14/04/2026
Rabu, 15 April 2026
Menerobos Penjara Ketakutan: Ketika Terang Menaklukkan Gelap
Kis. 5:17-26; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; Yoh. 3:16-21
Di dalam kedalaman hati, kita semua memiliki kecenderungan untuk bersembunyi. Ketika kita melakukan kesalahan, merasa malu, atau menyimpan luka masa lalu, insting alamiah kita adalah mencari tempat yang tersembunyi, mencari kegelapan. Di dalam gelap, kelemahan kita tidak terlihat. Di dalam gelap, kita merasa 'aman' karena tidak ada yang bisa menghakimi kita.
Injil Yohanes hari ini menelanjangi kecenderungan batin kita tersebut dengan sebuah kebenaran yang menusuk namun membebaskan. Dikatakan bahwa Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Allah tidak mengutus PutraNya untuk menghukum dunia, melainkan untuk menuntun kita keluar dari tempat persembunyian kita. Ia ingin kita berdiri di dalam Terang kasihNya yang tanpa syarat. Namun, langkah keluar menuju Terang ini sering kali terasa menakutkan, karena Terang menuntut kejujuran. Terang meminta kita untuk menanggalkan topeng kepura-puraan.
Realitas penolakan terhadap Terang inilah yang kita saksikan secara gamblang dalam bacaan pertama dari Kisah Para Rasul. Para Imam Besar dan orang-orang Saduki membiarkan hati mereka dikuasai oleh kegelapan iri hati. Mereka merespons kehadiran Terang Kristus yang diwartakan para rasul dengan cara manusiawi yang paling brutal: mengurung para pewarta itu di dalam penjara umum yang gelap. Mereka berpikir, dengan menutup pintu penjara, mereka berhasil memadamkan kebenaran.
Namun, sepekat apa pun kegelapan mencoba berkuasa, ia tidak akan pernah bisa menelan satu titik cahaya sekalipun. Malaikat Tuhan datang, membuka pintu-pintu penjara di malam hari, dan membawa para rasul keluar. Menariknya, malaikat itu tidak menyuruh mereka bersembunyi ke tempat yang lebih aman. Malaikat itu justru berkata: "Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman Hidup itu kepada orang banyak." Pembebasan yang Tuhan berikan bukanlah tiket untuk lari dari kenyataan, melainkan kekuatan baru untuk berani bersaksi. Para rasul tidak lagi diikat oleh ketakutan. Mereka mengalami sendiri apa yang dikumandangkan oleh Daud dalam Mazmur hari ini: "Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka." Banyak dari kita saat ini mungkin sedang duduk di dalam gereja ini, namun jiwa kita masih terkurung di dalam "penjara-penjara" tak kasat mata. Penjara kecemasan akan masa depan, penjara adiksi, penjara relasi yang penuh kepahitan, atau penjara ketakutan untuk mengatakan yang benar di tempat kerja karena takut dijauhi. Kita terjebak di sana dan bingung mencari jalan keluar, sampai kita lupa ke arah mana tujuan hidup kita yang sebenarnya.
Mengenai kebutaan di tengah dunia ini, mendiang Paus Benediktus XVI pernah memberikan sebuah permenungan yang sangat menggugah nurani kita. Beliau berkata:
"Kegelapan yang benar-benar menjadi ancaman bagi umat manusia adalah kenyataan bahwa ia mampu melihat dan menyelidiki hal-hal material yang kasat mata, namun tidak mampu melihat ke mana arah dunia ini atau dari mana asalnya, ke mana arah kehidupan kita sendiri, serta apa yang baik dan apa yang jahat." - Homili Malam Paskah, 7 April 2012.
Terang Kristus adalah satu-satunya jawaban atas kegelapan arah hidup tersebut. Keselamatan dan perubahan hidup tidak terjadi secara otomatis hanya karena kita rajin ke gereja; perubahan hidup terjadi ketika kita membuat keputusan yang sadar dan berani untuk melangkah keluar dari kegelapan dosa kita, lalu membiarkan Terang Kristus menyinari, menyembuhkan, dan menuntun langkah kita.
Mari kita mohon rahmat untuk tidak lagi mencintai kegelapan yang perlahan-lahan menghancurkan jiwa kita. Izinkanlah kasih Allah membuka "pintu penjara" hati kita semua hari ini. Majulah ke dalam Terang, hiduplah dalam kebenaran, dan jadilah saksi-saksi firman Kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat.
Berjalan jauh membawa pelita,
Melewati lembah penuh bebatuan.
Biar gelap dunia mencoba bertahta,
Cahaya Kristus penuntun kehidupan.
Selamat menjalani hari ini dengan penuh damai.
Semoga segala yang baik, penyertaan malaikat Tuhan, dan Terang kasih Kristus senantiasa Saudara alami dalam setiap langkah kehidupan.
(+) Tuhan memberkati.