنْ عَلِمَ عِلْمًا كَذَلِكَ، وَمَنْ تَرَك وَلَدًا يَسْتَغْفِرُ لَهُ وَيَدْعُونَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ، يَعْنِي إِذَا كَانَ الْوَلَدُ صَالِحًا وَقَدْ عَلَّمَهُ الْأَبُ الْقُرْآنَ وَالْعِلْمَ، فَيَكُونُ أَجْرُهُ لِوَالِدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَجْرِ وَلَدِهِ شَيْءٌ، فَإِذَا كَانَ الْوَالِدُ لَا يُعَلِّمُهُ الْقُرْآنَ وَيُعَلِّمُهُ طَرِيقَ الْفِسْقِ، يَكُونُ وِزْرُهُ عَلَى أَبِيهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ وِزْرِ وَلَدِهِ شَيْءٌ.
Al-Faqih Abu Laits as-Samarqandi, Tanbihul Ghofilin Hlm. 47 Cet. Darul Ilmi

27/04/2026
BAHAYA PUJIAN* Perkataan Imam Al-Ghazali**قال الغزالي: في المدح ست آفات ؛ أربع على المادح، واثنتان على الممدوح: أما الما...
16/04/2026

BAHAYA PUJIAN

* Perkataan Imam Al-Ghazali*

*قال الغزالي: في المدح ست آفات ؛ أربع على المادح، واثنتان على الممدوح: أما المادح فقد يُفْرِطُ فيه فيذكره بما ليس فيه فيكون كَذَّابًا، وقد يُظهر فيه من الحب ما لا يَعْتَقِدُه فيكون مُنافِقًا، وقد يقول له ما لا يتحققه فيكون مجازفًا، وقد يَفْرَحُ الممدوح به ورُبَّما كان ظالمًا فيعصي بإدخال السرور عليه، وأما الممدوح فَيُحْدِثُ فيه كبرًا وإعْجَابًا، وقد يَفْرَحُ فَيَفْسُدُ العمل*

_Imam Al-Ghazali berkata: Dalam pujian ada 6 bahaya; 4 bahaya bagi orang yang memuji, dan 2 bahaya bagi orang yang dipuji._

_Adapun orang yang memuji:_
1. _Terkadang dia berlebihan dalam memuji, lalu menyebut sifat yang tidak ada pada orang itu, maka dia menjadi pembohong._
2. _Terkadang dia menampakkan rasa cinta padahal di hatinya tidak meyakini itu, maka dia menjadi munafik._
3. _Terkadang dia mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak yakin kebenarannya, maka dia menjadi orang yang ngawur/asal ngomong._
4. _Terkadang orang yang dipuji jadi senang dengan pujian itu, padahal bisa jadi dia orang zalim. Maka orang yang memuji ikut bermaksiat karena sudah memasukkan rasa senang ke hati orang zalim._

_Adapun orang yang dipuji:_
1. _Pujian bisa menimbulkan sifat sombong dan ujub = bangga diri di dalam hatinya._
2. _Terkadang dia senang dengan pujian itu lalu amalnya jadi rusak = nggak ikhlas lagi._

*Sumber*: Dinukil di _Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan Tirmidzi_ 7/62 karya Al-Mubarakfuri, dari _Ihya’ Ulumiddin_ Imam Ghazali 3/152.

مَوْعِظَةٌ: مِنْ كَلَامِ الإِمَامِ الْحَدَّادِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُوَقَالَ:وَاعْلَمْ أَنَّ لِلصَّدَقَةِ مَنَافِعَ عَاجِ...
13/04/2026

مَوْعِظَةٌ: مِنْ كَلَامِ الإِمَامِ الْحَدَّادِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

وَقَالَ:
وَاعْلَمْ أَنَّ لِلصَّدَقَةِ مَنَافِعَ عَاجِلَةً وَآجِلَةً، فَمِنْ مَنَافِعِهَا الْعَاجِلَةِ أَنَّهَا تَزِيدُ فِي الرِّزْقِ وَالْعُمُرِ، وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ، وَتَجْلِبُ الصِّحَّةَ لِلْجِسْمِ وَالْبَرَكَةَ لِلْمَالِ.

وَمِنْ مَنَافِعِهَا الْآجِلَةِ أَنَّهَا تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَتَكُونُ ظِلًّا عَلَى رَأْسِ صَاحِبِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَسِتْرًا لَهُ مِنَ الْعَذَابِ، إِلَى غَيْرِ ذٰلِكَ مِنَ الْمَنَافِعِ، وَمَا يَذْكُرُهَا إِلَّا مَنْ يُنِيبُ.

١.ه

Keutamaan Sedekah (Pesan Imam Al-Haddad)

Ketahuilah, bahwa sedekah memiliki manfaat yang langsung (di dunia) dan manfaat yang akan datang (di akhirat).

Di antara manfaatnya di dunia:
• Sedekah bisa menambah rezeki dan umur
• Menolak kematian yang buruk
• Membawa kesehatan bagi tubuh
• Mendatangkan keberkahan pada harta

Adapun manfaatnya di akhirat:
• Sedekah menghapus dosa, seperti air memadamkan api
• Menjadi naungan di atas kepala pelakunya pada hari kiamat
• Menjadi penutup (pelindung) dari azab

Dan masih banyak lagi manfaat lainnya, namun yang benar-benar memperhatikan dan mengingatnya hanyalah orang yang mau kembali (bertaubat) kepada Allah.

allahumagfirlahu warhamhu wa'fu anhu
08/03/2026

allahumagfirlahu warhamhu wa'fu anhu

20/02/2026

kisah hewan dalam
bagian 2

19/02/2026

Kisah Hewan dalam Al qur'an


11/02/2026

Address

Dsn Karangsono Ds Tanjungrejo Wuluhan
Jember
68162

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Masjid Al Muqodimmah Tanjungrejo Wuluhan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category